APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Hari Penikahanku, Adalah Hari Kematianku

Hari Penikahanku, Adalah Hari Kematianku

Di hari pernikahan mereka, Bradley tega mengurung Beatrice di ruang bawah tanah yang gelap selama sepuluh hari hingga tewas membusuk. Tragisnya, Bradley justru menikahi Michelle dan memfitnah Beatrice berselingkuh, memicu serangan jantung fatal yang merenggut nyawa ibu Beatrice. Pria itu mengabaikan semua permohonan Beatrice demi membela sahabat masa kecilnya. Namun, saat Bradley akhirnya menemukan jasad Beatrice yang mengenaskan, penyesalan mendalam perlahan menyeretnya ke dalam kegilaan.
Bab
Bagikan

Bab 1

Aku meninggal pada hari pernikahanku dengan Bradley.

Karena aku tak kunjung tiba, dia marah besar dan menikahi Michelle, sahabat masa kecilnya. Di depan semua orang, dia menyatakan dengan lantang, "Beatrice berselingkuh sebelum menikah dan telah mengundurkan diri dari pertunangan!"

Ibuku hancur oleh fitnah itu. Dia mengalami serangan jantung di tempat dan meninggal dunia.

Namun dia lupa bahwa demi membela Michelle, dialah yang melukai lenganku dengan pisau dan mengurungku di ruang bawah tanah selama sepuluh hari sepuluh malam. Aku memohon dengan segala cara, tetapi yang kudapat darinya hanyalah kata-kata dingin.

"Tetaplah di sini beberapa hari, rasakan sendiri penderitaan yang kamu timbulkan pada Michelle! Sekalian hancurkan niat jahatmu!"

Namun, ketika dia akhirnya menemukan jasadku yang telah membusuk dan dimakan belatung, dia menjadi gila.

"Mana Beatrice? Dia sudah mati di sana? Nggak bisa gerak lagi?"

Saat kesadaranku perlahan kembali, hal pertama yang kudengar adalah suara Bradley yang marah dan putus asa.

Asistennya yang tampak ragu-ragu, mencoba menjawab, "Pak Bradley, kami sudah cari ke mana-mana, tapi nggak lihat dia. Jangan-jangan, terjadi sesuatu sama Bu Beatrice?"

Namun, mendengar hal itu, Bradley langsung menghempaskan gelas anggur di atas meja hingga pecah berkeping-keping di lantai. "Apa yang bisa terjadi padanya? Dia sengaja mempermalukanku! Ini semua karena dia marah sama aku karena aku menghukum dia demi Michelle!"

Dadanya naik turun, napasnya memburu karena emosi yang meluap-luap. Tiba-tiba, terdengar suara lembut dari pintu yang perlahan mendekat. "Kak Bradley, barusan aku sepertinya melihat Kak Beatrice! Aku bahkan sempat mengambil fotonya!"

Michelle mengeluarkan ponselnya dengan semangat dan memperlihatkan layar di depan Bradley. Di dalam foto itu, sosokku terlihat jelas bersama sahabat masa kecilku, Marven.

Mata Bradley membelalak. Pandangannya menatap layar dengan tajam, giginya terkatup erat saat berkata dengan marah, "Beatrice berani mengkhianatiku? Bahkan di hari pernikahan, dia meninggalkanku demi berkeliaran sama pria lain! Bagus sekali!"

Melihat ekspresinya yang penuh kebencian, aku hanya merasa hampa. Dia selalu saja seperti ini. Apa pun yang dikatakan Michelle, dia percaya. Tapi aku? Dia tidak pernah percaya padaku.

Mungkin saat ini, dia ingin sekali aku mati. Yang tidak dia sadari adalah ... sebenarnya dia sudah mendapatkan keinginannya. Di ruang bawah tanah yang gelap dan sempit, aku diikat erat pada sebuah tiang.

Aku menggigil dan perasaan ketakutan merayapi tubuhku. Aku mengidap klaustrofobia. Ruangan sempit dan gelap ini adalah nerakaku. Dengan suara bergetar, aku memohon, "Bradley, aku mohon! Aku salah! Aku nggak seharusnya mencelakai Michelle! Semua salahku!"

Namun, yang kudapat darinya hanya tatapan dingin yang penuh cemoohan. "Beatrice, kamu hampir membunuh Michelle, sekarang kamu malah berpura-pura menjadi korban?"

Ketakutan membuat suaraku tercekat. Aku bahkan tak bisa mengucapkan satu kalimat pun dengan jelas. "Bukan ... itu ... bukan aku ... aku ...."

Namun, dia hanya menghela napas panjang, seolah sudah muak mendengar suaraku. Tanpa ragu, dia menempelkan selotip kuat di mulutku dan membungkam semua kata-kata yang ingin kuucapkan.

Tatapanku memohon padanya, berharap ada setitik belas kasihan. Namun, Bradley justru mengangkat pisau dan menggoreskan tiga luka yang dalam di lenganku.

"Kamu membuat tangan Michelle patah, jadi aku kasih kamu tiga bekas luka ini. Aku nggak akan membunuhmu, anggap saja ini ganjaran yang harus kamu bayar untuk semua kejahatanmu!"

Itu adalah kata-kata terakhir yang kudengar darinya. Setelahnya, satu-satunya pintu di ruang bawah tanah ini tertutup rapat.

Aku tahu dia selalu dingin terhadapku. Namun, aku tak pernah tahu dia bisa sekejam ini. Rasa sakit yang tajam menjalar dari lenganku. Darah perlahan merembes keluar dari luka dan menetes ke lantai satu per satu.

Namun, Bradley salah. Sejak lahir, aku menderita gangguan pembekuan darah. Tiga goresan ini cukup untuk merenggut nyawaku. Dalam kegelapan ruang bawah tanah, aku ditelan oleh kesunyian perlahan-lahan.

Hatiku terasa seperti diiris oleh ribuan pisau, setiap helaan napas terasa seperti tusukan tajam yang menembus dadaku.

"Mmm ... mmm ...."

Tangisan yang tertahan bergema di dalam ruang bawah tanah yang pengap.

Aku tidak tahu sudah berapa lama berlalu, tapi akhirnya aku menutup mataku. Seakan ... aku akhirnya terbebas.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Ayah Pembawa Masalah
9.3
Uang gaji karyawan sebesar empat ratus juta rupiah yang dititipkan atasan raib karena dipinjamkan oleh ayah kepada tetangga. Alih-alih dibela, seluruh keluarga justru menyalahkan kelalaianku. Setelah dipecat dan dituntut mengembalikan uang tersebut, ayah menjerumuskanku ke pekerjaan baru sebagai pengasuh lansia. Di sana, aku dilecehkan dan akhirnya tewas dipukuli akibat kesalahpahaman. Namun, maut bukanlah akhir. Aku terbangun kembali di hari fatal saat ayah menyerahkan uang itu.
Sampul Novel Cermin
8.7
Pasca-kecelakaan, Inestia Rossi bisa melihat hantu dan mendeteksi kematian. Baginya, cermin adalah satu-satunya media yang jujur mengungkap wujud asli mereka. Di tengah trauma cinta, ia bertemu Rangga, pria skeptis yang memberinya keberanian. Meski kerap terancam kasus mengerikan di apartemennya, Ines pantang menyerah. Walau konflik keluarga sempat memisahkan mereka, takdir mempertemukan keduanya kembali untuk berjuang dalam status hubungan yang baru.
Sampul Novel Istri Tanpa Suami
7.9
Aminarsih, gadis yatim piatu, dinikahi seorang CEO kaya hanya sebagai penangkal nasib buruk. Pria itu selalu kehilangan istrinya yang tewas misterius dua hari setelah menikah. Bukannya hidup layak, Aminarsih justru disembunyikan di rumah kosong yang menyeramkan. Demi bertahan hidup di tempat terasing itu, ia terpaksa berteman dengan alam sekitar. Hanya pohon apel, tikus, kecoa, dan semut yang menemaninya setiap hari, hingga ia menganggap makhluk-makhluk tersebut sebagai keluarganya sendiri.
Sampul Novel Monster Heart
8.9
Demi membalas dendam, jurnalis ambisius Alianna Monru memutuskan pulang. Namun, jalannya dihalangi sosok misterius yang ternyata pembunuh berantai pemilik kunci masa lalunya. Damian, sang pembunuh, mengenali Alianna sebagai gadis yang ia puja sejak sekolah. Ia sangat terpukul melihat pujaan hatinya kini berubah menjadi sosok yang penuh kebencian. Damian pun didera rasa bersalah yang mendalam, karena dialah dalang kehancuran hidup Alianna yang memicu dendam membara tersebut.
Sampul Novel Pemburu Darah Perawan
9.7
Demi keluar dari kemiskinan, Japri menjalani ritual pesugihan di Karang Nini. Meski menjadi kaya raya, ia harus menumbalkan darah perawan setiap Selasa Legi. Kewajiban kelam ini kini diwariskan kepada putra tunggalnya, Indra, sesuai perjanjian gaib mereka. Terjebak dalam kutukan tersebut, Indra kini menghadapi situasi pelik saat ia hampir melanggar pantangan sakral yang dapat merenggut nyawa serta seluruh harta bendanya.
Sampul Novel Sang pendaki gunung
8.9
Menaklukkan puncak tinggi berkabut membawa seorang pendaki pada rangkaian teror gaib yang mencekam. Di balik keindahan alam liar yang memukau, setiap jengkal langkahnya justru memicu peristiwa mistis di luar nalar manusia. Keberaniannya diuji sepenuhnya saat terjebak dalam kengerian yang tak kasat mata di tengah jalur ekstrem. Inilah kompilasi kisah horor nyata yang dialami langsung selama mengarungi ganasnya medan pegunungan.