APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Gairah Liar Pembantu Lugu

Gairah Liar Pembantu Lugu

Pasca-perceraian akibat hasrat yang tak terpenuhi, Valdi menjalani hidup yang terasa kosong. Kehadiran Mayang, gadis lugu anak mendiang pelayannya, menjadi celah bagi muslihat Valdi. Dengan memanfaatkan kepolosan Mayang, pria berpengalaman ini berniat memuaskan gairah terpendamnya. Mayang yang naif kini terjebak dalam manipulasi dan permainan dewasa yang penuh risiko. Akankah ia sanggup menyelamatkan diri, atau justru selamanya terbelenggu dalam jerat kendali Valdi?
Bab
Bagikan

Bab 3

“Apa yang aku pikirkan sih?” bisiknya pada dirinya sendiri, merasa malu dengan dorongan tersebut. Namun, rasa penasaran dan keingintahuan mulai menguasainya, membuat dia berjalan perlahan mendekati pintu kamar Mayang.

Mayang, yang masih duduk di tempat tidur, mendengar langkah kaki mendekat ke kamarnya. Jantungnya berdegup kencang, menyadari bahwa Valdi mungkin akan mengetuk pintu. Di kepalanya, berbagai pikiran bercampur aduk—rasa tidak enak hati, kecanggungan, dan entah kenapa, ada juga sedikit rasa penasaran yang muncul.

Valdi berdiri di depan pintu kamar Mayang, tangannya terangkat, siap untuk mengetuk. Namun, dia ragu-ragu, menahan diri. Suasana hening semakin mencekam. Pintu kamar itu menjadi penghalang tipis antara mereka, namun juga penghalang antara dorongan hati Valdi dan kesadarannya akan apa yang benar dan salah.

Ketika akhirnya Valdi menurunkan tangannya, dia merasa kekuatan itu hampir menariknya kembali. Napasnya terasa berat, dan dia tahu, jika dia tidak berhati-hati, dia bisa terperosok lebih jauh ke dalam keinginan yang tak seharusnya dia rasakan. Namun, saat itu juga, pintu kamar Mayang terbuka sedikit, dan wajahnya yang lugu muncul dari celah pintu.

“Om Valdi… ada apa?” tanyanya dengan suara yang nyaris berbisik, matanya besar menatap Valdi dengan campuran rasa ingin tahu dan kebingungan.

Valdi tertegun, matanya bertemu dengan mata Mayang yang polos namun penuh rasa ingin tahu. Ada keheningan sejenak yang terasa begitu lama. Valdi membuka mulutnya untuk berbicara, tapi kata-kata seolah tersangkut di tenggorokannya. Di tengah keheningan itu, rasa canggung dan ketegangan antara mereka memuncak, menciptakan suasana yang hampir tak tertahankan.

Tanpa disadari, tangan Valdi bergerak perlahan, mendekati pintu kamar Mayang, sementara gadis itu berdiri di sana, seolah menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya. Ketika tangan Valdi hampir menyentuhnya, napas mereka bertaut, udara di antara mereka terasa berat, dan ruangan itu penuh dengan keheningan yang mendebarkan...

“Om Valdi?”

Suara lembut Mayang membuyarkan lamunan Valdi, membuatnya tersadar dari apa yang hampir saja terjadi. Seketika, Valdi merasa malu pada dirinya sendiri, dan segera menarik tangannya kembali. Senyuman dipaksakan terulas di wajahnya saat dia mencoba menutupi kecanggungan yang menyelimuti mereka.

“Eh, nggak, nggak ada apa-apa, Mayang,” balas Valdi dengan suara yang dibuat setenang mungkin. Dia melirik jam dinding yang menunjukkan sudah cukup malam. “Kamu sudah makan malam belum? Om tadi pesan makanan, kalau kamu lapar, kita makan bareng aja.”

Mayang mengangguk perlahan, senyum kecil yang masih penuh kesedihan terlukis di wajahnya. “Belum, Om. Aku belum sempat makan apa-apa sejak tadi.”

Valdi menghela napas lega, bersyukur punya alasan untuk mengalihkan fokus. “Oke, yuk kita makan dulu.”

Mereka berdua berjalan menuju ruang makan, di mana makanan yang telah dipesan Valdi dari restoran favoritnya sudah tersaji di meja. Makanan itu tampak menggoda, dengan aroma yang memenuhi udara, namun suasana di antara mereka masih terasa agak kaku. Valdi berusaha membuat Mayang nyaman, namun setiap kali dia mencuri pandang ke arah gadis itu, ada sesuatu yang mengganjal dalam pikirannya.

Sambil menyantap makanan, Valdi tak sengaja memperhatikan pakaian yang dikenakan Mayang. Baju kaus yang pudar dan celana panjang yang sudah mulai robek di bagian pinggir memperlihatkan bahwa pakaian Mayang tidak lagi layak pakai. Bahkan pakaian yang dibawanya dalam tas kecil tampak tidak jauh berbeda—semuanya terlihat lusuh, bekas pemakaian yang bertahun-tahun.

“Mayang,” Valdi memulai dengan nada lembut setelah beberapa saat hening, “kamu bawa pakaian berapa banyak dari rumah nenek? Kok om lihat semuanya udah mulai pudar?”

Mayang menunduk sedikit, wajahnya memerah karena malu. “Iya, Om. Pakaian Mayang nggak banyak, cuma ini aja yang masih bisa dipakai,” jawabnya pelan.

Valdi mengangguk, berpikir sejenak. Di tengah pandemi ini, keluar rumah memang tidak mudah, dan membeli baju di toko menjadi hampir mustahil. Namun, Valdi punya solusi lain.

“Gimana kalau kita pilih beberapa baju baru buat kamu, Mayang? Sekarang kan, semuanya bisa dibeli online. Kamu tinggal pilih di marketplace, nanti biar Om yang bayarin.”

“Tapi, Om, aku nggak mau merepotkan. Baju yang ada masih cukup kok,” tambahnya dengan senyum tipis, berusaha menolak tawaran itu secara halus.

“Jangan khawatir soal itu, Mayang. Anggap saja ini sebagai hadiah kecil dari Om. Lagipula, Om senang bisa membantu,” katanya dengan nada lembut namun tegas, memastikan Mayang merasa nyaman menerima tawarannya.

Mayang menatap Valdi dengan mata sedikit terbelalak. “Beneran, Om? Nggak apa-apa?”

“Tentu aja nggak apa-apa. Kamu kan sekarang tinggal sama Om, jadi nggak usah sungkan,” kata Valdi dengan nada yang lebih ringan, berusaha membuat Mayang merasa nyaman.

Setelah makan malam, mereka berdua pindah ke ruang keluarga. Valdi duduk di sofa dengan laptop di pangkuannya, sementara Mayang duduk di sampingnya, tampak antusias meski sedikit canggung. Di layar laptop, Valdi membuka halaman marketplace oren, memutar layar sedikit ke arah Mayang agar dia bisa melihat lebih jelas. Mayang yang polos dan baru pertama kali melihat begitu banyak pilihan baju yang bagus di satu tempat, tampak terpukau. Matanya berkilat-kilat saat berbagai gambar pakaian berwarna-warni melintas di layar.

“Kamu suka yang mana, Mayang?” tanya Valdi sambil memandu, matanya sedikit melirik ke arah gadis muda itu yang tampak kebingungan memilih.

Mayang dengan polosnya mencondongkan tubuhnya lebih dekat untuk melihat lebih jelas, dan tanpa sengaja dadanya yang lembut sedikit menempel di lengan Valdi. Tanpa menyadarinya, Mayang semakin dekat, hampir bersandar di Valdi, ketika dia menunjuk beberapa baju kaus dan celana panjang yang sederhana.

“Ini aja, Om. Yang penting nyaman dipakai sehari-hari,” katanya dengan suara pelan, menunduk malu-malu. Sementara dia bicara, dadanya masih menempel lembut di lengan Valdi, membuat pria itu merasakan kehangatan yang tak bisa diabaikan.

Valdi merasakan sensasi yang mendebarkan ketika tubuh Mayang terus bersentuhan dengannya. Perasaan itu mulai merambat, menyalakan gairah yang tersembunyi. Namun, dia tetap berusaha menjaga sikap tenangnya. “Bagaimana kalau yang ini?” ujarnya, mengklik gambar sebuah kaus V-neck yang sedikit ketat dengan celana pendek yang serasi. “Baju ini nyaman dipakai di rumah, dan nggak bikin gerah.”

Mayang mengerutkan kening, merasa agak bingung dengan pilihan itu. Tapi karena Valdi menyarankan, dia pun menurut. “Kalau Om bilang nyaman, ya nggak apa-apa, Om,” jawabnya dengan ragu-ragu, meski dia merasa sedikit aneh dengan pilihan tersebut. Saat dia mendekatkan wajahnya ke layar untuk melihat lebih jelas, dadanya kembali bersentuhan dengan lengan Valdi, dan kali ini lebih kuat, memancing respons fisik yang tak terhindarkan dari Valdi.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Yang Tak Pantas Kupertahankan
8.9
Seminggu menjelang pernikahan, Jimmy mendadak memutuskan menikahi cinta pertamanya, Mia, demi memenuhi wasiat terakhir mendiang ibunya. Jimmy bahkan tega meremehkan proyek perhiasan bernilai triliunan rupiah milik bersama yang dijadwalkan rilis di hari pernikahan mereka. Karena sang tunangan justru menyuruhnya mencari orang lain jika hanya mengincar keuntungan bisnis tersebut, kesadaran sang protagonis pun pulih sepenuhnya. Ia segera menghubungi kakaknya untuk mencarikannya calon suami baru.
Sampul Novel Dendam Menantu Miskin
8.5
Rendra Gumilar, seorang buruh pabrik miskin, harus merelakan rumah tangganya hancur setelah dipaksa bercerai oleh Tuan Brata, mertuanya yang sombong. Kehilangan istri tercinta, Viona, dan bayi mereka yang masih sangat kecil tidak membuat Rendra putus asa meski telah diusir dan direndahkan. Ia bertekad untuk bangkit dan meraih kesuksesan demi membawa pulang keluarganya. Mampukah Rendra membuktikan kemampuannya di depan sang mertua, atau ia justru akan kehilangan mereka selamanya?
Sampul Novel ENTERNAL LOVE
9.0
Kematian Carolina di tangan penyihir hitam menghancurkan hidup Elgar. Demi membalas dendam, ia berguru pada penyihir agung untuk memburu pembunuh tunangannya. Namun, perjalanan Elgar dihadang pengkhianatan Putri Liana. Di tengah rintangan, ia bertemu gadis misterius yang berwajah persis seperti Carolina. Elgar kini bimbang antara menuntaskan dendamnya atau mencari tahu jati diri gadis itu yang mengusik batinnya.
Sampul Novel Kencan Buta Salah Alamat
8.3
Tujuh tahun Cinta terjebak friendzone demi menjaga hatinya untuk Raka. Namun, impian itu runtuh saat Raka memilih perempuan lain. Di tengah rasa patah hati, ia terpaksa menggantikan temannya pergi kencan buta. Sialnya, Cinta salah menemui orang dan malah berhadapan dengan calon bos barunya sendiri. Pertemuan yang salah alamat dan memalukan ini justru menjadi awal dari takdir baru yang menuntun Cinta pada belahan jiwa yang sesungguhnya.
Sampul Novel Sweet Divorce
9.3
Pravara Pranatha tak pernah mencintai Pandu Laksamana selama lima tahun pernikahan mereka, dan ia yakin suaminya pun demikian. Namun, saat ibu mertuanya meminta mereka bercerai, Pandu justru menolak keras. Prava sangat terkejut ketika suaminya tiba-tiba mengajak memperbaiki hubungan yang retak. Di tengah rasa muak yang mendalam, Prava mempertanyakan motif di balik perubahan sikap Pandu yang mendadak setelah sekian lama mengabaikan dirinya.
Sampul Novel Unexpected Romance
9.5
Emilio Jingga Wesley begitu setia pada satu wanita hingga enggan berkomitmen dengan yang lain. Di dekatnya, Floransia Calla yang tampak ceria sebenarnya memendam trauma masa lalu dan hanya bersandar pada Gaga. Sementara itu, Nathaniel Parker yang sombong dan kerap berganti kekasih rupanya memendam cinta tulus pada seseorang. Kisah ini juga menghadirkan Xeraina Agatha, wanita yang tidak lagi memercayai pernikahan akibat luka lama yang belum sembuh.