APKDock Logo
Sampul Novel Hamil Dengan Pengkhianat

Hamil Dengan Pengkhianat

8.6 / 10.0
Malam tak terduga di Paris mempertemukan Vera dengan Dante, sosok masa lalu yang paling ia benci. Setelah kembali ke Jakarta, Vera terkejut mendapati dirinya tengah mengandung anak dari pria tersebut. Bertekad melupakan masa lalu, ia memilih untuk merawat bayinya seorang diri. Namun, takdir berkata lain saat Dante tiba-tiba muncul kembali di hadapannya. Kehadiran pria itu mengacaukan rencana Vera, membawanya masuk ke dalam dilema yang rumit.

Hamil Dengan Pengkhianat Bab 1

Vera berdiri di tepi balkon apartemennya yang kecil di Paris, memandang ke arah jalan yang sibuk. Pikirannya jauh, terombang-ambing antara kenyataan dan kenangan yang menyakitkan. Kota ini, yang seharusnya menawarkan kebebasan dan petualangan baru, malah terasa menekan. Tiga bulan di kota yang penuh gairah ini tidak membuatnya merasa lebih hidup. Sebaliknya, ia merasa semakin terasingkan, seolah berada di luar batasan dunia yang orang lain jalani. Ada kesedihan di balik setiap senyuman yang ia tunjukkan pada orang-orang yang lewat.

Setiap detik berlalu, rasa sakit itu semakin mendalam. Kecelakaan yang merenggut impian dan kehidupan masa lalunya masih membayang, menghantuinya, meninggalkan luka yang belum sembuh. Dia tidak tahu lagi apa yang dia cari di Paris, selain melarikan diri dari bayang-bayang kehidupannya di Jakarta.

"Vera, kamu oke?" suara Kiana, teman baru yang dikenalnya beberapa minggu lalu, menyadarkannya dari lamunan. Vera menoleh, menemukan Kiana berdiri di pintu dengan ekspresi khawatir.

Vera hanya mengangguk, meskipun hati kecilnya tahu bahwa dia tidak benar-benar baik-baik saja. Kiana mendekat, duduk di sampingnya, lalu menatap Vera dengan mata penuh pemahaman.

"Aku tahu kamu nggak sedang baik, Vera. Tapi... mungkin kita butuh sedikit hiburan malam ini. Ada pesta di klub malam, banyak orang menarik. Apa kamu mau ikut?"

Vera menghela napas. Pesta. Klub malam. Semua itu terdengar seperti ide yang buruk, tetapi dia merasa tak punya pilihan lain. Keberadaannya di Paris sudah cukup lama untuk mengerti bahwa terkadang, mencoba hal baru-meskipun itu terdengar berisiko-bisa menjadi pelarian dari kenyataan yang menyesakkan.

"Boleh," jawabnya akhirnya, meskipun rasa malas masih menyelimutinya. Kiana tersenyum lebar, mata berbinar seperti biasanya.

Malam itu, Vera dan Kiana melangkah memasuki klub malam yang penuh dengan gemerlap lampu dan musik keras. Ada sensasi yang datang bersama keramaian, suara musik yang memecah keheningan dalam dirinya. Namun, semakin dalam ia masuk ke dalam klub, semakin ia merasa kesepian. Mata yang bertemu dengan matanya hanya sekilas, tidak ada yang benar-benar melihatnya.

Vera berdiri di sisi bar, memesan minuman, berusaha untuk tidak terlalu memperhatikan sekelilingnya. Tetapi ada sesuatu di dalam klub ini yang membuatnya merasa gelisah, sebuah perasaan yang mengingatkannya pada masa lalu yang lebih kelam. Dia tidak tahu mengapa, tetapi ia merasa ada yang salah.

Beberapa saat kemudian, seorang pria mendekatinya. Vera mendongak, dan jantungnya seolah terhenti sejenak. Pria itu tampak familiar, meskipun ia hampir tidak dapat mengenalinya. Rambut hitamnya yang rapi, mata birunya yang tajam, serta tubuh tegap dan wajah tampan yang sulit untuk dilupakan-itu adalah Dante. Pria yang selama bertahun-tahun ia benci, pria yang dahulu membuat hidupnya penuh dengan penderitaan.

Dante, yang kini tampaknya lebih dewasa dan memikat, tersenyum tipis saat melihat Vera. "Vera... Tak kusangka kita bertemu di sini."

Vera merasa perutnya mual. Ini tidak mungkin terjadi. Kenapa pria ini bisa ada di sini, di tempat yang sama dengannya? Wajahnya merona merah karena amarah yang perlahan muncul kembali, mengingatkan akan segala perasaan buruk yang pernah ia alami selama masa sekolah dulu. Dante adalah seseorang yang dulu membuat hidupnya menjadi neraka-perundungan yang ia terima dari pria ini masih membekas, masih terasa sakit.

"Kau... apa yang kau lakukan di sini?" suara Vera keluar lebih tajam dari yang ia inginkan, mencoba menahan emosinya yang mulai meledak.

Dante terlihat sedikit terkejut, namun segera menanggapi dengan nada santai. "Aku di sini hanya untuk menikmati malam. Lagipula, kita sudah lama tidak bertemu. Tak ada salahnya kalau kita bicara sedikit, bukan?"

Vera merasa seolah-olah dunia berputar lebih cepat. Ia tahu ia seharusnya meninggalkan tempat itu sekarang juga, menghindar dari pria yang membawanya pada kenangan pahit. Tetapi, di sini, di dalam klub yang penuh dengan orang asing ini, ia merasa seolah tak ada jalan keluar. Kiana sudah lebih dulu terlarut dalam keramaian, meninggalkan Vera sendirian dengan Dante.

Tanpa sadar, ia mendapati dirinya mengikuti langkah Dante yang mengajaknya lebih dalam ke area yang lebih gelap di klub. Di sanalah pertemuan mereka berakhir dalam keheningan yang tak terucapkan, sebuah ketegangan yang mengambang di udara. Meskipun Vera berusaha menahan, ia tidak bisa menepis perasaan aneh yang mulai muncul.

Malam itu berlanjut lebih cepat dari yang ia duga. Keberadaannya bersama Dante tidak bisa ia hindari. Ada yang aneh dalam interaksi mereka, sesuatu yang lebih dari sekadar kebencian masa lalu yang mereka bagi. Dan ketika musik mengalun lebih keras, ketika cahaya berkelip lebih terang, Vera merasakan dirinya mulai kehilangan kendali. Entah kenapa, ia tidak bisa menahan diri saat Dante mendekat lebih dekat, mendekapnya, dan dalam kebingungannya, mereka jatuh ke dalam keintiman yang tak terduga.

Pagi hari datang begitu cepat. Vera terbangun dengan rasa pusing yang luar biasa, matanya masih kabur oleh kebingungan dan kepedihan. Ketika ia membuka matanya, semuanya terasa begitu asing. Tubuhnya terbaring telentang di atas ranjang hotel yang tak dikenalnya, dan di sampingnya, Dante tidur dengan tenang.

Tubuhnya terkejut, otaknya berusaha mengingat kembali kejadian semalam, tetapi kenangan itu terlalu kabur, terlalu membingungkan. Apa yang telah ia lakukan? Bagaimana bisa ia berada di sini, di samping pria itu? Tangan Vera gemetar, matanya membelalak dengan rasa takut. Ia harus pergi, sekarang juga.

Namun, saat ia hendak bangkit, suara Dante yang berat terdengar di sampingnya. "Vera... apa yang kita lakukan kemarin bukanlah sebuah kebetulan. Kita berdua tahu itu."

Rasa sakit dan kebencian yang Vera rasakan selama ini tiba-tiba meluap begitu saja, menghantamnya dengan begitu keras. Seolah seluruh dunia berputar lebih cepat, menambahkan ketegangan pada situasi yang sudah cukup buruk.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Hamil Dengan Pengkhianat

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Bayangan Luka di Balik Seragam Putih
7.9
Demi membersihkan nama baik sang adik yang tewas dalam fitnah, Aldian menyelidiki seorang guru bereputasi bersih yang ternyata menyimpan rahasia kelam. Di tengah misi balas dendam itu, ia bertemu Aluna, putri guru tersebut yang hidupnya tertekan oleh ambisi sang ibu. Meski awalnya berniat memanfaatkan Aluna, Aldian menyadari gadis itu juga memendam luka yang sama. Kini, ia bimbang antara menuntaskan dendamnya atau memilih cinta yang tumbuh di tengah kebenaran pahit.
Sampul Novel DI JODOHKAN DENGAN PAK GURU
9.6
Alvino Rakha Satyawidjaya, pewaris tunggal raksasa properti Asia, lebih memilih mengabdi sebagai guru sederhana. Sementara itu, Rachelia Amora Dirgantara, siswi populer di SMA Cakrawala, tengah bahagia berpacaran dengan Leonel Grestavio. Namun, asmara Rachel hancur berantakan begitu mengetahui dirinya akan dijodohkan. Kejutan besar menanti saat ia menyadari calon suaminya adalah gurunya sendiri di sekolah. Kini, ia terjebak dalam dilema antara cinta dan takdir.
Sampul Novel Dunia Pelita
9.8
Pelita, model tangguh berlatar keluarga retak, kehilangan kesuciannya akibat insiden tragis. Kejadian ini mengikat takdirnya dengan Adhim, pemimpin geng motor yang juga putra kiai. Demi menebus dosa, Adhim menawarkan pernikahan. Namun, Pelita yang enggan berkomitmen menjadi ragu. Perbedaan dunia mereka yang kontras kini menjadi ujian terbesar. Mampukah hubungan mereka bertahan di tengah bayang-bayang masa lalu kelam dan konflik yang terus mengintai?
Sampul Novel Melodi Rindu di Senyap Malam
9.3
Kisah romansa modern ini menyoroti perjalanan batin seseorang dalam memaknai cinta sejati dan sebuah pengampunan. Lewat keheningan malam yang damai, pembaca diajak menyelami refleksi emosional serta spiritual yang mendalam. Setiap momen sepi menjadi ruang untuk merenungi arti kehidupan yang penuh kerinduan. Buku ini menghadirkan narasi menyentuh hati agar kita bisa menghargai setiap detik kesunyian sebagai sebuah simfoni indah.
Sampul Novel Pernikahan Luka
8.8
Kehidupan indah Dewi Sekar Sari bersama suaminya, pengusaha sukses Aji Pangestu, hancur karena kehadiran Putri Nagita. Namun setelah Aji menikahi selingkuhannya itu, ia justru dikhianati oleh Putri yang berselingkuh dengan sahabatnya, Bagaskara. Di tengah kepedihan yang melanda, Dewi dipertemukan kembali dengan sosok dari masa lalunya, Andika. Pertemuan tersebut perlahan menumbuhkan kembali benih-benih cinta lama di antara mereka berdua di atas luka yang belum sepenuhnya kering.
Sampul Novel Setelah Ditinggalkan, Aku Menjadi Spesialis Andrologi
8.4
Kehidupan Leanna berubah sejak Paman Nate memberi rumah dan menumbuhkan rasa cinta di hatinya. Namun, Nate membuangnya ke luar negeri demi sebuah pernikahan. Untuk membalas dendam, Leanna pulang sebagai pakar andrologi sukses. Nate yang melajang lalu menantang keahliannya di ranjang. Meski digoda dan diragukan profesionalismenya, Leanna dengan sinis mengejek masalah kejantanan pamannya itu tanpa sudi menjadikannya bahan percobaan.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan