APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Goyangan Panas Ibu Mertua

Goyangan Panas Ibu Mertua

Suatu malam, Rudi dikejutkan oleh sentuhan provokatif dari Nina, ibu mertuanya sendiri. Meski Nina beralasan hanya ingin minum, tindakan itu membuat Rudi tidak nyaman. Dengan tegas, ia mengingatkan Nina akan statusnya sebagai suami dari putri kandungnya. Namun, peringatan itu diabaikan. Nina yang sangat mendambakan perhatian justru semakin berambisi. Ia pun mulai merancang siasat licik demi memikat sang menantu malam ini, tanpa memedulikan segala risiko.
Bab
Bagikan

Bab 3

Rudi seketika mendorong Nina yang saat ini berada di atasnya, Saking kaget ketika dia mendengar suara pintu yang diketuk.

" Aww... Sakit, Kamu kenapa kasar begitu sih Rudi?" Tanya Nina yang tidak terima dirinya di dorong begitu keras oleh Rudi sehingga ia jadi terjungkal akibat ulahnya Rudi.

"Ma- maafkan saya,Ma! Sa-saya kaget dan refleks mendorong Mama sampai terjatuh," Jawab Rudi sambil membantu Nina sang ibu mertua berdiri.

Setelah menolong Nina, Rudi langsung mengenakan semua pakaiannya secara cepat, seiring dengan ketukan pintu yang semakin cepat.

Melihat Rudi yang panik seperti itu, Membuat Nina tidak terima, Karena Rudi menghentikan permainan di saat Nina hampir sampai pada puncaknya.

" Rud, Kamu mau ngapain?kenapa semua pakaian di pakai? Kan belum selesai? Enak di kamu, Gak enak di saya dong,"Ucap Nina protes.

"Hentikan kegilaanmu ini, Ma! Apa telingamu tuli? Kau tidak mendengar pintu yang digedor sekarang? Sebaiknya pakailah pakaianmu, Aku tidak mau ketangkap basah dan pernikahan aku yang baru berlangsung dengan hitungan jam, Harus berakhir konyol karena masalah ini?" Tanya Rudi.

"Persetan dengan itu semua! Walaupun mereka tau tentang kita, Aku sama sekali tidak peduli Rud! Yang penting aku bisa terpuaskan dengan semua keinginan ku terpenuhi," jawab Nina yang tidak mau tau.

Rudi benar-benar merasa kalau Nina sudah mulai tidak waras, Bahkan Dia tidak tampak cemas sama sekali saat ini, Padahal Rudi sudah hampir pecah kepalanya memikirkan alasan apa yang akan dia berikan ketika nanti Vanessa menanyakan tentang keberadaan dirinya dan Mertua di dalam kamar mereka.

"Kamu tidak perlu cemas begitu, Sayang! Aku tidak mungkin membiarkan hubungan rumah tangga kamu dan Vanessa hancur, Itu sama saja membuat aku tidak bisa dekat-dekat lagi dengan kamu, sekarang tolong dengarkan aku! Cepat buka pintu itu, Aku akan berada di balkon dan carilah alasan agar istrimu itu tidak jadi masuk kedalam kamar ini, Kau mengerti?" Tanya Nina.

Karena tidak bisa memikirkan cara apapun saat ini, Rudi hanya menurut saja semua yang dikatakan oleh Nina kepadanya, Setidaknya apa yang dilakukan Nina ada benarnya juga, Pernikahan yang baru hitungan jam itu bisa diselamatkan untuk hari ini.

~~~

Di ruang keluarga

Vanessa yang dari tadi asyik berbincang dengan seluruh anggota keluarga, Sehingga Vanessa lupa kalau dari tadi dia tidak bersama dengan suaminya, Vanessa seakan lupa kalau dia sudah bersuami dan juga mempunya status yang baru.

Tari yang saat itu baru datang dan bergabung dengan mereka semua, Langsung mempertanyakan tentang suami Vanessa yang tidak terlihat ada disampingnya, Padahal notabenenya mereka adalah pengantin baru, Yang identik dengan selalu bersama dimanapun berada.

" Van,Suami kamu mana?" Tanya Tari.

" Suami? Vanessa mulai bingung dengan pertanyaan dari Tante nya itu, karena dari tadi mereka memang membahas tentang di luar acara yang sudah mereka gelar.

" Jangan bilang kamu lupa kalau kamu sudah punya suami ya Van, belum sampai 1 hari loh, Masak iya kamu udah lupa sih?" Tanya Tari sambil menepuk jidat

Vanessa tampak berpikir sebentar,lalu

" Astaga! Aku lupa kalau tadi aku habis makan malam bersama mas Rudi, kemana ya, Dia?" Tanya Vanessa sambil melihat-lihat sekitar ruang keluarga.

" Ya ampun, Van! Kumat lagi ya sifat lupa Lo itu, bahkan hal sepenting itu bisa Lo lupain? Jangan-jangan bentar lagi Lo bakalan lupa juga kalau Lo itu anak siapa," ejek Tari.

" Sialan,Lo!"

Vanessa langsung melempar bantal yang ada di sofa tersebut ke arah Tari, Dia langsung berdiri mencari keberadaan suaminya yang entah dari kapan dia tidak berada di sampingnya.

Semua ruangan bawah sudah di cari oleh Vanessa, Tetapi, Dia tidak dapat menemukan Rudi dimanapun di tempat ini, Vanessa berpikir paling suaminya itu saat ini sedang istirahat di kamar, Karena cuman tempat itu satu-satunya tempat yang belum di datangi oleh Vanessa untuk mencari suaminya.

Vanessa bergegas menaiki tangga dan menuju ke kamar pengantin dirinya dan Rudi tempati, kamar yang sengaja dipilih Vanessa untuk dirinya ketika pembuatan rumah dulunya, Selain pemandangan yang bagus dari atas, Vanessa sangat menyukai kesunyian, Hal itulah yang membuat Vanessa memilih kamar itu untuknya.

Setelah sampai di depan pintu kamar nya sendiri, Vanessa mencoba mendorong pintu yang tadi di awal tidak di kunci mereka, Tetapi, saat ini pintu tersebut ternyata tidak bisa dibuka dan dikunci dari dalam.

Vanessa bingung, Kenapa pintunya bisa terkunci, Padahal seingatnya tadi sebelum mereka pergi, Pintu ini masih terbuka."

"Apa mungkin mas Rudi tidur? Makanya dia mengunci pintu ini? Tetapi, kenapa dia tidak mengatakan apa-apa kepadaku kalau ingin istirahat? Atau mungkin dia marah padaku? Karena aku mengabaikan dirinya?" Vanessa mulai bermonolog sendiri dan menerka-nerka apa yang terjadi saat ini.

Dengan sedikit keraguan antara mengetuk pintu dan membiarkan suaminya itu di dalam, Vanessa memilih berdiri saja di depan pintu itu dan mencoba untuk menimbang baik dan buruknya apa sikap yang akan dilakukan oleh Vanessa saat ini.

"Aku harus apa sekarang? Apa aku ketuk saja pintunya? Takutnya nanti pas Aku ketuk Mas Rudi beneran lagi istirahat dan ketukan pintu itu malah mengganggu istirahatnya. Tetapi, kalau aku biarkan saja seperti ini, Takutnya memang aku yang membuat kesalahan karena terlalu lama mengabaikannya dari tadi karena terlalu sibuk mengobrol dengan seluruh anggota keluarga, sehingga aku melupakan dirinya. Argh... Aku harus apa?" Cicit Vanessa sendiri.

Lama Vanessa berdiri mematung di depan pintu kamarnya sendiri, tetapi, Ada sesuatu hal yang lama-kelamaan didengar oleh Vanessa dari dalam kamar tersebut.

Seperti suara orang berbicara, Vanessa mencoba untuk lebih menajamkan pendengarannya ke arah pintu tersebut, namun, Tidak terdengar lagi.

Akhirnya setelah perdebatan panjang dengan pemikirannya, Dia lebih memilih untuk mengetuk saja pintu tersebut dan membangunkan suaminya.

Ketukan demi ketukan yang ia lakukan, Tetap tidak membuat sang suami membuka pintunya. Dia lalu mencoba lagi dan lagi untuk mengetuk pintu tersebut, Karena tidak ada tanda-tanda mau dibuka, Akhirnya dia memutuskan untuk memanggil sambil terus mengetuk pintu yang masih tertutup rapat itu.

Tok...tok ...tok... Mas?

Tak ada jawaban, dia mengulanginya sampai berulang kali, tetap saja tidak dijawab.

"Mas? Kamu ketiduran? Masak iya sih gedoran pintu Segede gini dia gak denger? Kamu tidur apa mati sih mas? Buka pintunya dulu, kamu marah sama aku? Ayo, ngomong dulu! Jangan ngambek begini! Gak lucu tau gak," ucap Vanessa yang mulai jengkel karena pintu yang dia harapkan terbuka sampai saat ini masih belum terbuka.

" Kalau kamu gak mau buka ini pintu, jangan salahin aku kalau pintu ini aku dobrak ya,Mas! Kamu gak tau ya kalau aku ini adalah atlet pencak silat, gak susah buat Aku membuka pintu ini jika aku mau merusaknya," teriak Vanessa lagi.

Vanessa masih mencoba menunggu agar suaminya itu membuka pintu, Tapi masih tetap tidak terbuka, Perasaan khawatir akan suaminya membuat Vanessa berencana akan mendobrak langsung pintu yang ada di depannya saja. Vanessa langsung mengambil ancang-ancang agar bisa menendang dengan perkiraan yang tepat.

Ketika dia merasa sudah pas,dia mulai menghitung,1...2..ti-

Hiyaaaaa- tendangan mulai di layangkan oleh Vanessa

Ceklek...Van-

Bugh!

Aaaaa....!!!

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel DIKIRA MISKIN
8.0
Yudi dan Antika selalu direndahkan oleh kakak ipar mereka yang mengira kehidupan mereka serbaterbatas. Padahal, selama tinggal di kota, pasutri ini telah sukses besar dan mapan. Saat kebenaran tentang kemakmuran mereka akhirnya terbongkar, sikap keluarga yang semula meremehkan langsung berbalik manis demi mencari keuntungan. Akankah Yudi dan Antika sudi menerima kembali keluarga yang mendadak mendekat setelah sekian lama menghina mereka?
Sampul Novel Gadis Berbalut Luka
8.7
Ditinggalkan begitu saja oleh sang kekasih membuat Ayana kehilangan kepercayaan pada pria. Ia pun bertekad mengunci rapat hatinya demi mencegah kepedihan yang sama terulang kembali. Namun, ketetapan hati Ayana goyah saat Bima Argunarta tiba-tiba hadir lagi dalam hidupnya. Sosok dari masa lalu ini membawa kembali rangkaian memori kelam yang menakutkan sekaligus menyesakkan dada. Kini, Ayana terpaksa berhadapan kembali dengan luka lama yang belum sepenuhnya sembuh.
Sampul Novel Misi Cinta: Dendam Mantan Istri
7.9
Akibat insiden tak terduga, Terence terpaksa menikahi Julia dan membatalkan pertunangannya dengan Jean. Selama tiga tahun pernikahan, Terence yang membenci Julia enggan menyentuhnya. Begitu Jean kembali, Terence langsung menceraikan Julia begitu saja. Merasa dikhianati oleh saudara sendiri dan suami yang dicintainya, Julia tidak tinggal diam. Ia kini bangkit membawa dendam membara untuk membalas rasa sakit hati kepada mereka berdua.
Sampul Novel Penipuan Bayi Miliaran Suamiku
9.2
Lima belas tahun aku merelakan mimpi menjadi ibu demi cinta dan kutukan keluarga suamiku. Namun, demi melahirkan pewaris bisnis sesuai tuntutan kakeknya, dia menyewa ibu pengganti yang mirip denganku. Janji bahwa ini hanyalah prosedur medis biasa hancur saat dia mulai tidur dengannya dan mengabaikanku. Pernikahan kami pun runtuh ketika dia melupakan momen penting kami demi perempuan asing itu.
Sampul Novel PESONA CINTA CEO
9.2
Hanum kehilangan pekerjaan setelah dipecat oleh Tibra, sang pemilik hotel. Saat menenangkan diri di lounge, ia justru menyelamatkan Tibra yang sedang berkelahi dengan bantuan Jo. Tibra sempat menawarinya kembali bekerja, tetapi Hanum menolak demi menjaga hubungan kasihnya dengan Jo. Tak disangka, pengkhianatan Jo dan sahabatnya menghancurkan hati Hanum. Di tengah keterpurukan itu, Tibra hadir mendampinginya hingga ke New York, tempat benih cinta sejati mulai tumbuh di antara mereka.
Sampul Novel TAKDIR CINTA SANG PRAJURIT
8.2
Zanna Kirania paham betul konsekuensi menjadi istri tentara. Baru tiga bulan membina rumah tangga, sang suami, Adiyasa, langsung dikirim bertugas ke Pulau Natuna. Setelah dua tahun terpisah jarak Bandung-Natuna, Zanna akhirnya menyusul dan tinggal di mess sederhana di sana. Kehidupan sosialitanya seketika berubah total di tengah keterbatasan fasilitas pulau terpencil. Mampukah Zanna beradaptasi dan bertahan melewati segala rintangan sebagai seorang istri prajurit?