APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Hati Yang Terpilih

Hati Yang Terpilih

Setelah dua belas tahun menikah, Nazwa Rengganis harus menghadapi kenyataan pahit saat Rafi menceraikannya secara tiba-tiba. Di tengah keterpurukan, ibu dua anak ini mencoba bangkit dan mulai membuka hatinya untuk Kafka, pria yang ia kenal sejak masa konseling. Namun, situasi menjadi rumit ketika alasan perceraian Rafi terungkap dan sang mantan suami memintanya kembali. Enggan terjebak di antara keduanya, Nazwa memilih pergi demi kedamaian hidup bersama anak-anaknya.
Bab
Bagikan

Bab 1

Sudah seminggu ini Nazwa resah. Ia tak mengerti mengapa Rafi begitu keberatan dengan rencana pernikahannya dengan Kafka. Ia merasa ada yang Rafi inginkan darinya. Ia kenal tabiat Rafi. Nazwa masih saja termangu mengingat percakapannya dengan Rafi saat ia mengantar Salsabila dan Hanif ke rumahnya. Pekan ini adalah jatah Salsabila dan Hanif bersamanya, setelah beberapa pekan yang lalu mereka berada di rumah Rafi.

“Benar apa yang dikatakan Bila, kalau Kafka ingin menikahimu?" tanpa pengantar apapun, Rafi bertanya pada Nazwa yang betul-betul tak menduga kalau Rafi akan membahas masalah pribadinya.

“Mengarah ke sana. Sebetulnya kami sedang mempersiapkan segalanya,”urai Nazwa pelan.

“Secepat itukah hati kamu berubah terhadapku, Naz?” tanya Rafi.

“Maksudnya?" taut Nazwa tak mengerti.

“Ya. Secepat itu kamu bersedia menjalani hubungan menuju pernikahan. Padahal kita resmi berpisah baru dua tahun sepuluh bulan. Tapi kamu sudah melabuhkan hatimu pada orang lain!”sindir Rafi.

Nazwa beristighfar dalam hati mendengar ucapan Rafi. Laki-laki dewasa dihadapannya ini memang masih saja berfikir seperti anak-anak. Dimana semua orang harus mengerti dan mengabulkan setiap keinginannya.

“Raf, pertanyaan kamu tuh, lucu ya?!”ujar Nazwa menanggapi perkataan Rafi.

“Lucu?”Taut Rafi tak mengerti.

“Lucu! Karena perpisahan ini kan keinginan kamu sendiri. Kamu yang melepaskan aku. Kok sekarang kamu yang keberatan kalau ada orang yang berniat baik terhadapku,”cela Nazwa tak mengerti.

“Siapa yang keberatan?”sanggah Rafi.

“Kamu! Pertanyaan kamu yang berkaitan dengan perasaanku terhadap kamu, bukan artinya kamu keberatan kalau aku menyerahkan hatiku pada orang lain?" seru Nazwa balik.

“Aku hanya berpikir tentang anak-anak, Naz.”Kilah Rafi.

“Anak-anak? Ada apa dengan mereka? Aku lihat mereka bisa menerima Kafka. Lagi pula Kafka juga sayang dengan mereka. Ia menerima aku satu paket dengan anak-anak.” Nazwa menghela nafas sejenak. “Kamu tahu, bahkan ia yang meminta kami tidak menjalani hubungan ini terlalu lama karena adanya anak-anak. Kafka tidak ingin orang berfikir negative tentang stastusku yang janda ini.” tukas Nazwa lagi.

Rafi terdiam sejenak sebelum kembali bertanya. “Apa kamu sudah bertanya kepada anak-anak, apa pendapat mereka, Naz?”

“Belum. Mengapa memang?” taut Nazwa tak mengerti.

“Seharusnya kamu juga menimbang pendapat mereka, sebelum memutuskan kelanjutan hubunganmu dengan kafka. Mereka juga yang akan hidup bersama Kafka kelak. Bukan hanya kamu,” cibir Rafi.

Deg. Perkataan Rafi menyentak hatinya.

“Naz, kalau aku boleh tahu, apa yang membuat kamu memutuskan menikah dengan Kafka? Sebaik apakah Kafka di matamu? Apa yang kamu lihat dari seorang Kafka?” kali ini Rafi bertanya dengan suara pelan.

Ditatapnya wanita yang duduk di hadapannya ini. Nazwa. Nazwa Rengganis namanya. Wanita yang menemaninya dalam bahtera rumah tangga selama dua belas tahun lamanya. Wanita yang telah melahirkan dua malaikat kecilnya, Salsabila dan Hanif. Wanita yang telah begitu sabar dan pengertian akan semua perilaku dan tabiat-tabiatnya yang sulit. Dan wanita yang telah dicampakkannya tanpa memberikan wanita itu kesempatan untuk membela dirinya sendiri. Tanpa tahu alasan yang menjadi penyebab perceraian mereka. Ironisnya, semua kebaikan Nazwa terpampang dengan jelasnya saat ia tak lagi memiliki Nazwa. Memang benar ucapan orang bijak, kita akan menyadari telah kehilangan sesuatu yang sesungguhnya berharga untuk kita justru pada saat kita tak lagi memilikinya.

“Apa tidak terpikir olehmu, bahwa kita bisa kembali bersatu, Naz?” tanpa menunggu jawaban Nazwa, Rafi kembali bertanya.

“Tali yang terjalin lalu sengaja diputuskan, kemudian akan disambung kembali?” Nazwa bertanya pada Rafi dan dirinya sendiri. Ia menghembuskan nafas. “Maaf, Fi. Itu tidak ada dalam kamus hidupku!” Jawab Nazwa tegas.

“Bahkan demi anak-anak?” desak Rafi.

Nazwa terdiam. ia belum bisa menjawab. Sesungguhnya ia menyayangi Rafi dan kedua anaknya. Tetapi tindakan Rafi yang menggugat cerai dirinya di pengadilan itu yang membekas di hatinya. Nazwa tak pernah mengira pernikahannya akan berakhir seperti ini. Ia tak pernah mengerti kesalahan sebesar apakah yang pernah dibuatnya, sampai Rafi menjatuhkan talak untuknya. Seingat Naz, ia sudah memenuhi semua keinginan Rafi sebagai suaminya. Sewaktu Rafi ingin ia meninggalkan pekerjaannya dan konsentrasi mengurus keluarga, Naz segera resign dari pekerjannya setelah melahirkan Salsabila, anak pertama mereka. Sewaktu Rafi ingin Nazwa tidak lagi mengikuti klub tempat ia menyalurkan hobinya membuat kue dan menanam, Nazwa menurut.

Apapun keinginan dan perintah Rafi telah dipatuhinya, walaupun ia harus merelakan kepentingan dan kesenangannya sendiri. Tapi yang didapatnya adalah talak dari Rafi. Sampai detik ini pun, saat ia telah berhasil menghalau kesedihannya dan memutuskan untuk memulai hidup baru dengan laki-laki lain, Nazwa masih belum mengerti mengapa Rafi menceraikannya. Dan sekarang, mengapa justru Rafi yang seolah-olah menyalahkan keputusannya untuk menikah kembali?

Nazwa menggeleng tak mengerti. “Rafi, aku rasa kamu sudah tahu jawabannya. Terima kasih sudah mengantarkan anak-anak. Maaf, sudah larut sekarang. Aku ingin menemani anak-anak untuk istirahat,” Usir Nazwa halus.

Rafi menghembuskan nafasnya mendengar ucapan Nazwa. Ia tahu, akan sulit untuk merubah hati Nazwa. Tetapi, ia tidak akan mundur untuk mencapai keinginannya. “Baiklah. Aku pulang. Minggu depan aku akan jemput anak-anak untuk kembali menginap di rumahku,” seru Rafi kesal.

Saat itu Nazwa hanya mengangguk mengiyakan. Ia menutup pintu begitu Rafi berbalik badan dan melangkah meninggalkan rumahnya. Setelah itu ia menuju ke kamar Salsa dan Hanif, mengucapkan selamat tidur dan masuk ke dalam kamarnya sendiri.

Sudah tujuh hari lamanya ia berpikir dengan keras, berusaha mencari tahu dan mengerti alasan Rafi mengucapkan itu semua. Kembali kepadanya? Nazwa tersenyum tak percaya. Bisa-bisanya laki-laki yang hidup bersamanya selama dua belas tahun itu mengucapkan kalimat itu dengan mudah.

Kamu yang melepaskanku Fi! Kamu yang menceraikanku! Sekarang kamu ingin aku kembali padamu?! Egois sekali kamu! Rutuk Nazwa dalam hatinya. Aku tidak berpikir tentang anak-anak saat hendak menikah kembali? Hey, tidakkah kamu berpikir tentang anak-anak saat kamu melepaskanku?! Kembali Nazwa berteriak dalam hatinya.

Dering telepon membuyarkan percakapan tentang isi hati dan kepalanya yang berada di kepalanya beberapa hari ini. Ia mengangkat gagang telepon dan membuka salam, “Assalamu’alaikum.”

“Wa’alaikumsalam. Maaf, bisa saya bicara dengan Nazwa Rengganis?” suara lembut seorang perempuan membalas salamnya.

“Saya Nazwa Rengganis. Maaf, ini dengan siapa?” tanya Nazwa karena ia merasa kurang familiar dengan suara sang penelepon.

“Saya Renata, Nazwa. Sahabat Rafi. Begini, kalau boleh, saya meminta waktu untuk bertemu. Ada hal penting yang harus saya utarakan. Tapi rasanya jika melalui telepon kurang nyaman.”

Kening Nazwa bertaut. Hal penting? Soal apa?

“Halo Naz . . . Nazwa?!” Suara di seberang kembali terdengar karena Nazwa tak kunjung menjawab.

“Eh, iya. Maaf. Sebelumnya, hal penting apa ya?” tanya Nazwa mengutarakan rasa penasarannya.

“Mmh . . . Soal . . . Alasan kamu diceraikan oleh Rafi!”

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Ace Tribes
9.5
Akibat kutukan dari perundungan kawanannya, Chryssant Elettra alias Ysee terlempar ke benua Earthalic. Ia hampir kehilangan nyawa saat dituduh oleh Putra Mahkota Remus Valez sebagai dalang penyerangan suku Ace. Begitu kebenaran terungkap, Ysee dipaksa bekerja sebagai pelayan pribadi di kediaman Remus. Namun, eksistensinya di sana justru membongkar rahasia-rahasia kelam yang terkubur. Mereka tidak menyadari bahwa keduanya hanyalah pion dalam rencana besar yang mengancam kehancuran.
Sampul Novel Di Pemberhentian Terakhir
9.4
Sebagai mahasiswi yatim piatu penerima beasiswa, hidup Rana hanya berputar pada kuliah dan kerja. Kehadiran Reva sebagai sahabat pertamanya membawa warna baru, namun ketenangan itu sirna sejak kemunculan Reno serta sosok masa lalu. Situasi kian pelik saat Dito bergabung dalam lingkaran pertemanan mereka. Kini, Rana terjebak dalam pusaran konflik asmara dan emosi rumit yang melibatkan keempat orang terdekatnya tersebut.
Sampul Novel Dia Menolak untuk Kembali
8.0
Tiga tahun lamanya Belen bertahan dalam hubungan tanpa kepastian demi mendapatkan hati Lanny. Namun, impiannya pupus seketika saat Lanny memamerkan pacar barunya dan mengusir Belen dari hidupnya. Belen pun memilih pergi dan lenyap tanpa kabar. Kehilangan tersebut justru menyadarkan Lanny akan kesalahannya. Diliputi penyesalan besar, ia mencari Belen ke berbagai penjuru dunia hingga akhirnya bersujud memohon agar wanita itu mau kembali bersamanya.
Sampul Novel Princess and The Secret
9.7
Zia, seorang supermodel ternama berdarah bangsawan Timur Tengah, harus menyamar sebagai Ara Bella demi menyelamatkan keluarganya dari krisis hebat. Namun, misi rahasia ini berakhir tragis bagi kisah cintanya. Reikhan Edward merasa sangat dikhianati dan meragukan ketulusan cinta mereka. Zia pun terpaksa mengakui bahwa ia mendekatinya hanya untuk mengungkap kebohongan keluarga Reikhan, meskipun hatinya sendiri kini hancur lebur.
Sampul Novel Saat Dia Menang, Aku Hilang
9.2
Selama sepuluh tahun, hubungan dengan Julian Jovan, grandmaster catur jenius dari Benua Nathan, tidak pernah berujung pada pernikahan. Julian menolak komitmen demi fokus pada target kariernya. Tanpa berdebat, kekasihnya diam-diam mempersiapkan keberangkatan Julian ke Kejuaraan Dunia. Di saat Julian berhasil meraih piala kemenangan di hadapan dunia, ia tidak menyadari bahwa pasangannya yang sedang sekarat tengah menandatangani surat persetujuan kematiannya sendiri.
Sampul Novel Silent Wounds
9.1
Akibat trauma masa lalu, Nala Olivia kehilangan suaranya dan memilih hidup dalam kesunyian demi menyembunyikan luka. Namun, ketenangannya hancur saat Aska Faresta, pria yang menjadi sumber kepedihannya, tiba-tiba hadir kembali. Bukannya menjauh, Aska justru murka melihat kondisi bisu Nala, memicu tanda tanya akan kepeduliannya. Keadaan semakin kacau ketika Aska membawanya pulang dan nekat mengakui Nala sebagai istrinya di hadapan sang ibu. Kini, Nala harus mencari cara meluruskan kebohongan rumit ini.