APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Good morning Pak Dosen (Series 3)

Good morning Pak Dosen (Series 3)

Axel Leo Dinata dan Elvio Nadira membuktikan bahwa ketulusan cinta sejati mampu melampaui jurang perbedaan intelektual yang mencolok di antara mereka. Sayangnya, perjalanan asmara pasangan ini tidaklah mudah. Berbagai rintangan berat terus berdatangan untuk menguji kesetiaan satu sama lain. Kini, Axel dan Elvio harus berjuang keras menghadapi tembok penghalang besar yang mengancam keutuhan masa depan hubungan mereka.
Bab
Bagikan

Bab 3

"Dira," gumam Leo segera menghampiri Dira yang saat itu masih mengemasi buku-bukunya yang berjatuhan.

Setelah semua bukunya terkumpul, ia langsung saja berlalu pergi dari hadapan Leo tanpa meninggalkan sepatah katapun.

"Ra," panggil Leo. Tapi, tak ia hiraukan. Yakali orang lagi kesal malah nyahut 'ya, Beb,'

Awalnya Dira hendak menuju kelas, tapi sekarang ia tak berminat lagi. Ia melangkahkan kakinya menuju belakang kampus, dan menyendiri dibalik sebuah pohon besar. Untung saja bukan pohon beringin. Kalau tidak, ia pasti akan langsung menggantung lehernya di akar-akar yang berjuntaian itu.

Pandangan yang tak mengenakkan barusan, benar-benar mengganggu pikirannya. Otaknya berusaha berpikiran positif, tapi tetap saja yang namanya hati akan berpikir sejenaknya juga.

Dira tak ingin masuk kelas, tapi tiba-tiba Kiran malah mengiriminya pesan agar segera ke kelas.

Jadilah, ia harus menahan rasa sesak di dadanya untuk beberapa saat.

Ia segera menuju kelas dengan hati yang masih nyesek. Bahkan, saat masuk pun ia hanya diam. Padahal saat itu Leo sudah berada di sana.

"Saudari Dira, kenapa terlambat?" tanya Leo.

"Toilet," jawab Dira ketus sambil terus berjalan menuju kursinya, tanpa mengarahkan pandangannya pada Leo.

Leo bisa lihat kalau Dira kesal padanya, tapi ia masih mengingat kalau ini di dalam kelas. Statusnya adalah dosen dan ia harus bersikap profesional.

Kiran saja sampai terheran-heran di buatnya. Apa yang terjadi dengan sahabatnya itu?

"Lo kenapa?" tanya Kiran lewat pesan di ponselnya.

"Gue lihat Leo sama cewek, mereka lagi pelukan," balas Dira pada pesan Kiran.

Saat Kiran menerima pesan itu, jelas ia kaget dan sedikit tak percaya. Seorang Leo yang sifatnya tak jauh berbeda dengan Arland, mau-maunya disentuh wanita? Sepertinya ada kesalahpahaman. Kiran berinisiatif untuk mengirimkan bukti pesan Dira barusan, pada Leo.

Sesaat setelah Leo membaca pesan dari Kiran, ia mengarahkan pandangannya pada Kiran. Kiran mengangkat kedua bahunya pertanda tidak mengerti.

Hingga kelas usaipun, tampang Dira masih saja kecut dan selalu membuang muka saat Leo mencuri pandang padanya.

"Lo yakin, Leo pelukan sama cewek lain?" tanya Kiran yang langsung menghampiri Dira.

"Iya. Gue liat sendiri," jawabnya

"Jangan-jangan lo salah lihat."

Dira mendengus saat Kiran tak mempercayai ucapannya. "Haruskah gue ajak lo flashback ke waktu gue ngeliat itu semua? Tapi sayangnya, nggak bisa. Udah ah, gue males. Duluan ya," ucapnya berlalu pergi meninggalkan Kiran.

Dira hendak masuk ke dalam mobilnya, tapi seseorang malah menariknya masuk ke dalam mobil yang parkir di samping mobilnya.

Ia kaget, apalagi saat tau kalau yang menariknya barusan adalah, Leo.

"Bapak apa-apaan, sih. Buka pintunya sekarang. Saya mau keluar!" seru Dira. Ia tak ingin berada di situasi seperti ini.

"Bersikaplah seolah aku ini pacarmu."

"Setelah kejadian tadi, masih menganggap aku ini pacarmu?"

"Kamu salah paham. Aku nggak meluk dia, tapi dianya aja yang langsung main peluk," bantah Leo.

"Kalau memang kamu nggak memeluknya, harusnya kamu ngejar aku, yakinin aku, dan jelasin yang sebenarnya. Tapi apa, kamu bahkan menganggap seolah tak terjadi apa-apa. Kamu pikir aku tak punya perasaan?"

"Aku hanya ingin kamu mempercayaiku, tanpa harus ku jelaskan."

''Tapi aku butuh penjelasan."

"Namanya Indah, dia itu anak dari teman bisnis orang tuaku. Dia akan mulai mengajar juga di kampus ini. Sikapnya memang seperti itu, bahkan Arland juga mengenalnya,"

terang Leo pada Dira. Ia berharap kalau Dira bisa mengerti.

"Tetap saja, aku nggak suka kamu dipeluk-peluk seperti itu." Dira mendengus.

Ia berpikir, sepertinya hari-harinya bersama Leo bakalan lebih sulit dengan adanya wanita itu di kampus.

"Bagaimana kalau aku yang memelukmu?"

"Aku tidak mau," jawabnya ketus

"Oo baiklah. Aku tahu, pelukan memang tak semanis ciuman. Lain kali, aku akan memberikannya lagi." mulutnya melengkung membentuk senyuman.

Sudah ia katakan, sikap Leo sangat berbanding terbalik ketika bersamanya, dan ketika statusnya sebagai dosen ataupun ada orang lain di antara mereka. Tapi, jujur saja, Dira menyukai sifat yang di miliki oleh Leo.

"Ngomong apa, sih. Udah ah, aku mau pulang. Masih kesal sama kamu," ucap Dira hendak keluar dari mobil. Tapi, niatnya kembali tertahan. Saat ia membuka pintu mobil, ternyata masih dikunci oleh Leo. Ia kembali mengarahkan pandangan pada Leo. "Buka pintunya, Bapak. Saya mau keluar."

"Kalau saya nggak mau?"

"Leo, buka pintunya," geram Dira pada Leo yang terus mempermainkannya.

"Kita makan siang dulu," ajaknya

"Aku nggak bisa," tolaknya

"Kenapa?"

"Karena aku harus...."

'Tok-tok-tok,' Seseorang mengetuk pintu mobil. Leopun segera menurunkan kaca dan melihat siapa yang telah menggangunya.

"Ada apa?" tanya Leo yang ternyata orang tersebut adalah Indah.

"Bisa anterin aku pulang, soalnya tadi pagi berangkatnya nebeng sama Papa," jelasnya tanpa ragu.

"Ehem," Leo berdehem. "Kamu nggak lihat kalau aku lagi sama pacarku," ujar Leo menarik Dira agar sedikit mendekat padanya, "Jadi, menurut kamu, apa aku akan memilih mengantarkanmu pulang dan meninggalkan dia disini. Begitukah?"

"Oo, maaf. Aku pikir kamu sendirian," ia pura-pura tersenyum. "Kamu sudah punya pacar, dan dia seorang mahasiswi?" tanya Indah dengan wajah tak sukanya itu.

"Iya, kenapa. Ada masalah?" Leo balik bertanya.

Indah menggeleng. "Kalau gitu aku naik taksi aja, ya," ucapnya sambil berlalu pergi, meninggalkan tatapan kesalnya pada Dira. Dan Dira sendiri, bisa merasakan itu.

"Dia menyukaimu."

"Di akhiri dengan tanda tanya, atau tanda seru?" tanya Leo.

Dira memukul lengan Leo. "Jangan mengkaitkan semua ucapan dengan pelajaran."

"Lebih bagus, pelajaran itu bisa di praktekkan langsung. Biar ilmunya nggak hilang begitu saja," balasnya

"Bunuh orang, dosa nggak?"

"Tentu saja," jawab Leo cepat. "Sebelumnya kamu harus memikirkan dulu, pasal apa saja yang akan menjeratmu setelah kamu melakukan tindakan keji itu," terang Leo.

"Begitukah?" matanya menyipit, diiringi hembusan nafas beratnya menerima penjelasan Leo.

"Apa perlu ku sebutkan satu persatu pasalnya?"

"Tidak perlu. Tidak perlu," jawab Dira cepat.

Ya ampun. Saking gregetnya, Dira berasa ingin menggigit bibir Leo yang bicara masalah hukum itu. Entah apa yang dipikiran Leo, hingga otaknya malah mendarat di masalah hukum-hukuman.

"Mau ikut aku?"

"Kemana?"

"Aku ingin mengajak kamu untuk bertemu...."

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bukan Mantan Istri Biasa
9.2
Tiga tahun menjadi istri penurut tak membuat Laura dicintai Nikolas Riyadi. Diabaikan demi wanita lain, Laura akhirnya memilih bercerai. Keputusan sang pewaris kaya kembali melajang langsung mengguncang publik. Kini, para CEO tampan saling bersaing memperebutkan hatinya. Saat Nikolas memohon kesempatan kedua di depan umum, akankah Laura luluh atau memilih melangkah pergi meninggalkan masa lalu?
Sampul Novel Cinta Palsu, Fakta Tersembunyi
8.4
Setelah Charles membatalkan pernikahan mereka demi Chelsea di pemakaman ibunya, sang protagonis menerima lamaran tulus dari teman masa kecilnya, Sugi. Tiga tahun membina rumah tangga tanpa anak, Sugi selalu bersikap manis dan menerima keadaan. Namun, kebahagiaan itu hancur saat ia tidak sengaja mendengar percakapan Sugi dengan dokter tentang pil KB yang diam-diam diberikan kepadanya. Sugi rupanya hanya memanfaatkannya, sementara hatinya tetap milik Chelsea. Menolak menjadi korban penipuan, ia pun bertekad untuk pergi.
Sampul Novel Ditinggal Nikah Dengan Adikku
8.3
Lysandra hancur saat Vincent, sang mantan, memilih melamar adiknya, Amelia. Statusnya sebagai anak angkat membuat Lysandra kian tersisih. Di situasi sulit ini, Arthur Sterling datang menawarkan pernikahan kontrak demi bisnis dan wasiat sang kakek. Namun, rahasia asal-usul Lysandra yang disembunyikan ayahnya kini terancam terungkap. Akankah Arthur tetap bertahan mendampinginya setelah tahu bahwa sang istri bukanlah putri kandung keluarga Harrison?
Sampul Novel Merenda Cinta
8.4
Aileen, putri bungsu keluarga kaya Hadiwidjaya, bermimpi menjadi desainer interior sukses selepas kuliah di Stanford. Namun, ambisinya terbentur rencana perjodohan sang ayah dengan putra sahabatnya, Hasby Al Azizy. Sikap Hasby yang pendiam sekaligus ramah justru membuat Aileen yang manja tapi cerdas ini merasa kesal sejak awal pertemuan mereka. Akankah ia menerima takdir ini? Ikuti kisah perjuangan Hasby dalam meluluhkan hati Aileen demi meraih cinta sejati mereka.
Sampul Novel PENGANTIN DADAKAN (Menikah Dengan Chef)
8.6
Hidup Cantika berbalik seratus delapan puluh derajat akibat sebuah peristiwa tak disangka. Tanpa ada rencana atau persiapan, ia mendadak dipaksa masuk ke dalam pernikahan kilat yang sangat mengejutkan. Kenyataan baru sebagai istri yang datang tiba-tiba ini membuatnya dilingkupi rasa bingung sekaligus linglung. Kini, Cantika hanya bisa tertegun dan meratapi takdirnya yang berubah drastis dalam sekejap, terikat dalam pernikahan yang tak pernah ia bayangkan.
Sampul Novel Putra Rahasia Sang CEO dan Istri Dokternya
9.1
Alina hancur saat tahu pasien kecilnya adalah anak rahasia Bramantyo, suaminya. Puncak kepedihan terjadi di sebuah pesta kala Bramantyo tega mencelakai Alina demi membela bocah itu, hingga Alina keguguran. Di tengah duka, ia diabaikan dan nyaris tewas diserang selingkuhan suaminya. Selamat dari maut, Alina memalsukan kematian demi lepas dari luka pernikahan lima tahun mereka. Ia pun pergi ke Zurich untuk memulai hidup baru yang sepenuhnya berbeda.