APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Gadis Ternoda

Gadis Ternoda

Diana dikhianati sahabatnya sendiri hingga terjebak dalam malam kelam bersama pria asing. Peristiwa itu menyisakan kehamilan tak terduga. Bertahun-tahun kemudian, ia kembali dipertemukan dengan ayah kandung anaknya. Keadaan kian pelik saat Diana mengetahui bahwa pria tersebut kini menjalin kasih dengan sepupunya. Kini, Diana dihadapkan pada pilihan sulit: membongkar rahasia darah daging mereka atau tetap diam demi keutuhan keluarganya.
Bab
Bagikan

Bab 3

Diana, dan Siska sedang sarapan, sementara Dafa masih tertidur pulas di kamar.

“Kamu pagi-pagi sekali perginya, Di?”

“Ada pakaian pelanggan ekspres yang harus aku cuci dan setrika, Tan,” sahut Diana dengan mulut yang penuh dengan roti.

“Kamu jangan terlalu lelah, nanti kalau kamu sakit, kasihan Dafa.” Siska memperingatkan.

“Iya, Tan.”

“Selamat pagi!” Sofia melangkah menuju meja makan dengan riang.

“Selamat pagi,” balas Diana dan Siska bersamaan.

“Kayaknya hari ini kamu bahagia banget, ada apa? Kamu dapat tawaran iklan lagi, ya?” tebak Siska.

“Ini lebih dari sekedar tawaran iklan, Ma,” sahut Sofia semringah.

“Oh iya? Apa itu?” Siska penasaran, sedangkan Diana hanya diam menyimak.

“Aku baru jadian dengan produser acara yang aku pandu, Ma,” beber Sofia penuh semangat.

Siska mengernyit, “Produser? Sudah tua, dong?”

“Enggak, Ma. Dia masih muda, ganteng dan kaya. Kalau aku sampai bisa menikah dengannya, hidup aku bisa enak.”

“Pastikan dulu dia baik atau enggak, Sof. Kaya tapi kalau sifatnya jelek, hidup kamu juga enggak akan bahagia,” sela Diana.

Sofia sontak menatap Diana dengan sinis, “He, tahu apa kamu tentang kebahagiaan? Sampai detik ini aja hidupmu enggak bahagia, punya anak tapi enggak jelas siapa ayahnya!”

“Sofi!” bentak Siska.

Diana sontak terdiam sedih, hatinya tersinggung mendengar cibiran dari sepupunya itu.

“Habis dia sok tahu, Ma. Hidupnya saja masih berantakan, dia berlagak mau nasihati orang lain!” gerutu Sofia.

“Yang dibilang Diana itu benar, kamu harus kenali dulu tabiat pria itu, jangan sampai nanti menyesal!” lanjut Siska.

Sofia tak menjawab, dia memilih untuk diam dan menyantap sarapannya. Sejak dulu Sofia memang tidak menyukai Diana sebab dia kalah cantik dari sepupunya tersebut, apalagi saat dia tahu jika pria yang dia taksir justru menyukai Diana. Ia semakin membenci ibu satu anak itu.

“Tan, kalau begitu aku berangkat dulu. Aku titip Dafa, ya.” Diana beranjak dari duduknya.

“Iya, kamu hati-hati,” balas Siska.

Diana mengangguk dan bergegas pergi dengan menahan air matanya.

“Sofia, lain kali jangan bicara seperti itu lagi! Kasihan Diana!” Siska memarahi putrinya itu setelah Diana menghilang di balik pintu.

“Kenapa sih Mama selalu membela dia? Terus mau-maunya lagi jagai anak haram itu! Memangnya Mama dapat apa?” cibir Sofia.

“Sofi! Kamu jangan keterlaluan kalau bicara!”

“Ma, anak yang lahir di luar nikah itu apa namanya kalau bukan anak haram?” kecam Sofia sinis, kemudian beranjak ke kamarnya.

“Ini anak susah banget dinasihati!” gerutu Siska kesal melihat sikap kasar dan keras kepala putrinya itu.

Sementara itu di perjalanan menuju tempatnya bekerja, Diana berjalan sambil mengusap air mata yang akhirnya jatuh menetes. Kata-kata Sofia tadi begitu menusuk hingga ke relung hatinya.

Diana mengembuskan napas untuk melegakan dadanya yang terasa sesak. Dia terluka dan sakit hati, tapi dia sadar apa yang Sofia katakan itu benar adanya, dia tak tahu bagaimana rasanya bahagia, karena sejak kecil dia selalu merasakan kepahitan hidup. Terlebih sampai saat ini dia juga tak tahu siapa ayah dari sang putra, dia hanya mengingat wajah dan namanya saja.

Tak butuh waktu lama, Diana tiba di tempat dia bekerja, Eliana yang melihatnya langsung menyapa dengan ramah.

“Selamat pagi, Di.”

“Selamat pagi, Bu El,” balas Diana.

Eliana mengerutkan keningnya memperhatikan mata Diana yang basah dan merah, “Mata kamu kenapa, Di? Kamu habis nangis, ya?”

Diana mendadak gugup, “Enggak, kok, Bu. Tadi mata aku kelilipan debu pas di jalan, jadi aku kucek, makanya berair dan merah.”

“Ya ampun, jangan dikucek! Cuci pakai air saja.”

“Ini sudah enggak apa-apa, Bu,” bantah Diana yang berbohong.

“Syukurlah! Oh iya, kata Raka nanti malam kalian mau makan di luar sekalian bawa anak kamu jalan-jalan, ya?”

Diana mengangguk dengan canggung, “Iya, Bu.”

“Tapi kenapa harus ajak ibu?”

“Enggak apa-apa, Bu. Biar enggak jadi fitnah kalau kami cuma pergi bertiga,” dalih Diana.

“Kalau begitu kalian menikah saja, biar jadi satu keluarga dan enggak menimbulkan fitnah kalau pergi bertiga,” sambung Eliana enteng.

“Ibu ini bisa saja!”

“Di, kamu tahu kan Raka itu suka sama kamu. Dia pasti bisa jadi ayah sambung yang baik untuk anak kamu,” ujar Eliana.

“Tapi saya belum terpikir untuk menikah, Bu.”

“Kenapa? Kamu masih muda dan cantik, mau nunggu apa lagi? Kalau kelamaan, entar keburu tua.”

Diana hanya tersenyum menanggapi ucapan Eliana, dia tak yakin Eliana dan Raka masih mau menerimanya serta Dafa jika tahu apa yang sebenarnya terjadi.

❤️❤️❤️

Malam pun tiba, Diana sedang merapikan kemeja biru yang Dafa pakai.

“Kita mau ke mana, Bunda?” tanya Dafa yang penasaran.

“Ada teman bunda yang mau ajak kita jalan-jalan,” jawab Diana.

“Asyik!” Dafa melompat kegirangan.

Diana tersenyum dan mengusap kepala Dafa dengan penuh kasih sayang, “Tapi nanti kamu jangan nakal, ya?”

“Iya, Bunda. Aku enggak akan nakal, kok! Tapi Oma ikut, kan?”

“Enggak, sayang. Tapi nanti ada Oma yang lain, kamu harus sopan padanya.”

Dafa pun mengangguk patuh.

“Kalau begitu, mari kita tunggu teman Bunda di bawah!” ajak Diana sembari menggandeng lengan kecil Dafa.

Ibu dan anak itu melangkah keluar kamar, keduanya tampak kompak dengan balutan baju dengan warna biru cerah.

“Kalian mau ke mana?” tanya Siska begitu melihat Diana dan Dafa.

“Diundang makan malam dengan Bu Eliana dan anaknya,” sahut Diana sedikit berbohong, dia tak ingin Siska juga berpikir macam-macam.

“Tumben? Dalam rangka apa?”

“Enggak ada, katanya cuma makan malam biasa saja, kok!”

“Jangan-jangan Bu Eliana mau menjodohkan kamu dengan anaknya!” tebak Siska.

Diana tersenyum, “Enggak lah, Tante.”

“Loh, siapa tahu dia suka sama kamu dan ingin kamu jadi menantunya.

Diana tertawa, dia heran karena tebakan Siska bisa tepat. Padahal ia tak pernah cerita ke tantenya itu tentang perasaan Raka padanya dan keinginan Eliana agar dia menikah dengan sang putra.

Tok ... tok ... tok.

Diana dan Siska menoleh bersamaan ke arah sumber suara saat mendengar seseorang mengetuk pintu dari luar.

“Ada yang datang,” ujar Siska.

“Mungkin itu anaknya Bu El. Biar aku buka, Tan.” Diana buru-buru melangkah ke arah pintu.

Diana membuka pintu dan terkejut setengah mati saat melihat siapa yang berdiri di hadapannya. Seorang pria cukup tampan dengan postur tubuh tinggi dan berkulit putih bersih, pria yang telah merenggut kehormatannya di malam kelam itu. Diana ternganga dengan mata melotot.

Sama dengan Diana, pria yang tak lain adalah Revan juga tak kalah terkejutnya melihat satu-satunya wanita perawan yang pernah dia tiduri itu. Dia masih ingat betul dengan sosok Diana, dan tak bisa melupakan apa yang telah terjadi meski sudah empat tahun berlalu.

Dari belakang Diana, Sofia muncul dan langsung bergelayut di lengan Revan, “Hai, sayang. Kamu sudah datang rupanya!”

Tapi Revan tak melepaskan pandangannya dari Diana, dia bahkan tak menggubris Sofia.

Diana seperti disambar petir saat tahu ternyata Revan dan Sofia memiliki hubungan spesial.

“Yuk kita berangkat!” ajak Sofia sembari menarik lengan sang kekasih.

Revan pun tersentak dan sontak menatap Sofia gugup, “I-iya.”

Keduanya pun bergegas pergi dari hadapan Diana tanpa menegur wanita itu.

❤️❤️❤️

Bersambung ...

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Anak Tersisih
8.4
Sarinah kabur dari rumah akibat perlakuan tidak adil orang tuanya. Nasibnya berubah total setelah kecelakaan mobil membawanya diadopsi dan berganti identitas menjadi Rully. Ia yang dahulu buta huruf kini berhasil bangkit menjadi dokter sukses. Masalah besar datang saat seorang pria meminangnya tanpa tahu bahwa Rully berasal dari keluarga miskin. Kini ia bimbang antara berterus terang atau tetap menyembunyikan rahasia masa lalunya demi mempertahankan cinta serta status sosialnya.
Sampul Novel Budak Cinta
8.4
Saat sedang hamil, aku harus menghadapi kenyataan mengerikan. Selama tiga tahun ini, Liam Barnes yang merupakan kekasihku sendiri, membiarkan kembarannya, Lucas, meniduriku. Pengkhianatan kejam ini dilakukan Liam sebagai bentuk balas dendam demi cinta pertamanya, Vivian Quinn. Namun, reaksi berbeda ditunjukkan Lucas saat aku mengonfrontasinya. Di hadapanku, ia justru berlutut khidmat, mencium kakiku, dan bersumpah bahwa kesetiaannya kini sepenuhnya hanya milikku.
Sampul Novel Jerat Cinta Sang CEO
8.9
Pasca diusir oleh sang ayah, Emma Karina terpaksa menyepakati pernikahan kontrak dengan Ethan Marvino, seorang CEO yang menguasai bisnis di Bali. Hidup Emma pun berubah di bawah pengawasan ketat sang suami yang sangat protektif. Namun, pernikahan mereka yang penuh batasan mulai goyah ketika Emma tanpa sengaja membongkar rahasia besar yang selama ini disimpan rapat oleh Ethan. Kini, kelangsungan hubungan mereka berada di ujung tanduk setelah kebenaran terungkap.
Sampul Novel menikah lagi
9.1
Kini aku tinggal di sebuah rumah besar milikku sendiri bersama lima orang penyewa. Walau bangunan ini sudah lama kubeli dan kuperbaiki untuk dijadikan kos, aku selalu menjauhinya selama bertahun-tahun. Masa lalu kelam di sana menyisakan luka mendalam yang memicu amarah dan kesedihan setiap kali teringat. Namun sekarang, aku terpaksa menempati kamar utama di lantai bawah dan harus kembali menghadapi kenangan buruk yang tersimpan rapat di rumah ini.
Sampul Novel Reinkarnasi Menjadi Istri Presdir Dingin
9.6
Setelah tewas mengenaskan akibat pengkhianatan keji mantan suami dan selingkuhannya, Lara Anggraini mendapatkan kesempatan kedua. Ia bereinkarnasi ke dalam raga seorang wanita yang merupakan istri dari mantan bosnya, seorang Presdir dingin yang kaku. Di balik kemewahan hidup barunya ini, Lara tidak tinggal diam. Ia mulai menyusun siasat matang demi menuntut balas pada orang-orang yang telah menghancurkan masa lalunya. Akankah dendam membara Lara terbalaskan?
Sampul Novel Skandal Pengasuh Tua dan Putraku
8.4
Setelah memergoki Bi Tati membawa keluarganya makan kerang dan lobster secara diam-diam, sang majikan luluh oleh permohonan ampun serta bujukan kakak iparnya. Demi kekerabatan, ia hanya memberi sanksi potong gaji. Namun, keputusan itu berujung petaka. Baru dua hari ia pergi ke luar negeri, putranya yang baru lulus kuliah menelepon sambil menangis di tengah pesta perayaan rumahnya, mengaku telah tidur dengan pengasuh tua tersebut.