APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Godaan si Petani Tampan

Godaan si Petani Tampan

Mengikuti program pemuda terpelajar ke pedesaan pada era 1970-an membawa babak baru dalam hidupku. Di sana, perhatianku teralihkan oleh sosok Adri, seorang pria desa yang maskulin dan berotot. Didorong rasa penasaran, aku nekat menyelinap ke kamarnya di keheningan malam. Keputusan itu memulai hubungan intim yang penuh gairah di antara kami. Di sela-sela kesibukan menggarap ladang, kami mengukir romansa rahasia di berbagai sudut desa yang sepi dan pegunungan sunyi, meninggalkan jejak cinta yang mendalam.
Bab
Bagikan

Bab 2

Berhubung hal itu sudah terjadi, aku tidak berencana untuk menyembunyikannya. Setelah dewasa, area sensitifku terasa begitu gatal sehingga aku tidak bisa tidur setiap malam. Aku pernah menggunakan jari, pensil, timun, dan sebagainya .... Namun, tidak ada satu pun yang dapat memuaskan hasrat kuat ini.

Aku bukannya tidak pernah mencari pria kota. Hanya saja, begitu mereka melepas celana, aku langsung menolak. Ukuran mereka tidak dapat memuaskanku.

Setelah kebetulan mendengar dari temanku yang datang dari pedesaan mengatakan bahwa pria yang bekerja di ladang sangat kuat, pria idamanku berubah menjadi seorang petani yang kuat.

Aset Adri yang ada di dalam tubuhku perlahan-lahan membesar dan terasa makin panas. Aku mendesah untuk sesaat, lalu mengulum jarinya. "Kamu keras sekali."

"Meski sakit, kamu juga harus tahan."

Adri pun menurunkan pinggangnya dan bergerak secepat motor. Otot perutnya yang kencang bergerak maju dan mundur di depan mataku. Area bawah tubuhku terasa sangat puas. Suara yang kami hasilkan dapat membuat orang berimajinasi liar.

Tubuhku terasa makin panas dan hasratku sudah mencapai puncaknya. Aku pun memeluknya dengan erat sambil mengerang, "Adri, Adri!"

Gerakannya makin cepat. Dia menepuk dada montokku yang seputih salju dengan tidak puas. "Nggak boleh! Sama-sama, dong."

"Aku nggak tahan lagi ...." Aku tidak berhenti merintih, tetapi untungnya Adri mengampuniku. Saat aku mencapai puncak, Adri merangkul pinggangku dan menunjukkan senyum jahat tetapi tulus. "Sekali lagi."

Saat aku bangun, hari sudah siang. Aku segera mengenakan pakaianku dan berlari ke tempat kerja.

Orang-orang di desa sangat miskin dan tidak mampu membayar upah. Untuk menghasilkan uang, para guru juga bekerja paruh waktu di ladang selama musim tanam yang sibuk.

"Ke mana saja kamu!" tegur wakil ketua tim yang diangkat Adri untuk bertanggung jawab atas pengaturan kerja di ladang ketika melihatku datang terlambat.

Aku berhenti dan berdiri di depan Adri, lalu mengeluh dengan suara pelan, "Bukannya ini gara-gara kamu yang melakukannya berkali-kali."

Adri berhenti berbicara, lalu mengangkat dagunya untuk memberi isyarat agar aku bergegas pergi menyiangi rumput.

Aku terlalu lelah semalam, sedangkan pinggangku juga terasa pegal dan lemas. Ditambah dengan matahari yang sangat terik, aku pun jatuh pingsan tak lama kemudian.

Aroma maskulin yang familier menyerbak ke hidungku. Aku menggerakkan jari-jariku untuk meraih orang yang hendak pergi itu dan menjilat bibir bawahku yang kering. "Mau lakukan sesuatu yang mendebarkan?"

Kami berada di sisi teduh di balik tumpukan jerami yang tinggi. Di sisi lainnya, para anak muda terpelajar dan petani sedang bekerja.

Adri menahan tanganku yang sedang membuka kancing dan bertanya dengan ekspresi muram, "Kamu begitu bernafsu?"

"Iya, mau?" Aku mengembuskan napas dengan lembut. Tulang selangkaku yang halus sudah terekspos. Melihat dia tidak menjawab, aku mengalihkan pandanganku ke celananya yang sudah menonjol. Kemudian, aku berdiri sambil tersenyum. "Kalau kamu nggak mau, aku akan cari orang lain."

Baru saja aku melangkah maju dua langkah, sebuah tangan yang kuat sudah mengait ikat pinggangku dan menarikku mundur. Sebuah bayangan terbentuk di bawah terik matahari. Aku menatap dadanya yang berotot dan tidak dapat menahan diri untuk tidak meremasnya.

Dia memukul bokongku dua kali dan menyebabkan aku berseru. Adri segera menutup mulutku. "Ssst, kamu mau kelihatan orang lain?"

"Bukannya kamu suka dengar rintihanku?" Aku mengangkat bahu dengan acuh tak acuh, tetapi tanganku sibuk menyentuh asetnya.

Berhubung kami terlalu dekat dengan para pekerja, Adri pun mengambil segenggam jerami dan hendak menggunakannya untuk membuatku bungkam.

"Coba saja kalau kamu berani!"

Aku memelototinya. Pada detik berikutnya, dia mengeluarkan beberapa lembar uang kertas dari sakunya, lalu meremasnya menjadi bola, dan menyumpal mulutku. "Bosku, begini sudah bisa, 'kan?"

Aku meringkuk dalam pelukannya dan tersenyum bodoh. Puncak dadaku tiba-tiba dicubit dua kali. Dia sedang menghukumku.

Cubitan yang kuat itu membuat dadaku yang seputih salju terasa panas. Aku merasa kulitku seperti sudah terkelupas, tetapi malah sangat menikmatinya. Perlakuan kasar seperti inilah yang kuinginkan. Makin kasar perlakuannya, makin basah pula aku.

Tubuh Adri dipenuhi aroma rumput yang bercampur dengan debu dan langsung membuatku kehilangan akal sehat.

"Adri ... bergerak ... lebih cepat lagi ...."

Mulutku tersumbat oleh uang kertas sehingga kata-kataku tidak jelas. Namun dia tetap mengerti dan mempercepat gerakannya.

Pada saat aku hampir mencapai puncak, dia tiba-tiba berhenti dan tersenyum jahat, lalu menarik diri. Di saat-saat kritis ini, aku buru-buru meraih tangannya dan memasang tampang memohon.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Dipaksa Memberi Keturunan
8.1
Risa terpaksa menikahi Dhimas demi melunasi biaya medis ayahnya. Namun, pernikahan ini menjadi mimpi buruk saat ia menemukan kepribadian ganda suaminya yang tersembunyi dari sang ibu, serta kehadiran wanita lain. Di bawah tekanan mertua yang menuntut ahli waris, Risa terjebak dalam misteri dan pengkhianatan. Akankah ia berhasil bertahan hidup dan menemukan kebahagiaannya sendiri?
Sampul Novel Introvert Japanesegirl
9.8
Sosok misterius Yoshida Yui, gadis blasteran Jepang-Indonesia berponi panjang, memicu rasa penasaran Andre di sebuah sekolah elit Jakarta. Namun, ketertarikan sang ketua kelas populer tersebut justru menyulut api cemburu di hati Rara, sahabat dekatnya yang berwatak judes. Situasi kian pelik ketika Takeru Ryota, teman masa kecil Yui dari luar negeri, tiba-tiba hadir di Indonesia untuk memperjuangkan cintanya. Persaingan sengit pun tak terhindarkan di antara mereka semua.
Sampul Novel Jodoh Wasiat Nenek
9.4
Wasiat sang nenek memaksa dua sahabat kecil, Jingga dan Davin, terikat dalam pernikahan tanpa cinta. Davin memilih pergi ke luar negeri demi karier, lalu pulang membawa wanita lain serta tuntutan cerai. Dengan hati hancur, Jingga merelakan perpisahan mereka. Bertahun-tahun berlalu, takdir kembali mempertemukan keduanya. Namun kini, Jingga tidak lagi sendiri; ia bersama seorang anak kecil yang sangat mirip dengan Davin. Siapakah sebenarnya bocah misterius itu?
Sampul Novel Kecemerlangan Tak Terbelenggu: Menangkap Mata Sang CEO
8.3
Pernikahan karena utang membuat Leanna dikhianati suami dan mertuanya hingga terpaksa bercerai. Namun, perpisahan ini menjadi titik balik. Berbekal harta gono-gini dan kebebasan baru, ia bangkit menunjukkan jati diri aslinya yang luar biasa: peretas genius, pembalap, profesor medis, dan desainer perhiasan top. Gangguan dari simpanan mantan suaminya tak mampu menggoyahkannya. Di tengah pembuktian diri ini, Matthew datang menawarkan diri menjadi pendamping baru baginya.
Sampul Novel Love and Virus
8.1
Dunia terancam oleh kehancuran akibat Summer Erithropenia Syndrome, virus mematikan yang mengubah manusia menjadi seperti zombie. Di tengah situasi genting ini, Wizard berhasil menciptakan obat penawar, namun proses produksi massalnya menghadapi rintangan berat. Bersama Alvaro dan Emma, mereka berjuang menyelesaikan misi penyelamatan bumi ini. Sayangnya, konflik asmara segitiga yang rumit justru menguji profesionalisme ketiganya di sela pertarungan melawan wabah berbahaya tersebut.
Sampul Novel Scent of Love
9.3
Kebahagiaan Shane Johnson sirna setelah Gerald Davis, kekasih yang melamarnya setelah setahun berpacaran, tega berkhianat. Gerald berselingkuh dengan sahabat dekat Shane, Hyena Anderson. Saat Shane terpuruk akibat pengkhianatan sang tunangan, takdir mempertemukannya kembali dengan pria dari masa lalu yang pernah sangat ia cintai. Pertemuan tak terduga ini pun memicu tanya, mampukah rasa cinta yang dulu pernah ada di antara mereka kini bersemi kembali?