APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Godaan Sang Mantan Istri

Godaan Sang Mantan Istri

Rumah tangga Altair Nanggala dan Zoe Zivana yang tampak harmonis sebenarnya terasa hambar karena dibangun terpaksa demi keturunan. Keadaan kian rumit saat mantan istri yang dicintai Altair, Naura Zoffany, kembali hadir. Dahulu mereka berpisah karena Naura dituduh mandul, padahal ia menyembunyikan kehamilannya demi melindungi sang bayi dari mertua. Kini, kembalinya Naura menguji komitmen Altair pada Zoe yang rapuh.
Bab
Bagikan

Bab 1

---

----

Langit Jakarta malam itu terlihat gelap, seperti halnya hati Zoe Zivana yang tengah termenung di balkon apartemen mewahnya. Si manis tengah memeluk lututnya sendiri, ia mengenakan kaus putih longgar dan celana pendek. Angin malam menyapu rambut hitam panjangnya yang berkilau, membuatnya tampak seperti model dalam iklan di televisi. Namun, Zoe bukan lagi model. Ia kini adalah istri dari seorang pria kaya dan berpengaruh, Altair Nanggala-seorang CEO sukses yang hampir selalu absen dari rumah mereka.

Zoe memandang kosong ke arah lampu-lampu kota yang berkilauan, mencoba mengusir kesepian yang selalu menyelimutinya. Ia mendengar suara langkah kaki yang berat di belakangnya, mengiringi suara pintu balkon yang terbuka.

"Kenapa duduk di sini? Sudah malam," suara dingin Altair memecah keheningan.

Zoe menoleh, tersenyum tipis. "Cuma ingin menghirup udara segar. Kamu baru pulang?"

Altair mengangguk sambil melonggarkan dasinya. Wajah tampannya yang tegas terlihat lelah. Tanpa berkata apa-apa lagi, ia berjalan masuk ke ruang tamu. Zoe mendesah pelan. Sudah setahun lebih mereka menikah, tapi Altair selalu terasa seperti orang asing.

Zoe mengikuti Altair ke dalam. Ia melihat suaminya menuangkan segelas air dingin lalu setelahnya duduk di sofa.

"Makan malamnya sudah aku siapkan, tapi mungkin sudah dingin," kata si manis dengan suara lembut.

"Aku sudah makan," jawab Altair singkat tanpa menatapnya.

Zoe menggigit bibir bawahnya, mencoba menahan rasa sakit di hatinya. Hal ini selalu terjadi di setiap hari, pikirnya.

"Mas Al," Zoe akhirnya memecah keheningan.

"Aku tahu kamu sibuk, tapi ... bisa nggak kita luangkan waktu bersama, seperti dulu?"

Altair mendongak, menatap Zoe dengan tatapan datar. "Seperti dulu? Zoe, kita menikah bukan karena cinta. Kamu tahu itu, bukan."

Kata-kata yang terucap dari bibir Alta seperti sebuah pisau yang menghujam hati Zoe, rasanya sungguh menyakitkan. "Aku tahu," jawab si manis pelan, suaranya hampir gemetar.

"Tapi aku hanya ingin mencoba, Mas. Aku ingin mencoba membuat semuanya lebih baik."

Altair menghela napas panjang, meletakkan gelasnya di meja.

"Aku tahu kamu mencoba, Zoe. Tapi aku ... aku nggak tahu bagaimana harus menjalani ini. Aku terlalu lelah."

"Lelah? Dengan aku?" suara Zoe semakin lirih.

Altair mengalihkan pandangannya. "Lelah dengan semuanya. Jangan salah paham."

Zoe terdiam. Ia ingin bertanya lebih jauh, tapi takut mendengar jawaban yang menyakitkan.

----

Di ruangan kerjanya, dalam pikiran yang penuh kekacauan, Altair teringat masa lalunya bersama Naura Zoffany. Wanita itu adalah cinta sejati sekaligus istri pertamanya dulu. Jadi Altair ini dulu pernah menikah dan mereka menikah atas dasar cinta, sesuatu yang kini terasa asing baginya. Naura selalu berhasil membuat hidupnya berwarna, meskipun pernikahan mereka tidak sempurna.

Namun, tekanan dari keluarga membuat segalanya berubah. "Aku ingin punya cucu dari kamu, Altair. Jangan sampai kamu hanya menikah untuk bersenang-senang saja," ucapan ibunya masih terngiang jelas di telinganya.

Altair dan Naura mencoba segalanya, tapi tak kunjung dikaruniai anak. Hal itu membuat hubungan mereka menjadi rapuh, dan akhirnya, perpisahan menjadi jalan yang terpaksa mereka pilih. Altair tidak tahu bahwa perpisahan itu menyisakan luka yang dalam pada Naura, juga sebuah rahasia yang akan menghantuinya di kemudian hari.

---

Zoe menatap Altair yang duduk membelakanginya, tubuhnya terlihat tegang. Dengan hati-hati, ia mendekat dan duduk di samping suaminya.

"Mas Al ... apa aku pernah salah?" tanya Zoe, mencoba memberanikan diri.

Altair mengerutkan kening, lalu menatap Zoe. "Maksudmu?"

"Maksudku ... aku nggak tahu apa yang salah dengan kita. Aku selalu merasa bahwa aku seperti bukan bagian dari hidupmu."

Altair terdiam sejenak, menimbang kata-katanya. "Zoe, kamu nggak salah. Aku yang mungkin nggak pernah benar-benar mencoba."

"Kalau begitu, kenapa kamu nggak mencoba?" Zoe mendesak, matanya mulai berkaca-kaca.

Altair menghela napas panjang, lalu berdiri. "Aku nggak tahu. Mungkin karena aku nggak pernah benar-benar menginginkan pernikahan ini. Aku hanya melakukan apa yang diinginkan keluarga."

Zoe terpaku. Meski ia sudah sering merasakan hal ini, mendengar Altair mengatakannya secara langsung tetap saja masih menyakitkan.

"Jadi aku hanya kewajiban untukmu? Sebuah kompromi?" suaranya nyaris berbisik.

Altair menatap Zoe, matanya menunjukkan rasa bersalah, tapi tidak ada cinta di sana. "Zoe, kamu tahu bagaimana awalnya. Aku menikahimu karena ... ibu menginginkan cucu. Itu saja."

Air mata Zoe akhirnya jatuh. Ia berdiri dan berjalan ke arah kamar mereka tanpa berkata apa-apa lagi. Di belakangnya, Altair hanya bisa menatap dengan perasaan campur aduk.

Di dalam kamar, Zoe duduk di tepi ranjangnya dengan memeluk bantal untuk menahan isakannya. Ia tahu sejak awal menikah, Altair tidak pernah mencintainya, tapi ia berharap waktu bisa mengubah segalanya.

Sebagai seorang mantan model yang biasa hidup dalam sorotan, Zoe selalu terbiasa berpura-pura bahagia di depan orang lain. Tapi sekarang, tidak ada yang bisa ia sembunyikan dari dirinya sendiri.

"Kenapa aku tetap di sini?" tanyanya pada dirinya sendiri. Jawabannya selalu sama yaitu karena ia mencintai Altair, meskipun pria itu tidak pernah mencintainya.

Altair, di sisi lain, merasa dadanya sesak setiap kali melihat Zoe menangis. Bukan karena ia merasa bersalah, melainkan karena ia tahu ia tidak pernah memberikan Zoe apa yang pantas ia dapatkan.

Ia membenarkan kacamatanya lalu membuka laci, dan mengambil sebuah foto lama. Foto itu adalah satu-satunya kenangan yang masih ia simpan dari Naura. Dalam foto itu, Naura tersenyum hangat, dengan mata yang berbinar penuh cinta.

"Apa yang sedang kamu lakukan sekarang, Nau?" bisiknya pelan.

Altair tahu bahwa pernikahannya dengan Zoe tidak akan pernah seperti pernikahannya dengan Naura. Ia tidak pernah bisa melupakan wanita itu.

Malam semakin larut, dan kedua penghuni apartemen itu terjebak dalam kesunyian masing-masing. Zoe akhirnya tertidur dengan mata bengkak, sementara Altair tetap terjaga, memandangi foto Naura dalam diam.

Kehidupan mereka terlihat sempurna dari luar, tapi hanya mereka yang tahu betapa kosongnya hati masing-masing.

Altair dan Zoe tidak tahu bahwa takdir sedang merancang pertemuan yang akan mengubah segalanya. Kehadiran seseorang dari masa lalu akan menguji kekuatan pernikahan mereka yang rapuh dan menghadirkan pertanyaan besar. Aapakah cinta sejati akan selalu menang, ataukah kewajiban dan komitmen akan menjadi pemenangnya?

TBC 🥀🥀---

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Istri Keempat Sang Tuan Tanah
9.7
Demi melunasi utang, Lila terpaksa menikah dan menjadi istri keempat Tuan Thakur, tuan tanah kaya yang sangat dominan. Pria itu menegaskan bahwa pernikahan mereka bukanlah drama televisi yang mudah diakhiri. Tanpa ada kata cerai, Lila terjebak dalam komitmen seumur hidup, kecuali maut memisahkan atau suaminya sendiri yang melepaskannya. Kini, Lila harus menghadapi kenyataan pahit dalam pernikahan penuh intimidasi ini. Sanggupkah ia bertahan hidup bersamanya?
Sampul Novel Penghianat Itu Sahabatku
8.3
Hubungan dekat Sabila dan Amara retak akibat Amara merebut Jordi, pacar Sabila. Tidak hanya dikhianati, Sabila juga difitnah dengan kejam hingga kondisi mentalnya sangat terpuruk. Berkat bantuan keluarganya, ia bisa bangkit kembali. Demi menjaga perasaannya, Sabila kini berubah menjadi sosok yang tertutup. Namun, keadaan berbalik saat Amara mulai merasakan balasan atas perbuatannya. Bagaimana reaksi Sabila saat menyaksikan kehancuran mantan sahabatnya tersebut?
Sampul Novel Penyesalan Raja Mafia
8.5
Nasib Luna Hayes berbalik sepenuhnya usai menyelamatkan Liam Moretti, calon pemimpin mafia terkuat di Ravenwood. Di balik reputasi Liam yang bengis, ia justru bersikap sangat lembut pada Luna. Sayangnya, kemewahan yang Luna rasakan harus dibayar dengan menjadi kekasih rahasia pemuas nafsu sang raja mafia. Situasi di antara mereka kian rumit ketika Liam menuntut Luna untuk mengandung dan melahirkan anak darinya.
Sampul Novel Skandal Calon Adik Ipar
8.8
Pertemuan tak sengaja di Bangkok saat urusan bisnis mengubah takdir Rafael. Setelah membantu mengurus paspor Arin yang hilang, tunangan Dhea ini malah jatuh hati pada calon adik iparnya sendiri. Arin mencoba mengubur perasaannya demi sang kakak, walau Rafael mulai goyah dengan rencana pernikahannya. Ketegangan memuncak kala Rafael nekat membatalkan pertunangan. Keputusan itu menyulut benci di hati Arin, meski ia tak kuasa membohongi cinta mendalamnya.
Sampul Novel Terlahir Kembali
9.1
Selama dua tahun pernikahan, Ryland Payne mengabaikan saya demi sekretarisnya. Puncaknya, ia membawa wanita itu ke pameran kenangan mendiang putra kami. Kemarahan saya tersulut saat melihat liontin anak saya dipakai wanita lain. Namun, Ryland justru mencelakai saya, membuat publik menuduh saya sebagai pembunuh anak sendiri. Di tengah fitnah kejam dunia dan pengkhianatan suami, saya akhirnya memutuskan untuk pergi dan merelakan segalanya.
Sampul Novel Wanita Simpanan
8.1
Setelah resmi bercerai, Selvia terhanyut dalam hubungan gelap bersama Andre, suami dari sahabat dekatnya sendiri. Walau menyadari besarnya dosa yang dihadapi, ia tak mampu membendung gairah dari pria yang mengklaim hanya dirinya yang bisa memberi kepuasan. Bagi Selvia, posisi sebagai selingkuhan menjadi jalan pintas demi meraih kemewahan serta kesenangan duniawi, meski ia harus mengorbankan persahabatan dan terjebak dalam lingkaran pengkhianatan yang membara.