APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Hidden Tea

Hidden Tea

Kabar duka wafatnya sang ayah mengejutkan Putri Mahkota Manggalya saat ia menghadiri pesta di Negeri Suwarna. Akibat kekosongan takhta, Pangeran Rahagi yang baru berumur sepuluh tahun pun segera dinobatkan. Di tengah duka mendalam, sang Putri memilih mengasingkan diri demi memulihkan batinnya. Namun tanpa diduga, di bawah kepemimpinan raja bocah tersebut, Manggalya justru menjelma menjadi kerajaan agresif yang gencar melakukan ekspansi wilayah secara membabi buta.
Bab
Bagikan

Bab 3

Bagi masyarakat Manggalya, perempuan merupakan aset yang berharga bagi keluarga. Jika mereka mempunyai anak perempuan, mereka akan menjaganya dengan sangat baik. Mereka memastikan bahwa anaknya akan berada di rumah seharian dan hanya keluar jika ada keperluan.

Ada beberapa alasan mengapa orang tua mereka menghimbau agar anaknya di rumah. Pertama, karena rumah merupakan tempat paling aman. Tidak seperti masa kini yang mana banyak rumah berjejer samping kanan-kiri dan berhadapan depan-belakang.

Rakyat Manggalya membangun rumah mereka dengan jarak yang cukup jauh antara satu dengan yang lain. Pemukiman penduduk juga masih dikelilingi oleh hutan belantara yang dihuni oleh berbagai binatang buas sehingga tidak aman jika anak-anak bermain di luar.

Alasan lainnya ialah karena banyak terjadi penculikan anak yang dilakukan oleh bangsa demit seperti kuntilanak dan lainnya. Anak-anak yang diculik tersebut akan dibawa ke alam gaib dan baru dipulangkan beberapa hari setelahnya.

Selain penculikan anak yang dilakukan oleh bangsa demit, terdapat pula penculikan yang dilakukan oleh manusia yang mempraktikkan ilmu hitam. Mereka menggunakan anak-anak sebagai tumbal untuk keperluan tertentu.

Selain dua alasan tersebut di atas, terdapat satu lagi alasan khusus para orang tua lebih menyukai anak mereka di rumah. Jika putri mereka dikenal sebagai perempuan yang suka keluyuran, masyarakat akan menyebutnya sebagai perempuan yang tidak baik. Ini akan memberi citra buruk bagi keluarga yang bersangkutan. Oleh sebab itu mereka tidak akan membiarkan anak gadisnya mendapat predikat jelek, karena ini akan mempengaruhi nilai perempuan tersebut.

Nilai seorang wanita di Manggalya dapat dilihat dari besarnya mahar pernikahan yang ia dapat. Semakin tinggi nilai wanita itu, maka pihak laki-laki akan semakin menghargainya sehingga mahar yang ia dapat pun semakin besar begitupun sebaliknya.

Sekali lagi, masyarakat Manggalya menganggap bahwa perempuan merupakan aset yang berharga. Aset yang dapat mereka gunakan untuk mendapatkan keuntungan melalui pernikahan, maupun aset yang dapat dijadikan jaminan untuk kepentingan tertentu. Ada tiga pihak yang akan menggunakan anak perempuan mereka untuk kepentingan tertentu melalui ikatan pernikahan.

Pertama, keluarga yang memiliki hutang besar dan tidak bisa melunasinya. Kekurangan pangan bukanlah masalah yang dimiliki oleh bangsawan. Mereka memiliki tanah yang subur dan membentang luas. Namun hal ini berbanding terbalik dengan rakyat yang miskin. Mereka harus bekerja keras membanting tulang demi sesuap nasi untuk keluarganya. Sulitnya kehidupan ekonomi membuat mereka terpaksa berhutang kepada tuan tanah. Jika mereka tidak sanggup melunasi hutangnya, maka mereka akan menyerahkan anak perempuannya sebagai alat pembayaran hutang.

Kedua, keluarga bangsawan yang ingin memperkuat wewenang dan posisinya. Mereka akan menikahkan anak perempuannya dengan seseorang yang memiliki status sosial lebih tinggi darinya. Misalnya, kepala desa menikahkan anak perempuannya dengan tumenggung.

Selanjutnya, bagi penguasa yang tidak bisa mempertahankan wilayah kedaulatannya. Kerajaan yang memiliki pasukan militer yang tangguh akan terus melakukan penaklukan wilayah sehingga rajanya memperoleh upeti sebagai sumber pemasukan. Semakin luas wilayah taklukan, maka upeti yang diterima raja pun semakin banyak.

Penaklukan dapat dilakukan dengan cara yang mudah seperti mengirim utusan ke wilayah yang dimaksud. Namun, jika cara halus ini tidak berhasil maka perang dapat dijadikan solusi. Jika pihak wilayah setempat memenangkan pertempuran, mereka dapat mempertahankan kedaulatannya. Namun jika mereka kalah, maka mereka harus membayar ganti rugi perang serta mengirimkan putri pemimpin wilayah kepada pihak yang menang sebagai simbol penyerahan kedaulatan. Putri tersebut juga merupakan jaminan agar mereka tunduk sepenuhnya dan tidak melakukan pemberontakan di kemudian hari.

***

Tidak semua orang tua akan memanfaatkan pernikahan anak perempuannya demi kepentingan keluarga, Prabu Jayantaka adalah salah satunya. Dia tidak ingin menjadi ayah yang egois untuk keluarganya. Lagi pula ia juga tak memiliki kepentingan untuk memanfaatkan putrinya. Sudah jelas, ia tidak punya hutang, sehingga tak perlu menjadikan putrinya sebagai alat pembayaran. Dia juga tidak perlu menukarkan anaknya untuk kepentingan politik untuk memperkuat posisinya karena dia adalah seorang penguasa tertinggi. Dan dia juga dapat menaklukan wilayah manapun yang ia kehendaki.

Prabu Jayantaka begitu menyayangi putri sulungnya, Putri Indurasmi. Ia ingin agar anak tersebut selalu bahagia sepanjang hidupnya, termasuk kehidupan rumah tangganya kelak. Karena itulah sang Wisesaprabu membebaskan putrinya tersebut untuk menentukan sendiri lelaki yang ia inginkan untuk menjadi suaminya.

Sayangnya, keputusan sang Prabu tersebut malah membuat putri sulungnya melajang hingga usianya melewati masa ideal untuk menikah. Begitu banyak lelaki datang melamar, tidak ada satu pun dari mereka yang dapat membawa sang Putri ke pelaminan.

Beruntunglah Putri Indurasmi merupakan anak dari Prabu Jayantaka. Tidak ada yang mencemoohnya meskipun ia belum menikah di usianya yang sebentar lagi menginjak tujuh belas tahun. Jika hal ini terjadi pada perempuan lain, maka perempuan tersebut akan disebut sebagai perawan tua.

Perawan tua adalah sebuah ejekan untuk perempuan yang masih melajang di saat usianya sudah di atas usia rata-rata untuk menikah. Mereka diolok-olok sebagai perempuan sok jual mahal. Mereka juga dihina sebagai perempuan yang tidak laku. Beberapa mulut jahat bahkan menyebut mereka sebagai aib keluarga.

Memang tidak ada yang mengejek Putri Indurasmi sebagai perawan tua. Namun, seiring berjalannya waktu muncul desakan dari para pejabat dan bangsawan ke keraton. Mereka meminta kepada sang Prabu untuk segera menikahkan putri sulungnya.

Awalnya mereka menyebarkan isu melajangnya Putri Indurasmi ke masyarakat melalui tempat publik seperti pasar dan tempat hiburan rakyat. Mereka membicarakan betapa malangnya putri di usia yang sudah dewasa tapi masih belum menemukan tambatan hati.

Pertama-tama mereka membuat agar rakyat bersimpati kepada sang Putri. Setelah umpan berhasil dimakan oleh rakyat, mereka mengganti topik lain kalau putri masih melajang karena dia menolak semua lamaran dari para pria. Tidak peduli bagaimana pangkat sosial mereka dan dari negara mana berasal putri akan menolaknya. Dari sini mereka mulai mengubah pandangan dari yang awalnya bersimpati kepada putri kini menjadi jijik karena putri sok jual mahal.

Setelah rakyat tidak bersimpati kepada putri, mereka akan mengarahkan anak panah pada tujuan pernikahan di mana penyatuan keluarga untuk mendapatkan keturunan. Jika putri terus melajang maka dia dianggap melalaikan perannya sebagai anggota keluarga keraton sehingga dianggap tidak mulia.

Berbagai alasan mereka gunakan untuk mendesak raja. Beberapa dari mereka mengungkapkan bahwa mereka khawatir apabila putri akan kesepian karena belum mempunyai pendamping hidup. Sementara beberapa lainnya menganjurkan agar putri segera menikah sehingga ia dapat melahirkan dan meneruskan garis keturunan raja. Sebagian lainnya mengatakan bahwa mereka peduli dengan citra keraton yang mana keluarga raja merupakan panutan bagi rakyat. Jika putri terus melajang, maka rakyat pun akan mengikutinya sehingga akan terjadi perubahan sosial yang tidak diharapkan.

***

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel A Thousand Tears of Sword
8.8
Di benua terkutuk yang penuh penindasan dan perdagangan manusia, dewa mengutus Dewi Kematian untuk menegakkan keadilan. Sialnya, sebuah insiden saat turun ke bumi melenyapkan seluruh kekuatannya. Ia justru bereinkarnasi sebagai gadis kecil bernama Hua Hua. Tanpa kekuatan dewa yang tersisa, mampukah ia menuntaskan misi sucinya untuk menyelamatkan mereka yang tertindas di tengah neraka dunia ini?
Sampul Novel Hot Love - Birahi Anak Yakuza
8.2
Kenzo, pewaris tunggal pemimpin Yakuza, menolak dijodohkan demi mengejar perempuan Rusia misterius yang ditemuinya di kafe. Penolakan ini memicu konflik besar hingga Kenzo tertembak, lalu diselamatkan oleh Alena, wanita yang ia cintai. Namun, hilangnya Alena membuat Kenzo frustrasi dan mengacau di Hong Kong hingga menyulut perang gangster. Saat melarikan diri bersama kakak angkatnya, Sakura, Kenzo tak tahu bahwa Alena sebenarnya adalah anak dari calon mertuanya sendiri.
Sampul Novel Istri Mafia, Tak Pantas untuk Pewaris
9.7
Divonis mandul membuatku dicampakkan oleh suamiku, seorang Wakil Bos Mafia. Ia tega membawa ibu pengganti dan memperlakukannya penuh kasih, mengkhianati pernikahan kami. Bahkan, ia membiarkanku terluka parah demi menyelamatkan wanita itu. Di dunia hitam, perceraian biasa tidak pernah ada. Demi menghancurkannya, aku merekayasa kematianku sendiri agar ia membusuk di tengah kehancuran takhta yang ia banggakan.
Sampul Novel Menceraikan Suamiku yang Kejam
8.7
Setelah teman masa kecil suaminya menabrak mati orang tuanya saat mabuk, Yulia berniat melapor ke polisi. Namun, sang suami justru menyekapnya di ruang bawah tanah yang gelap selama tiga tahun penuh siksaan. Setiap kali disiksa, pria itu selalu bertanya apakah Yulia masih menyimpan kebencian. Demi kebebasannya, Yulia akhirnya menyerah dan memohon ampun melalui telepon. Begitu berhasil keluar dari kegelapan tersebut, Yulia menolak suaminya dan meminta perceraian, keputusan yang justru membuat pria kejam itu kehilangan akal sehatnya.
Sampul Novel Sang Pendekar Naga Iblis
8.6
Pasca-kehancuran dunianya akibat ulah Dewa Naga, Sakya sang Naga Iblis bertekad merebut gelar Dewa Pedang di Dunia Mortal untuk membalas dendam. Sayangnya, perjalanan lintas dimensi membuat kondisi fisiknya melemah drastis hingga sangat rapuh. Di tengah keterbatasan tubuh yang tak lagi prima, mampukah ia bangkit menjadi pendekar pedang terkuat? Simak perjuangan epik Sakya dalam menuntaskan dendam membara sekaligus membuktikan takdirnya sebagai penguasa pedang sejati.
Sampul Novel Satu-PD176
9.5
Sinta dan putrinya terdesak oleh serangan musuh Leo, suaminya. Di tengah bahaya, pengawal dari Leo justru melarikan diri. Sinta mencoba menghubungi suaminya berkali-kali tanpa hasil, hingga Yosan sang kakak datang menyelamatkan. Ketika panggilan ke-99 akhirnya dijawab, Leo malah mengampuni si pengawal walau putri mereka telah tewas. Kecewa berat atas pengkhianatan ini, Sinta yang merupakan pengusaha senjata terbesar memilih bercerai dan memutus seluruh pasokan senjata untuk Leo.