APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel HASRAT, CINTA, DAN PENGORBANAN

HASRAT, CINTA, DAN PENGORBANAN

Inara, seorang office girl di perusahaan migas Dhananjaya, terpaksa menjadi asisten pribadi Raka yang angkuh akibat kesalahannya. Di tengah hancurnya persahabatan Inara karena cinta segitiga antara Bara dan Alexa, Raka hadir mendekatinya. Namun, asmara mereka terhalang oleh kembalinya mantan istri Raka serta tekanan dari sang ibu tiri. Situasi kian rumit saat Daniel, kakak Raka yang difabel, mulai memanfaatkan Inara untuk agenda pribadinya.
Bab
Bagikan

Bab 1

Pyarr!

Nampan yang berisi secangkir kopi terlepas dengan sendirinya dari tangan Inara. Ingin sekali dia berteriak, tetapi lidahnya terasa kelu.

Manik mata cokelat miliknya seketika melebar ketika menangkap pergerakan dua sosok bayangan di atas sofa sana mampu membuatnya terkejut sekaligus miliknya di bawah sana ikut basah seketika.

Kontan sepasang sejoli yang sedang bermesraan dan saling bertukar saliva di depan sana menoleh ke arah sumber suara dan segera menghentikan aktivitas keduanya.

Raka Deanhan Dhananjaya, lelaki tampan berusia tiga puluh lima tahun yang terkenal dengan sifat angkuh yang dimilikinya. Dia adalah Direktur Utama di sebuah perusahaan tempat Inara bekerja.

Lelaki itu pun segera bangkit dari tubuh sang wanita dengan santainya seperti tak terjadi apa-apa. Baginya, itu sudah menjadi hal biasa, bahkan sering tertangkap basah oleh office girl lainnya sebelum Inara.

Sementara sang wanita yang sempat terlentang di bawah kungkungan Raka segera bangkit berdiri. Ia tampak geram dengan Inara karena begitu saja masuk tanpa permisi mengganggu kesenangannya. Dengan wajah ditekuk kusut, wanita itu segera mengancingkan kemeja yang tadinya memperlihatkan belahan dadanya yang padat berisi untuk sang atasannya dengan suka rela.

Raka mengangkat tangan dan kemudian mengayunkan pelan, ia memberi kode supaya Bella, sang sekretaris segera meninggalkan ruangan.

Bella berjalan menuju pintu keluar sambil menatap Inara dengan tatapan nyalang, ia dengan sengaja menabrakkan tangannya ke lengan gadis itu dengan kasar, sementara Inara hanya bisa tertunduk pasrah dengan perlakuan Bella, wanita cantik itu.

Inara bergeming menundukkan kepala, garis ketakutan membingkai wajahnya. Baginya ini seperti akhir dari segalanya, sudah dipastikan sang atasan akan memecatnya, padahal dia belum genap satu bulan bekerja. Seketika dia menelan saliva dengan susah payah ketika menyadari Raka perlahan berjalan mendekat ke arahnya.

"Ma-maafkan saya, Pak. Sa-saya akan segera membersihkannya." Inara membungkukkan badannya beberapa kali karena merasa bersalah. Secepat kilat ia memutar tubuhnya untuk menghindari kontak mata dengan Raka.

Namun, langkah Inara terhenti ketika tangan kekar Raka menggenggam pergelangan tangannya dan ... mereka berdua pun saling berhadapan. Kini jarak mereka semakin dekat, sorot mata saling bersilang pandang dan hanya ada bayangan Raka yang memenuhi indera penglihatan Inara.

Sumpah demi apapun mata Inara lumpuh seketika, hatinya terasa meleleh ketika melihat wajah Raka yang benar-benar tampan seperti malaikat yang terperangkap dalam wujud manusia, untuk pertama kalinya Inara bertemu lelaki super tampan seperti aktor top dunia yang digandrungi para kaum hawa.

Sedangkan selama hampir satu bulan bekerja, ia tidak pernah berani mengangkat wajahnya ataupun sekedar untuk melirik sekilas wajah Raka.

Mata Inara kian membesar ketika menatap isi di balik kemeja lelaki itu yang terbuka lebar sehingga memperlihatkan lekukan tegas otot tubuh Raka yang atletis, dilapisi bulu-bulu halus yang jarang. Seketika pipinya memanas yang ternyata isi di balik kemeja itu mampu membuatnya menggila.

"Apakah nyaman bersandar di sana." Sadar, secepat kilat ia segera menepis bayangan terkutuk yang mulai meracuni pikirannya. 'Ah, Ra. Kamu berpikir apa sih? Dia itu lelaki yang doyan main perempuan,' batin Inara merutuki dirinya sendiri

Namun, tetap saja, ia tidak bisa mengalihkan pandangannya dari Raka, seakan lelaki itu memiliki sihir yang mampu membuatnya untuk tetap terdiam di tempat. Ia sudah berusaha untuk tak terjebak, tetapi pesona Raka sungguh luar biasa mampu membuat gadis itu berkhayal di luar akal sehatnya, sungguh sebenarnya dia juga ingin berada di dalam pelukan Raka pasti dia akan sangat bahagia.

Sadar, ia menggeleng pelan menipis semua pemikiran yang semakin meliar dan tak terkendali. Namun, dalam sekejap Inara tersadar. Dia hanyalah gadis miskin yang kecantikannya pun tak bisa dibandingkan dengan para wanita yang pernah di kencani oleh Raka, tidak mungkin lelaki seperti Raka menginginkan dirinya.

"Kamu harus bertanggung jawab!" Suara bass yang terdengar jantan seperti lelaki dewasa pada umumnya menggema memenuhi ruangan.

Namun ternyata Inara tak mendengar celotehan Raka, di dalam pikiran gadis itu hanya dipenuhi wajah Raka seorang. Sangat sayang rasanya walau sedetik saja melewatkan kesempatan hari ini dapat menatap Raka dari jarak yang terlampau dekat.

"Apa kamu tuli? Aku bilang kamu harus bertanggung jawab!" Suara bass dari lelaki berwajah malaikat itu kembali menggema sebab gadis itu hanya berdiri terpaku menatapnya, kontan membuat Inara tersentak terbebas dari lamunan dan dengan cepat kembali ke alam nyatanya.

Inara kembali menundukkan kepala. "Bertanggung jawab? Bolehkah saya tahu kesalahan apa yang saya perbuat, Pak?" tanya Inara dengan ekspresi binggung.

Tentu saja Inara bingung, Raka sendiri yang menyuruhnya membawakannya secangkir kopi dan harus mengantarkannya saat ini juga. Dia bukan cenayang yang bisa memprediksi masa kini atau masa depan. Terlambat, matanya sudah ternodai dengan hal yang menjijikkan, tetapi juga diinginkan.

"Banyak! Pertama kamu tidak mengetuk pintu terlebih dulu ketika masuk ke dalam ruanganku. Kamu juga mengganggu kesenanganku. Bahkan kamu terlambat datang bekerja." Raka menatap Inara tajam sambil menaikkan satu alis matanya, ia ingin menuntut sebuah jawaban bahwa semua yang dikatakannya memanglah benar.

Inara mengerjakan mata, bagaimana mungkin atasannya bisa tahu kalau dia datang terlambat? Ia mulai bergidik ngeri membayangkan bahwa Raka mempunyai mata-mata dimana-mana sehingga ia harus lebih bersikap waspada.

Tanpa Inara sadari, selama hampir satu bulan terakhir. Raka memperhatikan cara kerja Inara setiap hari, ia bisa tahu Inara datang terlambat sebab belum ada secangkir kopi di atas mejanya tadi pagi saat dia datang. Padahal setiap pagi aroma khas kopi buatan Inara selalu terhidang di atas meja untuk menyambut kedatangannya.

"Bagaimana? Kamu sudah siap bertanggung jawab?" Raka kembali bertanya kepada Inara yang berdiri terpaku menatap dirinya.

Jantung Inara kian berdetak tak karuan, Inara tampak kesulitan menelan saliva, seolah terdapat duri yang tersangkut di tenggorokan.

Raka melepas tangan Inara dengan kasar, ia mengangguk pelan sambil memutar tubuhnya membelakangi Inara, kemudian memasukkan kedua tangannya ke saku celana. "Baik, aku anggap kediamanmu sebagai tanda kamu tidak setuju. Mulai besok kamu tidak perlu datang lagi untuk bekerja, mulai hari ini kamu dipecat."

"Ta-tapi, Pak." Dengan cepat Raka mengangkat tangannya, ia tidak mau mendengar apapun lagi pembelaan dari Inara.

Inara merasa itu tak adil untuknya, tetapi percuma saja ia bicara. Menurut cerita yang ia dengar bagaimana sifat Raka, lelaki itu tak akan menarik kata-katanya meskipun salah. Ia merasa menyesal kenapa dia harus masuk dalam ruangan Raka di saat kondisi seperti ini, andai saja ia tahu pasti dia lebih memilih berdiam diri di depan pintu.

Inara mengembuskan napas pasrah, dia berpikir lebih baik mencari pekerjaan lain. Meskipun, Alexa pasti akan kecewa padanya mengingat sahabatnya itulah yang membantunya mendapatkan pekerjaan, tetapi semuanya sudah terlanjur ia tidak bisa berbuat apa-apa.

Bulir bening itu terus mendesak keluar dari pelupuk mata, tetapi sekuat tenaga ia bertahan. Menangis pun percuma itu tak akan merubah keadaan.

"Terima kasih atas kebaikan, Bapak, selama ini. Saya permisi, selamat siang." Dengan ekspresi kuyu, ia memutar tubuhnya dan melangkah menuju pintu keluar sambil menahan genangan bulir bening yang terus mendesak ingin keluar.

Raka mengerutkan kening dalam, sepertinya dia salah perhitungan. Seharusnya Inara melakukan apapun untuknya demi mempertahankan pekerjaan, tetapi apa yang terjadi ternyata di luar ekspektasinya.

Tidak ingin kehilangan kesempatan yang datang, dengan cepat Raka meraih pergelangan tangan Inara dan menghimpit tubuh gadis itu ke sisi tembok.

Mata Inara membesar ketika bibir Raka menyentuh bibirnya. Antara rasa takut, marah dan jijik menjadi satu merasuk ke dalam hati dan pikirannya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Bukan Sampah
8.1
Trauma akibat pelecehan seksual membuat Berlian tumbuh menjadi gadis tomboi yang pemberontak. Merasa dirinya kotor dan tidak lagi berharga, ia memilih menutup rapat hatinya dari semua laki-laki karena yakin tak akan ada cinta yang tulus untuknya. Namun, takdir mempertemukannya dengan seorang miliarder kaya. Akankah kehadiran pria ini mampu memulihkan luka masa lalu Berlian yang begitu kelam, atau justru mendatangkan kepedihan baru yang jauh lebih menyiksa?
Sampul Novel Ditinggal Pacar karena Dikira Miskin
8.2
Karena mengaku keluarganya memelihara sapi, Lucy dicampakkan sang kekasih yang memilih mengejar direktur perusahaan mereka, Jillian. Masalah meruncing saat Jillian kehilangan gelang berharga dan langsung menuduh Lucy. Mantan kekasihnya bahkan ikut menghina Lucy sebagai gadis kampungan yang kotor. Mereka sama sekali tidak menyadari bahwa sapi yang dimaksud Lucy berjumlah puluhan ribu ekor, dan keluarganya adalah konglomerat pemilik aset bernilai ratusan miliar rupiah.
Sampul Novel Jerat Janda Terhormat
8.2
Kehilangan suami memaksa Serena Aqulea Abraham berjuang mandiri demi putri kecil dan ibu kandungnya yang sakit. Di tengah impitan ekonomi dan pandangan miring masyarakat terhadap status jandanya, ia dituntut berubah dari wanita lemah menjadi sosok yang tangguh. Tanpa tempat bersandar, Serena bekerja keras menghadapi segala rintangan demi bertahan hidup. Mampukah ia terus bertahan melewati hinaan sekitar, ataukah takdir akan mempertemukannya dengan pria baru yang tulus?
Sampul Novel Kontrak Eksklusif untuk Kanaya
8.7
Hidup Kanaya hancur seketika akibat ketamakan ibu tirinya yang tega menjadikannya jaminan utang tanpa izin. Kini, ia terperangkap dalam cengkeraman rentenir paling kejam di kota. Di tengah situasi pelik yang mengancam masa depannya ini, kebebasan Kanaya benar-benar berada di ujung tanduk. Mampukah gadis malang ini bangkit melawan takdir buruknya, atau ia justru harus pasrah dan menyerah pada keadaan yang merenggut seluruh hidupnya?
Sampul Novel Sahabat Masa Kecil Suamiku Adalah Pelakor
8.6
Hubungan yang dibangun selama delapan tahun hancur seketika. Dalam novel modern Sahabat Masa Kecil Suamiku Adalah Pelakor, Nindy harus menghadapi kenyataan pahit saat Peter, pria yang bersamanya hampir sedekade, justru memilih menikahi wanita lain. Dipicu oleh rasa sakit hati dan pengkhianatan yang mendalam, Nindy mengambil tindakan nekat di malam pernikahan Peter. Ia memutuskan untuk menghancurkan seluruh isi rumah yang selama ini menjadi saksi bisu kebersamaan mereka selama delapan tahun terakhir tanpa sisa.
Sampul Novel When Romeo meet Juliet
9.3
Sejak Juliet bekerja di kantornya, Romeo yang dikenal sebagai bos dingin dan angkuh mendadak berubah menjadi sangat perhatian. Keistimewaan yang diterima Juliet dalam seminggu memicu kecurigaan rekan kerja. Di tengah situasi itu, Romeo berhasil membongkar perselingkuhan pacar Juliet. Meski kini berjuang mendekati Juliet, Romeo harus menghadapi rintangan besar dari orang tuanya yang menuntut menantu dari kelas sosial yang setara.