
Hasrat Wanita Desa
Bab 8
Serina Mulai Luluh ?
"Aku tidak menyangka, tuan muda sangat kuat," ucap Bu Resti dengan wajah penuh kepuasan.
"Apakah kamu puas?" tanya Erfan.
"Aku masih ingin, tapi istirahat dulu sebentar!" jawab Bu Resti.
"Kamu itu yah. Suami mu sedang di rumah sakit, kamu malah bersenang senang," ucap Erfan sambil meremas pantat montok Bu Resti.
"Salahkan tubuh ku, yang menginginkan belaian. sudah lama tubuh ini, tidak di belai," jawab Bu Resti, tanpa rasa bersalah.
"Kamu seperti jalang saja," ucap Erfan, sambil menggelengkan kepalanya.
"Aku akan menjadi jalang, untuk tuan muda!" jawab Bu Resti, dengan nada genit.
Erfan tertawa, sambil menatap wanita itu.
"Haha, Jika ingin menjadi jalang ku, kamu harus merawat tubuh dengan baik!" ucap Erfan.
"Jika ada uang nya, tentu saja aku akan melakukannya," ucap Bu Resti, dengan terus terang.
"Uang bukanlah masalah," balas Erfan, sambil mengusap wajah wanita itu.
Setelah beristirahat sebentar, Erfan kembali melajukan mobilnya pergi dari tempat tersebut.
"Anakmu berapa? pasti sudah punya anak kan?" tanya Erfan.
"Ada 2 sayang, keduanya wanita, yang pertama barumur 17 Thn masih sekolah Sma, yang ke 2 berumur 10 thn masih sd," ucap Bu Resti.
"Pasti yang SMA cantik!" ucap Erfan, sambil terkekeh.
"Tentu saja, dia menjadi salah satu primadona di sekolah," ucap Bu Resti, dengan bangga.
"Boleh kali, kenalin sama aku haha," Erfan terkekeh nakal.
"Nanti kamu tiduri lagi, mana tubuh anak ku sangat menggoda, ukuran dadanya tidak kecil loh," ucap Bu Resti dengan nada menggoda.
"Jika aku tiduri, bagaimana?" tanya Erfan, dengan nada main main.
"Jika anak ku mau, silahkan saja. tapi jangan sampai hamil!" jawab Bu Resti
"Kalo tidur bersama anak, dan ibu, sekaligus pasti sangat hot," ucap Erfan, sambil merangkul pundak Bu Resti.
"Kamu sangat nakal," Bu Resti tidak marah dia malah tersenyum nakal.
===
1 jam kemudian,
Mereka sampai di kampung mawar, Erfan mengantarkan pulang BU Resti. Sebelum Bu Resti turun dari mobil, Erfan memberi uang 1 jt, dan meminta ciuman. Dengan senang hati Bu Resti melayani Erfan, setelah selesai Bu Resti turun dari mobil, dan Erfan melajukan kembali mobilnya menuju Vila.
Sampai di vila,
Setelah Erfan makan dan bersih bersih, dia bersantai sambil menonton Tv di sisinya se botol anggur lokal menemani nya.
===
Pagi hari,
Erfan keluar dari kamar nya, dia sudah sangat rapih.
Saat Erfan menuju ke meja makan, dia melihat Serina yang sedang menata makanan. Serina memakai Dres yang di belikan Erfan membuat tubuh nya terlihat sangat menggoda.
Erfan menyeringai nakal, sambil mengendap ngendap.
Saat Sudah dekat, Erfan langsung memeluk Serina Dari belakang.
"AHHH," Serina kaget, secara refleks dia berteriak. Saat menyadari bahwa yang memeluknya adalah Erfan, dia berhenti berteriak.
"Kamu ini ngagetin aja," Serina berkata dengan kesal.
Erfan memeluk Serina dengan erat, sambil cengengesan.
"Pagi cantik," Ucap Erfan, dengan penuh keceriaan.
"Pagi juga tuan muda," jawab Serina, dia tidak melawan di peluk erat Erfan.
Erfan mengendus leher Serina lalu mengecup nya.
"Tuan muda jangan berlebihan," Serina mulai menolak, saat merasakan kecupan Erfan.
Walaupun sebenarnya Serina menginginkan nya, Tapi karena status nya yang sebagai wanita bersuami, dia terus menahan setiap godaan Erfan.
"Oke oke jangan marah," ucap Erfan, lalu melepakan pelukan nya, Karena Erfan tidak mau memaksakan kehendaknya, tapi dia akan terus berusaha menaklukkan Serina.
Selama sarapan, Erfan dibuat panas dingin, apalagi saat menatap belahan dada Serina yang begitu dalam.
Serina yang menyadari tatapan Erfan hanya pura-pura tidak tau. Kenyataannya Serina sudah mulai luluh, makannya dia mau memakai pakaian, dan menggunakan skin care, saat berada di vila Erfan. Semua itu agar Erfan mengagumi nya.
"Cantik, aku berangkat dulu!" ucap Erfan berkata, lalu berjalan pergi dengan penuh senyuman.
"Erfan, entah sampai kapan aku bisa bertahan dari godaan," ucap Serina dengan suara pelan, sambil menatap kepergian Erfan, dengan tatapan Rumit.
Erfan sampai di perusahaan,
"Selamat pagi tuan muda," ucap Para petugas keamanan.
"Pagi semua," sapa Erfan, dengan penuh keceriaan.
"Tuan muda, kenapa mobil yang bagus di tinggal di perumahan?" tanya Petugas Keamanan.
"Kemarin aku membantu salah satu warga, mengantar kerumah sakit," ucap Erfan.
Petugan keamanan yang berjaga pagi tidak tau, karena mereka ganti sif pada jam 3 sore.
Semua petugas keamanan mengangguk mengerti, lalu Erfan masuk ke kantor.
Hari ini, Erfan sangat santai tidak ada pekerjaan yang harus di kerjakan.
Karena jenuh, Erfan memutuskan untuk pergi ke kebun. Erfan mengajak Anne, untuk menemaninya berkeliling.
Mereka ber dua pergi ke kebun buah buahan menggunakan mobil pajero.
Erfan sangat terpesona dengan penampilan Anne hari ini, dia menggunakan dres hitam pendek tanpa lengan dengan kerah rendah, wajahnya di rias tidak terlalu terlalu over, tapi sangat mengoda.
"Nona, hari ini kamu begitu cantik," ucap Erfan, sambil tersenyum nakal.
"Ahh, masa tuan muda?" Anne berkata sedikit malu.
"Serius tapi, emm sayang nya kamu sudah punya suami," Erfan berkata pura-pura sedih.
Deg
Hati Anne seketika kacau, Anne tidak menjawab, dia hanya diam karena bingung mau menjawab apa.
"Anne, ingat kamu memiliki suami," Anne hanya bisa menggumamkan kalimat tersebut, di dalam hatinya.
Tidak lama mereka sampai di parkiran mobil.
Mereka turun, lalu berjalan menuju tempat pertanian buah stroberi.
Terlihat banyak karyawan wanita sedang memetik Stroberi. Saat mereka melihat Erfan, mereka menyapa dengan sopan.
Erfan menyadari, ada beberapa wanita cantik yang berusaha mencari perhatiannya.
"Tuan muda apakah kamu mau makan stroberi?" tanya Anne.
"Tentu saja!" jawab Erfan.
Anne pergi mengambil Stroberi berkualitas terbaik yang telah di cuci.
"Ini tuan muda!" Anne menyodorkan semangkuk Stroberi.
Erfan memakan Stroberi tersebut, dia sangat puas dengan kualitas rasa Stroberi.
"Apakah enak tuan muda?" tanya Anne, dia sedikit gugup, karena takut Erfan tidak puas dengan kualitas stroberi tersebut.
"Sangat enak, ini sangat manis," puji Erfan sambil tersenyum puas.
Anne tersenyum lega.
"Kamu makan juga!" ucap Erfan kepada Anne.
Anne tidak menolak, dia memakan Stroberi tersebut. Terlihat ekspresi wajahnya sangat puas, dengan rasa stroberi tersebut.
"Sangat enak," Anne berkata dengan bahagia.
Erfan yang melihat Anne memakan Stroberi, sangat panas, apa lagi saat memasuk Stroberi ke bibir merahnya.
Erfan berusaha menenangkan hatinya, yang mulai bergejolak.
"Ayo pergi ke tempat lain!" ajak Erfan.
Mereka pun pergi ke pertanian buah Cerry,
Erfan sangat kagum dengan kualitas semua buah disana. Para karyawan pun sangat lega, saat melihat Erfan puas dengan kualitas buah.
Erfan dan Anne, berkeliling hampir ke 6 tempat buah yang berbeda. Setelah Erfan puas, dan juga Anne ada pekerjaan, merekapun kembali ke kantor.
Saat tengah hari, waktu istirahat makan. Erfan kembali ke Vila untuk makan siang.
Saat sampai di vila, Erfan melihat Serina sedang duduk sambil melamun. Erfan yang melihat itu, sedikit mengerutkan keningnya.
Erfan memeluk Serina dari belakang.
"Ada apa cantik? kok ngelamun?" tanya Erfan.
"Enggak kok," jawab Serina berusaha menyembunyikan sesuatu.
"Kalo ada masalah, bicara saja," ucap Erfan dengan lembut.
Serina berpikir sejenak, lalu dia menghela nafas panjang mengumpulkan keberanian.
Anda Mungkin Juga Suka





