APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Ganti Rugi Nyawa Putriku

Ganti Rugi Nyawa Putriku

Setelah tewas terbakar akibat aksi balas dendam suaminya yang murka atas kematian sang mantan kekasih dalam kecelakaan pesawat, seorang ibu mendapat kesempatan kedua. Ia terbangun tepat di hari putri mereka mengalami serangan jantung. Namun kali ini, sang suami yang bekerja di menara kontrol bandara sengaja memutus komunikasi dengannya. Ketika pria itu menyadari keputusan egoisnya justru merenggut nyawa putri kandung mereka sendiri, penyesalan mendalam mulai menghancurkan akal sehatnya.
Bab
Bagikan

Bab 3

Dengan penuh kemarahan, tanganku gemetar saat mencoba menelepon ulang Sheldon. Namun kali ini, menara kontrol benar-benar memutuskan semua komunikasi dengan pesawat kami. Bukan hanya Sheldon yang tidak mau membantu, aku juga tak bisa lagi menghubungi rekan-rekan lainnya untuk meminta pertolongan.

Pesawat terus berguncang hebat. Suara ribut, teriakan, dan tangisan dari kabin penumpang terdengar hingga ke dalam kokpit. Ketika seorang pramugari masuk, suara makian penumpang pun terdengar jelas.

"Pesawat macam apa ini? Apa aku akan mati di sini hari ini?"

"Aku dengar ini semua karena masalah pribadi si pilot! Gila, perempuan sialan ini menyeret kita semua ke dalam bencana!"

"Apa lagi yang dia tunggu? Cepat keluar untuk minta maaf!"

Bahkan ada yang memaki putriku, "Katanya anak ini anak pilot! Kalau bukan karena dia, kita nggak akan mengalami kecelakaan ini!"

Namun, ada juga yang masih berpikir jernih dan mencoba menenangkan yang lain, "Tolong jaga sikap kalian! Kita semua belum mati, 'kan? Kita harus percaya sama pilot!"

Semua ucapan mereka, berbagai ekspresi dan sikap manusia, semuanya tampak jelas di saat genting seperti ini.

Dengan suara gemetaran, pramugari berkata, "Bu Jeanette, situasi di luar semakin sulit dikendalikan ...."

Aku menatap panel instrumen yang penuh dengan tombol dan indikator, lalu menarik napas panjang dan menoleh ke kopilot, "Hector, kita hanya bisa mengandalkan diri kita sendiri."

Wajah Hector pucat pasi dan berkeringat deras.

"Kau siap?" tanyaku. Dia menarik napas dalam, lalu menatapku dengan mantap dan mengangguk, "Siap."

Kami benar-benar telah ditinggalkan oleh menara kontrol. Agar tidak mengganggu penerbangan lain dan tidak mengacaukan jalur mereka, aku memutuskan untuk terbang ke arah perairan yang tak dilalui rute penerbangan biasa.

Dengan penuh perjuangan, kami berhasil menghindari badai petir dan akhirnya mendarat darurat di lautan dengan selamat.

Di saat-saat terakhir itu, hampir semua penumpang yang tadinya mencaci maki kini telah terdiam. Semua orang menutup mata. Ada yang diam, ada yang menangis, semuanya seolah-olah tengah menunggu "kematian" menghampiri mereka.

Namun, saat pesawat berhasil mendarat dengan aman di permukaan laut, seluruh penumpang langsung berdiri. Mereka membungkuk hormat padaku. Tiga ratus enam puluh nyawa di pesawat ini. Semua selamat, kecuali putriku.

Di rumah sakit, aku menatap tubuh putriku yang kini tertutup kain putih lekat-lekat. Emosi yang telah lama kutahan akhirnya pecah. Mataku memerah dan aku tak mampu lagi menahan isak tangis. Tak pernah terbayangkan olehku bahwa aku berhasil menyelamatkan lebih dari 300 orang, termasuk diriku sendiri. Namun, aku justru kehilangan putriku sendiri.

Hector menghela napas panjang dan mencoba menenangkanku, "Bu Jeanette, di luar sudah banyak wartawan yang menunggu untuk mewawancarai Anda. Bagaimana kalau Anda keluar dulu, biar saya yang urus anak Anda di sini ...."

Aku mengusap air mataku, lalu memegang tangan putriku yang kini dingin dan kaku. Setelah menguatkan diri, aku beranjak keluar. Namun di tengah jalan, aku bertemu dengan Sheldon dan Wina.

Begitu melihatku, Sheldon langsung tertawa dingin, "Lihat siapa yang datang, sang pilot heroik. Jadi, bukannya tadi bilang anak kita sudah mati? Anak kita sudah mati, tapi kamu masih punya waktu untuk diwawancarai?"

Amarahku membuncah hingga ke ubun-ubun. Tanpa berpikir panjang, aku langsung maju dan mencengkeram kerah bajunya sambil berteriak marah, "Sheldon, kamu ngomong apaan! Itu anak kandungmu!"

Sheldon menepis tanganku dengan tawa dingin, "Anak kandung apaan? Anak itu sama sepertimu, egois dan munafik! Memang benar kata pepatah, 'buah jatuh tak jauh dari pohonnya'. Punya ibu seperti kamu, nggak heran kalau dia tumbuh jadi pembohong yang menjijikkan!"

Tubuhku gemetar hebat karena marah dan wajahku semakin pucat. Aku nyaris tak mampu berdiri tegak, tetapi Sheldon tidak peduli. Dia justru merangkul Wina dengan lembut, lalu berkata dengan penuh perhatian, "Wina terlalu baik, sampai-sampai bisa kamu perlakukan seperti ini ...."

Aku tertawa getir, "Sheldon, kamu tahu nggak, putri kita benar-benar sudah tiada ...."

Sheldon hanya tertawa sinis, "Mati? Bagus sekali! Aku malah berharap dia pergi jauh, jadi kalian berdua nggak bisa lagi mengganggu Wina!"

Dendam dalam hatiku semakin membara, "Sheldon, jangan menyesal."

Dia hanya tertawa remeh, "Kalau aku sampai menyesal, kupotong kepalaku untuk dijadikan bola."

Baru saja dia selesai bicara, seorang perawat datang tergesa-gesa dari ujung lorong, "Bu Jeanette, surat kematian putri Anda sudah kami siapkan. Tolong segera hubungi pihak pemakaman agar jenazah anak Anda bisa segera diurus."

Wajah Sheldon berubah pucat seketika.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bapakku Dukun
8.5
Tuduhan sebagai pemuja setan dan pelaku pesugihan membuat keluarga protagonis dikucilkan oleh masyarakat sekitar. Sejak usia dini, ia telah akrab dengan pemandangan kematian yang mengerikan di sekitarnya, sementara ayahnya kerap dicap gila. Meski awalnya ia memilih acuh terhadap segala stigma negatif tersebut, sebuah rahasia besar yang tersembunyi akhirnya tersingkap dengan sendirinya. Penemuan fakta mengejutkan ini justru mengubah sudut pandangnya, melahirkan rasa bangga yang mendalam terhadap identitas sang ayah sebagai seorang dukun.
Sampul Novel Ghost Boyfriend
8.0
Pasca kecelakaan maut yang merenggut nyawanya, Arka terjebak menjadi arwah penasaran. Demi menuntaskan urusan yang tersisa sebelum benar-benar pergi, ia bekerja sama dengan seorang pengangguran bernama Zulfi. Arka bertekad memastikan kebahagiaan sang kekasih, Ziva, yang telah ditinggalkannya. Namun, melihat kedekatan yang mulai terjalin antara Zulfi dan Ziva, sanggupkah Arka pergi dengan tenang? Bisakah ia juga membenahi hidup Zulfi di sisa waktu yang ada?
Sampul Novel Kuyang Kalimantan
9.1
Legenda kuno penghisap darah menyebarkan teror mistis di tanah Kalimantan. Makhluk gaib ini mengincar ibu hamil dan perempuan yang sedang melahirkan. Menghadapi ancaman mengerikan tersebut, hukum adat menjadi benteng pertahanan terakhir yang mutlak. Seluruh masyarakat, termasuk warga suku asli, dilarang keras melanggar pantangan suci turun-temurun. Kelalaian kecil dalam mematuhi aturan adat ini dipastikan akan mendatangkan malapetaka yang sangat fatal bagi mereka.
Sampul Novel Makanan Menjijikkan Dari Mertua
8.0
Pernikahan seorang pria berubah menjadi teror mengerikan saat ia menyadari rahasia gelap keluarganya. Sang istri dan mertua rupanya penganut sekte ilmu hitam yang kejam. Berada di bawah tekanan yang luar biasa, ia kini tidak memiliki jalan keluar. Di tengah situasi yang semakin memuncak, sang suami dipaksa oleh orang-orang terdekatnya itu untuk mengabdi dan bersekutu dengan iblis demi mewujudkan ambisi mistis mereka yang sangat keji.
Sampul Novel Permainan Kakak Tercinta
8.8
Undangan menginap di rumah sang kakak berubah menjadi situasi mencekam. Teror dimulai saat sang adik melihat senyum ganjil di wajah suami kakaknya ketika sedang mencuci muka. Meski sempat ditenangkan, sang adik justru dikunci di dalam kamar bersama pria tersebut. Di tengah kepanikan, ia akhirnya menyadari bahwa seluruh kejadian mengerikan ini adalah rencana yang telah dipersiapkan oleh kakaknya sendiri.
Sampul Novel Pernikahan Sempurnaku, Rahasia Mematikannya
9.4
Tiga bulan membina rumah tangga dengan miliarder Baskara Aditama, kebahagiaan wanita ini hancur seketika saat Diana, sang mantan kekasih, datang menyerang. Bukannya menolong, Baskara malah membela Diana dan membiarkannya menyiksa sang istri. Bahkan saat nyawanya terancam oleh kepungan pria misterius, Baskara tega memutus telepon. Demi selamat, ia nekat melompat dan menghubungi Paman Suryo. Baskara tak tahu bahwa istri yang dikhianatinya adalah bagian dari Keluarga Wallace yang siap membalas dendam.