APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Setelah Mengetahui Rahasia Bos Wanitaku, Aku Terkena Masalah Besar

Setelah Mengetahui Rahasia Bos Wanitaku, Aku Terkena Masalah Besar

Setelah memutuskan kembali ke ibu kota, seorang mantan raja gangster memilih menjalani kehidupan sederhana sebagai karyawan biasa. Namun, kedamaiannya hancur saat ia tidak sengaja membongkar rahasia tersembunyi milik bos wanitanya yang berparas cantik. Penemuan tak terduga ini menyeretnya kembali ke dalam pusaran bahaya dunia bawah yang penuh intrik, aksi, dan misteri besar. Kini, ia harus menghadapi konsekuensi fatal demi melindungi dirinya dan sang atasan dari ancaman masa lalu yang mengintai.
Bab
Bagikan

Bab 9

Henni berdiri di belakang mereka dengan ekspresi canggung. Deon langsung bisa menebak bahwa Cindy dan ibunya masuk secara paksa.

Raut wajah Deon menjadi kusut. Dia tak menyangka kedua wanita itu sebegitu tak tahu malu. Dia sudah pernah menghadapi wanita dengan sifat seperti itu sebelumnya, tetapi ini adalah pertama kalinya dia menghadapi yang semenyebalkan ini!

Kalau dia memberi tahu mereka bahwa dia dan Luna saling jatuh cinta, Cindy dan ibunya pasti akan menjilatnya mati-matian dengan harapan bisa mendapatkan sebagian dari harta Luna!

Karena itu, Deon langsung menjawab dengan setengah hati, "Maaf kalau jawabanku mengecewakan kalian, tapi Bu Luna adalah bosku. Dia datang menemuiku karena alasan pekerjaan dan langsung pergi setelah menyelesaikan masalahnya."

Ketika Cindy dan Camila mendengar ini, ekspresi mereka tiba-tiba berubah.

"Apa? Ternyata dia bosmu, ya? Apa kubilang? Mustahil seorang gadis sehebat Luna bisa menyukainya."

"Mengecewakan sekali! Sial!"

Mereka pun pergi sambil mencaci maki dan mengambil kembali hadiah yang mereka bawa.

Di saat yang bersamaan, sebuah pesan teks dari Killan masuk ke ponsel Deon. Pesan itu berbunyi, "Kak Deon, 10 triliun telah ditransfer ke Kartu Raja Gangster. Aku berinisiatif memilih dan membeli sebuah komplek perumahan atas namamu. Ke depannya, silakan gunakan dana di dalam kartu ini sesuka hati."

Deon secara spontan menggeleng-geleng. Bocah bernama Killan itu memang gemar melakukan hal seperti ini.

"Nak, abaikan saja mereka. Ke mana saja kamu semalaman? Kamu membuat Ibu khawatir saja!" ucap Henni dengan cemas.

Deon tersenyum dan berkata, "Bu, jangan khawatir, aku nggak mungkin tidur di jalanan. Oh, iya. Kita masih memiliki utang luar negeri sebesar ratusan juta dan belum dilunasi, bukan? Bagaimana kalau kita bayar dengan uangku saja ...."

Henni langsung menyelanya dengan cemas, "Nak, kamu hanyalah seorang pegawai biasa. Gajimu juga hanya beberapa juta per bulan. Dari mana kamu mendapatkan uang untuk melunasi utang itu? Apakah kamu habis melakukan hal yang buruk?"

Deon buru-buru berkata, "Itu mustahil. Ibu berpikir terlalu jauh."

"Syukurlah kalau begitu. Ayahmu memutuskan untuk bekerja di tambang ilegal bersama teman-temannya karena berusaha menghasilkan uang, tapi sayangnya dia meninggal karena tanah longsor. Kamu nggak boleh terlibat dalam hal-hal yang melanggar hukum, paham?" ucap Henni dengan sungguh-sungguh. "Urusan uang dan utang, lebih baik kita bergotong royong mencari solusi, jangan terlalu membebani dirimu sendiri."

Deon mengangguk dengan patuh.

Karena khawatir ibunya terlalu menganggap serius hal ini dan bersikeras menyelidiki asal muasal uangnya, dia terpaksa merelakan gagasan melunasi utang dengan dana Kartu Raja Gangster.

Setelah menghibur ibunya, Deon bergegas ke stasiun kereta bawah tanah untuk berangkat kerja.

Dia bekerja di sebuah divisi kecil di bawah Departemen Penjualan Grup Lixon. Walau skalanya tidak besar, bekerja di bawah departemen ini merupakan tekanan yang besar.

Begitu dia masuk ke kantor, dia melihat beberapa rekannya sedang ditegur atasan mereka, Jason Kore.

"Apa-apaan kalian? Selama dua bulan berturut-turut, performa penjualan kalian masih belum mencapai target! Otak kalian semua hanya diisi kotoran, ya?!"

Dua teman baik Deon, Mina dan Dimas, juga dimarahi sampai telinga mereka hampir berdarah, terutama Mina yang habis ditampar oleh Jason hingga wajahnya membengkak!

Deon tidak tahan lagi dan langsung berjalan ke hadapan atasannya, Jason, lalu berkata, "Pak Jason, seingatku dalam aturan dasar perusahaan ada aturan bahwa karyawan tidak boleh dianiaya atau dipukuli ...."

Jason melirik Deon dengan tajam dan berkata, "Deon? Kamu karyawan baru yang bahkan belum melewati masa magang, beraninya kamu mengkritik tindakanku? Jangan lupa, kinerjamu sendiri juga sama buruknya. Dilihat dari gerak-gerikmu, sepertinya kamu sudah siap kehilangan pekerjaanmu, ya?"

Mina dan Dimas buru-buru menahan Deon sambil memohon, "Kak Deon, tenanglah, kami nggak apa-apa, kok."

Keduanya adalah karyawan tetap dan tidak keberatan merasa canggung selama beberapa hari setelah dimarahi oleh Jason. Namun, kalau Deon membuat Jason kesal selama dia masih magang, dia pasti akan dihukum.

Bahkan ada kemungkinan dia akan dipecat dalam hitungan menit!

Deon berkata dengan tegas, "Tidak ada seorang pun di dunia ini yang mempunyai hak istimewa untuk memukul atau menganiaya karyawan. Pak Jason, meskipun Bapak adalah atasan kami, Bapak tetap harus minta maaf!"

Deon tahu bahwa Jason hobi mengatur semua orang di departemen ini, mempermainkan pegawai baru dan menggoda karyawan wanita.

Biasanya Deon mengabaikannya, tetapi dia tidak tahan kalau masalahnya menyangkut teman-temannya.

Melihat reaksi Deon yang berani, Jason tertawa sinis dan berkata, "Kamu memintaku meminta maaf? Aku nggak salah dengar, 'kan? Kamu pikir kamu ini siapa?"

Deon menjawab dengan tenang, "Aturan dasar perusahaan menetapkan bahwa tak peduli posisinya, setiap orang setara dan harus saling menghormati. Pak Jason, apakah menurutmu dirimu berada di atas aturan dasar perusahaan?"

Amarah Jason makin menjadi-jadi. Dia pun berkata, "Oh, jadi kamu mau menantangku dengan buku peraturan? Oke, kamu mau membela teman-temanmu, 'kan?"

"Kalau begitu, bantulah mereka berdua mencapai target penjualan dalam waktu tiga hari! Kalau berhasil, aku akan memaafkan mereka! Tapi kalau kalian gagal, kamu harus berkemas dan undur diri!"

Dengan wajah pucat, Dimas buru-buru berkata, "Kak Deon, jangan mengiakan begitu saja! Kami ditugaskan menjual Teh Adem, produk kesehatan keluaran terbaru Grup Lixon, tapi produk ini belum masuk pasar. Memperoleh penjualan dari produk ini adalah hal yang sama sekali mustahil!"

Tak hanya itu, Jason bahkan menetapkan target penjualan sebesar empat miliar per bulan!

Darren dan Mina telah berusaha sebaik mungkin dengan membeli dan meminum teh ini sendiri sampai perut mereka tak sanggup lagi, tetapi mereka hanya berhasil mendapatkan penjualan sebesar 200 juta sejauh ini.

Membantu keduanya mencapai target penjualan sebesar empat miliar dalam waktu tiga hari adalah hal yang mustahil!

Deon tertegun sejenak, kemudian berkata, "Kalau aku bisa mencapai target mereka dalam satu hari, apa Bapak akan meminta maaf?"

Jason juga tertegun sejenak, lalu tertawa terbahak-bahak dan berkata, "Empat miliar dalam satu hari? Hahaha! Kamu kira kita lagi bermain Monopoli? Kalau kamu benar-benar bisa melakukannya, tak hanya membiarkanmu terus bekerja di sini, aku juga akan tunduk dan memohon maaf pada kalian!"

"Kalau aku bisa melakukannya dalam lima menit, Bapak harus meminta maaf sambil berlutut dan bersujud tiga kali, setuju?" tanya Deon lagi.

Mendengar tantangan ini, rekan-rekan Deon di seluruh departemen tercengang.

Ucapan Deon memang tidak pernah bisa ditebak!

Apa benar pria ini adalah anak magang yang biasanya selalu hidup tenang tanpa perlawanan itu?

Jason menggertakkan gigi dan berseru, "Kamu ini cuma datang buat mencari gara-gara, ya?!"

Dimas dan Mina juga buru-buru berusaha meyakinkan Deon, "Kak Deon, bertindak tanpa berpikir bisa membawa petaka! Menggarap empat miliar dalam lima menit itu mimpi yang konyol!"

Tidak, untuk memimpikannya saja mereka tidak berani!

"Aku nggak akan mengingkar janjiku. Pak Jason, sepertinya kamu takut, ya?"

Melihat Jason menginjak-injak para bawahannya membuat Deon kesal.

Namun, Deon hanya melakukan hal yang benar!

"Haha! Kenapa cemas begitu? Nggak sabar ingin dipecat, ya? Baiklah, aku akan membantumu mewujudkannya! Ayo, sini! Kalau kamu bisa melakukannya, aku akan langsung berlutut!" jawab Jason sambil menyeringai, matanya berkilap licik.

Faktanya, ini adalah jebakan yang Jason rencanakan. Pagi hari ini, Julian, paman Luna sekaligus direktur Grup Lixon, datang menemuinya, lalu memberinya dua miliar dan memintanya merencanakan skenario untuk mengusir Deon.

Jadi, Jason memanfaatkan perihal penjualan untuk menimbulkan masalah, tetapi Deon malah berinisiatif maju. Rencananya berjalan dengan sempurna!

Jason mengeluarkan ponselnya dan menyetel pengatur waktu sambil berkata, "Deon, lima menit itu waktu yang sangat singkat, loh!"

Menurut sepengetahuannya, penilaian performa Deon dalam beberapa bulan terakhir selalu nyaris tidak lulus.

Kemampuannya dalam menarik pelanggan tentu tidak sebanding dengan Mina dan Darren!

Karena itu, pemagang pemula seperti dirinya tidak mungkin bisa menaklukkan tantangan sesulit ini!

Di sisi lain, Deon mengeluarkan ponselnya dengan tenang dan membuka aplikasi buku kontak. Seorang kenalannya di Kota Sielo tebersit di benaknya. Deon yakin orang ini bisa membantunya.

"Halo, Murray Zune? Ini aku, Deon. Aku ingin memintamu melakukan sesuatu!"

Murray Zune?!

Mendengar sapaan ini, semua orang di kantor tercengang. Bukankah Murray Zune Walikota Sielo?

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bastard My Stepfather
7.9
Pernikahan enam tahun Dave Eshan Mahendra dan Dara Caroline akhirnya kandas akibat perselingkuhan sang istri. Namun di balik itu, Dave rupanya menyimpan rasa pada Clara, putri tirinya. Berita perceraian tersebut membuat Clara yang periang syok dan langsung menemui Dave di kantornya. Secara mengejutkan, Dave justru mengungkapkan cintanya. Sempat ragu, Clara akhirnya menerima cinta sang ayah tiri. Sayang, hubungan gelap ini justru menyeret Clara pada rahasia kelam yang tak terduga.
Sampul Novel CINTA TAK PERNAH SALAH
8.0
Terpikat pesona Tania, Lian rela mengakhiri hubungannya dengan Yasmin demi menerima perjodohan dari Bu Nurma. Namun setelah menikah, Lian hanya mendapati sikap dingin Tania yang masih tenggelam dalam duka atas kepergian mendiang suaminya, Brian. Kehangatan di antara keduanya baru tercipta saat badai melanda. Sayangnya, momen intim itu terancam sirna ketika Brian, yang selama ini diyakini telah tewas dalam kecelakaan kapal, tiba-tiba muncul kembali hidup-hidup.
Sampul Novel Ikatan Suci
8.8
Mona, janda dari pahlawan negara, terpaksa menuruti kehendak ayahnya, Jenderal Handoko, untuk menikah dengan Galih. Pernikahan ini memicu kontroversi karena status Galih sebagai mantan narapidana kasus narkoba. Di tengah keraguan, Mona bertekad menyelidiki motif asli di balik kesediaan Galih menerimanya. Kini, dua sosok yang sama-sama terluka ini terikat pernikahan, siap berkorban demi mengungkap misteri di balik persatuan mereka.
Sampul Novel Kecemerlangan Tak Terbelenggu: Menangkap Mata Sang CEO
8.3
Pernikahan karena utang membuat Leanna dikhianati suami dan mertuanya hingga terpaksa bercerai. Namun, perpisahan ini menjadi titik balik. Berbekal harta gono-gini dan kebebasan baru, ia bangkit menunjukkan jati diri aslinya yang luar biasa: peretas genius, pembalap, profesor medis, dan desainer perhiasan top. Gangguan dari simpanan mantan suaminya tak mampu menggoyahkannya. Di tengah pembuktian diri ini, Matthew datang menawarkan diri menjadi pendamping baru baginya.
Sampul Novel Menikahi Gadis Bar-Bar
8.4
Malaika Arabella, siswi kelas XI penerima beasiswa, terkenal tangguh dan kerap membolos walau tetap berprestasi di tengah rundungan. Konflik bermula ketika orang tuanya harus bertugas ke luar negeri untuk waktu lama. Enggan ikut dan tanpa kerabat dekat, Mala terpaksa menyetujui pernikahan dini rahasia dengan anak dari sahabat ayahnya. Sanggupkah Mala mengarungi bahtera rumah tangga barunya ini, sementara ia juga harus menghadapi dinamika dunia sekolah yang penuh gejolak?
Sampul Novel Salsa Untuk Darren.
9.6
Trauma masa lalu membuat Darren, pria 32 tahun, menutup rapat hatinya dari wanita. Namun hidupnya berubah setelah bertemu Salsa, pembuat kue berusia 20 tahun yang hidupnya kacau akibat perbuatan Darren. Saat benih cinta mulai tumbuh di antara mereka, mantan kekasih Darren tiba-tiba kembali dan memicu konflik baru. Kini, Darren dihadapkan pada pilihan sulit: bertahan demi Salsa dan putra mereka, atau justru kembali ke pelukan masa lalu yang pernah menghancurkannya.