APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Hasrat Agak Laen

Hasrat Agak Laen

Nikmati kisah romantis modern yang memadukan kenyataan dan fiksi secara apik. Lebih dari setengah jalan cerita dalam novel ini ditulis berdasarkan kejadian nyata. Walau ada beberapa penyesuaian serta tambahan bumbu imajinasi sebagai variasi, keaslian kisahnya tetap terjaga. Anda akan dibawa masuk ke dalam rangkaian peristiwa luar biasa yang terdengar mustahil, namun benar-benar terjadi di dunia nyata. Saksikan sendiri keunikan jalinan asmaranya.
Bab
Bagikan

Bab 2

“Apa bapak gak pengen gituan pak,” tanyanya agak menjurus.

“Ah ya pengen juga sih, tapi gimana orang di daerah terpencil gini, mau dilampiaskan sama siapa,” kataku.

“Sayang pak barang canggih gitu cuma dibuat untuk kencing saja,” katanya yang terasa menohokku.

Aku membalas dengan mengatakan, “Kamu punya juga cuma digunakan untuk kencing juga kan,”

“Iya Pak, tapi kan saya perempuan, masak saya cari-cari laki,” kata Yanti.

“Ya udah kalau gitu sekarang kita tes untuk penggunaan yang lain,” kataku polos saja tanpa mikir terlalu rumit. Sebab aku pikir kalau dia tidak mau ya tidak apa-apa, kalau mau yang baguslah.

“Ah bapak ini ada-ada saja, saya kan orang kebon, bapak kan orang Jakarta, Lagian bapak kan staf saya cuma karyawan, kalau saya sih gak masalah, tapi apa benar bapak mau nyoba sama saya,” katanya.

Tanpa banyak omong lagi aku langsung melepas semua pakaianku dan tidur telentang dengan penisku yang sudah tegak mengeras. Yanti terkejut sambil menutup mulutnya.

“Pak bapak punya udah tegang ya pak, besar kali pula pak?” kata Yanti.

Penisku mungkin di atas ukuran rata-rata. Dulu ketika masih zamannya kuliah iseng-iseng aku membeli minyak lintah di pelataran tempat kantor Samsat di Serpong. Katanya minyak lintah bisa membesarkan alat vital. Awalnya aku gak percaya karena kata rubrik kesehatan tidak mungkin penis bisa di perbesar.

Pedagang yang buka lapak di samping pedagang minyak lintah itu meyakinkan aku bahwa minyak itu berkhasiat. Dia mengaku berhasil memperpanjang penisknya. Untuk membuktikan aku dibolehkan melihat barang si penjual minyak lintah. Pedagang minyak lintah itu mengajakku ke wc umum. Di situ kulihat kontolnya memang besar, padahal masih belum tegang. Kata dia panjangnya kalau tegang bisa 23 cm.

Aku di suruh menunggu, karena dia akan memanggil pedagang di sebelah tadi. Tak lama kemudian dia muncul, sambil pura-pura kencing dia memperlihatkan barangnya yang juga besar panjang, meskipun tidak sebesar milik pedagang minyak lintah tadi.

Tergoda juga pada waktu itu aku beli sebotol dan menyimak teknik pemijatan dan penarikan serta penggunaan minyak lintah itu. Pada waktu itu umurku baru 19 tahun. Aku rajin mengikuti petunjuknya ketika ulang tahunku ke 20 aku ukur penisku sudah bertambah panjang menjadi 18 cm dan tambah gemuk serta kerasnya kayak pentungan.

Cewek-cewek teman kampusku yang aku embat pasti termehek-mehek, karena aku pun jadi bisa main cukup lama. Itulah potongan kisah mengapa penisku sampai bisa sebesar 18 cm. Awalnya sih cuma 14 cm.

Aku meminta Yanti melepas semua bajunya juga. Dengan gerakan gak malu-malu dia membuka daster lalu BH dan pelan-pelan celana dalamnya juga diturunkan pelan pelan sambil malu-malu.

Payudaranya lumayan besar dan masih membusung, putingnya berwarna agak hitam kelihatan masih agak terbenam. Mungkin karena payudaranya besar sehingga putingnya terbenam. Dibawah terlihat jembut lebat dan kedua pahanya yang lumayan gempal. Yanti kuminta kencing dan membersihkan vaginanya dengan sabun agar baunya wangi.

Setelah keluar dari kamar mandi yang ada di kamarku, Yanti kuminta menyepong penisku. Dia menolak dengan mengatakan belum pernah melakukan. Dia pun terus terang belum bisa karena masih agak jijik.

Mungkin dia belum pernah mengetahui soal sex oral. Yanti lalu kubaringkan dan kuciumi wajahnya lehernya sambil kuremas payudaranya yang kenyal dan menggunung. Putingnya aku pelintir-pelintir sampai terasa mengeras. Putingnya belum terlalu besar, mungkin karena dia belum pernah melahirkan atau hamil.

Sasaran berikutnya aku sosor kedua payudaranya dan menghisap-hisap pentilnya yang menggemaskan untuk digigit. Yanti sudah lupa statusnya malah mengerang dan mendesis menikmati rangsangan sex. Tanganku menjamah belahan vaginanya dengan menguak rimbunnya jembut. Terasa belahan memeknya sudah berlendir. Itilnya terasa mulai mengeras dan langsung aku gesek-gesek. Yanti merasa keenakan.

Dengan cara sembunyi-sembunyi aku cium tanganku yang terkena lendir memeknya. Tidak terasa bau tidak enak. Pelan-pelan aku melorot kebawah dengan menciumi perutnya lalu makin kebawah sehingga aku tiarap di antara kedua belah pahanya. Aku ciumi vaginanya tidak terasa bau tidak enak. Aku lebarkan belahan memeknya dan mulutku langsung membekap vaginanya yang terlihat berwarna merah.

Yanti terkejut menyadari bahwa mulutku berada di vaginanya.

“Pak jangan pak jijik pak, jangan pak,” katanya sambil berusah menarik kepalaku menjauhi vaginanya.

Aku bertahan terus dan lidahku menyentuh itilnya yang menonjol. Aku langsung jilati itilnya. Yanti agak melemah menarik kepalaku. Dia malah mengerang dan tangannya malah menekan kepalaku ke vaginanya. Aku jilati terus itilnya sampai akhirnya dia mengerang panjang dan terasa vaginanya makin berlendir dan berdenyut-denyut.

“Pak diapakan tadi memek saya kok rasanya enak kali,” katanya.

Selepas itu giliran aku menancapkan senjata kebanggaan. Pelan-pelan aku tancapkan ke vagina yang sudah menengadah siap menerima hunjaman, hangat rasanya dan cukup megang. Aku genjot dengan ritme pelan di awal dan makin lama makin cepat, sampai rasanya aku akan mencapai orgasme.

Menjelang titik puncak aku bertanya apa boleh dilepas di dalam, Yanti mengatakan di dalam saja pak, aku sudah lama tidak merasakan siraman. Aku langsung tancapkan sedalam-dalamnya dan kutembakkan ke dasar vaginanya. Nikmat sekali rasanya. Aku sudah lama tidak melakukan hubungan sex sehingga spermaku keluar banyak sekali dan tidak mampu bermain lama.

Yanti menutup vaginanya dengan tangan begitu aku cabut penisku dia lalu bangkit dan cepat-cepat ke kamar mandi. Aku ikut masuk kamar mandi. Kulihat Yanti jongkok lalu menceboki vaginanya membersihkan sisa sperma dan lendir di vaginanya.

Setelah itu kami berbaring bugil di tempat tidur. Sambil berbaring kemi kembali ngobrol mengenai macam-macam. Sambil itu, tangan Yanti meremas-remas penisku sehingga kemudian pelan-pelan tegang lagi. Aku minta Yanti main dengan posisi di atas.

Yanti paham keinginan ku lalu melangkahi tubuhku dan memegang penisku yang sudah cukup keras lalu diarahkan masuk ke vaginanya. Terasa hangat dan mencekam. Yanti bergerak sesukanya, kadang naik-turun, lalu bergerak berputar seperti gerakan mengulek sambal, di lain waktu bergerak maju mundur.

Aku bisa bertahan tidak segera orgasme, sementara Yanti mulai syur sendiri dan memainkan gerakan sesuai dengan yang dia inginkan. Aku menikmati kedua payudara besarnya yang bergoyang-goyang di depan mataku. Bongkahan payudara yang gempal itu aku remas-remas dan sekali-kali memelintir pentilnya. Akhirnya dia mengerang panjang ambruk dan terasa lubang vaginanya berdenyut-denyut.

Napasnya memburu dan badannya berkeringat. Padahal cuaca di perkebunan ini sejuk. Jika malam begini suhunya sekitar 20 derajat celcius. Aku merasa belum terpuaskan, Yanti kuminta berposisi merangkak karena aku ingin menyodoknya dari belakang. Yanti berposisi merangkak, bongkahan pantatnya montok sekali sementara payudara besarnya menggantung bebas.

Aku tancapkan penisku memasuki gerbang vaginanya. Main pada posisi seperti ini sebenarnya kurang memberi kenikmatan pada jepitan penisku, tetapi pemandangannya yang aku inginkan, yaitu bongkahan pantat yang bergetar-getar jika di tabrak dan payudara bergantung yang bergoyang-goyang.

Aku mengubah posisi dengan duduk bersimpuh menyandar ke kepala tempat tidur, lalu Yanti menaiki tubuhku dan kedua kakinya melingkar pinggangku dengan posisi penisku menancap di vaginanya. Yanti kuminta bergerak berputar. Wah rasanya nikmat sekali sampai akhirnya kami mencapai kepuasan bersama.

Setelah itu kami tidur berdua berselimut dalam keadaan sama-sama bugil. Pagi-pagi sekali Yanti sudah bangun mengerjakan tugasnya membuat kopi dan sarapan. Aku mandi dan siap-siap berangkat ke kebun. Biasanya jam 6 pagi aku sudah di perkebunan mengontrol lahan sawit yang menjadi tanggung jawabku.

Aku ketemu mandor yang menyodorkan si Yanti. “Cemana pak, paten?” tanyanya.

“Belum,” kataku berbohong.

“Pak banyak yang bagus-bagus pak, ayolah ikut saya,” kata si mandor sambil menawariku naik berboncengan motor.

Kami menelusuri perkebunan sawit lalu berhenti di tempat banyak karyawan bekerja. Si mandor behenti lalu dia turun mengamati karyawati yang sedang bekerja. Dia memanggil mandor yang ada di situ lalu minta dipanggilkan karyawati yang dia maksud. Wilayah afdeling ini masih menjadi wewenang pengawasanku. Muncul 3 karyawati mengikuti mandor.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel GAIRAH LIAR PENGANTIN PENGGANTI
9.7
Belia Anastasya nekat menjadi pengantin pengganti bagi Bianca demi biaya operasi sang nenek. Ia pun menikahi Arkan Devano Haditama, pewaris kaya raya Haditama Group, dengan syarat dilarang jatuh cinta. Meski awalnya Arkan bersikap dingin dan benci perjodohan ini, kebersamaan intim satu malam mengubah segalanya. Kini Belia terjebak dilema rasa, terlebih saat identitas aslinya terancam terbongkar karena Bianca menuntut posisinya kembali.
Sampul Novel KENIKMATAN SELINGKUH
8.7
Arsyla, wanita 23 tahun, menjalani pernikahan harmonis bersama Edi yang berusia tiga tahun lebih tua. Meski belum dikaruniai anak setelah dua tahun menikah, mereka tetap tenang demi fokus menata keuangan. Edi bekerja keras sebagai OB berpenghasilan minim demi membiayai adik-adik yatimnya. Arsyla menerima kondisi ini dengan tulus. Suatu sore, Edi pulang ke kontrakan sederhana mereka dengan tubuh lelah demi menyambung hidup keluarga.
Sampul Novel Luka Batin Istriku
9.0
Seorang suami terkejut saat mendapati Tari menyuguhkan minuman mencurigakan kepada bayi mereka, Adel. Ketakutan menyergap Tari hingga ia hanya bisa menangis membisu tanpa sanggup membela diri. Kemarahan sang suami kian memuncak begitu tahu stok susu anak mereka telah habis. Ia pun nekat membanting botol susu yang tersisa setengah demi memaksa sang istri bicara jujur. Di balik tangisan histeris yang pecah, sebuah rahasia yang menyayat hati akhirnya mulai terkuak.
Sampul Novel Mertua Pilih Kasih Tidak Tahu Kami Banyak Uang
8.8
Astri selalu bingung dengan kebencian mertuanya pada Ruslan, padahal wajah mereka sangat mirip. Selama ini, sang suami memilih bersabar menghadapi perlakuan tidak adil keluarganya. Namun, di balik kemiskinan yang terlihat, pasangan ini sebenarnya menyimpan kekayaan melimpah. Ketika sebuah peristiwa akhirnya melewati batas kesabaran Astri, ia memutuskan bertindak. Didukung penuh oleh Ruslan, Astri siap membongkar rahasia besar mereka demi memberi pelajaran pada mertua yang pilih kasih.
Sampul Novel Pembantu Rasa Bos
7.9
Maharani, seorang mantan istri pengusaha, rela bekerja keras sebagai asisten rumah tangga demi membiayai kuliah anaknya. Rasa sakit akibat dikhianati di masa lalu membuatnya enggan meminta bantuan sang mantan suami. Kini, ia harus melayani seorang bos duda beranak satu. Namun, Maharani mulai bimbang saat tugas-tugasnya perlahan berubah layaknya seorang nyonya rumah. Sanggupkah ia tetap mempertahankan batas profesionalitas dalam pekerjaannya?
Sampul Novel Purwoko Family: Selipan Utara
8.8
Pak Purwoko membawa keluarganya pulang kampung setelah bisnisnya bangkrut demi mencari kedamaian. Namun, mereka justru mendapati musuh di balik kejatuhannya ada di sana. Kini, mereka terjebak konflik perebutan usaha giling padi masa lalu antara orang tua Purwoko dan sang rival. Teror menyeramkan pun mulai mengancam keselamatan seisi rumah. Mampukah Pak Purwoko mengatasi bayang masa lalu dan menyelamatkan keluarganya dari pusaran bahaya ini?