APKDock Logo
Sampul Novel Gadis yang Ternoda

Gadis yang Ternoda

7.9 / 10.0
Kehamilan Leanna akibat satu malam tak terduga memaksa Dean membatalkan rencana pernikahannya dengan Trisha. Kini, setelah resmi menikah, Dean justru menyimpan dendam mendalam dan menganggap Leanna sebagai perusak masa depannya. Di tengah dinginnya sikap sang suami, mampukah Leanna melunakkan kekerasan hati Dean? Perjalanan penuh luka Leanna dalam memperjuangkan cinta dan mempertahankan pernikahan yang diawali kebencian ini pun dimulai.

Gadis yang Ternoda Bab 1

Leanna, terbangun ketika merasakan sakit dan perih di pusat dirinya. Matanya mengerjap menatap ke langit-langit kamar yang terasa begitu asing baginya. Ia sedang terlentang diatas tempat tidur, yang juga tak ia kenali. Leanna mencoba menggerakkan badannya untuk duduk, tapi tidak bisa. Ia meringis ketika pusat dirinya terasa semakin perih dan panas. Otaknya berputar memikirkan tentang apa yang sudah terjadi padanya semalam, ketika ia merasakan adanya pergerakan di samping kiri tempat tidurnya.

Leanna menoleh, dan matanya terbelalak kaget, “Ya Tuhan! Apa yang sudah aku lakukan?” lirih Leanna langsung menutup mulutnya seakan tak percaya.

Disampingnya, terbaring seorang pria bertubuh kekar dengan kulit sewarna madu dengan posisi telungkup. Pria itu bergerak dan sedikit bergumam ketika mendengar suara Leanna yang mengganggu tidurnya.

Cepat-cepat Leanna mengintip ke balik selimut yang menutupi tubuh mereka. Memastikan tidak ada hal terlarang yang terjadi diantara mereka seperti yang sedang Leanna pikirkan saat ini.

Dan sedetik kemudian, Leanna menutup kembali selimutnya dengan gerakan cepat. Ia menangis sambil membungkam mulutnya sendiri dengan kepalan tangan. Ketika menyadari dibawah selimut itu, tak ada sehelai benang pun yang menutupi tubuh mereka.

Perlahan Leanna mulai ingat. Mengapa dia bisa berada diatas tempat tidur pria itu. Pria yang sialnya adalah calon adik iparnya sendiri, Dean.

Trisha, adik kandung Leanna akan menikah dua hari lagi. Dan, semalam selepas maghrib. Ibunya mencari-cari Trisha untuk menyuruhnya mengantarkan baju pengantin yang akan dipakai Dean di acara pernikahannya nanti. Baju itu baru saja dikirimkan dari butik ternama bersamaan dengan gaun pengantin milik Trisha yang berwarna seputih gading.

“Kemana anak itu? Kebiasaannya selalu saja menghilang. Dua hari lagi pernikahannya tapi masih suka berkeliaran,” omel ibu sambil mondar-mandir dengan ponsel di telinga kirinya. Leanna yang memang seorang guru sedang memeriksa tugas murid-muridnya di atas meja ruang keluarga. Sesekali matanya menoleh geli ke arah sang ibu, “Nanti juga pulang, bu. Macet mungkin.”

“Walaupun macet, kenapa dia tidak mengangkat telpon ibu? Bajunya Dean harus segera dikirim ke rumahnya. Biar dicoba, takutnya tidak muat. Tau sendiri kan Dean sibuk, hingga tak punya waktu untuk fitting baju.” Ibu menyerah. Ia meletakan ponselnya ke meja disamping laptop milik Leanna.

Sudah lebih dari setengah jam Ibu mencoba menghubungi ponsel Trisha yang memang tersambung tapi tak kunjung diangkat.

“Menurutku, bajunya pasti akan pas di tubuh Dean, bu. Meski belum dicoba, tapi kan sudah diukur dengan bajunya Dean yang lain,” ujar Leanna menenangkan ibunya.

Ibu menghela nafasnya sebelum ia berkata, “Tapi ibu telanjur buat masakan kesukaan Dean tadi siang. Semur ikan. Sayang kalau harus menunggu besok. Semurnya pasti akan beda rasanya.” Ibu yang duduk disamping Leanna menahan pipinya dengan satu tangan.

Ia menoleh pada Leanna yang sibuk berkutat dengan laptop serta berlembar-lembar kertas yang menumpuk.

"Apa ibu mau aku saja yang antarkan ke rumah Dean?” tawar Leanna yang langsung membuat mata ibunya berbinar.

“Memangnya tidak apa-apa. Kau sendiri kan sibuk harus memeriksa tugas murid-muridmu yang sudah menumpuk sebesar gunung ini. Tapi malah harus repot juga ke rumah Dean.”

“Bukan masalah, bu. Hanya sebentar saja. Lagipula rumahnya Dean tidak akan terasa jauh kalau aku pergi ke sana dengan menggunakan sepeda motor. Dean juga pasti sudah tidak sabar mencicipi semur ikan buatan ibuku yang sudah menjadi makanan favoritnya,” kata Leanna sembari memberikan tumpukan kertas dan menutup laptopnya. Ibu bergegas bangkit dari duduknya.

“Terimakasih, sayang. Tunggu sebentar, biar ibu siapkan dulu semur ikannya ke dalam kotak makan.” Leanna mengangguk ketika ibu sudah melesat menuju dapur rumah mereka yang sederhana. Setelah menunggu 10 menit, Semur ikan yang sebelumnya dipanaskan terlebih dahulu itu sudah dibungkus rapi di kotak makan.

Leanna memakai helmnya, dan menyalakan motor vespa kesayangannya menuju rumah Dean. Tak lupa baju pengantin milik pria itu yang ia masukkan ke dalam papper bag ia kaitkan di bagian depan sepeda motornya.

Ketika sampai dirumah Dean, Leanna yang sudah memanggil pria itu berkali-kali tapi tak ada jawaban dari dalam.

Mencoba mendorong sedikit pintu rumah Dean dan ia kaget ketika tahu pintu itu tidak dikunci. Leanna menerobos masuk dan mencari keberadaan calon adik iparnya itu.

“Dean!” seru Leanna ketika mendapati Dean tengah telungkup di lantai ruang tamunya.

Dengan pecahan botol minuman yang Leanna tahu sebagai minuman yang memabukan, bertebaran di atas lantai.

“Dean! Kau kenapa?” Leanna mencoba membalikkan posisi Dean hingga ia telentang. Leanna melihat wajah Dean yang nampak sayu dengan matanya yang terpejam. Dean sesekali bergumam dengan suara yang tak jelas terdengar di telinga Leanna.

“Badanmu panas, kau demam!” Leanna panik ketika mendapati dahi dan leher Dean yang terasa begitu panas. Ia tak habis pikir, disaat sedang demam bukannya berobat. Dean malah meminum minuman memabukan itu.

Dean menggerakkan tangannya perlahan dengan mata yang masih terpejam, berusaha menggapai telapak tangan Leanna kemudian menggenggamnya.

Membuat Leanna mengernyitkan alis, “Jangan pergi!” gumam Dean setengah berbisik.

“Kau sedang demam, Dean. Dan kau mabuk,” ujar Leanna mencoba melepaskan genggaman tangan Dean. Tapi secepat mungkin, Dean meraih telapak tangan Leanna kembali. “Aku hanya minum sedikit, aku mohon jangan marah.”

“Tidak ada yang marah. Aku kesini untuk mengantarkan makanan dan baju pengantin yang harus kau coba. Tapi melihat keadaanmu seperti ini. Sebaiknya kau istirahat. Kau bisa mencobanya besok. Sekarang biar ku bantu menaikan tubuhmu ke atas sofa. Tidur di lantai hanya akan membuat demammu semakin parah.”

“Tidak mau! Bantu aku naik ke atas,” lirih Dean menunjuk ke sebuah kamar yang terletak di lantai atas. Matanya masih sayu dengan tubuh yang sedikit gemetar.

Leanna memandangnya tidak enak. “Tapi, aku tidak bisa membawamu ke kamar. Selain karena tubuhmu berat, aku rasa juga tidak pantas. Terlebih saat tak ada siapapun di rumah ini,” tolak Leanna dengan halus.

“Aku mohon! Disini tubuhku kedinginan. Aku ingin tidur dikamarku.”

Setelah berpikir, Leanna akhirnya menyerah. Leanna membantu Dean pindah ke kamarnya dengan mengalungkan lengan kiri Dean yang kekar ke lehernya.

Setiap langkah rasanya seperti kehilangan setengah nafas bagi Leanna. Bagaimana tidak? Tubuh Dean yang tinggi kekar di angkat dengan susah payah oleh tubuh Leanna yang kecil dan kurus.

Terlebih Leanna merasa kepalanya mendadak pening saat melewati satu-persatu tangga menuju lantai atas.

“Hah, Akhirnya,” ucap Leanna dengan mengatur nafasnya yang tersengal-sengal. Leanna lega Dean sekarang sudah ia baringkan di atas tempat tidur. Ketika sudah menutupi setengah tubuh Dean dengan selimut, Leanna hendak berbalik untuk pulang. tapi kemudian genggaman tangan Dean menahannya.

“Jangan pergi!” Leanna berbalik ke arah Dean dan tersentak ketika Dean sudah membuka mata dan sedang menatapnya dengan tatapan berkabut. “Aku harus pulang, Dean! Ini sudah malam.” Leanna mencoba menarik tangannya dari genggaman Dean yang kian erat.

Dean bangkit dari tidurnya. Dengan tangan yang masih menggenggam Leanna, Dean mendekat dan berdiri tepat di depan wajah Leanna yang menatapnya terkejut. Dean mendekatkan bibirnya ke telinga kiri Leanna dan berbisik, “Aku mohon! Jangan pergi! Aku sangat membutuhkanmu saat ini”

Leanna mengerjap, Ia masih berpikir mungkin Dean masih membutuhkannya karena pria itu sedang demam.

Tapi tetap saja, Leanna merasa tak memiliki hak untuk berlama-lama di rumah Dean.

“Dean! Apa yang kau lakukan?” pekik Leanna ketika tangan Dean mulai menarik tengkuknya dalam hitungan detik. Dan mereguk madu manis di bibir mungil Leanna yang masih sangat murni. “Trisha, aku mencintaimu,” bisik Dean ketika melepaskan bibirnya sejenak untuk mengatur nafas.

Sedang Leanna mencoba memberontak dengan air mata yang berurai disela-sela godaan Dean yang memabukkan.

“Dean. Aku bukan Trisha! Aku Leanna!” Leanna mendorong tubuh Dean menjauh ketika ia berhasil menendang benda berharga milik pria itu. Nyaris saja Leanna berhasil mencapai pintu, sebelum tangan kekar Dean menarik perutnya dan memeluknya dari belakang.

“Maafkan aku, sayang! Aku janji. Akan selalu ada untukmu mulai saat ini.”

“Dean. Aku mohon jangan!” Leanna menjerit dan mencoba melepaskan diri dari pelukan Dean. Tapi usahanya sia-sia. Karena dengan sigap Dean mengangkat tubuh Leanna dan membaringkannya di atas tempat tidur.

Leanna tak ingat apapun saat Dean mulai menyusuri seluruh permukaan wajah Leanna dengan bibirnya. Karena Leanna hanya fokus untuk memberontak dalam kesia-siaan.

Yang Leanna ingat, hanya ketika ia merasakan sesuatu yang keras terasa membelah pusat dirinya hingga Leanna menjerit dengan kesakitan yang tak dapat ia tahan.

Leanna mengerti, Dean telah mengambil apa yang bukan haknya. Dean telah mereguk madu dari bunga yang bukan rumahnya. Dean, telah menghancurkan kehormatannya.

Jika berkenan, mampir ke novelku yang lainnya yuk! Siapa tahu ada yang kalian suka.

Judulnya:

1. Mantan Istri CEO Tampan

2. CEO in My Bed

3. Salah Pilih Pengantin.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Gadis yang Ternoda

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Antara Aku, Kau dan Ibu Tiriku
9.6
Ibu tiriku menikah dengan ayah 8 tahun lalu, dia dari keluarga yang sangat kaya, entah mengapa dia bisa menikah dengan Ayah yang pekerjaannya hanya bermain wanita dan menikahi yang dia sukai, tetapi Ayahku memang terlihat tampan, dengan badan yang kekar dan aura wajah yang sangar, mungkin itu menjadi daya pikatnya terhadap wanita-wanita, entahlah, aku tidak begitu jelas, dan Ayah pun jarang pulang. dia tidak berada di rumah selama berhari-hari dan tidak tahu cara mengurus keluarga. Aku hanya tinggal berdua dengan Ibu tiriku, aku di anggap anaknya sendiri, tetapi kebiasaan Ibu berpakaian Sexy sangat menggangguku. AKu menyukai seorang gadis, dia teman SMA ku dulu, Nama nya Rania. AKu sangat menyukainya, tetapi Ibu tiriku?...
Sampul Novel En-PD158
8.7
Demi menyembuhkan putra kandungnya dengan Lin Yanran yang terkena leukemia, Zhou Yu'an mendadak meminta cerai setelah tiga tahun menikah. Ia memohon kepada istrinya agar diizinkan memiliki anak lagi dengan sang mantan pacar demi mendapatkan sel pengobatan, berjanji akan kembali setelah semuanya usai. Namun, di balik tangis pilu suaminya, sang istri justru menemukan pesan provokatif dari Yanran yang menuntut Yu'an untuk menghamilinya malam itu juga.
Sampul Novel Hari Bahagianya, Hari Kematian Aku
8.4
Di hari pernikahannya, seorang wanita dikhianati oleh keluarganya sendiri. Orang tua dan tunangannya, James, mendesak agar posisi pengantin digantikan oleh sang kakak yang sekarat demi memenuhi keinginan terakhirnya. Karena menolak, ia diikat paksa di rumah dengan janji akan dibebaskan setelah upacara selesai. Malangnya, saat ditinggal sendirian, seorang penjahat menyusup dan menghabisi nyawanya dengan kejam. Ketika keluarganya akhirnya kembali, mereka hanya mendapati jasadnya yang telah membusuk.
Sampul Novel Menjadi Orang Ketiga Dipernikahan
7.9
Pernikahan hasil perjodohan Mira Aditya dengan Rafiq Jaya berujung pilu. Di balik ikatan tersebut, Rafiq rupanya telah menikahi Elena Faris, cinta masa lalunya, secara diam-diam. Terasing di rumah sendiri dan terus didera kepedihan mendalam membuat Mira berada di titik nadir. Di tengah kekecewaan serta hampa yang kian menyiksa, ia pun kini harus menentukan pilihan sulit: tetap bertahan dalam kepalsuan atau melangkah pergi demi meraih kebebasannya.
Sampul Novel MENYUSUI MAFIA KEJAM
8.6
Alena Adriani Quensyah didera kemalangan setelah orang tuanya menjadikan dirinya jaminan utang pada mafia kejam. Kini ia terkurung dalam kehidupan bak penjara, sembari terus dihantui oleh trauma masa lalu yang begitu kelam. Di tengah penderitaan ini, Alena bertekad mencari tahu alasan mengapa orang tuanya tega meninggalkannya dalam bahaya. Mampukah ia bertahan dan menemukan kembali keluarganya yang hilang?
Sampul Novel MY LOVELY LITTLE WIFE
8.9
Yuki sangat geram setelah lamaran perjodohannya ditolak mentah-mentah. Alasan pria itu sungguh klasik, yaitu karena mereka belum saling mengenal. Sambil menggerutu dan mencap calon suaminya sebagai lelaki tua yang menjengkelkan, sebuah ide licik tiba-tiba muncul di benak Yuki. Senyum penuh arti pun tersungging di bibirnya. Ia kini menyusun sebuah rencana cerdik untuk memberi pelajaran berharga bagi pria sombong tersebut.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan