APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Gadis Terbuang vs Raja Bisnis

Gadis Terbuang vs Raja Bisnis

Sambil memegang map lamaran, Olivia menelusuri jalan dengan letih demi mencari pekerjaan. Ketika ia berbicara dengan seorang satpam, perhatiannya teralihkan oleh kehadiran Alexander Drake. Pengusaha sukses nan karismatik itu baru saja turun dari mobil mewahnya. Pandangan mereka pun bertemu, memicu ketegangan instan di antara keduanya. Walau Olivia merasa tidak percaya diri dan Alexander bergeming dingin, benih ketertarikan mulai tumbuh. Pertemuan di depan kantor ini akan mengubah takdir Olivia.
Bab
Bagikan

Bab 2

Olivia masih merasakan getaran aneh di dadanya saat melangkah menuju pintu masuk gedung. Ia tidak mengerti mengapa tatapan pria tadi masih membekas di pikirannya. Tatapan itu bukan sekadar sekilas pandang, tapi seperti sorotan yang menguliti jiwanya, seolah dia adalah seseorang yang penting untuk diperhatikan.

Ia menggelengkan kepala, berusaha mengusir pikirannya yang melayang jauh. Saat ini bukan waktunya untuk memikirkan hal-hal yang tidak masuk akal. Fokusnya adalah mendapatkan pekerjaan, bukan menganalisis tatapan pria asing yang bahkan tidak mengenalnya.

Pintu kaca besar gedung itu berputar pelan saat Olivia mendorongnya masuk. Udara sejuk dari pendingin ruangan langsung menyambutnya, begitu kontras dengan panas di luar. Di dalam, lobi luas berkilauan dengan lantai marmer mengilap, dinding kaca yang tinggi, dan lampu gantung kristal yang memancarkan cahaya lembut. Orang-orang berlalu lalang, sebagian besar mengenakan pakaian formal, berbicara melalui ponsel atau berjalan dengan langkah cepat seolah waktu mereka sangat berharga.

Olivia merasa kecil di tengah hiruk-pikuk itu, tapi ia menegakkan punggungnya, menolak terlihat lemah. Ia melangkah ke meja resepsionis, tempat seorang wanita berusia sekitar akhir dua puluhan duduk dengan rapi di balik meja kayu berlapis kaca. Wanita itu mengenakan setelan kerja berwarna krem, rambutnya disanggul dengan sempurna, dan riasannya begitu profesional.

"Selamat siang. Ada yang bisa saya bantu?" tanyanya dengan suara lembut tapi tegas.

Olivia menelan ludah, tiba-tiba merasa canggung. "Saya ingin menanyakan apakah ada lowongan kerja di perusahaan ini. Saya bisa menyerahkan CV saya jika memungkinkan."

Resepsionis itu menatapnya sejenak sebelum tersenyum tipis. "Anda bisa meninggalkan berkas lamaran di sini, nanti akan kami serahkan ke bagian HRD."

Olivia mengangguk, meskipun hatinya sedikit tenggelam. Itu berarti tidak ada wawancara langsung. Tidak ada kesempatan untuk meyakinkan mereka dengan kata-katanya sendiri. Tapi ia tetap menyerahkan map coklatnya dengan tangan sedikit gemetar.

"Baik, terima kasih," ujarnya.

Baru saja ia hendak berbalik, suara langkah berat bergema dari arah belakang. Suara yang begitu berwibawa, begitu dominan, hingga Olivia secara refleks menoleh.

Sosok pria tadi-pria yang sempat bertukar tatapan dengannya di depan gerbang-melangkah masuk ke lobi. Namun kali ini, Olivia bisa melihatnya lebih jelas.

Pria itu tinggi, mungkin lebih dari 185 cm, dengan bahu lebar dan postur tegap yang memancarkan kekuatan. Rambutnya hitam pekat, tertata sempurna dengan sedikit gelombang alami. Wajahnya tajam, dengan rahang tegas dan sorot mata yang menusuk, seolah dia selalu mengamati segalanya dengan penuh perhitungan. Jas hitam yang membalut tubuhnya tampak dibuat khusus, menyesuaikan dengan bentuk tubuhnya yang sempurna.

Namun yang paling membuat Olivia terdiam adalah caranya berjalan-penuh kendali, seolah setiap langkahnya memiliki tujuan pasti.

Tatapan mereka kembali bertemu, dan kali ini, Olivia merasa tubuhnya menegang. Pria itu tidak menghindari pandangannya, tidak seperti sebelumnya. Justru, matanya mengunci milik Olivia, membuat napas gadis itu tercekat.

Hanya beberapa detik. Beberapa detik yang terasa lebih lama dari seharusnya.

Lalu, tanpa kata, pria itu melewatinya begitu saja, melangkah menuju lift yang langsung terbuka saat ia mendekat. Beberapa pegawai yang berada di lobi segera memberi hormat, membungkuk dengan hormat saat dia melewati mereka.

Olivia menyadari sesuatu.

Dia bukan sekadar pria kaya biasa. Dia adalah seseorang yang memiliki kekuasaan mutlak di tempat ini.

Dengan jantung yang masih berdegup kencang, Olivia berbalik ke arah resepsionis.

"Maaf," katanya dengan suara pelan. "Siapa pria itu?"

Resepsionis itu menatapnya dengan ekspresi sedikit terkejut, lalu tersenyum kecil seolah memahami ketertarikan Olivia.

"Itu Alexander Drake," jawabnya. "CEO perusahaan ini."

Olivia merasa darahnya mengalir lebih cepat. Alexander Drake. Pria yang baru saja meliriknya dua kali dalam satu hari adalah pemilik perusahaan ini?

Olivia meremas jemarinya. Perasaan aneh itu semakin menguat, sesuatu yang tidak bisa ia jelaskan.

Yang jelas, hari ini adalah awal dari sesuatu. Sesuatu yang belum ia pahami sepenuhnya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aksara Cinta Antara Harta dan Pilihan
8.2
Amora Carolline dihadapkan pada dilema besar antara karier dan asmara. Kehadiran Arka Christian, miliarder sukses, membawanya ke dalam kehidupan mewah nan gemerlap. Di sisi lain, ada Vano Elbar, pria pilihan sang ibu yang menawarkan kehangatan serta ketulusan dalam kesederhanaan. Amora kini harus memilih jalan hidupnya: mengejar kemewahan penuh tekanan bersama Arka, atau menjalani cinta tulus yang sederhana dengan Vano. Pencarian makna cinta sejati pun dimulai.
Sampul Novel Bukan Istri Yang Lemah
7.8
Elara bertekad kuat mempertahankan status pernikahan demi menjaga kemewahan hidupnya. Namun, Vesper diam-diam merancang taktik licik agar sang istri bersedia menuntut cerai, demi memuluskan jalannya menikahi kekasih rahasianya. Setelah tujuh bulan bersama, konflik besar akhirnya meledak di antara mereka. Elara kini harus berjuang bertahan di tengah tekanan berat sang suami, terjebak dalam pusaran ambisi, pengkhianatan, serta intrik cinta yang rumit.
Sampul Novel Buy One Get You
8.4
Niat Audia untuk mengundurkan diri sirna setelah ayahnya, Pak Sapto, menjadi korban penipuan bisnis. Demi melunasi utang, rumah keluarga beserta isinya dijual ke Ibu Sosro senilai 1,5 miliar. Sial bagi Audia, ia yang tertidur di dalam ikut terjual sebagai aset. Sang bos, Affangga, yang membencinya karena mirip sang mantan tunangan, terpaksa menghadapi situasi ini. Ibu Sosro pun memanfaatkan keadaan dengan menjodohkan dan memaksa mereka berdua segera menikah.
Sampul Novel Cinta yang Membara: Tidak Bisa Melupakanmu
8.1
Diana, gadis yatim piatu, berhasil menjadi istri pria terkuat di kota walau tanpa rasa cinta. Tiga tahun berlalu, kabar kehamilannya justru dibalas dengan surat cerai akibat salah paham tentang kesetiaan mereka. Ketika Diana hendak melangkah pergi, suaminya malah berbalik arah dan mengakui cinta tulusnya. Kini Diana bimbang di antara benci dan kasih sayang. Haruskah ia menetap demi sang calon bayi, atau memilih pergi selamanya?
Sampul Novel Istri Tanpa Suami
7.9
Aminarsih, gadis yatim piatu, dinikahi seorang CEO kaya hanya sebagai penangkal nasib buruk. Pria itu selalu kehilangan istrinya yang tewas misterius dua hari setelah menikah. Bukannya hidup layak, Aminarsih justru disembunyikan di rumah kosong yang menyeramkan. Demi bertahan hidup di tempat terasing itu, ia terpaksa berteman dengan alam sekitar. Hanya pohon apel, tikus, kecoa, dan semut yang menemaninya setiap hari, hingga ia menganggap makhluk-makhluk tersebut sebagai keluarganya sendiri.
Sampul Novel Karma Manis untuk Tuan yang Sombong
7.9
Skandal tak terduga dengan Arjuna Adiwangsa, anak majikannya, menghancurkan pertunangan pria itu dengan Valerie dan menyeret Arunika Kinanti dalam kebencian mendalam. Meski sempat melarikan diri, Kinanti akhirnya ditemukan dalam keadaan mengandung. Demi menjaga reputasi, Arjuna terpaksa menikahi Kinanti dengan kesepakatan kejam: bercerai setelah bayinya lahir dan Kinanti harus pergi tanpa sang anak. Kini, ia terjebak dalam pernikahan dingin penuh penderitaan.