APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel GAIRAH LIAR IBU TIRIKU

GAIRAH LIAR IBU TIRIKU

Di usia kepala tiga, mantan model dewasa Meghan Crafson hidup mewah setelah dinikahi miliarder New York. Namun, ia merasa hampa karena suaminya yang tua tak bisa memberi kepuasan. Kehadiran Hardin, putra tirinya yang tampan dan atletis, mengubah segalanya. Terpikat oleh sosok pemuda itu, Meghan mulai melancarkan godaan terlarang. Kini, Hardin terjebak dalam dilema besar antara menjaga moralitas atau menyerah pada gairah liar ibu tirinya.
Bab
Bagikan

Bab 3

Langkah panjang Hardin tiba di depan pintu kamarnya. Pria itu segera meraih knop pintu mahoni di hadapannya itu dengan tangan kirinya. Karena tangan kanannya tetap menggenggam pergelangan tangan Meghan.

Wanita itu menanggah pada pria tinggi di hadapannya. Apa, apa yang akan Hardin lakukan padanya? Dia sangat berdebar-debar dan tak bisa berpikir jernih saat ini. Apakah anak tirinya ini akan mengajaknya untuk bercinta? Oh, shit! Kenapa pikiran konyol itu yang melintas di kepalanya.

Hardin mendorong pintu mahoni di hadapannya. Dia menoleh sesaat pada wanita dengan dress selutut warna merah itu. Bibirnya menyeringai pada Meghan sebelum menyeret wanita itu memasuki kamar.

Meghan tak habis pikir. Apa yang diinginkan oleh Hardin. Setibanya di dalam kamar pria itu terus saja menyeretnya menuju kamar mandi. Melewati ranjang king size di sana. Dia benar-benar tak mengerti. Tapi dia takkan menolak jika si tampan ini akan mengajaknya mandi bersama. Fuck! Kenapa hanya pikiran mesum yang ada di otaknya.

"Kamu lihat itu? Keran kamar mandinya rusak. Ayo perbaiki, aku mau mandi air hangat malam ini."

Sepasang mata Meghan membulat penuh dengan mulutnya yang sedikit mengangah mendengar ucapan Hardin padanya. Dia lantas menoleh pada keran air yang bocor.

"A-apa? Memperbaiki keran air? A-ku tak bisa." Dengan perasaan tak karuan dan gugup, Meghan menjawab seraya menggelengkan kepalanya.

Hardin menyeringai melihatnya. Pria itu kembali mencekal lengan Meghan, lantas menarik wanita itu sampai ke dadanya. Meghan sangat tersentak dibuatnya. Sementara Hardin sedang menatapnya sangat dalam.

"Kenapa tidak bisa? Bukankah kamu sangat mahir?" bisik Hardin hampir menyentuh daun telinga Meghan. Bahkan wanita itu bisa mendengar deru napasnya yang memburu. Wangi  maskulin dari tubuh Hardin membuatnya menginginkan hal lebih.

"Mahir? Apa maksudmu? Lepaskan, aku akan memanggil Andreas untuk memperbaikinya," ucap Meghan seraya berusaha melepaskan genggaman tangan Hardin darinya. Ada apa dengan pria ini? Dari tatapan matanya ia bisa melihat ada gairah besar di sana. Apakah Hardin menginginkan dirinya? Pertanyaan demi pertanyaan konyol terus membaur di kepalanya. Meghan segera menunduk saat Hardin mendekatkan wajahnya padanya.

"Aku ingin kamu yang perbaikinya," bisik Hardin lagi. Kali ini wajahnya hanya berjarak beberapa senti saja dari wajah Meghan. Gila! Wanita ini sudah membuatnya sangat kepanasan.

"Baiklah, akan kucoba. Lepaskan aku," ucap Meghan masih dengan perasaan canggung tak karuan. Dia berusaha tenang. Tangan kekar itu pun melepaskan dirinya.

Hardin mengangguk sembari tersenyum tipis. Dia membuka satu tangannya mempersilakan Meghan untuk segera memperbaiki keran air yang terus mengucur itu.

Dengan perasaan ragu disertai debaran jantungnya yang sulit dinetralkan, Meghan menghampiri keran air di sana. Jari-jemari dengan nail warna merah itu mulai menjangkau keran air itu. Konyol! Dia mantan seorang model, bukan mantan seorang tukang. Astaga, ada-ada saja, pikirnya pusing sendiri.

Baru saja tangannya menjangkau keran air itu, tiba-tiba saja semburan air menyerangnya begitu deras. Meghan memekik kaget. Tubuhnya menjadi basah kuyup sekarang. Hardin tersenyum tipis melihatnya. Dress tipis itu menjadi basah hingga melekat pada tubuh indah Meghan. Mencetak setiap titik penting tubuhnya yang menantang. Jakun pria itu naik turun menahan hawa nafsunya.

"Sini, biar aku saja." Hardin segera berdiri di belakang Meghan. Kali ini dia yang berusaha menutup keran yang bocor itu. Namun usahanya gagal. Akhirnya keduanya menjadi basah kuyup.

"Biarkan saja, biar Andreas saja yang mengurusnya." Meghan hendak memutar tubuhnya guna meraih handuk yang berada pada rak di kamar mandi. Namun dia terpeleset tiba-tiba. Tangannya spontan meraih lengan pria di sampingnya, menariknya hingga keduanya jatuh ke dalam bathtub.

"Hardin," desah Meghan kala pria itu menimpa tubuhnya di dalam bathtub. Basah kuyup keduanya dengan tatapan saling menginginkan.

"Maaf." Hardin hendak segera bangkit dengan berusaha menolak hasratnya. Namun Meghan menahannya. Sepasang mata pria itu kembali menatap wajah wanita di bawahnya. Keduanya saling berbagi pandangan sampai beberapa detik hingga akhirnya saling memalingkan wajah salah tingkah. Sial! Meghan mau pun Hardin sedang dilanda dilema saat ini.

"Keringkan tubuhmu, aku akan memanggil Andreas." Meghan menyodorkan sehelai handuk putih pada Hardin. Dia menggigit bibir bawahnya melihat pria itu sudah melepaskan kemejanya. Tubuh yang kekar dengan otot-ototnya yang menyembul padat. Putih dan licin dengan tulisan suci di dada kirinya. Pria seperti inilah yang ia inginkan. Sejenak Meghan tak ingin berpaling dari pemandangan erotis di hadapannya itu.

"Mom, jangan pergi." Hardin mencekal lengan Meghan saat wanita itu hendak meninggalkan kamar mandi.

Meghan hanya tertegum melihatnya. Apa lagi yang pria ini inginkan? Pikirnya sudah benar-benar tak tahan dengan godaan si anak tirinya itu. Dia bisa gila jika tetap berada di sini, pikirnya seraya memalingkan wajahnya dari tatapan intens Hardin padanya.

Meghan sangat tersentak kala pria itu menariknya sampai ke dada bidangnya yang polos. Wangi cologne pria itu membuatnya dimaabuk kepayang. Pikirannya tak lagi perduli apa pun. Dia hanya menginginkan Hardin saat ini. Sangat.

"Apa kita pernah bertemu sebelumnya?" bisik Hardin ke wajah Meghan. Sepasang manik kebiruannya liar menjelajahi setiap inci wajah sempurna di hadapannya. Wajah tirus bak boneka barbie itu benar-benar membuatnya gemas. Apa lagi bibirnya yang sensual bak bunga mawar yang baru saja mekar. Ingin rasanya ia meneguk kenikmatan surgawi dari sana.

"Tidak. Kita baru bertemu hari ini setelah aku menikahi Ayahmu," jawab Meghan dengan wajah polosnya. Sepasang mata hazel itu terangkat ke wajah Hardin. Mencari jawaban dari semua pertanyaan di hatinya. Alis tebal itu sedikit menyatu setelah mendengar ucapannya.

"Tidak, kita pernah bertemu sebelumnya di Polandia," bisik Hardin dengan napas mint yang segar. Bibirnya mengulas senyum melihat Meghan menatapnya dengan sepasang pupilnya yang membulat penuh. Kedua tangannya melepaskan rengkuhan itu dari tubuhnya. Dia lantas melenggang pergi melewati Meghan yang masih terdiam mematung di sana.

"Polandia?" Meghan berkata sendiri sembari mengingat-ingat. Namun sepertinya dia memang tak pernah bertemu dengan Hardin sebelumnya. Konyol! Ini sangat konyol! Anak nakal itu pasti sedang menggodanya saja, pikirnya. Kepalanya menggeleng dan segera meninggalkan kamar mandi. Dia harus segera bertukar pakaian sebelum tubuhnya menggigil.

Baru saja Meghan meninggalkan ambang pintu kamar mandi, dia kembali dikejutkan dengan sosok Hardin yang sedang berdiri di kamarnya. Pria itu hanya mengenakan celana boxernya saja. Dia berdiri di hadapan standing miror setinggi dirinya. Meghan menelan ludah kasar melihatnya.

Sial! Kenapa pria itu sangat menggoda birahinya. Bodoh! Rutuknya dalam hati seraya melanjutkan langkahnya untuk meninggalkan kamar Hardin.

Pandangan Hardin menangkap sosok Meghan yang sedang berjalan menuju pintu keluar. Tidak, dia tak bisa menahannya lagi. Wanita itu sudah memantik api gairah yang dulu pernah ia nyalakan. Dia menginginkannya lagi. Langkah panjangnya segera menyusul Meghan.

Tangan putih Meghan ingin menggapai knop pintu di hadapannya, namun tiba-tiba saja ada tangan kekar yang mencekal lengannya. Meghan memekik kaget. Namun kesempatan itu sangat kecil. Hardin segera menariknya menuju ranjang. Tubuh Meghan yang masih berbalut dress basah itu terlentang pasrah di bawah kendali Hardin. Sepasang matanya menatap penuh pada pria itu dengan napasnya yang terengah-engah.

"Apa aku harus membantumu untuk mengingatku lagi?" bisik Hardin ke wajah Meghan. Tubuh kekarnya sudah memenjarakan wanita itu di tengah ranjangnya.

"Apa?" Meghan menelan salivanya mendengar ucapan Hardin. Apa maksudnya? Sebenarnya siapa pria ini, pikirnya.

Hardin tersenyum seringai membalas tatapan Meghan. Dia lantas mendekatkan wajahnya pada wanita itu. Meghan segera memejamkan sepasang matanya dengan perasaan campur aduk tak karuan.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Tidak Memberi Ampun: Mantan yang Berlutut
9.6
Grace Bennett menyaksikan sendiri pengkhianatan Adrian Carter di mobil mereka. Bukannya meminta maaf, sang suami justru meremehkan pernikahan kontrak mereka. Tak tinggal diam, Grace membalas dengan membekukan bisnis bernilai miliaran dolar milik Adrian dan menceraikannya secara terbuka. Meski Adrian memohon sambil berlutut, Grace tetap pergi bersama Ethan, putranya. Ia melangkah ke masa depan bersama pria lain dan mengabaikan sang mantan.
Sampul Novel Biarkan Aku Pergi, Suami CEO-ku yang Sombong
9.1
Demi menyelamatkan bisnis keluarganya, Averie rela mengorbankan segalanya untuk menikah dengan Brayden, meskipun suaminya itu mencintai wanita lain. Saat kejayaan diraih Brayden di Grup Fowler, tragedi justru menimpa Averie yang kehilangan bayinya dan hampir kehilangan nyawa di laut. Trauma berat ini mendorong Averie menuntut perceraian demi menata hidupnya kembali. Namun, Brayden yang kini dipenuhi penyesalan menolak melepaskan Averie dan bersikeras mereka ditakdirkan bersama selamanya.
Sampul Novel Cintaku Tersesat di CEO Gila
9.5
Ziana Hauwel terjebak dalam jerat obsesi Andreas Johnson, seorang CEO yang bertekad terus mengikatnya. Walau tersiksa oleh sikap posesif sang miliarder, Zia tak kuasa menolak hasrat dan ketertarikan mendalam pada pria tersebut. Di balik keputusasaan menghadapi kegilaan Andreas, hati Zia perlahan mulai goyah. Akankah jalinan asmara yang penuh gairah membara ini berujung pada akhir bahagia, atau justru membawa kehancuran bagi keduanya? Ikuti kisah cinta dewasa yang sangat emosional ini.
Sampul Novel Istri Sah Hanya Dianggap Pembantu
9.2
Aluna Maheswari menderita akibat sikap dingin Renandio serta pengkhianatan keluarga besarnya. Usai menggugat cerai, ia bertemu Dion Ardianata, duda kaya yang membesarkan putranya, Elvano, sendirian. Hubungan mereka bermula saat Aluna menyelamatkan Elvano dari kecelakaan. Bocah yang merindukan kasih sayang ibu itu pun mulai melekat padanya. Meski benih cinta tumbuh, masa lalu yang kelam dan orang-orang yang iri menjadi penghalang besar bagi kebahagiaan baru mereka.
Sampul Novel Ketika Karma Berbicara
8.2
Setelah delapan tahun menempuh pendidikan di Jerman, kepulanganku untuk memimpin Cakra Group justru disambut kekacauan. Seorang wanita tiba-tiba menyerangku secara fisik di lobi perusahaan, menuduhku sebagai wanita penggoda yang mengejar kekasihnya, Bakti Rahadi, yang kini menjabat sebagai direktur. Tak hanya mendapat kekerasan fisik dan fitnah dari orang-orang sekitar, tas edisi terbatas serta segel berharga pemberian ayahku pun dirusak. Mereka meremehkanku dan mengira barang-barang berhargaku palsu, tanpa menyadari identitas asliku serta nilai ganti rugi yang tak akan sanggup mereka bayar seumur hidup.
Sampul Novel Kita Tidak Akan Pernah Berpisah Lagi
9.6
Setelah tewas secara tragis akibat cinta buta, Maeve terlahir kembali dengan tekad menjalani hidup baru yang bebas. Ia pun menghancurkan ambisi rival lamanya di dunia musik melalui bakat yang tak tertandingi. Sambil meniti puncak karier, Maeve tetap menunjukkan sisi lembut pada pria yang dicintainya. Di balik ketegasannya, ia tak ragu menggoda sang kekasih hingga pria itu membalasnya dengan bisikan penuh gairah yang menjanjikan malam tak terlupakan.