APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Godaan Di Balik Jebakan Untuknya

Godaan Di Balik Jebakan Untuknya

Sebagai fotografer khusus sesi foto pribadi, Wade terbiasa dengan berbagai permintaan klien. Namun, suasana berubah menegangkan ketika sahabat lamanya sejak masa kuliah meminta Wade memotret dirinya bersama sang istri dalam sesi yang sangat intim. Situasi biasa ini mendadak menjadi rumit saat sang sahabat mengajukan permohonan ganjil untuk menuruti keinginan istrinya. Wade yang terkejut kini harus berhadapan dengan motif tersembunyi yang mengaburkan batas profesionalisme dan jebakan penuh misteri.
Bab
Bagikan

Bab 1

Aku adalah seorang fotografer khusus foto pribadi. Malam itu, sahabatku sejak masa kuliah memintaku untuk memotret dia dan istrinya dalam sebuah sesi foto pribadi. Awalnya, semuanya terasa normal, sampai dia mengajukan permintaan yang benar-benar aneh.

"Wade, bisa nggak kamu penuhi permintaan istriku sekali ini saja?"

Kalimat itu membuatku tertegun. Aku tidak tahu apakah dia serius atau hanya bercanda. Namun, sorot matanya menunjukkan bahwa dia bersungguh-sungguh.

Cerita ini pun menjadi awal dari sesuatu yang tak terduga. Apakah permintaannya benar-benar sebatas profesionalisme fotografi atau ada maksud lain di baliknya?

Namaku Wade. Sejak kuliah, aku sudah mendalami seni fotografi, terutama fotografi tubuh manusia. Aku sering hadir di berbagai acara cosplay dan para cosplayer sering kali berinisiatif menghubungiku untuk sesi foto.

Tanpa kuduga, aku menjadi terkenal di dunia maya. Setelah itu, semakin banyak wanita cantik yang ingin menjadwalkan sesi foto denganku.

Kemudian, seorang model bertanya apakah aku bisa melakukan "barter". Saat itulah aku baru tahu apa arti "barter". Ternyata, dalam sesi foto pribadi, istilah ini mengacu pada model yang tidur dengan fotografer sebagai gantinya untuk membebaskan biaya pemotretan.

Setelah itu, segalanya menjadi tidak terkendali. Hampir semua cosplayer terkenal di kota ini pernah melakukan "barter" denganku.

Suatu hari, sahabatku, Fredy, menelepon dan mengundangku makan malam. Dia bahkan secara khusus memintaku membawa peralatan fotografiku.

Ketika aku tiba di restoran dan duduk, tiba-tiba tercium aroma yang sangat wangi. Seorang wanita yang sangat menawan berjalan mendekat dari belakang. Dada lembutnya menyentuh lenganku sebelum dia duduk di seberangku.

Wanita itu adalah Yudith, tunangan Fredy, dan dia adalah wanita tercantik yang pernah aku lihat.

Yudith mengenakan gaun panjang berwarna kuning muda. Tubuhnya proporsional dengan lekuk tubuh yang menggoda, pinggangnya ramping, dan memiliki daya tarik yang sulit dijelaskan. Dia memiliki pesona yang memadukan kepolosan seorang gadis muda dengan sedikit kematangan wanita dewasa. Benar-benar luar biasa.

Berdasarkan pengalamanku, wanita seperti ini biasanya sangat menggairahkan di tempat tidur dan bersedia mencoba berbagai hal. Benar-benar wanita idaman.

Namun, ketika aku melihat Fredy menatapku dengan pandangan penuh makna, aku sadar telah kehilangan kendali dan segera menundukkan kepala, lalu minum air untuk menyembunyikan rasa canggung.

Setelah semua hidangan tersaji, Fredy memesan sebotol anggur. "Aku lagi nyetir, jadi nggak minum," tolakku sambil melambaikan tangan.

"Nggak apa-apa, nanti Yudith yang akan mengantarmu pulang," katanya. Karena Fredy berkata begitu, aku pun tidak menolak lagi.

"Wade, menurutmu Yudith gimana?" tanyanya sambil bersulang. Setengah botol anggur sudah kami habiskan.

Yudith bangkit untuk menuangkan anggur ke gelasku. Saat dia sedikit membungkuk, kerah gaunnya turun dan memperlihatkan pemandangan kulit putih yang memikat. Bra berwarna ungu muda itu bahkan tidak bisa menutupi dada besarnya.

Meskipun aku sudah agak mabuk, bagaimanapun dia adalah tunangan sahabatku. Aku hanya melirik sekilas sebelum segera mengalihkan pandangan.

"Seperti bidadari turun dari surga, kamu benar-benar beruntung bisa mendapatkan wanita sehebat ini," candaku sambil tersenyum.

"Wade, gimana kalau kamu fotoin Yudith?" Fredy berkata dengan nada serius setelah bercanda sejenak.

"Ah, aku kira mau ngomong apa. Aku bisa langsung kontak studio foto, kita pakai lampu terbaik, sesuai standar tertinggi untuk adik ipar ini," jawabku sambil menenggak segelas anggur.

Namun, Fredy menghentikan tanganku yang sudah hendak mengambil ponsel. Dengan nada agak canggung, dia berkata, "Jangan, cuma kita bertiga saja."

Aku sedikit bingung melihatnya, "Maksudmu foto pribadi?"

Di samping, wajah Yudith tampak memerah, tetapi dia tidak mengatakan apa pun. Namun, tatapan matanya padaku begitu menggoda. Lidah kecil yang perlahan menjilat bibir merah mudanya, membuatnya tampak sangat memikat.

"Nanti kamu akan tahu. Aku sudah sewa vila di pinggiran kota. Peralatanmu sudah dibawa, 'kan?" Fredy mengedipkan mata ke arahku. Aku mengangguk, memberi isyarat bahwa semua peralatan ada di mobil. Meskipun penasaran dengan tingkahnya, aku memilih untuk tidak banyak bertanya.

Setelah selesai makan, Fredy memesan pengemudi pengganti untuk dirinya sendiri. Namun, dia meminta Yudith untuk menyetir mobilku dan membawaku ke lokasi pemotretan. Ada perasaan aneh yang menggelitik pikiranku, tetapi aku tidak bisa menjelaskan apa itu.

Di dalam mobil, hanya ada aku dan Yudith. Dari sudut pandangku, sabuk pengaman yang dikenakannya menonjolkan lekuk tubuhnya dengan sangat sempurna. Gaun tipis yang membalut tubuhnya membuatnya terlihat seperti bungkusan yang ingin segera dibuka dan dirasakan sepenuhnya.

Yudith menyadari tatapanku. Alih-alih merasa malu, dia malah sengaja membusungkan tubuhnya, memberi kepuasan untuk mataku.

Pertama kali aku bertemu Yudith adalah saat di universitas. Dia mengadakan pesta ulang tahun untuk Fredy. Waktu itu, dia mengenakan tank top dan hot pants, memperlihatkan kaki jenjangnya yang penuh percaya diri. Aura segar, seksi, dan cerianya membuatku terpesona.

Sampai sekarang, aku masih ingat bagaimana aku terpukau melihatnya untuk pertama kali. Ungkapan "keindahan duniawi" benar-benar tidak berlebihan untuk mendeskripsikannya. Aku tidak pernah menyangka, bahkan dalam mimpi sekalipun, bahwa suatu hari aku akan memiliki kesempatan untuk memotret Yudith dalam sesi foto pribadi.

"Kita sudah sampai, Kak Wade." Suara Yudith membawaku kembali ke kenyataan. Aku melihat sekeliling dan menyadari bahwa kami sudah berada di depan sebuah rumah bertingkat tiga.

Kami berdua turun dari mobil, melihat Fredy turun dari mobil pengemudi pengganti, dan berjalan menghampirinya.

Fredy mengajakku ke sebuah gazebo di dekat rumah. Dia menyodorkan sebatang rokok sambil bergumam, "Makanan seenak apa pun kalau dimakan terus-menerus akan terasa membosankan. Begitu juga dengan wanita, secantik apa pun, kalau terlalu sering dilihat, akhirnya akan terasa biasa saja."

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Dania
9.4
Menikah dengan pria idaman adalah impian terbesar dalam hidup Dania. Namun, dunianya seketika runtuh saat Bella, tante yang mengasuhnya sejak kecil, mengajukan permohonan tak terduga. Dania diminta untuk menjadi istri dari suami tantenya sendiri. Kini, ia terjebak dalam pilihan sulit antara rasa utang budi dan kepedihan yang mendalam. Sanggupkah Dania mengorbankan perasaannya demi wanita yang telah membesarkannya? Ikuti perjuangan batin Dania dalam drama modern penuh dilema ini.
Sampul Novel Gadis Kecil itu Istriku
8.2
Malam pesta di hotel mewah milik rekannya mengubah total takdir seorang siswi SMK. Di sana, ia mengalami peristiwa tak terduga yang merenggut kesuciannya. Kejadian kelam tersebut memaksa sang gadis belia menghadapi kerasnya dunia dewasa secara tiba-tiba. Kini, ia harus menanggung dampak besar dari malam itu sambil tertatih-tatih merancang kembali masa depannya yang menjadi semakin rumit dan penuh rintangan.
Sampul Novel Sepuluh Tahun Menanti Keturunan
8.3
Sepuluh tahun menikah tanpa buah hati membuat Arka dan Lisa tertekan. Meski Lisa hanya memiliki satu indung telur, Arka yang berprofesi sebagai dokter tidak menyerah secara medis. Saat kehamilan akhirnya terjadi usai adopsi mereka ditolak keluarga, sabotase justru muncul. Mayang, sang mantan tunangan, memalsukan hasil tes kesuburan Arka hingga Lisa dituduh mengandung anak mantan kekasihnya, Suga. Di ambang perceraian, mampukah cinta mereka bertahan dari fitnah keji yang merusak penantian ini?
Sampul Novel Skandal anak Sekolah
8.6
Kehidupan SMA Rani yang awalnya indah berubah menjadi mimpi buruk akibat kesalahan fatal. Terbawa oleh gelora cinta pertama bersama Alan, ia harus menghadapi kenyataan pahit saat alat tes kehamilan menunjukkan hasil positif. Di usianya yang masih sangat muda dan berstatus sebagai pelajar, Rani kini terjebak dalam konsekuensi besar. Sanggupkah ia bertahan menjalani hari-harinya setelah skandal kehamilan ini terbongkar ke publik?
Sampul Novel Suamiku Memilih Maduku
9.0
Demi memicu kembali api cinta Radwan, Arlisa mengambil langkah nekat dengan meminta suaminya berpoligami. Ia berharap taktik ini bisa memantik kecemburuan sang suami. Namun, rencana tersebut berbalik menjadi petaka saat Radwan justru benar-benar jatuh hati pada istri mudanya. Kini, Arlisa harus menelan pil pahit menyaksikan kemesraan suaminya yang telah berpindah tangan. Di tengah kepedihan mendalam ini, akankah ia bertahan atau memilih berpaling ke pelukan pria lain?
Sampul Novel Tidak Mungkin Membebanimu Lagi
8.7
Alpha Nikolas Morrison kini sekarat akibat racun merkuri. Demi memutus paksa hubungan kami, kuhancurkan cincin pernikahan kami dan kusodorkan dokumen pembatalan kontrak. Meski dia bersimpuh memohon belas kasih dalam kondisinya yang sekarat dan tak berdaya, tekadku sudah bulat. Kuseret Alpha yang kini lemah itu ke altar Dewi Bulan. Aku mengancam akan meminta sang Dewi mencabut seluruh restu-Nya jika dia bersikeras menolak mengakhiri ikatan kami selamanya.