APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Gairah Liar Pria Introvert

Gairah Liar Pria Introvert

Kisah modern ini menggabungkan romansa memikat dengan ketegangan misteri yang diselimuti unsur mistis. Diwarnai bumbu komedi segar, alurnya membawa pembaca ke dalam petualangan penuh emosi saat setiap rahasia mulai tersingkap. Sesuai judulnya, narasi intens ini menyoroti sisi lain seorang pria introvert yang menyimpan gairah luar biasa di balik sosoknya. Nikmati perpaduan unik ketegangan dan tawa yang tersaji secara mendalam.
Bab
Bagikan

Bab 1

Berawal dari Alvin yang memilih untuk keluar dari desanya, dan memutuskan untuk meninggalkan wanita yang begitu ia cintai, demi mengubah nasibnya. 

Alvin baru dua bulan lulus dari pendidikan sekolah menengah atas, dan selama dua bulan ia tidak mendapatkan kepastian dari kedua orang tuanya tentang kelanjutan pendidikannya.

Maka dari itu, bertepatan ketika kedua orang tuanya sedang tidak berada di rumahnya, iapun segera berbenah untuk segera pergi dari rumahnya menuju rumah kekasihnya.

Meskipunia tidak terlalu pintar, tapi ia beranggapan, kalau pendidikan yang tinggi bisa saja menjamin masa depan yang cerah. Jadi iapun memutuskan untuk merantau keluar pulau, dengan harapan bisa kerja sambil kuliah.

******

"Indah, kamu baik - baik yah selama aku pergi, kalaupun dalam satu tahun aku tidak kembali, kamu berhak mengambil keputusan tentang kelanjutan hubungan kita !" ujar Alvin sambil memegang tangan Indah, yang tak lain adalah kekasihnya. 

"Issshh yank, panggil ayank dong, " timpal Indah.

"Banyak orang soalnya !" jawab Alvin.

"Gini yank, aku percaya kok, kamu akan kembali, tapi yang tidak aku percaya itu, apakah di sana kamu bisa membawa diri ? Sedangkan di sini saja, kamu itu cuman akrab denganku. Kamu juga ngga pernah tuh ikut kerja apapun, di sana kamu mau kerja apa emangnya ?" ujar Indah.

"Kalau di desa jelas yank, karena kurangnya lapangan pekerjaan, dan aku yakin, aku bisa membawa diri di sana !" 

Meskipun Alvin berkata cukup yakin, tapi sebenarnya dirinya sendiri belum percaya, bahwa ia bisa membawa diri di tanah perantauan. 

Sebelum berpisah, Indah menyerahkan dua lembar uang seratus ribu untuk bekal kekasihnya selama perjalanan, tapi sebelum menerimanya, Alvin menoleh untuk memastikan keadaan sekitarnya.

"Yank, makasih yah, sumpah aku akan menggantinya !" ucap Alvin sambil menerima sodoran uang dari Indah.

"Daaahhh, aku pergi nih !" ucap Alvin.

"Iya, hati - hati !" 

Alvin sambil melangkah menyempatkan untuk menoleh sesekali untuk melihat Indah, dan tanpa sengaja iapun menabrak seseorang yang membuat langkahnya terhenti.

"Jalan itu pakai mata, " bentak pria buru panggul kapal yang di tabrak Alvin.

Alvin yang mendengar bentakan itu, langsung tertanam dalam hati kecilnya. Ada rasa emosi yang seketika meluap, tapi tak berani di lampiaskannya.

"Maaf bang, " ucap Alvin gemetar ketakutan.

Melihat tingkah Alvin yang memang tidak ada persiapan untuk melawan, membuat pria yang membentaknya tadi merasa ibah.

"Ya sudah, saya maafkan !" ucap pria itu lalu berlalu pergi. 

"Anjngg, tadi aku kok mati kutu sih ? Ahh banggsaatt, andaikan aku memukulnya, bodoh, bodoh, bodoh !" ucap Alvin seolah menyalahkan dirinya sendiri.

Alvin kemudian melanjutkan langkahnya untuk menaiki dek kapal dan iapun mulai mencari letak tempatnya sesuai dengan tiket yang sudah di belikan oleh Indah.

*******

Ketika perjalanan pulang, Indah di berhentikan oleh seorang wanita yang tak lain adalah sahabatnya. 

"Indah, dari pelabuhan kah ?" tanya Fira.

"Iya beb, aku dari liat kapal !" jawab Indah berbohong, dan memang kepergian Alvin hanya indah yang mengetahuinya, bahkan kedua orang tuanya Alvin hanya sekedar di titipkan selembar surat, dengan pernyataan ia akan pergi mengadu nasib.

"Eh, kamu kok bawa koper segala ? Mau kemana beb ?" tanya Indah.

Indah sejenak memilih untuk mengobrol dengan Fira. Obrolan mereka semakin mencair, hingga membahas tentang kelanjutan pendidikan mereka.

"Ohh, jadi kamu mau ke kota ? Mau lanjut atau kerja ?" tanya Indah.

"Rencananya mau kerja dulu Beb, kalau dananya udah cukup, baru mau lanjut kuliah !" jawab Fira.

Mendengar itu Indah hanya tersenyum paksa, di mana kedua orang yang di cintai dan di sayanginya akan pergi meninggalkannya seorang diri.

"Isshh, beb jangan sedih dong, "

"Kamu jahat Fi, kenapa kamu ngga ngomong sih, kalau kamu mau pergi ke kota ?" tanya Indah.

"Huuff, aku sebenarnya tidak ingin membuatmu sedih seperti ini Beb, dan aku juga yakin, orang tuamu pasti tidak akan mau membiarkan kamu pergi kemana - mana, " 

"Iya beb, tapi setidaknya ngomong kek, biar aku bisa mempersiapkan diriku. Aku sedih banget loh, soalnya Alvin juga ke kota !" ujar Indah.

"Hah, Alvin ?" 

"Upsss, hufff iya Beb. Dia katanya mau cari kerjaan di sana, " jawab Indah pasrah, dan iapun tertunduk lemas sesaat.

"Terus hubungan kalian ?" tanya Fira memastikannya, berhubung dia salah satu wanita yang menyukai  Alvin. 

Meskipun Alvin tidak pernah menebar pesona, dan tidak pernah membuka pembicaraan selain tanpa ada kepentingan dan sebagainya, tapi Alvin banyak di sukai oleh mantan teman sekelasnya dari kalangan wanita.

"Kami masih pacaran kok, " 

Sebelum berpisah, mereka berdua menyempatkan untuk saling memeluk, dan sempat juga air mata mereka mengalir deras.

"Hiksss, beb, makasih untuk semuanya!" Ucap Fira.

"Hiksss, kita adalah sahabat selamanya, jadi jangan berterimakasih, " timpal Indah sambil mencubit pelan pinggang Fira.

******

Berpindah, dimana Alvin tengah sibuk berkeliaran di atas kapal hanya demi mencari tempatnya, dengan mengandalkan dirinya sendiri, berhubung ia tak memiliki keberanian untuk bertanya. Sampai pada akhirnya ia mendapatkan tempatnya, tapi seketika keberaniannya kembali di uji, ketika ia melihat ada seseorang yang sudah rebahan di tempatnya.

"Giman sih tuh orang, jelas - jelas itu tempatku!" batin Alvin kesal.

Alvin yang tidak berani menegur orang itu, iapun

memilih mengalah. Alvin kemudian mencari tempat yang lain. Sesaat langkahnya terhenti ketika ia merasa tangannya di pegang seseorang, dan ketika ia menoleh barulah ia menepis pelan tangan yang memegangnya.

"Ehh, kok, kamu kok di sini ?" tanya Alvin gugup.

"Kamu tuh, ngapain di sini, kek orang linglung aja !" timpal Fira.

Alvin yang mendengar timpalan dari Fira, seolah

menjadi hinaan baginya, hingga Alvin memilih melanjutkan langkahnya. Sampai saat ini Alvin belum mengetahui, kalau ia memiliki kelebihan dari fisiknya, bahkan ia beranggapan kalau dirinya itu serba kekurangan, hingga membuatnya selalu mengintrospeksi dirinya sendiri.

Sampai saat ini juga, Alvin tidak mengetahui, bahwa ada banyak wanita yang menyukainya, di mana ia beranggapan kalau hanya Indah yang menyukainya, berhubung Indah mengutarakan perasaannya pertama kali kepadanya.

Fira lanjut membuntuti langkah Alvin yang terkesan terburu - buru, namun Alvin yang mengira kalau ada sesuatu yang membuatnya di buntuti, maka dari itu dia berbalik dan membentak Fira.

"Kamu kenapa sih, kamu kurang kerjaaan ?" bentak Alvin yang membuat Fira langsung mati kutu, lalu menundukkan kepalanya.

Alvin kemudian melanjutkan langkahnya, meskipun terkesan santai, tapi kini perasaannya berkecamuk.

"Tadi aku bentak Fira ngga sih ? Dia salah kok ? Astaga, seharusnya aku ngga perlu membentaknya. Gimana nih, mau minta maaf, tapi malu, mau mulai dari mana nih ? " batin Alvin yang merasa tidak nyaman dengan sikapnya barusan.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Falling for him
9.1
Masa lalu yang kelam membuat Theo yakin bahwa perasaan manusia akan selalu berubah-ubah. Namun, keyakinan tersebut goyah ketika ia berhadapan dengan Jaane Kim. Jaane adalah sosok perempuan berpendirian kokoh yang telah mengunci rapat hatinya dari asmara. Keteguhan sikap Jaane justru menjadi tantangan baru yang memikat bagi Theo. Akankah pesona sang 'Pied Piper' ini berhasil meluluhkan hati Jaane? Simak kisah cinta musim semi yang siap menghadirkan keajaiban dan debaran manis.
Sampul Novel Harga Simpanan Sembilan Belas Tahunnya
9.7
Lima tahun pernikahan membuatku percaya Christoper Wijaya telah berubah. Nyatanya, saat ayahku sekarat membutuhkan donor sumsum tulang, dia malah sibuk menemani selingkuhannya, Iris, hingga ayahku berpulang. Demi melindungi perempuan itu, Christoper tega menumbalkanku dalam berbagai situasi berbahaya dan merampas warisanku. Begitu aku memutuskan pergi dan menuntut cerai, dia yang tidak tahu kematian ayahku malah mengirim pesan soal donor. Pengkhianatan ini telah dimaafkan.
Sampul Novel Kakakku, Pengkhianatku
9.2
Kehidupan Raya hancur saat empat kakak kandungnya berbalik mengasihani Luna, gadis asing yang merebut posisinya. Meski Raya berjuang menghadapi berbagai intrik licik Luna demi membuktikan kebenaran, usahanya selalu sia-sia. Sikap tidak adil yang terus ia terima perlahan mengikis habis rasa sayangnya pada sang kakak. Lelah terus disakiti, Raya akhirnya memilih menyerah dan pergi menjauh untuk meninggalkan semua luka dalam yang telah merusak hidupnya.
Sampul Novel Terapi Psikologis Khusus
7.9
Di dalam ruang klinik yang sunyi, Dokter Sam menjalankan sesi terapi psikologis pribadi untuk membantu Nina melepaskan tekanan batinnya. Dokter Sam meyakini bahwa kedamaian jiwa hanya bisa dicapai saat tubuh benar-benar rileks. Namun, metode terapi ini mulai melintasi batas ketika sentuhan fisik sang dokter membuat Nina terjebak dalam konflik batin yang hebat. Di satu sisi, akal sehatnya menolak dan memohon agar tindakan itu dihentikan, tetapi di sisi lain, tubuhnya justru mengkhianati keinginannya sendiri.
Sampul Novel Terjerat CInta Nona Muda Nakal
8.0
Kehidupan Ethan berbalik total sejak ia wajib mengawal Adaline, perempuan manja yang dominan. Keadaan kian pelik sewaktu atasan mereka menginstruksikan keduanya untuk menikah. Walau awalnya berat beradaptasi, Ethan perlahan menemukan kerapuhan Adaline di balik tabiatnya yang menjengkelkan. Saat cinta mulai mekar, masa lalu Ethan yang kelam kembali mengusik. Kini, ia mesti memilih: terus menutup diri atau menghadapi traumanya demi cinta.
Sampul Novel Titip Benih
9.6
Airin sangat mendambakan jalan keluar dari lembah hitam dunia malam tempatnya bekerja. Saat peluang untuk menata ulang masa depannya muncul, takdir justru menyeretnya ke dalam sebuah pernikahan tak terduga. Alih-alih menemukan ketenangan yang ia impikan, Airin malah terperangkap dalam jalinan rumah tangga yang rumit dan menyiksa. Kini, ia harus bertahan di tengah kenyataan pahit demi menghadapi penderitaan batin yang tiada henti.