APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel GAIRAH CINTA CEO DINGIN

GAIRAH CINTA CEO DINGIN

Karin Arvantie menghadapi situasi canggung di Atmaja Corp akibat tatapan tajam sang CEO, Ryan Atmaja, saat wawancara kerja. Walau Ryan merasa familier dengan sosoknya, Karin memilih bersikap diplomatis. Meski begitu, daya pikat pria bermata hitam tersebut membakar emosi yang sulit ia kendalikan. Kini, Karin bimbang antara bersikap profesional atau menyerah pada ketertarikan yang membara. Sanggupkah mereka mempertahankan batas hubungan kerja ini?
Bab
Bagikan

Bab 3

Ryan hanya memandang Karin dengan wajah dinginnya, ia lalu mempersilakan kepada Karin untuk keluar dari ruangannya. “Nanti, kalau kamu ke luar dari sini. Pergilah ke ruangan yang ada di seberang lift. Katakan kepada wanita yang berada di ruangan itu, kalau kamu diterima untuk bekerja di sini.”

Karin yang sudah hendak ke luar dari ruangan Ryan, membalikkan badannya. “Baik, pak! akan saya katakan.”

Keluar dari ruangan Ryan, Karin langsung menuju ruangan yang tadi dikatakan oleh bosnya. Berdiri di depan pintu yang terlihat kokoh, Karin pun mengetuk pintu tersebut.

Setelah dipersilakan untuk masuk, barulah ia membuka pintu tersebut. Karin duduk di hadapan seorang wanita dengan penampilan rapi dan kaku. Ia menatap menyelidik ke arah Karin.

“Siang, bu! Nama saya Karin dan saya disuruh oleh pak Ryan untuk melapor kepada ibu, kalau saya sekarang sudah menjadi sekretarisnya,” terang Karin.

Tatapan mata wanita itu semakin tidak suka melihat ke arah Karin. “Apakah kamu sudah mengetahui, apa saja yang harus kamu lakukan sebagai sekretarisnya?” tanya wanita itu dingin.

Karin menatap mata wanita itu dengan tenang. “Secara garis besar, saya sudah mengetahui tugas dari seorang sekretaris bu.”

Wanita itu terlihat menggerakkan mouse komputer yang ada di depan mejanya dan tak lama berselang terdengar suara mesin cetak berbunyi. Karin hanya diam saja memperhatikan apa yang dilakuka oleh wanita itu.

“Ini kartu identitas milikmu, pak Ryan sudah mengirimkan data dirimu secara langsung ke email perusahaan. Kamu tidak perlu merasa heran, bagaiamana bisa saya dengan cepat membuatkan kartu identitas untukmu.” Wanita itu lalu menyerahkan id card kepada Karin.

Karin pun menerimanya dan memasukkan ke dalam tasnya. Ia diberitahukan, bahwa setiap masuk ke dalam perusahaan dirinya harus selalu mengenakan id card tersebut dan ia tidak boleh lupa membawanya. Setiap hari juga ada absen kehadiran.

“Kamu akan sering berada dekat dengan pak Ryan, saya peringatkan kepadamu untuk jangan mudah baper. Pak Ryan memang menyukai wanita, jadi jangan pernah kamu berpikir nanti, kalau pak Ryan itu menyukaimu, apalagi sampai jatuh cinta. Kamu tidak ingin patah hati, bukan?” ucap wanita itu memperingatkan Karin.

Karin menarik napasnya dalam-dalam. Ia dapat merasakan aroma persaingan dan permusuhan dari wanita yang duduk di depannya ini. “Ibu jangan khawatir, saya tidak akan jatuh hati dengan pak Ryan, apalagi sampai patah hati karenanya.”

Wanita itu memandang sinis ke arah Karin, seakan ia tidak percaya dengan apa yang dikatakannya. “Tentu saja, kamu akan berkata seperti itu, seperti sekretaris sebelum-sebelumnya. Mereka jatuh cinta dengan pak Ryan dan ketika cinta mereka ditolak, mereka pun berulah.”

Karin bangkit dari duduknya, karena urusannya di ruangan wanita ini sudah selesai. “Ibu tidak perlu takut, saya berbeda dengan sekretaris pak Ryan sebelumnya, permisi bu!”

Ia pun meninggalkan ruangan wanita itu dan menyimpan rasa kesalnya dalam hati. Namun, karena berjalan sambil menunduk dan tidak memperhatikan apa yang ada di depannya, Karin menabrak seseorang yang berjalan terburu-buru.

Dan, untungnya orang itu memegang pinggangnya dengan cepat, mencegahnya untuk jatuh. Ia pun mendongak untuk melihat siapa yang menolongnya, sekalian mengucapkan terima kasih.

Ucapan itu urung diucapkannya, begitu ia melihat siapakah pria yang telah menolongnya. Dengan cepat, ia mencoba untuk melepaskan pegangan tangan Ryan di pinggangnya. Namun, bukannya melepaskan Karin. Ryan justru menggunakan kesempatan itu untuk menarik Karin menempel ke dadanya.

“Tolong lepaskan pelukan bapak! saya tidak senang bapak seperti itu,” ucap Karin dengan suara mendesis, menahan kemarahannya.

“Kamu pembohong yang buruk! kalau kamu tidak suka dengan apa yang saya lakukan, kenapa jantung kamu justru berdebar dengan kencang?” ejek Ryan.

Karin menginjak kaki Ryan menggunakan kakinya yang memakai heels, sehingga Ryan dengan cepat melepaskan pelukannya di pinggang Karin.

Mata Ryan melotot dan menatap tajam, wanita yang baru beberapa menit yang lalu ia terima menjadi sekretarisnya. “Kamu, berani sekali menginjak kaki saya!”

“Maaf pak! bukan maksud saya untuk bersikap berani kepada bapak. Hanya saja, saya tidak mau bapak main peluk begitu. Saya akan bekerja sebagai sekretaris bapak secara profesional, tetapi tidak untuk hal di luar konteks pekerjaan,” sahut Karin.

Ryan melambaikan tangannya ke arah Karin. “Pergilah kamu! jangan lupa besok pagi, kamu tidak boleh datang terlambat.”

Karin menganggukkan kepalanya, ia lalu berjalan dengan cepat masuk ke dalam lift yang berbeda dengan lift khusus pimpinan yang dimasuki Ryan.

Sesampainya di depan pintu lobi, Karin pun berjalan dengan cepat ke luar dari dalam gedung dengan lantai tujuh tersebut. Ia pun berjalan ke luar dari halaman gedung yang luas.

Langkah kaki Karin terburu-buru, ia harus segera sampai di halte bis, yang letaknya tidak jauh dari pintu gerbang perusahaan milik Ryan.

“Kenapa wanita itu berjalan kaki? hmm, sepertinya ia naik bis untuk datang ke sini tadi,” gumam Ryan dalam hatinya. Diperhatikannya Karin yang berjalan dengan cepat. Tatapan matanya terarah kepada goyangan pinggul Karin, yang menggoda matanya.

“Percepat, pak! dan nanti ketika sudah berada di dekat wanita yang berjalan di depan, bapak bunyikan klakson dengan kencang, perintah Ryan kepada sopir pribadinya.

Karin yang sedang berjalan terlonjak kaget, ketika tiba-tiba saja terdengar suara klakson yang nyaring. Ia sudah akan mengacungkan kepalan tangannya, ke arah mobil tersebut.

Ia urung melakukannya, ketika dilihatnya kaca jendela diturunkan sedikit dan terlihatlah wajah dingin bosnya, yang sepertinya memang sengaja memerintahkan kepada sopirnya untuk membunyikan klakson dengan nyaring.

Dengan raut wajah kesal, Karin pun duduk di halte bis. Ditunggunya bis jurusan menuju apartemennya yang terletak di pinggiran kota New Jersey tiba. Tak lama berselang, bis yang ditunggunya pun terlihat, lalu berhenti di dekat Karin duduk.

Dirinya lalu beranjak dari duduknya berjalan masuk bis tersebut. Dicarinya kursi yang kosong dan dirinya beruntung, masih ada tersisa kursi kosong di bagian belakang, sehingga ia tidak perlu berdiri.

Beberapa menit kemudian, Karin pun sudah berada di dalam apartemennya yang kecil dan sepi. Dinyalakannya lampu untuk menerangi ruangan, yang tadinya gelap. Ia berjalan menuju dapur, dibukanya pintu kulkas dan diambilnya botol berisi air mineral, lalu ditutupnya kembali pintu kulkas.

Ia berjalan menuju ruang tengah dan duduk di atas sofa lusuh yang ada di dalam apartemennya. ‘Betapa beruntungnya aku, mendapatkan pekerjaan yang kuinginkan. Hanya saja, aku harus waspada dengan perilaku bosku, yang sepertinya suka sekali memperhatikan diriku,’ batin Karin.

Dipandanginya potret Ibunya, yang tersimpan dalam galeri di ponselnya. Ia masih merindukan Ibunya, sekalipun wanita yang sudah melahirkannya itu tidak selalu bersikap baik kepadanya.

Dalam hatinya Karin bertekad, kalau dirinya tidak akan seperti ibunya. Yang rela memberikan tubuhnya, kepada pria yang kemudian mencampakkan dirinya.

Tidak akan kuikuti jejakmu bu! Yang menyerah kepada rayuan pria tidak bertanggung jawab! Takkan kubiarkan apa yang telah membuat hidupmu menjadi hancur karena seorang pria juga menimpa diriku!’ tekad Karin dalam hatinya.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel CLARITTA, KAMU MILIKKU
9.1
Model terkenal Claritta Indriana terjebak pernikahan pelik bersama Aslan Teryeka, sang pewaris Andromeda Group. Walau menyatakan cinta, Aslan justru bersikap posesif, bertindak semena-mena, bahkan mengkhianatinya dengan sang sekretaris. Di bawah bayang-bayang kebencian dan pengkhianatan suaminya, Claritta menghadapi pilihan sulit. Haruskah ia tetap bertahan sebagai boneka tak berdaya dalam rumah tangga yang hancur, atau melarikan diri selamanya demi kebebasan?
Sampul Novel Diselingkuhi Suami Dibucinin Berondong
8.9
Kehidupan Ratih Apsari hancur setelah memergoki suaminya berselingkuh. Pasca bercerai, ia tidak sengaja masuk ke mobil Derryl Dariawan dan melewati malam bersama karena suatu kesalahan fatal. Kejutan berlanjut saat Derryl ternyata menjadi CEO baru di tempat kerjanya. Ratih sempat curiga dirinya dijebak, tetapi interaksi mereka justru memicu benih cinta. Kini, ia dilema karena perbedaan status sosial dan usia Derryl yang tujuh tahun lebih muda. Haruskah ia membuka hati atau kembali ke pelukan mantan suami?
Sampul Novel Kejahatan Termanis
7.9
Demi ambisi jabatan, Nevilla mendekati Adero dan meninggalkan Aron. Namun, langkah keliru ini justru membangkitkan masa lalu kelam dari enam tahun lalu yang menghantuinya kembali. Ketika hubungan mereka semakin intim, Nevilla menyadari dirinya telah terperangkap tanpa jalan keluar. Kini, ia harus menghadapi ancaman dari seorang pria berbahaya yang siap menghancurkan hidupnya dan menyeretnya ke dalam pusaran konflik masa lalu yang mematikan.
Sampul Novel Love Want To Be Restored
9.4
Pernikahan bisnis Amilie dan Ethan terasa dingin tanpa cinta, di mana hanya kehadiran sang putra yang menjadi pelipur lara bagi Amilie. Hubungan mereka kian retak saat isu perselingkuhan Ethan berembus. Puncaknya, kabar bahwa Ethan mempunyai anak dari wanita lain membuat Amilie mantap menggugat cerai. Namun, di luar dugaan, Ethan menolak perpisahan itu dan tiba-tiba berubah menjadi sosok suami yang hangat.
Sampul Novel Mencintai Monster yang Kupanggil Suami
9.0
Elara memaksakan pernikahan sepihak dengan Julian, cinta pertamanya, lewat pengaruh besar keluarganya. Tiga tahun berlalu dalam dinginnya kebencian Julian yang merasa terbelenggu. Sadar kasih sayangnya hanya membawa luka, Elara memutuskan mundur dan lenyap tanpa jejak. Kepergian mendadak ini justru menyisakan kekosongan mendalam di hati Julian. Benarkah kebebasan ini yang ia dambakan, ataukah rasa benci yang selama ini ia pelihara sebenarnya adalah cinta?
Sampul Novel Menikahi Mantan Istriku Lagi: Cinta pertama dan selamanya
8.3
Dahulu, pernikahan Jennifer dan suaminya yang miliarder hanyalah kesepakatan bisnis tanpa cinta hingga berujung cerai. Sebelum proses hukum usai, Jennifer memilih kabur dalam kondisi hamil. Lima tahun kemudian, sang mantan suami memakai dominasi bisnisnya demi memaksa Jennifer pulang bersama putra mereka. Di saat publik merasa kasihan karena mengira sang konglomerat akan menikahi perempuan lain, mereka tidak tahu bahwa Jennifer yang akan kembali naik pelaminan.