APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Hamil Dengan Pengkhianat

Hamil Dengan Pengkhianat

Malam tak terduga di Paris mempertemukan Vera dengan Dante, sosok masa lalu yang paling ia benci. Setelah kembali ke Jakarta, Vera terkejut mendapati dirinya tengah mengandung anak dari pria tersebut. Bertekad melupakan masa lalu, ia memilih untuk merawat bayinya seorang diri. Namun, takdir berkata lain saat Dante tiba-tiba muncul kembali di hadapannya. Kehadiran pria itu mengacaukan rencana Vera, membawanya masuk ke dalam dilema yang rumit.
Bab
Bagikan

Bab 1

Vera berdiri di tepi balkon apartemennya yang kecil di Paris, memandang ke arah jalan yang sibuk. Pikirannya jauh, terombang-ambing antara kenyataan dan kenangan yang menyakitkan. Kota ini, yang seharusnya menawarkan kebebasan dan petualangan baru, malah terasa menekan. Tiga bulan di kota yang penuh gairah ini tidak membuatnya merasa lebih hidup. Sebaliknya, ia merasa semakin terasingkan, seolah berada di luar batasan dunia yang orang lain jalani. Ada kesedihan di balik setiap senyuman yang ia tunjukkan pada orang-orang yang lewat.

Setiap detik berlalu, rasa sakit itu semakin mendalam. Kecelakaan yang merenggut impian dan kehidupan masa lalunya masih membayang, menghantuinya, meninggalkan luka yang belum sembuh. Dia tidak tahu lagi apa yang dia cari di Paris, selain melarikan diri dari bayang-bayang kehidupannya di Jakarta.

"Vera, kamu oke?" suara Kiana, teman baru yang dikenalnya beberapa minggu lalu, menyadarkannya dari lamunan. Vera menoleh, menemukan Kiana berdiri di pintu dengan ekspresi khawatir.

Vera hanya mengangguk, meskipun hati kecilnya tahu bahwa dia tidak benar-benar baik-baik saja. Kiana mendekat, duduk di sampingnya, lalu menatap Vera dengan mata penuh pemahaman.

"Aku tahu kamu nggak sedang baik, Vera. Tapi... mungkin kita butuh sedikit hiburan malam ini. Ada pesta di klub malam, banyak orang menarik. Apa kamu mau ikut?"

Vera menghela napas. Pesta. Klub malam. Semua itu terdengar seperti ide yang buruk, tetapi dia merasa tak punya pilihan lain. Keberadaannya di Paris sudah cukup lama untuk mengerti bahwa terkadang, mencoba hal baru-meskipun itu terdengar berisiko-bisa menjadi pelarian dari kenyataan yang menyesakkan.

"Boleh," jawabnya akhirnya, meskipun rasa malas masih menyelimutinya. Kiana tersenyum lebar, mata berbinar seperti biasanya.

Malam itu, Vera dan Kiana melangkah memasuki klub malam yang penuh dengan gemerlap lampu dan musik keras. Ada sensasi yang datang bersama keramaian, suara musik yang memecah keheningan dalam dirinya. Namun, semakin dalam ia masuk ke dalam klub, semakin ia merasa kesepian. Mata yang bertemu dengan matanya hanya sekilas, tidak ada yang benar-benar melihatnya.

Vera berdiri di sisi bar, memesan minuman, berusaha untuk tidak terlalu memperhatikan sekelilingnya. Tetapi ada sesuatu di dalam klub ini yang membuatnya merasa gelisah, sebuah perasaan yang mengingatkannya pada masa lalu yang lebih kelam. Dia tidak tahu mengapa, tetapi ia merasa ada yang salah.

Beberapa saat kemudian, seorang pria mendekatinya. Vera mendongak, dan jantungnya seolah terhenti sejenak. Pria itu tampak familiar, meskipun ia hampir tidak dapat mengenalinya. Rambut hitamnya yang rapi, mata birunya yang tajam, serta tubuh tegap dan wajah tampan yang sulit untuk dilupakan-itu adalah Dante. Pria yang selama bertahun-tahun ia benci, pria yang dahulu membuat hidupnya penuh dengan penderitaan.

Dante, yang kini tampaknya lebih dewasa dan memikat, tersenyum tipis saat melihat Vera. "Vera... Tak kusangka kita bertemu di sini."

Vera merasa perutnya mual. Ini tidak mungkin terjadi. Kenapa pria ini bisa ada di sini, di tempat yang sama dengannya? Wajahnya merona merah karena amarah yang perlahan muncul kembali, mengingatkan akan segala perasaan buruk yang pernah ia alami selama masa sekolah dulu. Dante adalah seseorang yang dulu membuat hidupnya menjadi neraka-perundungan yang ia terima dari pria ini masih membekas, masih terasa sakit.

"Kau... apa yang kau lakukan di sini?" suara Vera keluar lebih tajam dari yang ia inginkan, mencoba menahan emosinya yang mulai meledak.

Dante terlihat sedikit terkejut, namun segera menanggapi dengan nada santai. "Aku di sini hanya untuk menikmati malam. Lagipula, kita sudah lama tidak bertemu. Tak ada salahnya kalau kita bicara sedikit, bukan?"

Vera merasa seolah-olah dunia berputar lebih cepat. Ia tahu ia seharusnya meninggalkan tempat itu sekarang juga, menghindar dari pria yang membawanya pada kenangan pahit. Tetapi, di sini, di dalam klub yang penuh dengan orang asing ini, ia merasa seolah tak ada jalan keluar. Kiana sudah lebih dulu terlarut dalam keramaian, meninggalkan Vera sendirian dengan Dante.

Tanpa sadar, ia mendapati dirinya mengikuti langkah Dante yang mengajaknya lebih dalam ke area yang lebih gelap di klub. Di sanalah pertemuan mereka berakhir dalam keheningan yang tak terucapkan, sebuah ketegangan yang mengambang di udara. Meskipun Vera berusaha menahan, ia tidak bisa menepis perasaan aneh yang mulai muncul.

Malam itu berlanjut lebih cepat dari yang ia duga. Keberadaannya bersama Dante tidak bisa ia hindari. Ada yang aneh dalam interaksi mereka, sesuatu yang lebih dari sekadar kebencian masa lalu yang mereka bagi. Dan ketika musik mengalun lebih keras, ketika cahaya berkelip lebih terang, Vera merasakan dirinya mulai kehilangan kendali. Entah kenapa, ia tidak bisa menahan diri saat Dante mendekat lebih dekat, mendekapnya, dan dalam kebingungannya, mereka jatuh ke dalam keintiman yang tak terduga.

Pagi hari datang begitu cepat. Vera terbangun dengan rasa pusing yang luar biasa, matanya masih kabur oleh kebingungan dan kepedihan. Ketika ia membuka matanya, semuanya terasa begitu asing. Tubuhnya terbaring telentang di atas ranjang hotel yang tak dikenalnya, dan di sampingnya, Dante tidur dengan tenang.

Tubuhnya terkejut, otaknya berusaha mengingat kembali kejadian semalam, tetapi kenangan itu terlalu kabur, terlalu membingungkan. Apa yang telah ia lakukan? Bagaimana bisa ia berada di sini, di samping pria itu? Tangan Vera gemetar, matanya membelalak dengan rasa takut. Ia harus pergi, sekarang juga.

Namun, saat ia hendak bangkit, suara Dante yang berat terdengar di sampingnya. "Vera... apa yang kita lakukan kemarin bukanlah sebuah kebetulan. Kita berdua tahu itu."

Rasa sakit dan kebencian yang Vera rasakan selama ini tiba-tiba meluap begitu saja, menghantamnya dengan begitu keras. Seolah seluruh dunia berputar lebih cepat, menambahkan ketegangan pada situasi yang sudah cukup buruk.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Benci Membawa Cinta
8.2
Eleonore Duvall, pewaris angkuh Duvall Enterprises, menjalani pernikahan dua tahun dengan Kaelan Ravenswood, pria yang dicurigai sebagai pembunuh keluarganya. Walau dipandang sebelah mata, Kaelan menyimpan obsesi mendalam sejak malam rahasia masa lalu mereka. Ia pun bertekad mempertahankan pernikahan demi melindungi rahasia besarnya. Saat Eleonore menyelidiki kematian tragis keluarganya, kebenciannya goyah oleh cinta tak terduga dan identitas asli sang suami.
Sampul Novel Istri yang Libidonya Rendah
9.0
Novel modern "Istri yang Libidonya Rendah" mengisahkan konflik rumah tangga yang dipicu oleh kondisi fisik sang istri. Terlahir dengan hasrat seksual yang sangat rendah, ia kerap membuat suaminya merasa tidak puas dan frustrasi. Demi menyelamatkan pernikahan mereka, sang suami menyarankannya untuk berkonsultasi dengan seorang praktisi pengobatan tradisional yang memiliki reputasi besar. Namun, ketika ia mulai menjalani terapi tersebut, ia dikejutkan oleh metode pengobatan tidak biasa yang di luar dugaannya.
Sampul Novel Kuhancurkan Harga Dirimu, Galih
8.4
Tujuh tahun kulupakan karier hukum demi mendukung mimpi Galih. Sialnya, dia malah mengabaikanku demi Davina, bahkan abai pada alergi seafood-ku saat sakit. Setelah 52 kali rencana masa depan kami dibatalkan sepihak, aku memilih pergi. Kini, aku bangkit menjadi pengacara sukses yang mandiri. Saat Galih bersujud memohon di depan kantor, aku menolaknya dengan tegas. Waktunya telah tiba bagiku untuk menghancurkan harga dirinya dan memegang kendali penuh atas takdirku sendiri.
Sampul Novel Nafkah dua puluh ribu darisuamiku
8.4
Kehidupan rumah tangga yang tampak sempurna dengan suami mapan dan bergelimang harta ternyata menyimpan kepedihan mendalam. Di balik fasilitas serbakecukupan yang tersedia, seorang istri justru harus berjuang sendiri demi bertahan hidup tanpa nafkah yang layak. Kemewahan yang kasat mata tidak menjamin kebahagiaannya. Ini adalah kisah tentang keteguhan hati dan perjuangan seorang wanita dalam menemukan kemandirian di tengah dinginnya pernikahan yang semu.
Sampul Novel Rahasia Kelam Suamiku
8.8
Mimpi burukku dimulai di sebuah vila Puncak. Di sana, aku mendapati adik Baskara yang dikira telah tiada rupanya masih hidup. Suami dan orang tuaku bahkan merawat anak hasil hubungan gelap mereka. Lima tahun lamanya aku diperalat demi menutupi skandal keji ini. Kini, Baskara berniat menjebloskanku ke rumah sakit jiwa. Usai membakar vila itu untuk kabur, aku terpaksa bersekutu dengan rival terbesar suamiku demi membalas pengkhianatan mereka.
Sampul Novel Satu-PD182
8.2
Sembilan kali baju wanita lain ada di loker suamiku, dan ia selalu berdalih. Kali ini, sepasang pakaian bayi ia sebut kepunyaan anak magang yang malang. Sambil merapikan dasinya, aku mengajaknya menemui pemilik baju itu. Wajahnya langsung pucat saat aku menuntunnya ke rumah tetangga baru kami yang mengaku lajang. Di sana, perempuan itu sedang menggendong bayi dengan gaun yang sangat aku kenali. Kebohongan suamiku akhirnya runtuh seketika di depan pintu rumah kami sendiri.