APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Gadis Rahasia Kapten

Gadis Rahasia Kapten

Saat Rusia mengumumkan perang, Kapten Anatoly menyembunyikan turis Jerman bernama Helen di kediamannya. Tak disangka, benih cinta tumbuh di hati sang kapten yang dingin di tengah situasi mencekam. Namun, kedamaian mereka sirna ketika Helen terungkap sebagai putri dari musuh besar negaranya. Kini, Anatoly dihadapkan pada pilihan sulit yang menyiksa batinnya: tetap setia pada tanah airnya atau mempertaruhkan segalanya demi melindungi wanita yang sangat ia cintai.
Bab
Bagikan

Bab 3

Dua hari sebelumnya,

“Helen, apa yang sedang kamu lakukan di Rusia?” Suara berat dengan nada tenang sekaligus penuh penekanan pria itu terdengar dari seberang panggilan. Beberapa saat sebelumnya ia berbicara dengan kakaknya, namun baru sejenak ia berbicara ponselnya disahut oleh sang ayah.

Penerima panggilannya adalah seorang wanita muda berusia dua puluh lima tahun yang baru saja menyelesaikan kuliahnya. Wanita dengan paras rupawan, mata kehijauan dengan rambut panjang kecoklatannya. Tingkah lakunya sangat energik dan ceria, walau sedikit kekanakan dan tidak suka dikekang. Wanita yang memiliki hobi traveling berkeliling dari negara ke negara. Memuaskan rasa ingin tahu dan keinginannya belajar pada budaya baru. Sungguh wanita sempurna yang mampu memikat banyak pria yang mendekat.

Sayangnya, sang ayah adalah ayah yang sangat protektif sehingga Helen harus melakukannya diam-diam. Sialnya, kali ini ia tertangkap. Sebentar lagi entah apa langkah protektif yang akan ayahnya ambil.

Helen memutar bola matanya malas. Ia yakin kali ini ia pasti akan dimarahi hingga kupingnya panas.

“Ya, Yah? Aku memang baru saja sampai di Rusia. Ayah bagaimana? Sehat di sana? Tidak kangen putri ayah yang cantik ini?” jawab Helen mengalihkan perhatian demi mencegah Carlen Brandt, peneliti kenamaan serta kebanggaan asal Jerman sekaligus ayahnya, marah berkepanjangan. Walau Helen tahu pada akhirnya hati ayahnya akan melunak. Tapi tak ada salahnya kan menutup bom amarah yang akan meletus dengan karung basah?

“Helen, jangan mengalihkan pembicaraan. Ayah bertanya, mengapa kamu harus ke Rusia?” suara Carlen terdengar lebih berat dan penuh penekanan. Terasa sekali jika ia menahan emosinya karena putri pembangkangnya yang satu ini.

“Memangnya kenapa? Nggak boleh? Rusia kan negara impianku, Yah. Aku janji tidak akan memboroskan uang ayah kok. Janji!” janji Helen seperti anak kecil. Ia menebak ayahnya mungkin marah karena ia akan memboroskan uangnya di Rusia. Maklum, sudah jadi kebiasaan Helen jika bersolo travelling, ia akan menggunakan kartu kredit unlimited dengan sesuka hati.

Carlen hanya bisa mengelus dadanya. Putri pembangkangnya memang tidak pernah tahu sulitnya posisi Carlen saat ini. Bukannya ia melarang tanpa sebab. Pasalnya pusat riset miliknya sekarang menerima proyek besar senjata biokimia dari Amerika dan ia sudah menandatangani kontrak agar tidak bersentuhan atau bersinggungan dengan Rusia, negara yang masih berseteru dengan Amerika.

Sekarang malah putrinya dengan gampangnya berpelesir ke Rusia. Jelas posisi Carlen serba sulit.

“Helen, ini terakhir kali ayah mengingatkanmu. Ayah tidak mau marah dan ayah tidak ingin berdebat. Kamu tahu kan kalau perusahaan ayah dilarang bersinggungan dengan Rusia?”

“Iya, Helen paham. Lalu?”

Carlen sepertinya harus bersabar menghadapi putrinya yang entah pura-pura tidak tahu atau memang ia sendiri yang terlalu polos.

“Sekarang kau di Rusia.”

“Oh…” Hanya “Oh”??? Astaga! Helen memang tidak peka. Oke, sekarang darah panas Carlen sudah memuncak ke ubun-ubun. Dan… meledak!

“HELEN! PULANG SEKARANG! AYAH AKAN MENGIRIM JET PRIBADI UNTUKMU.”

“TIDAK MAU! AKU TIDAK MAU DAN TIDAK AKAN PULANG. TITIK!”

“HELEN!!!!” suara Carlen sudah naik ke ubun-ubun. Putri bungsunya memang benar-benar keterlaluan. Bahkan, Helen sudah menekan tombol mematikan ponselnya sebelum Carlen mengakhiri ucapannya. Ia tidak ingin mendengar ocehan dan ancaman dari ayahnya lagi. Ia hanya ingin berwisata di negeri beruang merah yang tengah bersalju lebat ini dengan tenang. Lupakan tentang ayahnya dan sekarang Helen akan menikmati perjalanannya.

“Tujuan pertama… shopping!” ucapnya berbinar begitu melihat toko-toko berjajar di area bandara. Helen pun tenggelam dalam dunia yang dicintainya.

***

Dada Carlen kembang kempis sedari tadi. Amarahnya sudah memuncak ke ubun-ubun akibat putri nakalnya yang membuatnya marah. Jika Helen ke negara lain mungkin Carlen masih bisa maklum. Tapi tidak dengan Rusia! Bisnis Carlen dalam masalah besar jika investor proyeknya tahu putrinya bahkan ke Rusia.

Carlen menghela nafasnya. Menurunkan tensi tinggi yang menghantam otaknya sekarang. Ia adalah ilmuwan dan ia harus lebih tenang menghadapi segala situasi.

“Anak itu! Bagaimana bisa dia pergi ke Rusia? Urusannya bisa menjadi rumit sekarang! Jangan sampai berita ini menyebar ke telinga investor, paham?” omel Carlen, mencoba memperingatkan Herald, putra sulungnya yang memegang posisi direktur di perusahaannya. Carlen lebih memilih berkutat dengan laboratorium dan penelitian, sementara putranya didapuk menjalankan bisnis dan manajemen perusahaannya.

Herald menghela nafas sambil menutup lembaran dokumen terakhir yang harus ia tanda tangan. Adiknya memang selalu begitu.

“Apakah perlu aku menjemputnya dengan jet pribadi, Yah?” tanya Herald yang mengerti sekali bagaimana jika ayahnya marah. Apalagi ini menyangkut putri tengil sekaligus adik kesayangannya.

“Tidak perlu. Jika memang dia tidak pulang, ya sudah! Jangan harap pintu rumah terbuka lagi untuknya. Dasar anak nakal! Aku ingin tahu bagaimana rasanya tinggal sendirian di negeri asing. Biar dia tahu rasa!” kata Carlen dengan emosi.

Namun Herald tahu jika kemarahan ayahnya hanyalah sementara. Ia tidak bermaksud mengusir atau mengutuk putrinya. Herald tahu betul ayahnya seperti apa. Ia pun menghitung dalam hati karena ayahnya biasa berubah pikiran setelah lima detik meluapkan emosinya.

“Lima…”

“Herald, apakah aku terlalu berlebihan? Bagaimana jika kita menjemput Helen sekarang juga?”

Herald tertawa.

“Tidak perlu, Yah. Ayah hanya perlu memberikan kepercayaan bagi Helen. Biarkan dia berwisata beberapa hari lalu kita akan jemput dia pulang. Sekarang lebih baik ayah berangkat dulu ke Estonia,” ucap Herald menenangkan. Ia beranjak dari tempat duduknya dan hendak membawa ayahnya pergi. Tapi ayahnya malah menampik tangan Herald. Sedikit bingung dengan ucapan putranya itu.

“Tapi…” Herald mendorong pundak ayahnya untuk terus berjalan ke depan.

“Sudah. Ayah tidak perlu mencemaskan apapun. Aku yakin Helen akan baik-baik saja. Dia sudah dua puluh lima tahun. Helen bisa menjaga dirinya sendiri.”

“Tapi…”

“Ayah hanya perlu fokus dengan riset. Investor sudah meminta prototipe produk itu diujicobakan segera. Aku akan mengurus Helen!” kata Herald dengan sedikit keras karena suara baling-balik helikopter terdengar kencang dari balik sebuah pintu di hadapannya.

Herald membuka pintu di ujung koridor yang menghubungkan langsung dengan helipad di mana sudah ada sebuah helikopter yang menunggu mereka. Tanpa bisa berbicara lebih banyak lagi, Herald membuka pintu helikopter dan mendorong tubuh pendek ayahnya untuk masuk ke dalam.

“Berangkat sekarang!” perintah Herald dengan sedikit berteriak pada pilot helikopter lalu ia menutup pintu dan melambaikan tangan pada ayahnya.

Carlen menghela nafasnya. Semoga Herald benar. Putri kecilnya tidak berbuat onar apalagi membuat masalah besar di Rusia. Lebih jauh lagi ia berharap semoga tidak ada investor yang mengetahui hal ini lalu membahayakan bisnisnya.

“Ke Estonia. Sekarang!” pintanya pada sang pilot. Helikopter itu pun terbang sesuai arahan dan petunjuk Carlen.

Setelah ayahnya pergi, Herald mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang di seberang sana.

“Ini aku. Batasi limit kartu kreditnya hingga cukup untuk dua hari di sana.”

Herald bernafas lega dan sambil tersenyum ia menggelengkan kepalanya. Semoga kemarahan ayahnya tidak berlanjut setelah ini.

“Helen… Helen… Kau memang gadis tengil!”

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Ditinggalkan 66 Kali, Kini Aku Pergi
8.1
Tujuh tahun menjalin hubungan dengan Andrew, seorang dokter bedah, berakhir dengan luka mendalam. Sebanyak 66 kali rencana pernikahan kami digagalkan karena dia selalu memilih pergi demi Selena, mulai dari urusan kelalaian medis hingga alasan konyol seperti anjing yang sakit. Bahkan saat ibuku terkena serangan jantung akibat pembatalan itu, Andrew tetap pergi. Meski sempat memohon maaf, dia kembali mengulangi kesalahannya. Kini, aku menyerah, memilih pergi jauh untuk bergabung dengan tim medis internasional.
Sampul Novel Istri Tuan Noah
8.5
Clara terpaksa menggantikan saudara kembarnya yang kabur untuk menikahi pria bernama Noah. Kejadian tak terduga itu membuatnya harus merawat seorang bayi sendirian. Kini, Clara menjalani peran ganda sebagai istri sekaligus ibu pengganti demi anak tersebut. Di tengah rumitnya pernikahan tanpa dasar cinta ini, akankah perasaan tulus perlahan tumbuh di antara Clara dan Noah seiring berjalannya waktu?
Sampul Novel MENIKAHI CEO KEJAM
9.5
Penyesalan mendalam menghantui Jennifer setelah terobsesi pada Maximilian Jefferson, bos real estate asal Jerman. Niat awal menebus kesalahan pada kakak korban perundungannya malah berujung pada pernikahan paksa akibat cinta buta Jennifer. Di tengah siksaan batin yang ia terima, sebuah fakta mengerikan terungkap: Max adalah dalang di balik kematian ayah Jennifer. Kini, saat rasa cinta Jennifer berubah menjadi benci, Max justru mulai jatuh hati. Akankah dendam memisahkan mereka?
Sampul Novel The Power of Mita
8.0
Mita terperangkap dalam kepura-puraan sebagai paranormal palsu. Keadaan kian pelik sewaktu ia harus menggantikan posisi seorang gadis untuk menemui pria tampan di sebuah kencan. Tak disangka, sosok menawan itu rupanya adalah mantan pacarnya sendiri yang kini tampil beda setelah menjalani operasi wajah. Mampukah Mita meloloskan diri dari bayang-bayang masa lalu yang diselimuti misteri ini? Ikuti kisah cinta penuh teka-teki khusus dewasa ini.
Sampul Novel Titip Benih
9.6
Airin sangat mendambakan jalan keluar dari lembah hitam dunia malam tempatnya bekerja. Saat peluang untuk menata ulang masa depannya muncul, takdir justru menyeretnya ke dalam sebuah pernikahan tak terduga. Alih-alih menemukan ketenangan yang ia impikan, Airin malah terperangkap dalam jalinan rumah tangga yang rumit dan menyiksa. Kini, ia harus bertahan di tengah kenyataan pahit demi menghadapi penderitaan batin yang tiada henti.
Sampul Novel Warisan Bulan dan Darah
9.6
Laura menyembunyikan identitasnya sebagai blasteran manusia dan serigala menggunakan gelang perak. Namun, begitu asal-usulnya yang terlarang terbongkar, ia terjebak di tengah pergulatan antara nurani manusia dan naluri liarnya. Bersama putra alfa bernama Xaqui, Laura harus menghadapi konspirasi masa lalu dan pertempuran besar. Di bawah sinar rembulan, ia kini dihadapkan pada pilihan sulit: menghentikan dendam abadi atau menjelma jadi monster yang paling ditakuti.