APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Gapai Mimpi di Usia Senja

Gapai Mimpi di Usia Senja

Di hari ulang tahun Ryan yang ke-70, Elita pulang dalam kondisi basah kuyup hanya untuk mendapati rumahnya terkunci. Kabar mengejutkan datang dari tetangga yang menyebut Ryan telah menikah lagi dan sedang berada di hotel bersama istri barunya. Sebulan lalu, Elita menyetujui perceraian formal demi menyelamatkan diri dari klaim utang saham Ryan, bahkan putranya sendiri yang mengasingkannya ke rumah lama. Kini, Elita menyadari bahwa semua alasan itu hanyalah kebohongan besar untuk menyingkirkannya.
Bab
Bagikan

Bab 2

Aku meninggalkan rumahku. Setelah keluar dari kompleks kecil itu, aku menghela napas panjang. Aku terima tawaran untuk tinggal di rumah lama yang diberikan Ryan.

Karena sekarang sudah malam dan hujan deras, aku menginap di hotel terdekat. Mengenai masalah lainnya, pikirkan besok saja.

Umurku sudah tidak muda lagi, setelah kehujanan, malam itu aku demam.

Ponselku terus berbunyi. Berbaring di ranjang dalam kondisi setengah sadar, aku mengangkat telepon. Yang meneleponku adalah Juan.

"Bu, besok pagi Henny kerja, aku juga ada rapat, besok Ibu antarkan Chike pergi ke sekolah!"

Aku menolak sambil memejamkan mata. "Aku nggak mau. Linda sudah jadi ibumu, suruh dia saja. Mulai sekarang, jangan ganggu aku lagi."

Juan seharusnya menyadari kondisiku dari suaraku yang serak, tetapi dia pura-pura bodoh.

"Bu, apa maksudnya? Meskipun ibu sudah cerai dengan ayah, aku masih anakmu, 'kan?"

"Bagaimana nasib ibu ke depannya? Ibu hanya mengandalkan uang pensiun dua juta per bulan itu?"

Aku menjawab dengan nada mengejek, "Berapa pun uang pensiunku, kamu bukan anakku lagi. Juan, kamu yang menginginkan wanita itu menjadi ibumu, aku kabulkan keinginanmu!"

Setelah itu, aku menutup telepon. Tenggorokanku sangat sakit. Aku memegang dahi, panas sekali. Apa boleh buat, aku harus memaksakan diri bangun.

Baru turun dari ranjang, aku langsung terjatuh ke lantai.

Mendengar suara aku jatuh, ada seseorang di depan pintu mengetuk pintu. "Tante nggak apa-apa? Tante habis jatuh, ya?"

Aku mengenali suara itu adalah suara petugas resepsionis. Aku menjawab dengan suara serak, "Sakit …."

Setelah melihat bayangan orang di balik pintu, aku langsung jatuh pingsan.

Saat aku terbangun, ternyata aku sudah di rumah sakit.

Selain perawat, tidak ada seorang pun di dalam kamar. Perawat itu memberitahuku bahwa staf hotel yang mengantarku ke rumah sakit. Karena terjadi sesuatu padaku, staf hotel membawa koperku sekalian ke rumah sakit.

Aku mentertawakan kondisiku yang sial ini.

Sekarang aku hanya bisa mengandalkan diriku sendiri.

Namun, itu tidak masalah bagiku. Aku sudah pernah merasakan hidup susah, demam ini hanya masalah kecil.

Sambil menepuk tanganku, perawat itu bertanya, "Nyonya, apa yang terjadi? Kenapa kamu sendirian?"

Aku menggelengkan kepala. "Suamiku membohongiku agar kami bisa bercerai. Sekarang dia menikah dengan wanita lain.

Perawat itu menepuk kaki mendengar kata-kataku. "Nggak kusangka, ada orang sekejam itu."

"Jangan khawatir. Setelah kesehatanmu pulih, kamu bisa memulai hidup baru. Kamu pasti bisa melewati kesulitan ini. Aku contohnya."

Perawat itu menepuk dirinya sendiri. "Sejak umur 30 tahun, aku sudah ditinggal suamiku dan membesarkan anak-anakku sampai dewasa seorang diri. Aku orangnya nggak bisa diam, jadi kerja sambilan di rumah sakit ini, jadi aku bisa menghabiskan waktu sambil mendapatkan penghasilan!"

"Dalam hidup ini, kita harus mengandalkan diri sendiri. Kita egois sedikit, juga nggak masalah. Di usia kita yang sudah nggak muda lagi, kita berhak merasa bahagia!"

Kata-kata perawat itu membuka pikiranku. 'Benar juga,' pikirku.

Saat Juan menghubungiku, dia mengancamku tentang uang pensiun.

Aku masih bisa bertahan hidup. Lagi pula, aku masih punya rumah lama dan tabungan pribadi.

Seberat apa pun kehidupanku saat ini, apa lebih berat daripada penderitaan yang kualami di kehidupanku yang dulu?

Bagaimanapun juga, harus memikirkan kebahagiaan diri sendiri.

Aku sudah mengorbankan separuh hidupku untuk Ryan, selanjutnya aku akan mengutamakan kebahagiaanku sendiri.

Setelah mengurus prosedur keluar dari rumah sakit, aku keluar dengan membawa koper. Cuaca hari ini cerah.

Ryan tidak pernah menghubungiku. Entahlah, lebih baik aku pulang ke rumah lama dulu.

Sesampainya di rumah, Juan menghubungiku.

"Bu, kenapa? Bukankah aku sudah meminta Ibu mengantar anakku sekolah?"

"Gara-gara Ibu, guru di sekolah menghubungiku berkali-kali!"

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Palsu, Luka Nyata
8.9
Sejak awal, aku menyadari kedekatan Karen dengan teman masa kecilnya yang telah terjalin belasan tahun, namun aku tetap memilih untuk mengejar cintanya. Keputusan ini berujung pahit di hari pertunangan kami. Saat menerima kabar sang teman pingsan, Karen tanpa ragu meninggalkanku di atas panggung. Tragedi memuncak ketika nenek yang berusaha mengejarnya justru tertabrak mobil hingga merenggut nyawanya. Kehilangan ini menyadarkanku bahwa memaksakan hubungan yang rapuh hanya akan mendatangkan luka.
Sampul Novel Feng Na Na
9.4
Terbangun dengan pakaian kuno, aku merasakan nyeri hebat akibat guncangan di dalam kotak kayu. Padahal, memori terakhirku adalah mati mengenaskan akibat pengkhianatan tunanganku sendiri. Rasa sakit ini menegaskan bahwa aku tidak bermimpi. Ketika mencoba bangkit, aku terkejut mendapati diriku berada di dalam sebuah peti mati. Bagaimana mungkin aku bisa kembali bernapas setelah pembunuhan itu? Misteri apa yang sebenarnya sedang terjadi pada hidupku sekarang?
Sampul Novel Pembalasan Atas Kekejaman Suamiku
8.7
Perubahan drastis sikap suami sejak masa kehamilan memasuki usia tujuh bulan menyisakan tanda tanya besar. Saat malam tiba, ia mendadak menjadi sosok yang sangat bergairah dan menuntut keintiman dalam kegelapan total. Meski membingungkan, perubahan tekniknya yang luar biasa justru membangkitkan hasrat sang istri hingga desahan mereka menggema di seluruh penjuru rumah setiap larut malam. Keanehan memuncak di siang hari, ketika sang suami kembali menjadi pria yang sangat sopan dan bahkan tidak berani menyentuhnya sama sekali.
Sampul Novel PEMBALASAN ISTRI YANG DIKHIANATI
8.5
Dunia Syifa runtuh saat mendapati Danu, sang suami, tega mengkhianatinya. Lebih menyakitkan lagi, perselingkuhan itu dilakukan bersama sahabat karibnya sendiri. Namun, ibu tiga anak ini menolak terpuruk dalam duka. Didorong rasa sakit hati, Syifa bangkit mengumpulkan kekuatan. Ia merancang strategi pembalasan yang matang dan tak terduga untuk menghancurkan keduanya. Inilah kisah perjuangan berani seorang istri dalam merebut kembali martabatnya yang telah dihancurkan.
Sampul Novel Sahabat Istriku, Untukku
7.9
Dalam novel modern Sahabat Istriku, Untukku, dinamika rumah tangga seorang pria berubah drastis setelah ia menjadi miliarder. Dulu, ia selalu dihina dan dianggap tidak berguna oleh istrinya. Namun kini, kekayaan melimpah membuatnya berbalik memegang kendali. Demi menjaga hatinya agar tidak berpaling, sang istri bahkan nekat mengirimkan sahabat karibnya yang berparas cantik ke kamarnya. Terjebak di antara dua wanita menawan, sang suami kini harus menghadapi godaan yang menguras seluruh tenaganya.
Sampul Novel Surat Dari Venus
7.8
Menghadapi trauma PTSD di tengah lingkungan sosial yang kian toksik membuat hidup Ran terasa berat. Namun, harapan baru muncul saat ia menemukan kehangatan keluarga bersama Nenek Mariyati, Sunny, dan Kinan. Kehadiran mereka perlahan menyembuhkan luka batinnya. Melalui sosok bernama Venus, Ran akhirnya belajar memahami arti cinta sejati. Di balik masa lalu yang kelam, ia kini menemukan setitik cahaya untuk bangkit dan menata kembali masa depannya.