APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel GAIRAH CINTA CEO DINGIN

GAIRAH CINTA CEO DINGIN

Karin Arvantie menghadapi situasi canggung di Atmaja Corp akibat tatapan tajam sang CEO, Ryan Atmaja, saat wawancara kerja. Walau Ryan merasa familier dengan sosoknya, Karin memilih bersikap diplomatis. Meski begitu, daya pikat pria bermata hitam tersebut membakar emosi yang sulit ia kendalikan. Kini, Karin bimbang antara bersikap profesional atau menyerah pada ketertarikan yang membara. Sanggupkah mereka mempertahankan batas hubungan kerja ini?
Bab
Bagikan

Bab 2

Karin menelan ludahnya dengan sukar, ia merasa tidak nyaman dengan kedekatan Ryan pada dirinya. Ia pun mencoba untuk memberanikan dirinya menatap Ryan. “Apa maksud bapak berkata seperti itu? Saya benar-benar hanya menginginkan pekerjaan menjadi sekretaris bapak dan bukannya yang lain. Saya tidak akan merendahkan diri saya, hanya agar diterima bekerja di perusahaan Bapak.”

Ryan menyunggingkan senyum sinis ke arah Karin. “Mengapa saya tidak percaya dengan apa yang kamu katakan! Saya merasa ada yang kamu sembunyikan dari saya.” Ia lalu merendahkan badan nya, hingga wajahnya sejajar dengan wajah Karin. Bahkan, hembusan napas Ryan dapat dirasakan Karin menerpa wajahnya.

Karin menjadi semakin gugup, ditambah tatapan mata Ryan yang begitu tajam dan membius dirinya. Tatapan mata, yang seakan ingin mengajaknya pergi ke tempat tidur.

“Bapak mungkin tidak percaya dengan apa yang saya katakan, karena pengalaman bapak sebelumnya. Namun, saya tidak berbohong dengan apa yang saya katakan tadi.” Karin mencoba untuk mendorong Ryan menjauh, meskipun kesannya tidak sopan, kepada pria yang akan menjadi atasannnya, seandainya ia diterima bekerja.

Ryan bukannya bergerak menjauh, karena dorongan Karin. Namun, ia terlalu kokoh di tempatnya berdiri, sehingga Karin tidak dapat menggeser tubuhnya seinchi pun Ditangkapnya tangan Karin, yang menempel di dadanya.

Karin menyentak dengan kasar, tangan Ryan yang menggenggam tangannya, ia merasa bagaikan ada sengatan listrik yang mengalir di antara mereka berdua dan hal itu membuat sesuatu berdesir di dalam dada Karin.

Ryan menegakkan badannya, sebenarnya ia juga merasa terganggu dengan kedekatannya dengan Karin tadi. “Sialan! Apa yang sebenarnya membuat wanita ini terasa berbeda, dibandingkan wanita yang pernah menjadi teman kencanku. Apakah karena pembawaannya yang terlihat tenang? Sialan memang wanita ini!” umpat Ryan dalam hatinya.

Ryan berjalan kembali ke balik meja kerjanya. Ia, lalu duduk di sana, tetapi tatapan matanya tidak lepas dari wajah Karin.

Karin merasa lega, melihat Ryan kembali duduk di tempatnya semula. Pria itu kembali memasang wajah dinginnya, jauh di dalam hatinya, Karin lebih menyukai kalau calon bos nya ini menatapnya dingin.

Dibandingkan dengan tatapannya yang tadi begitu dalam dan membujuk. ‘Mengapa hanya dengan tatapan darinya saja sudah membuatku hampir tergoda?’ batin Karin.

Digigitnya kembali bibirnya, untuk mengusir rasa gugup. Lidahnya yang berwarna merah, menyembul ke luar untuk menjilat bibir nya yang terasa kering. Dan, sialnya semua itu tidak luput dari pengamatan Ryan.

“Kamu benar-benar mau menggoda saya untuk mencium bibir kamu, apa?” Ryan menatap bibir Karin dengan tajam.

Sontak saja Karin menjadi terkejut mendengar pertanyaan dari Ryan. Ia sama sekali, tidak menduganya.

Sebenarnya Karin merasa haus, hanya saja ia tidak berani untuk mengambil air mineral yang ada di atas meja yang ada di depannya, sebelum diperbolehkan oleh Ryan. Hanya mata nya saja yang melihat ke arah gelas itu dengan penuh harap.

Ryan mengikuti arah tatapan mata Karin. “Silahkan diminum airnya!”

Karin pun merasa lega mendengarnya. Langsung saja diambilnya gelas plastik air mineral dan diminumnya air tersebut, sampai tandas isinya. Namun, karena gugup terus ditatap tajam oleh Ryan. Membuat Karin tersedak air yang diminumnya.

Ryan dengan cepat berdiri dari duduknya, ia lalu menepuk punggung Karin dengan keras, hingga mata Karin ber-air. Namun, Ryan tidak peduli.

Karin menjauhkan badannya dari Ryan, ia merasa sedikit kesal, karena pria itu memukul punggungnya dengan keras. “Terima kasih, bapak sudah menolongnya saya,” ucap Karin, meski dengan hati yang mendongkol.

Ryan pun kembali duduk di kursinya. “Apakah kamu yakin, dengan posisi lamaran yang kamu inginkan?” tanya Ryan, sambil membaca CV yang ada di tangannya.

Ia, kemudian mengangkat kepala dari berkas yang ada di tangannya. Diamtinya dengan lekat Karin dari atas ke bawah.

Karin menegakkan duduknya. “Saya yakin pak, dengan posisi yang saya inginkan. Saya juga sudah mempelajari apa saja yang harus dikerjakan seorang sekretaris. Dan itu semua sesuai dengan Pendidikan yang saya tempuh.”

Ryan mengernyitkan kening, dengan sorot matanya menyelidik. “Dan apakah kamu bermaksud untuk menggunakan daya tarik tubuhmu yang seksi itu, merupakan salah satu bagian dari rencanamu untuk mendapatkan posisi sebagai sekretaris saya?”

Karin berhitung sampai sepuluh dalam hatinya, untuk menahan kemarahannya yang hendak meledak. “Seandainya saja, aku tidak memerlukan pekerjaan ini untuk biaya hidupku, sudah pasti aku akan ke luar dari tempat ini, sekarang juga,” gumam Karin dalam hatinya.

“Maafkan saya, kalau bapak merasa terganggu dengan tubuh saya. Apakah bapak lebih suka kalau saya mengenakan pakaian yang lebih tertutup? Saya tidak mencari masalah dengan mencoba untuk merayu bapak. Saya hanya ingin mendapatkan pekerjaan ini,” ucap Karin.

Senyum miring tersungging di bibir Ryan. “Seberapa inginnya kamu dengan pekerjaan ini? Apakah kamu bersedia melakukan apa saja untuk mendapatkan pekerjaan ini?”

Karin merasa kalau Ryan sedang mengujinya, melalui pertanyaan yang ia berikan. Dan ia harus memberikan jawaban yang cerdas. “Saya memang akan memberikan apa yang terbaik sesuai dengan kemampuan saya, agar supaya diterima bekerja di sini. Namun, bukan berarti saya akan menggunakan tubuh saya untuk mendapatkan posisi itu, pak.”

“Hmm, baiklah! Saya membaca dari CV kamu, kalau kamu ini lulusan terbaik di kampusmu. Menurut kamu, apakah saya harus menerima lamaranmu?” tanya Ryan.

“Saya percaya, kalau bapak harus menerima saya, karena saya akan membuktikan bahwa apa yang ada di CV saya, memang benar-benar nyata,” sahut Karin dengan penuh percaya diri.

Ryan lalu menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi. “Baiklah, kamu saya terima menjadi sekretaris saya. Dan. asalkan kamu tahu, bekerja bersama itu, artinya kamu harus siap untuk bekerja keras dan juga dengan jam lembur.”

Dengan cepat Karin menganggukkan kepalanya. Rona bahagia terpancar di mata dan wajah nya. “Siap, pak! Saya akan buktikan, kalau saya memang pantas menjadi sekretaris bapak.”

Tatapan mata Ryan mengikuti gerakan Karin yang berdiri dari duduknya dan matanya berlama-lama memandang bagain dada Karin, yang dua buah kancing teratas sudah dilepasnya.

Jakun Ryan naik turun, dalam hatinya ia mengumpati Karin yang membuat ia ingin membawa wanita itu ke tempat tidur yang terdekat.

Karin mengulurkan tangan kanan nya untuk menjabat tangan Ryan. Dan, sepertinyahal itu merupakan kesalahan. Begitu jemarinya berada dalam genggaman Ryan, pria itu menyentnak tangannya. Hingga ia jatuh ke dada pria itu.

“Kenapa kamu begitu lemah? Hanya dalam satu kali tarikan saja kamu sudah jatuh ke dalam pelukan saya. Saya tidak menginginkan seorang sekretaris yang lemah, apalagi dikarenakan alasan ia belum sarapan,” bisik Ryan di telinga Karin.

Karin menepis kasar tangan Ryan yang merayap ke bagian kemejanya yang terbuka. “Saya minta kepada bapak, untuk tidak melakukan tindakan seperti ini, saya tidak menyukainya sama sekali!”

Ryan memindahkan tangannya ke bibir Karin. “Betapa pintarnya bibir ini berkelit, apakah kau tidak mendengar jantungmu yang berdebar begitu kencang? Kau tidak usah berbohong, karena banyak wanita yang menginginkan saya untuk menyentuh mereka dan mengajak mereka ke tempat tidur.”

Karin merasa geram mendengar ucapan Ryan, ia tidak akan membiarkan apa yang selama ini merupakan rahasia kelam dalam hidup ibunya, akan mennimpa dirinya juga.

“Saya tidak menginginkan sentuhan Bapak! Dan saya juga tidak ingin tidur dengan Bapak, ataupun pria lainnya!”

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel CLARITTA, KAMU MILIKKU
9.1
Model terkenal Claritta Indriana terjebak pernikahan pelik bersama Aslan Teryeka, sang pewaris Andromeda Group. Walau menyatakan cinta, Aslan justru bersikap posesif, bertindak semena-mena, bahkan mengkhianatinya dengan sang sekretaris. Di bawah bayang-bayang kebencian dan pengkhianatan suaminya, Claritta menghadapi pilihan sulit. Haruskah ia tetap bertahan sebagai boneka tak berdaya dalam rumah tangga yang hancur, atau melarikan diri selamanya demi kebebasan?
Sampul Novel Diselingkuhi Suami Dibucinin Berondong
8.9
Kehidupan Ratih Apsari hancur setelah memergoki suaminya berselingkuh. Pasca bercerai, ia tidak sengaja masuk ke mobil Derryl Dariawan dan melewati malam bersama karena suatu kesalahan fatal. Kejutan berlanjut saat Derryl ternyata menjadi CEO baru di tempat kerjanya. Ratih sempat curiga dirinya dijebak, tetapi interaksi mereka justru memicu benih cinta. Kini, ia dilema karena perbedaan status sosial dan usia Derryl yang tujuh tahun lebih muda. Haruskah ia membuka hati atau kembali ke pelukan mantan suami?
Sampul Novel Kejahatan Termanis
7.9
Demi ambisi jabatan, Nevilla mendekati Adero dan meninggalkan Aron. Namun, langkah keliru ini justru membangkitkan masa lalu kelam dari enam tahun lalu yang menghantuinya kembali. Ketika hubungan mereka semakin intim, Nevilla menyadari dirinya telah terperangkap tanpa jalan keluar. Kini, ia harus menghadapi ancaman dari seorang pria berbahaya yang siap menghancurkan hidupnya dan menyeretnya ke dalam pusaran konflik masa lalu yang mematikan.
Sampul Novel Love Want To Be Restored
9.4
Pernikahan bisnis Amilie dan Ethan terasa dingin tanpa cinta, di mana hanya kehadiran sang putra yang menjadi pelipur lara bagi Amilie. Hubungan mereka kian retak saat isu perselingkuhan Ethan berembus. Puncaknya, kabar bahwa Ethan mempunyai anak dari wanita lain membuat Amilie mantap menggugat cerai. Namun, di luar dugaan, Ethan menolak perpisahan itu dan tiba-tiba berubah menjadi sosok suami yang hangat.
Sampul Novel Mencintai Monster yang Kupanggil Suami
9.0
Elara memaksakan pernikahan sepihak dengan Julian, cinta pertamanya, lewat pengaruh besar keluarganya. Tiga tahun berlalu dalam dinginnya kebencian Julian yang merasa terbelenggu. Sadar kasih sayangnya hanya membawa luka, Elara memutuskan mundur dan lenyap tanpa jejak. Kepergian mendadak ini justru menyisakan kekosongan mendalam di hati Julian. Benarkah kebebasan ini yang ia dambakan, ataukah rasa benci yang selama ini ia pelihara sebenarnya adalah cinta?
Sampul Novel Menikahi Mantan Istriku Lagi: Cinta pertama dan selamanya
8.3
Dahulu, pernikahan Jennifer dan suaminya yang miliarder hanyalah kesepakatan bisnis tanpa cinta hingga berujung cerai. Sebelum proses hukum usai, Jennifer memilih kabur dalam kondisi hamil. Lima tahun kemudian, sang mantan suami memakai dominasi bisnisnya demi memaksa Jennifer pulang bersama putra mereka. Di saat publik merasa kasihan karena mengira sang konglomerat akan menikahi perempuan lain, mereka tidak tahu bahwa Jennifer yang akan kembali naik pelaminan.