APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Hasrat Terpendam Suamiku

Hasrat Terpendam Suamiku

Pernikahan paksa antara Sophia yang angkuh dan Albert, sang casanova, berjalan dingin dan penuh konflik. Namun, seiring waktu, benih cinta justru tumbuh di hati Sophia. Ia mulai menyadari adanya hasrat terpendam yang membara di balik sikap acuh tak acuh suaminya tersebut. Kini, Sophia bertekad mencari cara agar Albert mau jujur mengakui perasaan aslinya. Mampukah mereka mengatasi kekacauan hubungan ini dan bersatu dalam ikatan cinta yang tulus?
Bab
Bagikan

Bab 2

“Mr. Raymond, Anda memiliki beberapa panggilan beruntun dari Miss Cecilia.”

Albert menjatuhkan pena di tangannya dengan muak, lalu menatap bawahannya dingin. “Maurice, kau berani mengganggu pekerjaanku dengan alasan setidak penting itu.”

Maurice, sekretarisnya, menunduk dalam. “Maafkan saya, Sir, tapi seperti yang saya katakan, panggilannya datang secara beruntun sedari tadi, jadi saya berpikir mungkin ada hal penting yang ingin Miss Cecilia bicarakan.”

“Keluar!” titah Albert dengan dingin.

“Ya, Sir.” Maurice langsung keluar dari ruang kerjanya.

Setelah itu, Albert melepas kacamatanya, menghempaskannya ke meja, lalu memijat pangkal hidungnya sambil menahan rasa pening di kepala dan matanya yang terasa lelah.

Dia baru saja memutuskan hubungan dengan kekasihnya yang telah menjalin hubungan dengannya selama lima hari. Lima hari yang sama sekali tidak berarti. Albert memutuskan wanita berambut pirang itu sesaat setelah dia menyinggung masalah keseriusan hubungan mereka.

Albert tidak butuh dan tidak menginginkannya sedikit pun.

Hubungannya bersama kekasih-kekasihnya selama ini hanya sebatas seks saja, tidak pernah lebih dari itu. Albert sebagai pria yang prima tentu saja memiliki gairah yang besar. Dan kontrol dirinya nyaris sama besar dengan gairah yang ia miliki itu. Tapi untuk apa dia menahan-nahan diri di saat perempuan-perempuan itu melemparkan diri mereka padanya secara sukarela? Albert tentu saja menyambutnya dengan tangan terbuka, selama yang perempuan-perempuan itu inginkan sama seperti yang Albert juga inginkan. Bahkan juga tidak lupa, Albert menghadiahi perempuan-perempuan itu dengan pakaian dan perhiasan-perhiasan mahal.

Selama empat tahun belakangan, Albert tidak pernah kesusahan untuk menyalurkan gairah seksnya. Dan semenjak kejadian yang membuatnya tidak lagi memandang tinggi kaum perempuan, nama Albert merebak sebagai playboy incaran banyak wanita.

Dan memang benar, dia adalah seorang billionaire playboy, bahkan setelah menyandang status sebagai suami pun, kelakuannya masih sama, dan Albert pun tidak berniat mengubahnya. Terlebih, setelah mengetahui kelakuan istrinya yang super dingin dan sama sekali tidak menaruh perhatian padanya, tekad Albert semakin kuat untuk bermain-main.

Albert menikahi Sophia semata-mata untuk keperluan bisnis yang ayah gadis itu tawarkan padanya. Bisnis dengan keuntungan yang tidak bisa diabaikan. Dan sepertinya, Louis Abraham juga berpikir hal yang sama.

Ketika ayah gadis itu memberikannya si anak bungsu sebagai bentuk pertalian erat perjanjian mereka, Albert tidak menolak. Dibanding kedua kakaknya, Sophia jauh lebih tertutup dan pendiam. Kriteria yang sangat cocok dengan Albert, karena dengan itu dia tidak akan menuntut apa pun seperti perempuan-perempuan yang selama ini bersamanya.

Albert sempat berpikir untuk serius pada pernikahannya, namun setelah malam pengantin mereka di mana Sophia menolaknya secara mentah-mentah, Albert langsung berubah pikiran. Terlebih, setelahnya Sophia tampak tidak peduli dengan apa pun yang Albert lakukan.

Si gadis manja yang sombong, itulah yang Albert pikirkan.

Albert bahkan terkadang lupa bahwa dia tidak sendiri tinggal di rumah. Karena Sophia lebih sering mengurung diri di kamar. Sehingga Albert merasa bahwa kehidupan pernikahannya tidak jauh berbeda dengan masa lajangnya. Sophia sedikit pun tidak berniat melakukan tugasnya sebagai istri, begitu pun dengan Albert. Maka status mereka hanya tercatat di secarik kertas, tidak lebih dari itu.

Malam ini, setelah berhasil keluar dari segala kesibukan pekerjaan, Albert pulang ke rumahnya, di malam Jumat seperti biasa. Dia mendapati keadaan rumah yang sepi dan sunyi. Padahal dari laporan pegawai rumahnya, Sophia tidak pernah keluar kemana pun semenjak pesta itu.

Apa yang perempuan itu lakukan di kesehariannya?

Albert memang tidak terlalu peduli, hanya penasaran.

Dia langsung masuk ke dalam kamarnya dan mengunci diri di dalam. Albert melonggarkan dasinya, melepas pakaiannya dan masuk ke kamar mandi. Setelah itu, dia membaringkan tubuhnya ke atas ranjang.

Tatapannya menatap langit-langit kamar, pada coretan-coretan cat yang abstrak. Namun, setelah lama berbaring, Albert tidak kunjung merasa kantuk. Napasnya semakin berat dan dia bangkit untuk menaikkan suhu ruangan. Setelah itu, Albert berbaring, dengan selimut yang ia hamparkan menutupi tubuhnya.

***

Pada Jumat pagi, Sophia keluar dari kamarnya untuk sarapan. Sejenak, dia berhenti di depan pintu kamarnya, menoleh ke kiri, pada pintu cokelat tua yang tertutup rapat. Lalu Sophia melanjutkan langkahnya lagi dan menepis pemikiran tidak perlu di kepalanya.

Albert hanya memperkerjakan satu pengurus rumah, Mrs. Florence, atau Dana. Saat ini, wanita paruh baya itu tengah memasak sarapan di dapur. Sophia pernah berkeinginan untuk membantunya dalam hal memasak dan bersih-bersih, akan tetapi dia tidak pernah berhasil melakukan semuanya dengan benar. Dia tidak bisa memasak. Dia juga tidak bisa bersih-bersih.

Sophia menoleh ke arah tangga, pantas saja Albert tidak pernah menganggapnya, dia tidak cocok menjadi istri. Sophia sangat sadar diri pada kekurangannya itu yang terkadang menjadi sangat memuakkan. Tidak peduli sekeras apa dia mencoba, Sophia tidak pernah bisa melakukannya. Ditambah juga dengan perilaku Albert yang sama sekali tidak mencerminkan seorang suami, melenyapkan motivasi Sophia untuk menjadi seorang istri yang baik.

Sekarang, sembari menunggu Dana selesai membuatkannya panekuk, Sophia membaca artikel berita terkini dan mendapati sebuah berita mengenai tandasnya hubungan Albert Raymond dengan selingkuhannya.

Berita tidak penting, dengus Sophia dalam hati. Namun, dia tidak bisa menyingkirkan perasaan lega di dadanya yang muncul begitu saja setiap kali berita sejenis ini muncul. Akan tetapi, hal itu tidak cukup mampu untuk membuatnya berharap terlalu tinggi. Albert tetaplah Albert. Dalam beberapa hari lagi, gosip dirinya yang telah menggandeng wanita baru akan keluar. Anehnya, berita tidak penting itu, tetap dimuat pada halaman gosip untuk kaum wanita yang dipenuhi rasa penasaran oleh sosok Albert Raymond, si playboy yang paling diminati.

“Kenapa kau membaca berita semacam itu sepagi ini, Dear? Jangan merusak harimu dengan bacaan-bacaan tidak bermutu seperti itu,” komentar Dana yang telah meletakkan sepiring panekuk berlumur sirup bluberi dan segelas jus tomat segar di hadapan Sophia.

Sophia hanya tersenyum membalas ucapan Dana itu. Dia memotong panekuknya dengan garpu dan mulai menyuapkan potongannya ke mulut. “Apa semalam dia pulang?” tanya Sophia, tidak bisa menghentikan rasa penasarannya.

Dana mengangguk sembari berbalik merapikan peralatan masak. “Dia sepertinya pulang pada larut malam,” katanya.

“Hmmm,” sahut Sophia, menyuap potongan yang lain dari panekuk yang lezat itu, lalu menyeruput jus tomat kesukaannya.

“Tumben sekali dia belum keluar di jam segini.” Dana bergumam sembari menoleh ke arah tangga.

Sophia mengedikkan bahu, seolah tidak peduli, padahal di dalam di pun juga bertanya-tanya. Biasanya, Albert sarapan lebih dulu darinya, mungkin untuk menghindar dari keadaan canggung yang tidak mengenakkan. Karena itu juga, Sophia sengaja mengundurkan waktu sarapannya menjadi sedikit lebih siang.

“Apa dia baik-baik saja?” gumam Dana.

Dia baik-baik saja, batin Sophia yakin, terlalu yakin sampai dia nyaris terkekeh oleh ironi. Karena tidak mungkin, kan, seorang Albert Raymond menjadi tidak baik-baik saja hanya karena kandasnya hubungannya dengan sang kekasih gelap?

“Sebentar lagi aku harus pergi, aku memiliki janji dengan suamiku untuk mengambil tomat-tomat segar yang telah dipanennya. Apakah kau mau mengantarkan makanan ke kamar Albert, Dear?”

Sophia menghentikan kunyahannya sejenak, lalu mendongak menatap Dana dan menganggukkan kepala.

“Oh, baiklah, ini nampannya,” kata Dana. Tidak lama setelah itu, Dana pamit pergi.

Kemudian, Sophia selesai dengan sarapannya dan telah menghabiskan jus tomatnya. Dia bangkit dengan membawa nampan itu di kedua tangan.

Ketika sampai di depan pintu kamar Albert, Sophia sempat ragu sejenak. Namun pada akhirnya, dia mengetuk pintu itu perlahan, dan tidak ada sahutan.

Sophia mengetuknya sekali lagi, namun masih tidak ada sahutan. Apakah benar Albert semalam pulang? batin Sophia, mengetuk lagi dengan lebih keras. Masih tidak ada sahutan. Sampai pada ketukan keempat, pintu itu melayang terbuka, menampilkan sosok tinggi Albert berdiri di hadapan Sophia dan menatapnya dengan pandangan sayu.

Sophia mengernyit, menatap lelaki itu dari bawah sampai atas. Tubuh Albert yang tinggi sedikit membungkuk dengan sebelah tangan yang bertumpu pada kusen pintu. Wajahnya terlihat pucat dan berkeringat, bahkan dua kancing teratas baju tidurnya terbuka.

“Apa maumu?” tanyanya parau.

***

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Dokter Ibumu, Bukan Pembantumu, Mas!
9.3
Niat tulus Ayu merawat Ibu Lestari demi balas budi justru menyeretnya ke dalam perjodohan rumit dengan Tama. Pria itu telah memiliki kekasih dan sangat membenci Ayu. Namun, saat kondisi kesehatan ibunya memburuk, Tama terpaksa menikahi Ayu lewat perjanjian kontrak yang dingin. Di tengah pernikahan tanpa cinta ini, benih asmara perlahan tumbuh. Pengabdian tulus Ayu lambat laun mengikis kebencian Tama, mengubah luka hati menjadi cinta yang sulit dilepaskan.
Sampul Novel Belenggu Hasrat Tuan Yavuz
8.2
Demi melindungi saudaranya dari jebakan satu malam, seorang gadis malah terjebak rencana jahat pria asing dan dipaksa menjalani inseminasi. Walau hamil tanpa bersentuhan, ia terpaksa menikahi tunangan saudaranya, lalu bercerai dan kabur untuk menyembunyikan rahasia itu. Sialnya, rencana hidup tenang sirna saat ia tahu ayah biologis anaknya adalah bos mafia kejam yang kini tengah memburunya kembali.
Sampul Novel Cinta Rumit Tiga Sekawan
8.8
Setelah sekian lama berjuang melawan penyakitnya hingga hampir sembuh, Wenny Sanjaya akhirnya mengambil keputusan besar yang mengejutkan keluarganya. Saat sang ibu, Maya Sanjaya, menawarkan pilihan untuk membatalkan perjodohan masa kecilnya di Kota Jintara, Wenny justru menyatakan kesediaannya untuk pulang dan menikah. Namun, sebelum melangkah ke pelaminan, Wenny meminta waktu dua minggu guna menuntaskan segala urusan yang tersisa di Kota Hanis, sementara keluarganya mulai mempersiapkan pernikahan tersebut.
Sampul Novel Derita Penantian Cinta
8.6
Almira, sarjana desa yang bekerja di perusahaan swasta, menghadapi tekanan berat dari sang ayah untuk segera menikah. Hal ini dipicu oleh pertunangan adiknya, yang menurut sang ayah akan menjadi aib jika melangkahi kakaknya karena bisa membuat Almira sulit jodoh. Meski dipaksa menjalani berbagai perjodohan, Almira menolak semua pria tersebut karena tidak merasa cocok. Penolakan ini memicu kemarahan ayahnya, yang kini melabelinya sebagai gadis sombong dan pemilih.
Sampul Novel His Darling Debtor
9.2
Clara harus menanggung akibat dari tindakan ayahnya yang melarikan diri dengan uang milik Tuan Blackwell. Demi melunasi utang tersebut, ia terpaksa mengorbankan kebebasannya dan bersedia menjadi wanita simpanan sang miliarder. Namun, kesepakatan dingin ini justru menyeret Clara ke dalam badai emosi yang rumit serta misteri masa lalu yang mulai terungkap. Hubungan yang penuh ketegangan ini pun menjadi ujian berat bagi ikatan sejati mereka.
Sampul Novel Kau Milikku
9.4
Pertemuan pertama dengan Will Greyson langsung membuat Hanna muak karena sikap lancang miliarder angkuh tersebut. Kekesalan Hanna memuncak saat Will mendadak melamarnya hanya untuk dijadikan alat terapi pribadinya. Walau mendapatkan penolakan keras, pria sombong itu tidak tinggal diam. Hanna yang telanjur geram pun bertekad memberi pelajaran, sementara Will justru semakin tertantang untuk menaklukkan hati gadis yang berani menentangnya.