APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Hati Yang Terpilih

Hati Yang Terpilih

Setelah dua belas tahun menikah, Nazwa Rengganis harus menghadapi kenyataan pahit saat Rafi menceraikannya secara tiba-tiba. Di tengah keterpurukan, ibu dua anak ini mencoba bangkit dan mulai membuka hatinya untuk Kafka, pria yang ia kenal sejak masa konseling. Namun, situasi menjadi rumit ketika alasan perceraian Rafi terungkap dan sang mantan suami memintanya kembali. Enggan terjebak di antara keduanya, Nazwa memilih pergi demi kedamaian hidup bersama anak-anaknya.
Bab
Bagikan

Bab 3

“Kedatangan saya bukan atas kemauan Rafi. Ini kemauan saya sendiri. Saya ingin mengaku dosa kepadamu, karena telah menghancurkan hidupmu, Rafi dan anak-anak. Saya tak tenang, Naz. Apalagi sejak ayah meninggal. Saya merasa Rafi ... Rafi tak sungguh-sungguh ingin menghabiskan hidupnya bersama saya.” Renata tertunduk sesaat.

“Maksudnya?” tanya Nazwa tak mengerti.

“Sebagai seorang suami, Rafi adalah suami yang baik. Ia memberikan saya nafkah lahir yang lebih dari cukup. Tapi sebagai seorang laki-laki, ia bukan laki-laki pembohong. Ia tak bisa melenyapkan bayanganmu darinya. Dan itu yang membuat ia tak bisa menggenapkan nafkah batinnya kepada saya, Naz. Mungkin kamu tidak percaya, tapi saya berkata jujur.” Renata menatap mata Nazwa. “Sejak kami menikah, saya belum pernah disentuh Rafi,” lirih Renata pelan.

“Astaghfirullah alaziem,” ucap Nazwa dalam hati. Ditatapnya lekat-lekat mata Renata. Dan ia tidak menemukan kebohongan di sana. “Tega sekali Rafi,” batinnya lagi. Sebagai seorang wanita dewasa yang telah menikah, Nazwa bisa merasakan kegalauan Renata.

“Setiap kali saya tanyakan mengapa, Rafi bilang, bahwa ia tidak ingin menyakiti hati saya. Katanya, “Aku minta maaf, Ta. Tapi bukan aku sengaja. Aku hanya... aku tidak bisa melakukannya dengan membayangkan wanita lain saat aku melakukannya denganmu. Tepatnya, aku hanya bisa melakukannya dengan wanita yang aku cintai. Sekali lagi, maaf, Ta. Kamu pun tahu alasan sesungguhnya aku menikahimu. Mungkin aku terdengar sangat egois. Tapi, inilah aku.” Renata menunduk sesaat. “Jujur, setiap kali Rafi bicara seperti itu, saya marah padamu, Naz. Saya cemburu. Kesal! Mengapa Rafi tak segera menutup cerita kalian setelah menikah dengan saya?!” suara Renata terdengar penuh emosi.

Nazwa tak mampu berkata. Ia hanya menatap Renata dan membiarkannya meluapkan perasaannya. Sungguh ia tak mengerti harus bagaimana menyikapi perasaan Renata.

“Dua puluh dua tahun saya memendam harapan padanya. Dua puluh dua tahun, Naz, kebersamaan kami. Tak sedetikpun saya melepaskan perasaan padanya. Saya selalu menunggu, saat ia mengutarakan perasaannya dan meminta saya menikah dengannya. Ia pernah berjanji pada orang tua saya bahwa sebelum ia mapan, ia tak akan menikahi wanita manapun. Dan itu memang ditepatinya.”

Nazwa tak menyangka bahwa Renata memendam rasa terhadap Rafi. Diduganya selama ini, semua perhatian dari Renata terhadap keluarga kecilnya adalah tulus perhatian seorang sahabat dan saudara. Karena yang Naz ketahui, Rafi telah tinggal bersama keluarga Renata bertahun-tahun dan telah dianggap sebagai bagian dari keluarga mereka.

“Kamu tahu, Naz, ternyata orang tua saya pun menaruh harapan yang sama dengan saya. Mereka juga dengan sabar menanti kemapanan yang dirasa Rafi cukup untuk bekal mengajak saya menikah. Mereka menilai, Rafi adalah laki-laki yang bisa melindungi, menjaga dan menyayangi saya seperti yang selama ini ia perlihatkan. Rafi memang sangat care terhadap saya. Tapi ... “ Renata terdiam.

“Tapi apa?” tak urung Nazwa penasaran juga.

“Ternyata perasaan Rafi pada saya hanyalah sebatas persaudaraan. Saya mengetahuinya saat ia bercerita telah mengenal seorang wanita yang telah berhasil mencuri hatinya. Wanita itu membuat hidupnya tak tenang, karena ia tak tahu perasaan wanita itu terhadapnya. Dua tahun lamanya saya menekan perasaan cemburu dalam-dalam. Mendengarkan dongeng tentang wanita pujannya dengan hati pedih tersayat-sayat. Dan sayatan itu semakin menganga lebar, saat dengan penuh binar ia berkata, “Ta, Renata. Dengar! Hidupku akan sempurna. Lengkap! Kamu tahu kenapa? Karena Nazwa telah bersedia menikah denganku! Kamu dengar? Nazwa bersedia menikah denganku!” setelah itu ia menari-nari dan bernyanyi seperti anak kecil mendapatkan permen.” Renata menghembuskan nafasnya sejenak.

“Sementara saya? Menatapnya dengan dipenuhi air mata. Saat Rafi merasa dunianya baru saja terbangun, saya merasakan dunia saya hancur. Saya tak sanggup menyampaikan berita ini kepada orang tua saya. Hati ini saja remuk redam, bagaimana nanti dengan hati orang tua saya? Tak tega rasanya menghancurkan impian mereka tentang saya, anak semata wayang yang telah mereka hidupi dengan perjuangan.” Renata berucap lirih.

“Maaf, Renata. Saya tidak tahu kalau ... “ Naz menyela cerita Renata.

“Tak perlu meminta maaf, Naz. Itu bukan salahmu,” tutur Renata lembut. Dengan tersenyum, ia melanjutkan, “Sesungguhnya, saya juga tidak mengerti kesalahan siapakah ini sebenarnya? Apa salah orang tua saya, yang menginginkan Rafi benar-benar menjadi anaknya dengan menikahi saya? Salah sayakah, yang bermimpi bisa bersanding dengan laki-laki sebaik Rafi? Atau salah Rafi yang sepertinya tidak menyadari akan harapan saya dan orang tua saya? Entahlah Naz. Saat itu saya betul-betul patah hati. Saya bahkan tahu rasanya perasaan orang yang ingin bunuh diri.”

“Sampai sebegitukah rasanya?” tanya Nazwa tak percaya.

Renata tersenyum. “Mungkin kedengarannya lemah dan cengeng sekali, Naz. Jujur, iya. Saya ingin segera minggat dari dunia ini. Apa lagi yang mau saya harapkan, jika seseorang yang saya inginkan melangkah bersama dalam hidup ini tak lagi bisa saya miliki. Tapi, Alhamdulillah. Allah masih sayang pada saya. Tak sampai saya mengambil langkah pengecut itu.”

“Kamu memang perempuan yang tegar. Seingat saya, kamu dulu menghadiri pernikahan kami,” Ujar Nazwa lembut.

“Ya. Saya harus datang. Saya ingin memperlihatkan pada Rafi bahwa cinta saya benar-benar tulus untuknya. Jika ia bahagia denganmu, maka saya pun akan bahagia. Walau kenyataannya berat sekali.” Renata kembali tertunduk. “Mungkin kamu bertanya-tanya, mengapa ayah dan ibu saya tak menghadiri pernikahan kalian?” tanya Renata kemudian.

“Awalnya iya. Tapi Rafi menjelaskan bahwa ayah dan ibumu sedang ada di luar kota karena bersamaan ada keluarga yang merayakan pernikahan juga. Kehadiranmu sudah cukup mewakili, begitu kata Rafi. Dan saya bisa mengerti.” Jawab Nazwa.

Renata kembali tersenyum. “Ya, kejadian itu memang benar. Orang tua saya menjadi saksi pernikahan keponakan saya. Tapi, kalau mereka tahu bahwa Rafi juga akan menikah di hari yang sama, pastilah mereka tidak akan mengiyakan permintaan itu. Sejujurnya, saya tidak mengabarkan hal itu karena saya tahu dampak yang akan terjadi pada mereka. Dan saya memang melarang Rafi untuk memberitahu rencana pernikahannya.”

“Tapi, Ta. Apapun itu, sepertinya tidak akan ada gunanya lagi. Toh, saya dan Rafi sudah berpisah. Kami punya kehidupan masing-masing sekarang. Rafi denganmu, dan saya ... Insha Allah, sedang menuju hal yang sama dengan apa yang kamu dan Rafi lakukan saat ini,” Gamblang Nazwa bertutur.

“Itulah maksud kedatangan saya, Naz. Saya ingin kamu mempertimbangkan kembali sebelum semuanya terlambat.” Renata berkata dengan hati-hati.

“Maksudmu?” tanya Nazwa tak mengerti.

“Keluarga kecilmu bisa dipersatukan kembali, Naz. Aku akan melepaskan Rafi. Kalian bisa menikah kembali. Dan anak-anak tidak akan kehilangan ayah dan bundanya,” Jawab Renata berusaha meyakinkan.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Ace Tribes
9.5
Akibat kutukan dari perundungan kawanannya, Chryssant Elettra alias Ysee terlempar ke benua Earthalic. Ia hampir kehilangan nyawa saat dituduh oleh Putra Mahkota Remus Valez sebagai dalang penyerangan suku Ace. Begitu kebenaran terungkap, Ysee dipaksa bekerja sebagai pelayan pribadi di kediaman Remus. Namun, eksistensinya di sana justru membongkar rahasia-rahasia kelam yang terkubur. Mereka tidak menyadari bahwa keduanya hanyalah pion dalam rencana besar yang mengancam kehancuran.
Sampul Novel Di Pemberhentian Terakhir
9.4
Sebagai mahasiswi yatim piatu penerima beasiswa, hidup Rana hanya berputar pada kuliah dan kerja. Kehadiran Reva sebagai sahabat pertamanya membawa warna baru, namun ketenangan itu sirna sejak kemunculan Reno serta sosok masa lalu. Situasi kian pelik saat Dito bergabung dalam lingkaran pertemanan mereka. Kini, Rana terjebak dalam pusaran konflik asmara dan emosi rumit yang melibatkan keempat orang terdekatnya tersebut.
Sampul Novel Dia Menolak untuk Kembali
8.0
Tiga tahun lamanya Belen bertahan dalam hubungan tanpa kepastian demi mendapatkan hati Lanny. Namun, impiannya pupus seketika saat Lanny memamerkan pacar barunya dan mengusir Belen dari hidupnya. Belen pun memilih pergi dan lenyap tanpa kabar. Kehilangan tersebut justru menyadarkan Lanny akan kesalahannya. Diliputi penyesalan besar, ia mencari Belen ke berbagai penjuru dunia hingga akhirnya bersujud memohon agar wanita itu mau kembali bersamanya.
Sampul Novel Princess and The Secret
9.7
Zia, seorang supermodel ternama berdarah bangsawan Timur Tengah, harus menyamar sebagai Ara Bella demi menyelamatkan keluarganya dari krisis hebat. Namun, misi rahasia ini berakhir tragis bagi kisah cintanya. Reikhan Edward merasa sangat dikhianati dan meragukan ketulusan cinta mereka. Zia pun terpaksa mengakui bahwa ia mendekatinya hanya untuk mengungkap kebohongan keluarga Reikhan, meskipun hatinya sendiri kini hancur lebur.
Sampul Novel Saat Dia Menang, Aku Hilang
9.2
Selama sepuluh tahun, hubungan dengan Julian Jovan, grandmaster catur jenius dari Benua Nathan, tidak pernah berujung pada pernikahan. Julian menolak komitmen demi fokus pada target kariernya. Tanpa berdebat, kekasihnya diam-diam mempersiapkan keberangkatan Julian ke Kejuaraan Dunia. Di saat Julian berhasil meraih piala kemenangan di hadapan dunia, ia tidak menyadari bahwa pasangannya yang sedang sekarat tengah menandatangani surat persetujuan kematiannya sendiri.
Sampul Novel Silent Wounds
9.1
Akibat trauma masa lalu, Nala Olivia kehilangan suaranya dan memilih hidup dalam kesunyian demi menyembunyikan luka. Namun, ketenangannya hancur saat Aska Faresta, pria yang menjadi sumber kepedihannya, tiba-tiba hadir kembali. Bukannya menjauh, Aska justru murka melihat kondisi bisu Nala, memicu tanda tanya akan kepeduliannya. Keadaan semakin kacau ketika Aska membawanya pulang dan nekat mengakui Nala sebagai istrinya di hadapan sang ibu. Kini, Nala harus mencari cara meluruskan kebohongan rumit ini.