APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Hari Bahagianya, Hari Kematian Aku

Hari Bahagianya, Hari Kematian Aku

Di hari pernikahannya, seorang wanita dikhianati oleh keluarganya sendiri. Orang tua dan tunangannya, James, mendesak agar posisi pengantin digantikan oleh sang kakak yang sekarat demi memenuhi keinginan terakhirnya. Karena menolak, ia diikat paksa di rumah dengan janji akan dibebaskan setelah upacara selesai. Malangnya, saat ditinggal sendirian, seorang penjahat menyusup dan menghabisi nyawanya dengan kejam. Ketika keluarganya akhirnya kembali, mereka hanya mendapati jasadnya yang telah membusuk.
Bab
Bagikan

Bab 2

"James... menurutmu, apakah adikku marah padaku, karena sampai sekarang dia belum juga menelepon?"

Zara bersandar di pelukan James dan bertanya dengan berpura-pura lemah.

"Mana mungkin? Dia itu adikmu, lagi pula kamu sedang sakit parah. Ini satu-satunya keinginanmu. Adikmu bukan orang yang nggak masuk akal. Paling-paling nanti kita tinggal beri dia kompensasi lebih."

James menghibur dengan suara lembut.

Zara mengangguk, lalu menarik James dan orang tua kami untuk pergi makan malam dengan riang.

Makan malam hidangan laut yang seharga puluhan juta membuat kedua orang tuaku sangat menyesal menghabiskan uang sebanyak itu.

Namun, Zara merasa semua itu sudah sepantasnya.

Setelah makan malam, aku mengikuti mereka kembali ke hotel.

James menolak godaan Zara yang mengenakan baju tidur seksi, lalu berjalan sendirian ke balkon sambil merokok dengan tatapan kosong. Entah apa yang sedang dia pikirkan.

Aku pun berbalik dan melayang ke kamar orang tuaku. Mereka juga belum tidur, kemungkinan masih menggerutu tentang mahalnya makan malam tadi.

Keduanya duduk di atas ranjang, terus menggeleng dan menghela napas.

Ibuku mengeluarkan ponsel dan mencoba meneleponku, tapi dia mendapati ponselku tidak aktif.

Wajah mereka langsung tampak makin muram.

Bagi mereka, setiap kali ada konflik, cukup kasih hukuman lalu beri hadiah, maka semuanya akan kembali normal.

Selama mereka yang lebih dulu menelepon, itu tandanya aku harus mengalah dan semua masalah dianggap selesai. Begitulah cara mereka selama ini.

Namun, kali ini, tidak akan ada lagi yang mengangkat telepon itu.

"Luke, menurutku Zara itu terlalu boros dan nggak bisa menabung. Saat tua nanti, sepertinya kita harus mengandalkan Katie. Tapi, tadi dia nggak mengangkat telepon kita, apa dia marah sama kita?"

Ibu menatap ayah dengan wajah penuh kekhawatiran.

Ayah mengisap rokok dan mendengus dingin, lalu berkata dengan nada keras.

"Kita yang melahirkannya, kita ini orang tuanya. Lagi pula, kakaknya sedang sakit, sudah sepantasnya dia mengalah. Dia pikir dia siapa, berani-beraninya marah?"

Aku terdiam di sudut ruangan dan menatap mereka tanpa ekspresi, sementara hatiku dipenuhi cemoohan.

Pada saat itu, aku bahkan merasa sedikit bersyukur karena aku telah mati.

Setengah bulan kemudian, mereka pulang ke rumah setelah menyelesaikan bulan madu yang penuh kebahagiaan.

Zara mengenakan baju tidurku, tanpa rasa malu dia merebahkan diri di atas ranjang pernikahan yang seharusnya menjadi milikku. Dia benar-benar seperti nyonya rumah yang sesungguhnya.

James memandangi sekeliling kamar, seolah sedang mencari keberadaanku.

Namun, setelah melihat ke setiap sudut, barulah dia tersadar bahwa rumah ini sama sekali tidak menyisakan jejak keberadaanku.

James berdiri di depan pintu ruang kerja tempat aku biasa menghabiskan waktu, dia terpaku diam.

"James, sekarang aku ini istrimu. Aku nggak mau ada barang milik wanita lain di rumah ini."

Ujar Zara manja sambil menyandarkan lengannya yang putih mulus ke dada James. "Kebetulan sekali, bajuku ada banyak. Bagaimana kalau ruang kerja ini dijadikan ruang ganti pakaian saja?"

Suara manis Zara seperti kail kecil yang mengaduk-aduk hati James, membuatnya merasa gatal dan goyah.

Namun, James tetap menepis tangannya secara halus, menjaga jarak, dan ekspresinya tampak canggung.

"Zara, Katie tetap istriku. Aku hanya melakukan ini untuk memenuhi keinginan terakhirmu saja... Ruang kerja ini, bisakah..."

"Nggak boleh!" Zara langsung memotong ucapannya. Air mata sudah memenuhi matanya. Zara tampak manja, tapi keras kepala. "Aku sekarang istrimu yang sah! Hatimu nggak boleh memikirkan orang lain!"

Akhirnya, James menyerah. Dia menyetujui untuk mengubah ruang kerjaku menjadi ruang ganti pakaian Zara.

"Letakkan yang ini di sana!"

"Buang yang itu!"

"Ini juga buang!"

Di ruang kerja, Zara memberi perintah pada para pekerja untuk membongkar semua barangku satu per satu.

James hanya berdiri di samping dan menyaksikan semuanya dalam diam.

Padahal James jelas-jelas ingat, betapa sering aku mengungkapkan kepadanya bahwa sejak kecil, impian terbesarku adalah memiliki ruang kerja milikku sendiri.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Untuk Nadia
9.3
Hari pernikahan Nadia berubah menjadi mimpi buruk saat calon suaminya mendadak batal hadir. Demi menyelamatkan nasib sang putri di tengah situasi kacau tersebut, Abah Yai mengambil langkah nekat. Beliau memohon kepada seorang pria lain untuk bersedia menggantikan posisi mempelai lelaki yang kabur. Keputusan darurat ini tidak hanya mengubah garis hidup mereka seketika, tetapi juga memicu pergulatan batin yang hebat antara tanggung jawab dan perasaan cinta.
Sampul Novel GAIRAH SANG MAFIA.
9.6
Hidup Veronika hancur seketika akibat pengkhianatan sang kekasih dan tindakan orang tuanya yang menjadikannya jaminan hutang. Kini, ia terkurung dalam kuasa seorang bos mafia kejam yang merenggut kemerdekaannya. Terjebak dalam situasi yang menyesakkan bak penjara, Veronika tidak memiliki pilihan lain demi merebut kembali kebebasannya. Ia terpaksa menyerahkan kesuciannya kepada sang penguasa kegelapan. Inilah kisah penuh intrik, pengkhianatan, dan gairah berbahaya.
Sampul Novel Kesalahan di Malam Sebelum Akad
8.4
Akibat pengaruh alkohol, Ardi melakukan kesalahan fatal di malam sebelum pernikahannya. Ia salah memasuki kamar dan menodai Citra, pengasuh anak kembar dari adik angkatnya. Padahal, keesokan harinya ia dijadwalkan untuk melangsungkan akad nikah bersama sang tunangan, Maya. Kini, Ardi dihadapkan pada dilema moral yang sangat berat. Ia harus memilih antara melanjutkan rencana pernikahan dengan Maya atau bertanggung jawab atas perbuatannya dengan menikahi Citra.
Sampul Novel Pembalasan Seorang Ibu
9.2
Tragedi kebakaran TK merenggut nyawa Nea yang berusia empat tahun akibat kelalaian ayahnya sendiri, Haris. Sebagai petugas pemadam kebakaran, Haris justru mengabaikan jeritan istrinya demi menyelamatkan putri dari cinta masa lalunya, Stella Prisa. Di saat sang istri meratapi abu jenazah anak mereka dalam kesendirian, Haris justru memilih menemani Stella. Pengkhianatan kejam ini memicu rasa sakit mendalam dan tekad sang ibu untuk menuntut balas, memastikan Haris membayar mahal keputusannya seumur hidup.
Sampul Novel Pria Bajingan Itu Ayah Anakku
9.0
Demi amanat Yani, mendiang sahabatnya, Ninda rela mengubah jalan hidupnya untuk merawat Leon yang masih berumur empat tahun. Selebgram ini berjuang keras demi masa depan anak tersebut. Namun, kedamaian mereka terancam ketika Fino Vasikal Gantara, pria berkuasa sekaligus ayah biologis Leon, datang merebut hak asuh. Walau mendapat ancaman dari Fino, Ninda tetap bertahan demi memenuhi janjinya. Ia siap melawan kekuatan sang miliarder demi melindungi Leon.
Sampul Novel Somebody That You Loved
8.3
Empat tahun merajut kasih membuat Bonita sangat mendambakan pernikahan dengan Benjamin. Sayangnya, impian indah tersebut runtuh seketika saat perselingkuhan Benjamin dengan seorang model seksi terbongkar. Meski dikhianati, trauma masa lalu membuat Bonita sulit melepaskannya. Sementara itu, Benjamin didera dilema hebat antara mempertahankan komitmen sucinya bersama Bonita atau mengejar cinta pertamanya sejak kecil. Akankah hubungan mereka berakhir tragis atau justru berlanjut ke pelaminan?