APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Give Me Your Heart

Give Me Your Heart

Demi memperjuangkan cinta, Andrea Keyne Halim nekat merebut paksa pria impian dari sahabatnya sendiri. Namun setelah berhasil menikah, ia justru harus menelan pil pahit. Sang suami memperlakukannya dengan sangat dingin, mengabaikan kehadirannya, dan enggan menyentuhnya. Di tengah kesedihan yang mendalam, Andrea menyadari bahwa ia menginginkan hati suaminya, bukan sekadar status pernikahan. Sanggupkah Andrea bertahan menghadapi sikap membeku ini, ataukah ia akan memilih menyerah dan pergi?
Bab
Bagikan

Bab 2

Untuk kesekian kalinya dia meninggalkanku sendiri lagi. Aku ingin seperti sepasang suami-istri lainnya. Dimanja, disayang bahkan diberi perhatian. Itu mungkin hanya akan terjadi di dalam imajinasiku saja. Sudah 1 tahun pernikahan yang kami jalani, jangankan untuk menyentuh memanggil namanya saja aku tak diizinkan. Apa sebegitu marahkah dia kepadaku. Setiap bangun pagi, aku akan selalu melamun beberapa saat untuk memikirkan nasibku dikemudian hari. Kepalaku terasa berat setiap aku bangun tidur. Entah itu karena telat tidur atau karena menangis sepanjang malam atau bisa saja karena stress.

Aku menghembuskan nafas berat, beranjak dari tempat tidurku menuju kamar mandi.

Setelah membersihkan seluruh tubuh dan merapikan kamar tidurku, ku beranjak menuju kamarnya. Kami bahkan tidur terpisah, dia tak mau berada didekatku bahkan sedetikpun.

Aku memasuki kamarnya hanya untuk merapikan semuanya, aku ingin seperti istri yang lain yang melayani apapun kebutuhan seorang suami. Berbagai cara telah kulakukan selalu gagal dan gagal lagi. Apapun yang aku kerjakan tidak ada satupun bisa dibenarkan dihadapannya.

"Bi, adakah yang bisa aku bantu?" tanyaku lemah kepada bik Ayu salah satu pembatu yang telah cukup lama bekerja dengan keluarga Azka (nama suamiku)

Bik Ayu menghentikan pekerjaannya sejenak dan menatapku. Bik Ayu lah yang setiap pagi tersenyum menayapaku. Dia juga yang mampu membuat aku melupakan apapun kesedihan yang aku rasakan di rumah ini.

"Tidak usah Andrea, bibi bisa melakukannya," sahutnya ramah. Bik Ayu memang sangat baik kepadaku, walau dia tahu apa yang telah terjadi antara aku dan Azka. Dia tidak pernah menghakimi ku.

Aku mendekatinya,"ayolah bi, izinkan aku melakukan tugasku sebagai seorang istri." sahutku memelas.

"Lebih baik kamu makan, bibi sudah menyiapkan nasi goreng di dapur. Apakah kamu mau bibi buatkan the atau susu?"

Aku menyentuh tangannya yang memegang bed cover Azka. "Bi, please" mohonku lemah. Pertanyaan tadi hanya untuk mengalihkan kemauan ku.

"Biarkan aku yang merapikannya aku mohon," kataku lagi. "Dia tak menyukai setiap tindakan apapun yang kulakukan. Maka izinkan aku satu kali saja merapikan kamar tidurnya" suaraku serak menahan tangis.Bi Ayu menaruh kedua telapak tangannya di pipiku "sampai kapan akan seperti ini, nak?" tanyanya sedih . Dia mencubit kedua pipiku yang dudlunya terlihat chubby. Sekarang aku merasa aku tidak punya daging di pipiku.

Menghembuskan nafas berat aku menatap bi Ayu." Sampai dia mau menerima kehadiranku" aku tersenyum lemah yang selalu dipaksakan.

"Tapi bibi jangan beritahu dia kalau aku yang merapikan kamarnya. Kalua dia sampai mengetahuinya, bibi pasti akan seperti apa nantinya. "

Bi Ayu mengangguk dan keluar kamar.”Bibi ke dapur dulu. Kalua kamu butuh sesuatu panggil saja.

Aku duduk melamun diatas tempat tidurnya, memandang kesekeliling kamarnya. Dia lelaki yang rapi, baik dan penyayang, tapi tidak untuk diriku. Di dinding kamarnya ada beberapa foto dirinya terpajang dan foto seorang wanita yang sangat dia cintai yaitu Sea sahabatku sendiri. Tak ada satupun fotoku bahkan foto pernikahan kami ada hanya satu terletak di ruang tamu. Itu hanya untuk menghilangkan kecurigaan keluargaku dan keluarganya tentang status kami sebenarnya. Azka tidak ingin orang- orang banyak bertanya tentang hal pribadinya.

Aku ingin foto Sea diganti dengan fotoku, aku yakin itu tak akan pernah terjadi. Aku mengambil salah satu foto Azka yang terletak di sebelah tempat tidur lalu menatapnya.

"Harus dengan cara apalagi Azka aku bisa mengambil hatimu." lirihku menangis lagi dalam kesendirian dan kerinduan kepadanya. Aku jarang sekali bertemu dengan Azka walau kami dalam satu rumah.

Setelah merapikan kamarnya aku menuju dapur untuk mengisi perutku yang telah memberontak ingin diisi. Ada nasi goreng dan beberapa lauk yang telah dihidangkan bi Ayu. Ternyata bi Ayu juga membuatkanku teh panas.

Setiap satu suap nasi yang masuk ke mulut ku maka satu tetes air mata juga yang turun dipipiku. Dia tak pernah ada menemani makan pagi, siang bahkan malam ku. Dia selalu membiarkan ku sendiri. Padahal ini hari minggu bukankah tak ada satupun kantor yang buka di hari minggu. Dia tak pernah mengajakku jalan-jalan, jika aku ingin pergi maka itu harus kulakukan sendiri. Aku ingin sekali pergi bersamanya, membeli keperluan rumah tangga berdua dengannya. Mengisi kulkas bersama, memasak berdua di dapur dan masih banyak lagi yang ingin kulakukan dengannya.

Aku mengirim pesan kepada Azka

To : my lovely husband

Azka, aku ingin keluar sebentar untuk membeli keperluan makanan kita. Apakah kamu mengizinkan?

Hampir 30 menit menunggu tak ada satupun balasan darinya. Aku yang bodoh, aku tahu ini akan terjadi tapi aku tetap melakukan hal bodoh itu selama satu tahun ini. bahkan dia tak punya nomor hp ku. Semua sms bahkan telponku tak pernah dibalasnya.

"Bi, Andrea mau pergi keluar dulu membeli persedian makanan kita."

"Oia..bibi hampir lupa tadi den Azka memberikan uang untuk mengisi kekosongan kulkas. Biar bibi saja yang pergi. Non Andrea di rumah saja."

Aku menahan bi Ayu" jangan!! Biar Andrea saja"

“baiklah, kalua non Andrea tidak keberatan.”Bi Ayu memberikan uang dan catatan kecil apa saja yang harus dibeli. Sebelum pergi, dia masih sempat membujuk agar dial ah yang pergi ke supermarket. Sekali lagi aku memohon agar dia mengizinkan ku. Bagaimanapun juga, aku butuh udara segar.

***

Disinilah aku memilih buah dan sayuran untuk keperluan makanan kami. Kutatap sepasang suami-istri yang sama- sama memilih buah jeruk. Sesekali sang suami mengelus perut istrinya yang kutaksir mungkin dia hamil 7 bulan, dilihat dari perutnya yang sudah membesar.

"Aku ingin hamil dan punya anak" batinku lirih mengelus perutku yang masih rata. Lagi....aku berkhayal sesuatu hal yang tak mungkin lagi. Bagaimana bisa hamil! Menyentuhku saja tidak.

Setiap kali bunda menanyakan tentang kehamilanku, aku selalu menjawab belum rezki.

Kupalingkan mataku dari suami istri yang harmonis itu, kulanjutkan memilih keperluan yang lainnya.

"aku rasa ini cukup" pikirku melihat keranjang yang sudah hampir penuh.

Aku menuju kearah kasir, langkahku tertahan karena dibelakang seseorang memanggil namaku.

" Andreaaa" terikanya di belakangku.

Aku menoleh kearahnya, dibilang kaget itu tak perlu lagi karena ini selalu terjadi kepadaku

"hi, Sea" sapaku...aku lihat dibalik punggung Sea sahabatku berdiri Azka suamiku dan 1 pasangan lagi yaitu Cinta yang juga shabatku dan kekasihnya Yudha.

"Andrea, kamu sendiri?" tidakkah dia melihat yang sebenanrnya.

Aku menjawab dengan senyuman "iya...aku juga sudah selesai belanjanya"

"oh kami baru mau membeli sesuatu"

"Kalau begitu aku duluan ya" sahutku berlalu dari hadapan mereka. Dia bahakan tak melirikku.

Keluar dari supermarket ternyata hari hujan, aku tak membawa payung.jarak halte bus dan supermarket cukup jauh. Jadi aku menunggu agar hujannya sedikit reda.

Hampir 1 jam menunggu tak ada tanda-tanda hujan akan berhenti. Aku berencana untuk lari menuju halte yang berada disberang sana.

"Bareng kami aja, Andrea" sahut Sea mengagetkanku

Aku meliriknya, lagi...dia membuang muka terhadapku.

"Tidak,terima kasih Sea, aku bisa pulang sendiri."

Aku berlari hujan-hujanan menuju halte, air mata sudah bercampur dengan air hujan yang telah membasahi wajahku. Aku harus tegar, inilah resiko yang harus aku ambil. Aku yakin ini bakalan terjadi, tapi cinta lah yang mebuatku buta.

Sesampainya di halte aku terduduk menangis menumpahkan segalanya. Kenapa dia begitu tega melihatku seperti ini.

"Bunda..."lirihku " Andrea kangen bunda" rengekku.

**

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Ayahmu Tidak Setuju Karena Aku Miskin
9.3
Aisyah, gadis biasa, menjalin cinta dengan Krisna yang merupakan seorang bangsawan. Sayangnya, ayah Krisna menentang keras hubungan mereka karena perbedaan status sosial dan keyakinan. Enggan menyerah pada keadaan, Krisna memilih menentang keputusan ayahnya demi tetap bersama Aisyah. Mereka pun memutuskan pergi jauh demi menjaga cinta mereka. Akankah kegigihan keduanya sanggup melunakkan hati sang ayah hingga restu yang dinanti akhirnya mereka dapatkan?
Sampul Novel Bukan Sekadar Figuran
7.9
Narendra Hasan, seorang CEO, lumpuh akibat kecelakaan hingga ditinggal kabur oleh tunangannya, Bella, saat hari pernikahan. Demi menyelamatkan situasi, Narendra menunjuk keponakan Bella, Sheilla, sebagai pengantin pengganti. Sheilla tak punya pilihan selain setuju demi membalas utang budi pada sang paman. Namun, pernikahan darurat ini justru membuka tabir misteri tentang kecelakaan orang tua Sheilla serta hilangnya seorang penulis terkenal. Siapakah dalang di balik semua ini?
Sampul Novel Hijrah Cinta Sang Casanova
8.0
Pertemuan pertama membuat Bobby langsung terpikat pada Claudia. Sayangnya, reputasi Bobby sebagai playboy membuat Claudia enggan membuka hati, meski ia tetap bersikap ramah karena Bobby pernah menolong menantunya. Di sisi lain, Sultan selaku mertua Claudia justru merestui Bobby agar menantunya tidak lagi menjanda. Begitu Claudia akhirnya luluh dan bersedia menikah, bayang-bayang masa lalu dan kehadiran sosok misterius datang menguji kesetiaan cinta mereka.
Sampul Novel Istri yang Lari di Hari Pernikahannya
9.3
Siti Maemunah terpaksa menikah karena perjodohan yang diatur pamannya. Tepat setelah akad nikah selesai, ia memutuskan melarikan diri dan meninggalkan sang suami dengan keyakinan mereka tak akan pernah bertemu lagi. Namun takdir berkata lain. Setahun kemudian, Maemunah justru kembali dipertemukan dengan Alga. Kini, ia tidak punya pilihan selain menghadapi kenyataan pahit dari masa lalu yang sempat dihindarinya.
Sampul Novel Menantu Bodoh
7.8
Hubungan rahasia yang mendebarkan terjadi di bawah satu atap dalam novel Menantu Bodoh. Sang ibu mertua berusaha menolak sentuhan intim dari Jose, menantunya yang dianggap bodoh. Namun, reaksi tubuhnya justru berkhianat, mengkhianati kata-katanya sendiri dengan gerakan yang menggoda. Ketegangan semakin memuncak karena aksi berani ini dilakukan secara sembunyi-sembunyi, tepat ketika suara tawa putrinya dan sang sahabat terdengar jelas dari ruang tamu sebelah. Sensasi terlarang ini memicu gairah yang tak tertahankan.
Sampul Novel Menantu Dewa Perang
8.5
Ia kerap dihina dan dianggap sebagai menantu tak berguna yang tidak memiliki masa depan. Padahal, pria ini menyimpan identitas rahasia sebagai Dewa Perang yang ditakuti di seluruh dunia. Namun, sebuah tragedi memilukan terjadi tepat saat perayaan tiga tahun pernikahan mereka. Ia harus menyaksikan kenyataan pahit ketika istri tercintanya mengkhianati janji suci mereka dan berselingkuh secara terang-terangan di depan matanya sendiri.