APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Give Me Your Heart

Give Me Your Heart

Demi memperjuangkan cinta, Andrea Keyne Halim nekat merebut paksa pria impian dari sahabatnya sendiri. Namun setelah berhasil menikah, ia justru harus menelan pil pahit. Sang suami memperlakukannya dengan sangat dingin, mengabaikan kehadirannya, dan enggan menyentuhnya. Di tengah kesedihan yang mendalam, Andrea menyadari bahwa ia menginginkan hati suaminya, bukan sekadar status pernikahan. Sanggupkah Andrea bertahan menghadapi sikap membeku ini, ataukah ia akan memilih menyerah dan pergi?
Bab
Bagikan

Bab 3

Kulirik jam dinding menunjukan pukul 11 malam, sampai saat ini dia masih belum kembali ke rumah. Dia juga tidak memberi kabar, jika dia tidak mau menghubungiku setidaknya dia bisa menghubungi bi Ayu. Walaupun Azka menghubungi bi Ayu, tidak mungkin untuk ku bertanya kepada beliau. Karena ini sudah malam, sudah waktunya untuk istirahat. Lagipula, bi Ayu sudah tidur dari tadi, karena memang tidak ada yang harus di kerjakan lagi. Aku mondar-mandir gelisah di ruang tamu. Sesekali membuka gorden melihat ke luar apakah ada tanda Azka akan pulang. Ingin rasanya tidak peduli, tapi hati ku selalu ingin peduli kepadanya.

To : My lovely husband

Kamu dimana? Kenapa masih belum pulang? Apa sudah makan malam? Kamu baik-baik saja kan di perjalanan? Pulanglah, aku mencemaskan mu.

Aku tahu dia tidak akan pernah membalasnya, ya...walaupun demikian aku tidak akan menyerah begitu saja. Berharap suatu saat nanti dia akan membalas telfon dan sms ku walau hanya satu kali dalam hidupnya.

Aku memutuskan menunggu Azka di ruang tamu sambil menonton acara yang sedang tayang di televisi. Wlalu focus ku tidak ada kepada acara yang sedang ditayangkan. Mata sudah mulai mengantuk. Tapi aku kuatkan sampai setidaknya terdengar bunyi mobil Azka memasuki perkarangan rumah.

Sudah hampir setengah jam ku menahan kantuk tanpa sadar aku terlelap. Bunyi siaran yang samar dari televisi membangunkanku, dalam setengah mengantuk ku lirik jam menunjukan jam setengah 6 pagi. Mataku membesar menyadari ternyata sudah pagi.

“Aduh, ketiduran lagi" sungutku beranjak dari sofa dan mematikan televisi.

"Apa dia sudah pulang?"batinku masih mencemaskannya.

Aku ingin melihat dia di kamarnya, tapi takut akan membuatnya marah. Ku lirik ke arah depan rumah sudah bertengger mobil Azka. Berarti dia sudah kembali, walaupun dia tak membangunkan ku hatiku sudah senang karena dia pulang kerumah dan tidak menginap dimanapun.

“Mungkin dia tidak menyadari aku ketiduran di ruang tamu,”pikirku masih membela Azka.

Nyatanya, televise itu menyala dan sedikit mengeluarkan suara. Setidaknya dia menyadari saat mendengar suara televise. Hal yang pertama yang ingin aku lakukan adalah mandi lalu membuatkan sarapan untuknya sebelum dia berangkat kerja. Setelah selesai mandi aku bergegas menuju dapur dan mempersiapkan segalanya. Untung kemarin sudah belanja jadi bisa membuat sarapan kesukaan Azka yaitu nasi goreng seafood. Dia paling menyukai makanan yang berbau seafood. Untung saja, aku dahulunya sering membantu bunda di dapur. Jadi aku tidak merasa canggung lagi. Mempersiapkan bahan- bahan yang sudah ada. Aku sedikit berdendang saat mengaduk nasi goring yang hampir setangah matang.

"hmmm wanginya," sahut Bi Ayu tiba-tiba dibelakangku. Aku melihat bi Ayu membawa pakaian kotor Azka satu keranjang.

Aku tersenyum, "Terima kasih bi,. Semoga Azka menyukainya"kataku Ddengan penuh semangat. Sampai pipiku tidak berhenti berkerut karena tersenyum.

Bi Ayu hanya tersenyum samar menatapku penuh sayang "semoga, nak" katanya lemah. Aku tahu dia mengkhawatirkan reaksi Azka. Dari raut wajahnya tersirap, agar aku tidak berharap dengan respon Azka yang baik.

Aku merapikan meja makan dan menyajikan nasi goreng dengan secangkir teh hangat untuk Azka.

"Nah..selesai," sahutku semangat. "Sebentar lagi dia akan keluar dan pergi ke kantor."

Ku dengar pintu terbuka dari arah kamar Azka, dia begitu tampan dengan tubuh tinggi sempurnya, rahang yang bagus, hidungnya yang mancung serta warna matanya yang coklat yang bisa membuat wanita manapun akan terpikat. Aku salah satu dari wanita tersebut. Pesona Azka tidak pernah pudar di dalam hati ku.

Dia mengambil tempat di meja makan, tetap tanpa menghiraukan keberadaan ku. Dengan tatapan sinis dia melihat kea rah makanan yang sudah tersaji.

"Bi..." sahutnya dengan suara berat memanggil Bi Ayu " mana sarapanku?" Tanya Azka sedikit menaikan volume suaranya.

Aku mendekatinya. "Ini, aku sudah memasak nasi goreng kesukaanmu dan juga telah membuat teh itu. " sahutku lemah dan penuh ketakutan. Selama berbicara tadi aku menundukan kepala, tidak berani menatap Azka.

"Azka cobahlah, aku yakin itu enak, please."sahutku memohon dengan penuh kelembutan.

"Iya den..."bi Ayu menyela. "Nak Andrea sudah bangun pagi untuk menyiapkan sarapan ini." selanya membela. “cobalah sedikit, den Azka,” bi Ayu masih membujuk.

Kulirik rahang Azka mengeras, wajahnya memerah menahan amarah. Untuk sepersekian detik aku mendengar suara piring pecah dengan keras. Dia melempar nasi dan teh itu ke lantai. Semuanya berserakan, bahakan air the yang masih hangat sedikit mengenai wajahku. Aku semakin menunduk dalam. Tubuhku gemetar takut berhadapan dengan Azka.

"Bukankah aku sudah mengatakan ribuan kali…Kau!!! dia menunjukku dengan matanya yang menyala. "Kau! tak perlu mengatur semua keperluanku, karena.....karena aku tak butuh apapun darimu!!" katanya dengan suara yang keras menggema.

Nafasku tercekat menahan tangis apalagi memarahiku di depan bi Ayu. Bi Ayu hanya memandag sedih ke arahku. Sebegitu marahnya Azka kepadaku.

"Tap...tapi,"kataku terbata. "Aku ingin mengerjakan pekerjaan seorang istri. Aku ingin melayanimu dengan baik"

"Diam!!!" bentaknya keras. "Sampai matipun aku tak pernah menganggapmu istriku, paham!!"

Aku diam menatapnya. "Kenapa kamu membenciku?" air mataku jatuh lagi. Aku memang wanita bodoh dan lemah. Selama hidupku tidak sekalipun keluarga ku pernah membentak ku. Bunda dan ayah selalu berbicara dengan lemah lembut kepada kami. Maka dari itu setiap kali ada orang yang berbicara keras kepadaku. Aku pasti takut dan menangis.

Dia tersenyum mengejek. "Seharusnya kau tanya pada dirimu sendiri, kau tidak lain adalah wanita perusak hubungan orang lain, bahkan kau rela menghancurkan cinta sahabatmu sendiri. Jangan pernah menyebutkan kalua kau adalah istriku. Dari awal aku tidak pernah menganggapmu. Hanya saja, entah otakmu yang terlalu bodoh atau kau sengaja tegar dengan keadaan seperti ini. Berkacalah Andrea, aku membencimu!!"

Aku menunduk dan menangis,dia mengambil tas dan mengelurakan ponsel nya menghubungi orang lain.

"Sea,bisakah kamu membuat sarapan untukku dan mengantarkan ke kantor," katanya lembut dengan senyuman yang indah. Walau Sea tidak bisa melihatnya. Tapi dia akan sebegitu baiknya jika berhubungan dengan Sea. Pasti berbanding terbalik jika denganku. Dia selalu marah.

Dia sudah pergi meninggalkan semua kekacauan di meja makan, serpihan piring dan gelas bertaburan kemana-mana.

“Andrea akan membersihkannya,bi.” Kataku masih berusaha tersenyum. Aku menunduk dan memilih serpihan itu lalu mengumpulkannya.

Bi ayu memegang pergelangan tanganku. "Biarkan bibi yang membersihkannya, tidurlah Andrea. Karena kamu bangun terlalu pagi" kata bia Ayu iba.

Aku terisak. "Dia begitu membenciku. Dia memang tidak pernag mencintaiku sedari awal. Padahal aku merasa saat pertama kali kami bertemu, dia selalu tersenyum manis bila bertemu dengan ku. Sekarang dia tidak pernah lagi melakukan hal itu."

Bi Ayu memelukku, ku tumpahkan semua air mataku menahan kepedihan hati ini. satu tahun rumah tangga yang kujalani tak sedikitpun mendapatkan perhatian dan cinta dari suamiku.

Bi Ayu mengelus punggunggku menengankan isak tangisku.

"Aku mencintainya tapi dia selalu memakiku. "

"Kamu harus tenang, masuklah ke kamar. B tidurlah nak, tenangkan hatimu."

"Bibi, aku mencoba untuk membencinya. Tap....tapi aku semakin tidak bisa melakukan hal itu.."

Bi Ayu menghapus air mataku "Tidurlah,kamu butuh istirahat dan tenangkan dirimu."kata Bi ayu lagi.

**

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Ayahmu Tidak Setuju Karena Aku Miskin
9.3
Aisyah, gadis biasa, menjalin cinta dengan Krisna yang merupakan seorang bangsawan. Sayangnya, ayah Krisna menentang keras hubungan mereka karena perbedaan status sosial dan keyakinan. Enggan menyerah pada keadaan, Krisna memilih menentang keputusan ayahnya demi tetap bersama Aisyah. Mereka pun memutuskan pergi jauh demi menjaga cinta mereka. Akankah kegigihan keduanya sanggup melunakkan hati sang ayah hingga restu yang dinanti akhirnya mereka dapatkan?
Sampul Novel Bukan Sekadar Figuran
7.9
Narendra Hasan, seorang CEO, lumpuh akibat kecelakaan hingga ditinggal kabur oleh tunangannya, Bella, saat hari pernikahan. Demi menyelamatkan situasi, Narendra menunjuk keponakan Bella, Sheilla, sebagai pengantin pengganti. Sheilla tak punya pilihan selain setuju demi membalas utang budi pada sang paman. Namun, pernikahan darurat ini justru membuka tabir misteri tentang kecelakaan orang tua Sheilla serta hilangnya seorang penulis terkenal. Siapakah dalang di balik semua ini?
Sampul Novel Hijrah Cinta Sang Casanova
8.0
Pertemuan pertama membuat Bobby langsung terpikat pada Claudia. Sayangnya, reputasi Bobby sebagai playboy membuat Claudia enggan membuka hati, meski ia tetap bersikap ramah karena Bobby pernah menolong menantunya. Di sisi lain, Sultan selaku mertua Claudia justru merestui Bobby agar menantunya tidak lagi menjanda. Begitu Claudia akhirnya luluh dan bersedia menikah, bayang-bayang masa lalu dan kehadiran sosok misterius datang menguji kesetiaan cinta mereka.
Sampul Novel Istri yang Lari di Hari Pernikahannya
9.3
Siti Maemunah terpaksa menikah karena perjodohan yang diatur pamannya. Tepat setelah akad nikah selesai, ia memutuskan melarikan diri dan meninggalkan sang suami dengan keyakinan mereka tak akan pernah bertemu lagi. Namun takdir berkata lain. Setahun kemudian, Maemunah justru kembali dipertemukan dengan Alga. Kini, ia tidak punya pilihan selain menghadapi kenyataan pahit dari masa lalu yang sempat dihindarinya.
Sampul Novel Menantu Bodoh
7.8
Hubungan rahasia yang mendebarkan terjadi di bawah satu atap dalam novel Menantu Bodoh. Sang ibu mertua berusaha menolak sentuhan intim dari Jose, menantunya yang dianggap bodoh. Namun, reaksi tubuhnya justru berkhianat, mengkhianati kata-katanya sendiri dengan gerakan yang menggoda. Ketegangan semakin memuncak karena aksi berani ini dilakukan secara sembunyi-sembunyi, tepat ketika suara tawa putrinya dan sang sahabat terdengar jelas dari ruang tamu sebelah. Sensasi terlarang ini memicu gairah yang tak tertahankan.
Sampul Novel Menantu Dewa Perang
8.5
Ia kerap dihina dan dianggap sebagai menantu tak berguna yang tidak memiliki masa depan. Padahal, pria ini menyimpan identitas rahasia sebagai Dewa Perang yang ditakuti di seluruh dunia. Namun, sebuah tragedi memilukan terjadi tepat saat perayaan tiga tahun pernikahan mereka. Ia harus menyaksikan kenyataan pahit ketika istri tercintanya mengkhianati janji suci mereka dan berselingkuh secara terang-terangan di depan matanya sendiri.