APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Hati Yang Terpilih

Hati Yang Terpilih

Setelah dua belas tahun menikah, Nazwa Rengganis harus menghadapi kenyataan pahit saat Rafi menceraikannya secara tiba-tiba. Di tengah keterpurukan, ibu dua anak ini mencoba bangkit dan mulai membuka hatinya untuk Kafka, pria yang ia kenal sejak masa konseling. Namun, situasi menjadi rumit ketika alasan perceraian Rafi terungkap dan sang mantan suami memintanya kembali. Enggan terjebak di antara keduanya, Nazwa memilih pergi demi kedamaian hidup bersama anak-anaknya.
Bab
Bagikan

Bab 2

Nazwa bergegas memasuki Kafe yang didirikannya setelah bercerai dengan Rafi. Hobinya memasak dan membuat kue-kue ternyata berguna bagi dirinya sekarang. Ia sangat bersyukur, mampu berdiri di kakinya sendiri dan membuktikan kepada Rafi bahwa ia baik-baik saja. Tunjangan yang didapat dari Rafi tak sedikitpun ia sentuh. Baik untuk anak-anak maupun dirinya sendiri. Bukan ia tidak menghargai, hanya saja rasa kecewanya yang begitu besar telah membuatnya berlaku seperti itu.

Rasa kecewa yang berlipat karena tak pernah mengetahui alasan sebenarnya ia diceraikan. Kehidupan rumah tangga mereka selama ini baik-baik saja dan harmonis. Tentu saja itu membuat ia kaget dan shock karena harus menerima perceraian. Jujur, sampai kini pun ia masih bertanya-tanya alasannya. Dan itulah yang membuat ia mau bertemu dengan Renata.

Nazwa mengenal Renata sebagai sahabat keluarga mereka dari pihak Rafi khususnya. Karena orang tua Renata adalah orang tua angkat Rafi. Walaupun belum pernah bertemu atau berbicara dengan orang tua Renata, tapi Nazwa telah mengenalnya lewat cerita-cerita Rafi. Bagaimana Renata dan kedua orang tuanya telah berjasa menjadikan seorang Rafi yang sukses dari Rafi yang sebatang kara dan terlunta-lunta.

Perceraian orang tua kandung Rafi membuat hidupnya berantakan. Karena tak ada di antara mereka yang mau merawat Rafi. Bagi mereka, Rafi adalah sebuah beban hidup. Memang, pernikahan mama dan papa Rafi terjadi karena adanya Rafi di rahim mamanya. Dan itu yang menjadi sebab pertikaian dan perceraian mereka. Karena saling mempertahankan keegoisan pribadi, merasa menjadi pihak yang paling benar. Tak ada yang mau menyadari apa yang telah terjadi karena kesalahan bersama, yang harus dihadapi suka atau tidak.

Ia sudah disambut oleh Siska di depan pintu masuk. “Ada di mana tamu saya?” tanyanya pada Siska.

“Ibu Renata ada di ruang tamu di lantai 2, Bu,” Jawab Siska.

“Sudah diberi suguhan?” tanyanya lagi.

“Sudah. Sekalian untuk Ibu juga.”

“Baik. Terima kasih, Siska. Saya ke atas dulu.”

“Baik, Bu.” Siska menanggapi ucapan Nazwa dengan memberikan senyum manisnya dan mengacungkan jempolnya.

Nazwa memasuki ruang tamu dengan mengucapkan salam. Terlihat olehnya seorang perempuan berwajah ayu dengan pakaian yang sangat modis, duduk di sofa ruang tamunya. Sontak perempuan itu berdiri melihat kedatangan Nazwa sambil menjawab salam yang diucapkan Nazwa.

Renata mengulurkan tangannya kepada Nazwa. “Terima kasih sudah mau meluangkan waktumu,” Ucapnya sambil tersenyum.

Nazwa menyambut uluran tangan Renata dan juga memberikan senyumnya. “Sama-sama. Silahkan duduk.”

Renata melepas tautan tangan mereka dan kembali duduk. “Ini Café milikmu?” tanyanya.

Nazwa mengambil tempat di samping tamunya yang berwajah ayu ini. “Ya. Saya mendirikannya setelah bercerai dengan Rafi,” Jawab Nazwa tegas.

Renata tersenyum mendengar nada bicara Nazwa. Rafi benar, Nazwa adalah wanita yang tegas dan sangat mandiri. Ia tak pernah main-main dengan hidupnya. Kalau belum mengenal Nazwa, mungkin orang akan melihatnya sombong dan ketus. Padahal ia adalah wanita yang baik dan lembut. Dan ketegasannya itu yang membuat ia menjadi wanita yang menarik. Renata juga telah banyak mendengar tentang Nazwa dari Rafi, sehingga ia mengenal karakter Nazwa.

“Kamu memang wanita yang hebat, Naz,” Puji Renata.

“Terima kasih. Saya hanya mencoba untuk bisa bertahan hidup setelah perceraian itu. Saya mempunyai dua orang anak yang harus dirawat dengan baik. Dan itu membutuhkan biaya,” Tandas Nazwa.

Tiba-tiba raut wajah Renata berubah menjadi sedih. Ia menatap dalam mata Nazwa. Perasaan bersalah menggelayuti hatinya. “Naz, seperti ucapan saya kemarin, meminta waktumu untuk mau bertemu dengan saya, adalah tentang alasan perceraianmu dengan Rafi. Tapi sebelum saya menceritakannya, saya perlu meminta maaf darimu terlebih dulu.”

“Maaf? Untuk apa?” taut Nazwa.

“Kamu akan mengerti nanti, setelah saya bercerita,” Ucap Renata.

“Baiklah,” Jawab Nazwa walaupun ia belum mengerti maksudnya.

Renata mulai menceritakan kisah yang menimbulkan gelegar petir di hati Nazwa. Ia merasa bermimpi di siang bolong. Renata bercerita dengan rintik air mata yang turun di pipinya.

“Sungguh, Naz. Saya tak pernah berniat untuk menghancurkan keluarga mungilmu. Tapi, keadaan memaksa. Ayah menderita kanker otak. Stadium akhir. Dokter memprediksi umurnya tak lagi lama. Beliau ingin saya menikah dengan Rafi. Sayangnya hanya Rafi. Rafi, Naz! Laki-laki yang dipercaya ayah untuk menjaga putrinya ini.” Renata menjeda ceritanya. Ia menggenggam jemarinya mengusir rasa gugup.

“Tadinya saya meminta Rafi untuk membicarakan masalah ini denganmu. Memohon keikhlasanmu, untuk bersedia menerima saya sebagai madumu. Tapi Rafi berpendapat kalau kamu pasti tidak akan bersedia, sehingga dia mengambil langkah untuk menceraikanmu.” Renata memberanikan diri memandang mata Nazwa. Mata yang cantik, secantik paras pemiliknya. Kini dilihatnya mendung pun bergelayut di kedua kelopak mata cantik itu.

Nazwa tak bisa berkata-kata. Ia shock! Petir menggelegar begitu dahsyat sampai ia merasa darah di tubuhnya berhenti mengalir.

“Naz,” Renata memegang tangan Nazwa. “Tolong jangan kau salahkan, Rafi. Ia tidak bersalah. Posisinya terjepit. Ia hanya ingin membalas budi. Bakti seorang anak pada orang tuanya. Saya bisa mengerti kalau kamu marah. Tapi tolong, tolong mengerti alasan Rafi.” Renata menggeleng. “Tidak.” Ia terdiam sejenak. “Alasan kami melakukan ini,” ujarnya pelan. “Saya hanya ingin kamu memposisikan diri bagaimana jika kamu berada di posisi saya dan Rafi,” Lanjut Renata lirih saat Nazwa menatapnya.

Nazwa masih terdiam. pikirannya masih terikat dengan ketidak percayan atas apa yang telah terjadi dalam hidupnya. Ya Allah, salah apa aku? Isak batinnya.

Berkelebat di pikirannya sebelum perceraiannya terjadi. Rafi selalu marah-marah tanpa alasan. Semua perhatian dan perlakuan Nazwa yang selama ini sangat dipuja Rafi, berubah menjadi suatu kesalahan. Semuanya salah. Sampai Nazwa merasa letih. Letih dengan argumentasi, tangisan dan teriakan. Fisik dan hatinya lelah. Luar biasa lelah. Puncaknya, diterimanya keinginan Rafi untuk menceraikannya walau ia tak pernah bisa menerima bahkan mengerti alasan Rafi untuk bercerai. Jadi, ini alasan sebenarnya! Nazwa memejamkan matanya. Mencoba menyusun kekuatan dan ketenangan. Dikeluarkannya beban berat di hatinya seiring dengan hembusan nafasnya.

“Kalian . . . sudah . . . menikah?” gamang Nazwa bertanya.

Renata mengangguk. “Setahun yang lalu. Dan dua bulan setelahnya, ayahku meninggal.”

“Saya turut berduka,” ucap Nazwa tulus.

“Terima kasih, Naz. Kamu memang wanita yang cantik. Tidak hanya parasmu, tetapi juga hatimu,” Renata begitu terharu mendengar ketulusan dari nada suara Nazwa. Walau ia telah disakiti, tetapi ia masih mau berempati terhadap seseorang yang menjadi pangkal kesakitannya. “Pantas kalau Rafi begitu memujamu,” gumam Renata kemudian.

Mendengar nama Rafi disebut, entah darimana timbul kekuatan di hati Nazwa. “Maaf, tapi kedatangan kamu ini atas kemauan Rafi? Bukan bermaksud kasar, bukankah kalian sudah mendapatkan keinginan kalian? Lalu, apa maksudmu menceritakan ini semua?” tanya Nazwa.

“Bukan, Naz. Kedatangan saya bukan atas kemauan Rafi. Ini kemauan saya sendiri. Saya ingin mengaku dosa kepadamu, karena telah menghancurkan hidupmu, Rafi dan anak-anak. Saya tak tenang, Naz. Apalagi sejak ayah meninggal. Saya merasa Rafi ... Rafi tak sungguh-sungguh ingin menghabiskan hidupnya bersama saya.” Renata tertunduk sesaat.

“Maksudnya?”

“Sejak kami menikah, Rafi belum pernah menyentuh saya,” lirih Renata pelan.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bayaran Cinta Yang Terluka
9.4
Clarisse Nayara sangat marah ketika suaminya, Dario Mahendra, menunjuk Keiran sebagai pengawal pribadinya hanya agar bisa menghindarinya. Rasa sakit hati Clarisse kian memuncak setelah mengetahui Dario telah berselingkuh selama dua tahun. Didorong rasa dikhianati, ia nekat menjalin hubungan terlarang dengan Keiran untuk membalas dendam pada Dario. Namun, Clarisse tidak tahu bahwa Keiran memiliki rahasia gelap yang sangat berbahaya, mengubah siasatnya menjadi bumerang yang mengancam nyawanya.
Sampul Novel Bersama Kita Bangkit Dari Abu
8.0
Saat hamil tua, sebuah truk sengaja menabrak mobilku. Di ambang maut, Kian, suamiku, justru mengabaikan teleponku demi menemani Florence yang mengeluh sakit kepala. Tragedi ini merenggut nyawa bayiku dan menghancurkan karier kakakku sebagai pianis. Pengkhianatan kejam tersebut kini menyalakan api dendam yang membara. Kian mengira kami telah habis, namun kami akan segera bangkit dari abu kehancuran ini untuk membalas semua rasa sakit kami.
Sampul Novel Dia Tidak Tahu Identitas Istrinya Sampai Mereka Bercerai
8.5
Demi menyelamatkan Asher Lambert lima tahun lalu, Bettina Rowe harus kehilangan kemampuan memiliki anak. Asher awalnya mengaku tidak ingin punya keturunan. Namun, Bettina sangat terkejut saat sang suami tiba-tiba berniat memakai jasa ibu pengganti demi mendapatkan ahli waris. Asher bahkan memilih Betsy Sugden, mahasiswi yang mirip dengan Bettina. Di tengah rencana tersebut, Asher tidak menyadari bahwa Bettina telah mantap memutuskan untuk bercerai darinya.
Sampul Novel Hasrat Dilema Dalam Gairah
9.0
Dalam keintiman yang kian memanas, Aslan perlahan menyingkap helai pakaian terakhir yang membalut tubuh Endah. Kepasrahan Endah menjadi bukti nyata betapa dirinya telah hanyut dalam gejolak asmara yang membara. Sentuhan fisik Aslan mengeksplorasi kepekaan sang wanita, di mana keharuman tubuh dan sensasi memikat kian membakar gairah lelakinya. Ketegangan romansa modern ini mencapai puncaknya saat belaian lembut Aslan melahirkan desahan napas, menjebak keduanya dalam pusaran dilema hasrat mendalam.
Sampul Novel HOT AND DANGEROUS BILLIONAIRE
8.0
Geby harus menjalani pernikahan paksa bersama Jeremy Loghan, seorang miliarder kejam yang dipenuhi rasa dendam. Walau hati Geby masih terpaut pada kakak Jeremy, sang suami justru melampiaskan kebenciannya lewat perlakuan kasar di ranjang. Di balik konspirasi licik para bangsawan Yorkshire, sebuah rahasia besar perlahan terkuak. Jeremy pun mulai bimbang saat benih cinta tumbuh untuk wanita yang ia benci. Akankah ia memilih balas dendam atau perasaannya?
Sampul Novel Selimut Malam Tuan Muda
9.2
Impian Raina Paradisa kuliah sirna di usia tujuh belas tahun. Sang paman menjadikannya jaminan utang satu miliar kepada Alex Modero. Alex merupakan pebisnis sukses berumur tiga puluh lima tahun yang sangat angkuh dan menolak pernikahan. Demi melunasi utang keluarganya tersebut, kini Raina tidak memiliki pilihan lain selain menuruti semua kemauan Alex dan hidup melayani hasrat pria itu.