APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Gairah Liar Pria Introvert

Gairah Liar Pria Introvert

Kisah modern ini menggabungkan romansa memikat dengan ketegangan misteri yang diselimuti unsur mistis. Diwarnai bumbu komedi segar, alurnya membawa pembaca ke dalam petualangan penuh emosi saat setiap rahasia mulai tersingkap. Sesuai judulnya, narasi intens ini menyoroti sisi lain seorang pria introvert yang menyimpan gairah luar biasa di balik sosoknya. Nikmati perpaduan unik ketegangan dan tawa yang tersaji secara mendalam.
Bab
Bagikan

Bab 2

15 MENIT KE DEPAN KAPAL INI AKAN SEGERA BERANGKAT MENUJU PELABUHAN xxxxx !" 

Alvin yang mendengar suara penyampaian akan keberangkatan kapalnya, iapun semakin panik, karena ia belum mendapatkan tempatnya. Sampai Alvin memaksakan dirinya untuk berani bertanya dengan salah anak buah kapal.

"Bang, ada tempat ngga ?" tanya Alvin.

Bambang yang mendengar pertanyaan Alvin, sempat bingung juga, tapi iapun segera menanggapi dengan meminta tiket milik Alvin.

"Ikuti saya, " pinta Bambang.

"Tunggu bang, ini, maksudnya saya memang sudah ketemu dengan tempatku, tapi sudah ada yang tempati !" ucap Alvin.

Bambang terhenti, iapun berpikir sejenak, lalu iapun memberikan Alvin tawaran untuk tinggal di kamarnya.

"Adek mau ngga sewa kamar ?"  tanya Bambang.

"Berapaan itu pak ?" tanya Alvin.

"Tujuan xxxxxx, itu memakan waktu sekitar 7 hari di atas kapal, kebetulan kamar saya itu termasuk kamar VIP di kapal ini, jadi adek perlu membayar 7 jutaan. Itu udah murah banget dek, biasanya untuk pejabat saya kasih 20 jutaan, gimana ?" jelas Bambang.

Alvin sontak kaget mendengar tarif kamar milik Bambang, sedangkan saat ini ia hanya memegang uang sebanyak dua ratus ribu.

"Hehhehe, saya cari tempat lain aja bang, bukannya ngga minat, tapi saya cuman memegang uang sedikit !" 

"Pegang berapa ?" tanya Bambang.

Sebenarnya Alvin tidak mau jujur akan hal itu, tapi otaknya sudah bisa menebak pertanyaan selanjutnya yang akan di lontarkan oleh Bambang, maka dari itu iapun memutuskan untuk jujur saja.

"Dua ratus ribu bang, itupun uang ini untuk bekal selama perjalanan!" jawab Alvin.

"Sebenarnya kamu mau ngapain di kota sana ? Kamu ada keluarga di sana ?" 

"Ngga ada bang, saya mau ubah nasib saya di sana, " jawab Alvin.

Melihat sikap gugup Alvin, membuat Bambang meliriknya sesekali, dan pikirannya itu berpikir keras, antara ingin membantu Alvin, tapi di satu sisi ia juga mau mendapatkan uang dari penyewaan kamarnya.

Cukup lama mereka saling melirik, dan sebenarnya Alvin sudah merasa begitu canggung dengan Bambang.

"Bang, ehhh, pak saya lanjut aja yah ?" ucap Alvin.

Bambang yang mendengar itu, segera mencegahnya, lalu demi membuatnya yakin dengan sosok di depannya itu, Bambang kemudian melontarkan beberapa pertanyaan kepada Alvin.

"Kamu merantau udah punya tujuan ?" tanya Bambang.

"Udah pak, rencanan saya mau mencari pekerjaan di sana !"

"Hadeh, jadi kamu belum tau mau kerja apa di sana ?" 

"Nanti saya minta petunjuk aja bang, sama yang menciptakan saya !" jawab Alvin.

"Kayaknya nih bocah polos banget deh, tapi kok tatapannya begitu liar ?" batin Bambang.

"Kamu ikut aja denganku, kamu boleh memakai kamarku untuk sementara!" ucap Bambang.

Bambang kemudian mengantarkan Alvin menuju kamarnya. Setelah sampai di kamar, Bambang mengingatkan Alvin tentang sebuah kejujuran.

"Dek, Abang percaya sama kau, kamu boleh tinggal di kamar ini selama dalam perjalanan menuju kota M. Kalau begitu saya lanjut dengan pekerjaanku dulu, nanti kalau butuh apa - apa call nomor ini saja !" ujar Bambang, sambil menyerahkan kartu nama miliknya.

"Iya bang, makasih bang !" jawab Alvin.

Bambang kemudian berlalu meninggalkan Alvin seorang diri di dalam kamar yang begitu mewah menurut Alvin.

"Wah, kok bisa yah ada kamar semewah ini di atas kapal, udah rumah mewah gini nih, pantesan aja di kasih mahal !" 

Alvin sejenak merebahkan tubuhnya di atas kasur yang membuatnya begitu nyaman, sampai - sampai ia berguling - guling, bahkan dia melepaskan pakaian bagian atasnya, agar kulitnya bisa bersentuhan langsung dengan kelembutan tempat tidurnya itu.

"Banggsaatt, enak banget punya kamar semewah ini, apalagi di temani dua orang istri, hahahhaa !" ujar Alvin yang sempat tertawa lepas, namun ia di kagetkan ketika ia mendengar ketukan pintu dari luar.

Alvin yang mengira bahwa itu adalah pemilik kamar itu, maka iapun segera beranjak, tanpa memakai pakaian atasnya, karena takut membuat Bambang menunggu kelamaan di luar kamar.

Saat Alvin keluar ternyata seorang wanita yang tampilannya membuat Alvin langsung menunduk tak berani melihatnya. Bagaimana tidak prempuan yang berdiri tepat di hadapannya itu sedang memakai rok jeans mini, sepasang dengan kaos ketat, sambil membawa sebuah tas tentengan dan koper.

"Maaf mba cari siapa ?" tanya Alvin dengan gugup, sambil tetap menjaga pandangannya.

"Katanya belum ada yang booking nih kamar, tapi ternyata udah di booking bocah cacing ini, hadeh, " gerutu Laura, sambil mengutak atik ponselnya, dengan tujuan untuk menghubungi Bambang.

Sementara Alvin yang mendengar hujatan dari wanita di depannya itu, ikut mengutak atik ponselnya untuk menghubungi Bambang juga.

"Lah, kok malah sibuk sih ?" tanya Laura kesal.

"Eh, mba juga nelpon yang punya kamar ini ?" tanya Alvin yang seketika menyadarinya.

"Anjngg, kamu hubungin juga ?" tanya Laura yang semakin membuatnya kesal.

"Banggsaatt!" batin Alvin ikut kesal.

"Biar aku saja yang menghubunginya !" ucap Alvin yang berusaha untuk menahan emosi, berhubung panggilannya sudah terjawab oleh Bambang.

"Halo bang, ini, aku Alvin yang pinjam kamar Abang tadi. Aku mau memberikan informasi bang, ini ada cewek yang nyariin Abang, saya bilang gimana nih bang ?" ujar Alvin.

"Ohhh, iya namanya Laura, dia yang booking kamarku dek, tapi kamu ngga usah keluar dari situ. Lagi pula dia juga cuman bayar setengah kok, jadi kamu ngga usah merasa sungkan di situ !" ujar Bambang.

"Tapi bang, " ucap Alvin merasa sungkan untuk menjelaskan keluhannya.

"Coba kamu kasih hp kamu kepada dia, biar Abang yang ngomong!" Pinta Bambang, lalu Alvin menyerahkan ponselnya kepada Laura.

"Kamu pegang aja itu hpmu, speaker !" ucap Laura yang seolah tidak mau memegang ponsel jadul milik Alvin.

Alvin kemudian menurut saja, sementara Bambang, langsung menjelaskan tentang keberadaan Alvin.

"Ok !" ucap singkat Laura, lalu melangkah masuk ke dalam kamar, meninggalkan Alvin yang masih berdiri mematung di belakang pintu, karena matanya itu seolah mengikuti tubuh Laura yang menurutnya begitu seksi.

Berhubung di dalam kamar itu, ada dua tempat tidur, jadi mereka berdua tetap di tempat tidur yang terpisah. 

"Kak, itu tempat tidurku, " tegur Alvin ketika Laura meletakkan kopernya di atas tempat tidur yang di tempati Alvin.

"Heiii, diam kamu ! Di bawah banyak kuman, ngga steril, lagi pula ini barang gw mahal - mahal, jadi ngga boleh disimpan di bawah !" Timpal Laura.

"Sabar - sabar !" ucap Alvin yang tak sengaja terlontarkan, hingga terdengar pula oleh Laura.

"Yah, kamu harus sabar menghadapi gw, secara gw cantik, seksi, manja, dan memang kamu pantas tidak mendapatkan perlakuan baik dariku, soalnya kamu itu dekil, kurus. " Ujar Laura. 

Sebenarnya Laura itu baik, cantik, murah senyum, tapi di hari keberangkatannya itu seolah ternodai oleh mantan suaminya yang meninggalkannya demi wanita lain. Laura juga bukan pertama kalinya ia meninggalkan tanah kelahirannya, melainkan ia sudah beberapa kali pulang balik ke kampung untuk sekedar melepas rindu kepada keluarganya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Terlarang Bersama Ibu Angkat
9.4
Sejak kondisinya menjadi bodoh, sang pemuda selalu dirawat sendiri oleh ibu angkatnya melalui pijatan dan bantuan olahraga. Sang ayah angkat pun memanfaatkan keadaan tersebut untuk bermesraan di depannya tanpa ragu. Namun, mereka tidak tahu bahwa ia sebenarnya sudah lama sembuh normal. Saat sang ibu melakukan panggilan video dengan suaminya sambil menggunakan alat bantu, pemuda ini diam-diam mengambil alih benda tersebut ke tubuh sang ibu tanpa disadari sang ayah.
Sampul Novel Gairah Jantan Mafia Kampus
8.3
Kisah romansa modern ini dirancang bagi pembaca yang pernah menjalin asmara dengan lawan jenis. Meski demikian, mereka yang menyukai hubungan sesama jenis juga tetap dapat menikmati alurnya. Siapa tahu, narasi di dalamnya mampu menghadirkan perspektif baru atau bahkan mengubah ketertarikan Anda pada lawan jenis. Mari selami jalinan kasih penuh gairah yang menantang dan memikat di tengah kerasnya dunia mafia kampus.
Sampul Novel Kabar Buruk Kehamilanku
9.7
Kebahagiaan Rike atas kehamilannya hancur setelah muncul kabar mengejutkan yang menyebut dirinya hamil sebelum menikah. Akibat berita itu, sang ibu sangat kecewa dan langsung menuduh Rike telah berzina. Di tengah duka, Rike harus berjuang keras demi mengembalikan kepercayaan ibunya. Namun, apakah tuduhan menyakitkan tersebut memang benar adanya? Ikuti kisah perjuangan Rike dalam mengungkap kebenaran yang sesungguhnya di balik misteri ini.
Sampul Novel Kesayangan Paman Mark
8.4
Dalam sebuah pertemuan rahasia yang menegangkan, Mark memaksakan kehendaknya pada Selva hingga gadis itu merintih kesakitan. Di tengah pergulatan tersebut, Mark berbisik dengan nada tertahan, memperingatkan Selva agar tetap diam. Ia sangat cemas jika suara Selva akan membangunkan orang tuanya yang tengah tertidur lelap di rumah tersebut. Hubungan terlarang ini menuntut kesunyian total demi menjaga agar rahasia gelap mereka tidak terbongkar oleh keluarga sendiri.
Sampul Novel Love Over Everything
9.2
Demi menjauh dari rahasia kelam sang suami, Zanara memilih kabur hingga bertemu Jayme yang mencintainya dengan tulus. Di tengah trauma masa lalu yang membuatnya enggan membuka hati, ia terjerat asmara pelik saat bayang-bayang masa lalunya kembali datang mengancam. Kini, nyawa Marion, putri tunggalnya, berada dalam bahaya besar. Zanara pun terjebak dilema rumit: tetap menutup diri namun kehilangan putrinya, atau bersedia menikah demi bisa melindungi sang buah hati.
Sampul Novel Madu Jadi Upik Abu
8.2
Wati terpaksa menerima keputusan pahit saat Dedy, suaminya, dilamar oleh bos kantornya sendiri. Demi impian akan kehidupan yang lebih baik, ia pun merelakan sang suami untuk berpoligami. Namun, petaka dimulai ketika Wati diboyong ke kediaman istri kedua. Di sana, rahasia gelap sang suami perlahan terkuak. Dedy ternyata menyimpan niat licik yang tak terduga. Wati pun harus berjuang keras setelah sadar bahwa dirinya hanya dimanfaatkan sebagai alat dalam rencana besar suaminya.