APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Gairah Pelarian Cinta

Gairah Pelarian Cinta

Di tengah keheningan yang menyelimuti, Cinta dan Robi saling berpandangan. Ketegangan di antara mereka mencapai puncak ketika Robi membalikkan tubuh Cinta hingga berada di posisi missionary. Dengan tatapan penuh permintaan, Robi menunggu persetujuan Cinta yang hanya mampu berbisik pelan. Perlahan, Robi menuntun kehormatannya memasuki tubuh Cinta, menembus selaput darah yang menjadi simbol penyerahan diri seutuhnya. Rasa sakit yang menusuk dijawab oleh belaian lembut dan ciuman hangat di kening. Cinta pasrah, menyerahkan segalanya pada lelaki yang telah merebut hatinya.
Bab
Bagikan

Bab 1

Cinta sebuah kata indah yang bermakna luas dan penuh makna.

Cinta adalah penggambaran rasa, bahagia dan derita.

Semua insan yang di ciptakan Sang Pencipta pasti memiliki cinta.

Jangan takut untuk mencintai dan juga untuk dicintai, sudah kodrat manusia untuk hidup berpasang-pasangan, manusia bisa hidup bahagia dengan cinta, tetapi tidak sedikit yang hidup menderita karena cinta.

Begitu pula yang saat ini dirasakan seorang gadis cantik berusia 21 tahun yang bernama Cinta Rahayu Pramudya biasa dipanggil Cinta.

Ia menjalin hubungan percintaan dengan seorang lelaki berusia 21 tahun bernama Robi Hermawan.

Mereka menjalin cinta tetapi tak mendapat restu orang tua Cinta. Dan percintaan mereka sudah terlalu jauh hingga akhirnya Cinta hamil.

Cinta pun hendak dinikahkan oleh orangtuanya, dengan lelaki yang tidak ia kenal apalagi mencintai lelaki yang akan menikahinya.

Sebelum ia melangsungkan akad nikah, dengan berpakaian gaun untuk acara akad nikah ia justru kabur dari pernikahannya.

Kabur dengan seorang pengemudi mobil limousin yang akan mengantarkannya ke tempat acara akad nikah.

Pelarian Cinta tentu membuat heboh keluarganya!!

Bagaimana kisah Cinta selanjutnya....?

Yuk kita ikuti kisahnya di bawah ini....! Cekidot....

/////

Sekali lagi Cinta memandangi pantulan bayangan dirinya. Cermin di hadapannya memang tidak bisa berbohong. Ia tampak demikian cantik dan anggun dalam balutan busana pengantin.

Penampilannya; anggun, memukau dan tanpa cela.

Kebaya berwarna putih mutiara itu melekat dengan indah di tubuhnya yang tinggi semampai, memamerkan lekuk-lekuk tubuhnya yang menawan.

Buah dadanya yang ranum disangga korset yang kencang. Punggungnya yang ramping semakin langsing karena dibelit stagen dan memperlihatkan liuk pinggulnya yang menggairahkan.

Cinta sendiri tak habis-habisnya mengagumi kebaya hasil karya perancang kenamaan yang dikenakannya itu. Brokat sutranya dikirim langsung dari Paris, sulamannya yang halus bermotif kelopak mawar, dihiasi tatahan kristal.

Begitu mewah dan gemerlapan.

Kain batik yang melilit bagian bawah tubuhnya pun dipesan khusus dari solo. Batik tulis dengan tekhnik melukis yang rapi dan halus. Warnanya senada dengan kebayanya, berpadu dengan motifnya yang berwarna kelabu kelam dan disepuh perada keemasan.

Riasan wajahnya tampak kemilau membuat raut wajah Cinta seperti bermandikan cahaya.

Penuh pesona, dan cantik memikat.

Seuntai ronce melati menjuntai dari sisi sanggulnya. Dilengkapi dengan kembang goyang yang disematkan di antara sasakan rambutnya, sempurna sudah penampilannya sebagai calon mempelai.

Seharusnya Cinta bahagia dan bersyukur, sesaat lagi ia akan melangkah ke pelaminan dan bersanding di mahligai. Tapi, di hari istimewa ini. Cinta justru terlihat murung, sedih dan kacau.

Ia berdiri tercenung di dalam kamar ini. Hatinya, gundah gulana.

Ia melirik ke jam yang tergantung di dinding dengan resah. Dua jam lagi akad nikah akan dilangsungkan di masjid agung.

Dan itu berarti dua jam lagi ia akan sah menjadi istri Fredy Mulyadi. Pria yang sama sekali tidak dicintainya.

Karena itu, Cinta merasa begitu benci pada kebaya yang dipakainya, sanggulnya, dan untaian melatinya. Semuannya. Semua yang melekat di dirinya saat ini.

Cinta harus segera mengambil keputusan. Sekarang, atau tidak selamanya. Ia harus kabur membebaskan diri atau terpasung seumur hidup dalam perkawinan yang diatur orangtuanya ini.

Ibunya baru saja meninggalkan Cinta. Para penata riasnya juga.

Setelah selesai mendandani Cinta, ibunya melarang siapa pun masuk ke kamar ini. Tidak seorang pun boleh mengusik Cinta, agar ia merasa nyaman dan tenteram. Ibunya ingin Cinta menyiapkan diri sebaik-baiknya sehingga ketika melangkah ke luar kamar nanti, ia akan tampil demikian mengagumkan bagai seorang ratu.

Tinggal Cinta sendiri di kamar yang luas ini. Kamar Cinta yang telah disulap dan didekor menjadi kamar pengantin yang indah. Rangkaian bunga segar dan juntaian kelambu menyulap kamar ini menjadi mahligai peraduan dalam istana.

Cinta melangkah mengitari kamarnya, perlahan-lahan ia membuka pintu, dan melongokkan wajahnya ke luar dengan hati-hati.

Keluarga dan sanak saudaranya tampak hilir mudik dengan kesibukan sendiri-sendiri dan keluar-masuk kamar masing-masing. Mereka repot mempersiapkan penampilan mereka dan segala urusan yang diperlukan untuk upacara pernikahan.

Rumah orangtua Cinta yang terdiri dari dua lantai memang besar dan megah, dengan banyak kamar dan ruangan.

Sejak beberapa hari lalu banyak kerabat yang menginap di sini, untuk membantu persiapan pernikahan Cinta.

Mereka terlihat lalu-lalang, tanpa memperdulikan sekitar, terburu-buru seperti berpacu dengan waktu. Perhatian mereka tersita pada urusan yang harus segera diselesaikan.

Tidak ada yang curiga, ketika Cinta melangkah ke luar kamar. Mereka hanya menoleh sekilas dan memandang terpesona.

Cinta berusaha berjalan dengan tenang melintasi ruang tengah, meskipun di dalam dadanya jantungnya berdebar-debar.

Ia berusaha untuk bersikap sewajar mungkin agar gerak-geriknya tidak menimbulkan kecurigaan orang-orang sekitarnya.

Cinta berhasil melewati ruang depan dan menyelinap ke luar rumahnya.

Sekali lagi ia menengok ke belakang, memastikan tidak ada seorang pun yang mengamati dirinya, lalu cepat-cepat menjinjing kainnya.

Sedikit susah payah ia berlari menuruni anak-anak tangga di beranda yang bersambungan langsung dengan pelataran halaman.

Di halaman terparkir sebuah limousin sewaan yang berwarna hitam mengkilat.

Karangan bunga tampak dipasang di bagian depan kap mesin dengan untaian pita melambai-lambai.

Mobil pengantin yang siap mengantarkan calon mempelai.

Seorang supir sedang terlihat menunggu dengan sabar di sisi luar mobil.

Pemuda berusia 27 tahun, berwajah bersih dan segar.

Ia mengenakan setelan jas dan dasi kupu-kupu, sekilas tidak tampak seperti supir.

Postur tubuhnya yang tinggi dan atletis sangat mengesankan. Tampan bagai seorang model lelaki atau artis.

Tapi Cinta tidak sempat mengagumi ketampanan pemuda itu.

Tanpa menyapa si supir, Cinta langsung menerobos naik ke dalam mobil.

Pemuda itu sampai menoleh bengong.

Cinta melambaikan tangan dari dalam mobil dengan tidak sabar, membuat pemuda itu segera menyusulnya masuk dengan gugup.

"Cepat! Ayo, jalan!" Cinta memerintah pemuda itu dengan nafas terengah-engah.

"Sekarang, mbak?" tanya pemuda itu heran.

Ia sempat menengok ke belakang karena tidak percaya.

"Siapa lagi yang kau tunggu? Saya calon pengantinnya!" sahut Cinta panik.

"Tentu, saya tahu." jawab pemuda itu berusaha untuk sopan.

Ia mengamati penampilan Cinta dari ujung rambut hingga ujung kaki dengan penuh kekaguman.

"Tapi seharusnya mbak didampingi pengiring pengantin".

"Tidak perlu!" potong Cinta ketus. "Kau dibayar untuk mengantarkan calon pengantin, bukan yang lain!"

"Tapi, Mbak." kilah pemuda itu canggung. "Berdasarkan jadwal, kita harus berangkat setengah jam lagi..."

"Sekarang kataku!" Cinta hampir memekik saking gemasnya. "Kalau kau tidak mau berangkat juga, saya pergi naik taksi saja! Percuma membayar mahal limousin kalau supirnya cerewet dan menjengkelkan seperti kau!"

"Maaf, Mbak." ucap pemuda itu menyesal, sambil menunduk. "Saya hanya bermaksud menjalankan tugas."

"Mau tau tugasmu sekarang?" semprot Cinta emosi. "Tutup mulutmu dan jalankan mobil ini!"

Pemuda itu langsung menyalakan mesin dan menginjak pedal gas.

Mobil limousin itu segera menderu pergi dari perkarangan rumah, melesat di jalan raya.

"Maaf, Mbak..." kata pemuda itu, melirik dari spion dengan takut-takut. "Apakah.... Apakah tidak kepagian kita sampai di masjid, Mbak?"

"Siapa bilang kita akan ke masjid?" dengus Cinta dingin.

Sekarang pemuda itu mengangkat wajahnya yang tercenung, menatap Cinta lekat-lekat dari pantulan kaca spion.

"Lalu." Ia bertanya kaget. "Mau ke mana kita sekarang, mbak?"

"Ke mana saja!" bentak Cinta dengan dada turun naik. "Ke rumahmu! Ke hotel! Ke pantai! Ke mana saja...."

Lalu tangis Cinta pecah tak tertahankan lagi. Tangis yang dipendamnya sejak tadi.

Kini ia terisak-isak pilu, sambil berkata. "Asalkan aku tidak perlu melangsungkan pernikahan mengerikan ini...."

Bersambung

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Menyelamatkan Pujaan Hati Suamiku
9.2
Sebuah kecelakaan pesawat tragis mengubah hidupku selamanya. Steve memberikan parasut terakhir padaku hingga aku selamat, sementara adik tiriku, Paula, tewas tanpa jasad. Meski tetap menikahi diriku, Steve menyimpan dendam mendalam selama enam tahun pernikahan karena mengira aku penyebab kematian Paula. Saat perceraian tiba, ia justru mengajakku mati bersama di lokasi kecelakaan. Namun, takdir membawaku kembali ke hari bencana itu. Kini, aku memilih menyerahkan parasut itu kepada Paula.
Sampul Novel Ambillah , dik !
8.3
Demi mengambil spesialis kandungan di Jepang, Dokter Charlotte Swift Sterling memegang janji Kylen Brown untuk menikahinya saat pulang. Sayang, impian itu runtuh ketika Jessamine, adiknya sendiri, mengaku hamil anak Kylen akibat hubungan gelap mereka. Terjebak dalam pengkhianatan pahit ini, Charlotte kini dihadapkan pada pilihan sulit. Haruskah ia tetap bersanding dengan sang tunangan, atau justru melepaskannya demi masa depan adik kandung tercinta?
Sampul Novel Pengkhianatan Dibalik Cinta Duda
9.2
Alina Mahendra memilih menutup diri setelah dikhianati tunangannya. Namun, takdir mempertemukannya dengan Adriel Wicaksana, seorang pengusaha properti kaya raya. Alina yang selalu menghindar malah berakhir menjadi guru privat bagi anak Adriel, Naya, yang mengira Alina adalah ibu kandungnya. Di bawah pengaruh Adriel yang kuat dan bayang-bayang luka lama, relasi kerja mereka berkembang menjadi konflik batin yang rumit. Akankah hadirnya Adriel menyembuhkan trauma Alina atau kembali menorehkan luka?
Sampul Novel Dia Memilih Anak Rahasianya Daripada Calon Anak Anjing Kami
9.0
Lima tahun Elana berkorban demi karier CEO Emilio, tetapi pengkhianatan pahit terungkap lewat undangan pembaptisan anak rahasia suaminya. Saat pesta gala, dorongan Emilio yang ingin melindungi anak gelapnya malah membuat Elana keguguran. Elana ditinggalkan sekarat dan nyaris tewas diserang orang suruhan selingkuhan suaminya. Setelah selamat, ia memalsukan kematian dan memulai hidup baru sebagai arsitek di Zurich.
Sampul Novel Terpaksa Menikahi Tetangga
9.2
Key terpaksa menikahi Rey, tetangga dinginnya, demi menjadi pengantin pengganti. Pernikahan tanpa cinta ini diwarnai perselisihan tiada akhir. Hubungan mereka diuji oleh sikap Oma Rey yang meremehkan status sosial Key, serta kehadiran para mantan pacar Rey. Masalah kian rumit saat Key, yang menyembunyikan status pernikahannya, dituduh sebagai sugar baby. Akankah pernikahan penuh konflik ini dapat bertahan, atau justru berakhir dengan perceraian sebagai jalan keluar?
Sampul Novel Will Never Say Good Bye
8.0
Yoan terpaksa melarikan diri demi menghindari rencana jahat ayah tirinya. Pelarian itu mempertemukannya dengan Kenzo, sosok yang kemudian membawa ketenangan dan kebahagiaan baru dalam hidupnya. Sayang, kedamaian tersebut hanya bertahan sesaat. Ketika hubungan mereka menuntut keyakinan yang kokoh, Yoan justru didera keraguan mendalam. Situasi kian pelik saat ia mulai kehilangan kepercayaan pada dirinya sendiri di tengah konflik batin yang hebat.