APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Gadis Rahasia Kapten

Gadis Rahasia Kapten

Saat Rusia mengumumkan perang, Kapten Anatoly menyembunyikan turis Jerman bernama Helen di kediamannya. Tak disangka, benih cinta tumbuh di hati sang kapten yang dingin di tengah situasi mencekam. Namun, kedamaian mereka sirna ketika Helen terungkap sebagai putri dari musuh besar negaranya. Kini, Anatoly dihadapkan pada pilihan sulit yang menyiksa batinnya: tetap setia pada tanah airnya atau mempertaruhkan segalanya demi melindungi wanita yang sangat ia cintai.
Bab
Bagikan

Bab 1

“Apa yang sedang Anda lakukan, Nona Galina?" tanya Anatoly dengan suara berat dan datarnya. Tanpa ekspresi dan terkesan merasa risih.

Jemari lentik itu tetap saja bergerak menggoda jemari kokoh di hadapannya. Wanita itu hanya berharap sang pria tampan dengan wajah sedingin gunung es itu akan tergoda dengan ulahnya. Ia berusaha mencondongkan tubuhnya agar tonjolan-tonjolan indah itu terpampang menggoda. Siapa yang tidak ingin berdekatan dengan tentara tampan seperti Kapten Anatoly Bezrukov?

Sebuah kesempatan emas ketika pria yang hampir tak pernah bersentuhan dengan wanita itu mau menemui wanita sepertinya dalam acara kencan buta. Bukan kencan sesungguhnya yang diinginkan Anatoly sebenarnya, tapi karena ini lebih seperti paksaan.

Namun apa yang terjadi? Pria yang tidak pernah berminat untuk menyentuh wanita itu jelas tidak tergoda sama sekali. Betapapun indah bentuk tubuh atau parasnya yang rupawan. Anatolky seperti mati rasa.

Apakah ia tidak berorientasi menyimpang? Seperti itulah kata banyak orang mengomentari prinsipnya yang aneh. Hidupnya hanya untuk negara dan tidak punya waktu dengan wanita. Aneh? Begitulah Anatoly di mata rekan-rekannya, tapi di balik semuanya itu. Dalam dunia tentara, Anatoly adalah tentara paling gemilang. Karirnya cemerlang dan ia termasuk jajaran tentara terpandang. Lencana penghargaannya bertaburan dan rasa cinta tanah airnya tak akan bisa diragukan.

Tapi ketika berhadapan dengan wanita, ia tidak bergeming.

Kembali pada Anatoly yang sekarang sedang kencan buta didampingi dengan pasangan suami istri sekaligus sahabat baiknya, Letnan Yury. Letnan Yury dan istrinya berniat mencarikan Anatoly pasangan apalagi pria itu sudah terlalu lama melajang. Merekalah oknum di balik kencan buta ini.

Wanita berambut pirang itu menatap Anatoly dengan mata genitnya saat tangannya akhirnya berhasil mendarat di atas telapak tangan berotot milik sang tentara tampan. Merasa tangannya disentuh, Anatoly melirik sekilas pada wanita berambut pirang itu dengan wajahnya yang datar.

Wanita itu tidak mundur. Ia malah sengaja menarik kursinya mendekat ke arah Anatoly. Sejak tadi ia menanti mendapatkan perhatian dari sang pria tampan di sisinya itu. Ini kesempatan emas baginya. Mungkin pria akan terkesan saat bersentuhan kulit dengan seorang wanita, apalagi seperti Galina yang memang cantik.

“Sedari tadi aku lihat kau hanya memperhatikan Yury dan Feodora mengobrol. Padahal ada aku di sisimu dan sedang menanti perhatianmu. Bisakah kau menoleh ke arahku sejenak saja? Aku juga ingin diajak mengobrol,” ucap Galina dengan manja.

Anatoly mendengus. Entah mengapa kata-kata manja Galina membuat ia tidak bisa tahan dalam situasi ini. Tidak seperti di medan perang yang ia bisa langsung menyerang bahkan menembak ke semua musuhnya, di situasi kencan buta seperti ini ia harus menekan emosinya habis-habisan khususnya pada kaum wanita yang menyebalkan seperti ini. Dan ia benci itu!

Cukup sudah Anatoly menggunakan topengnya. Ia ingin berhenti berpura-pura sekarang. Bukannya menjawab sang wanita, Anatoly malah berdiri. Lihatlah, semua pasang mata sekarang tertuju pada pria kekar itu!

“Hei, Bro mengapa kau berdiri? Ayo duduklah. Kita belum selesaikan makan siang kita,” ujar Yury setengah berbisik, menarik lengan Anatoly untuk duduk. Ia tidak enak hati menjadi tontonan puluhan pasang mata di ruangan itu hanya karena Anatoly berdiri mendadak dan bahkan setengah menghentak meja makan di hadapannya.

Bukannya menurut, Anatoly malah menghujami Yury dengan tatapan menusuknya.

“Maafkan aku. Aku tidak bisa melanjutkan acara ini. Permisi!” Tanpa basa-basi, Anatoly pergi dari ruangan itu. Membuat sang tuan rumah jadi tidak enak hati pada Galina dan pada istrinya. Acara yang seharusnya berakhir romantic ini mendadak jadi kacau karena penolakan Anatoly.

“Anatoly!”

Yury berteriak memanggil namun sahabatnya itu enggan berbalik.

Setelah keluar dari dalam restoran, Anatoly melonggarkan dasi yang bertengger di lehernya. Ia masih merasakan tidak nyaman bersama dengan wanita penggoda seperti Galina. Entah mengapa, ia sungguh tidak suka berdekatan dengan seorang wanita. Anatoly mendengus sebal. Ia lebih baik pergi secepatnya dibandingkan terjebak dalam situasi horror seperti di dalam. Lebih baik ia memilih uji nyali di wahana rumah hantu dibanding terjebak di sebuah restoran dengan seorang wanita yang seperti nenek sihir. Anatoly benci!

Di tengah perjalanan menuju ke markasnya, ponsel Anatoly berdering. Membuyarkan kemarahannya seketika, apalagi saat di layarnya tertera nama “Komandan”. Ia menegakkan tubuhnya dan bergegas mengangkat panggilannya.

“Siap, laksanakan! Saya akan segera tiba di lokasi.”

Anatoly meminta berhenti di halte terdekat dan ia turun dari bus. Berlari sekuat tenaga menuju markas militer yang tak jauh dari halte. Rupanya tugas penting menantinya. Semoga tugas pentingnya tidak berhubungan dengan wanita. Ia benci berdekatan dengan wanita!

***

“Aku benci ini!” maki Anatoly lirih.

Ia baru saja ditugaskan untuk memimpin pasukannya dalam membekuk sindikat perdagangan wanita yang dijalankan sebuah kartel raksasa Rusia. Mereka sudah beroperasi lebih dari tiga tahun. Kartel Rusia itu beroperasi dengan membujuk serta menyekap para turis wanita yang berkunjung ke Rusia. Awalnya bertingkah seperti warga negara yang ramah dan menawarkan tur gratis keliling kota Moskow dengan harga murah. Tapi saat sang turis terlena dengan semua tawaran, mereka diculik, diberikan obat perangsangg lalu dijadikan pekerja pemuas nafsu pria yang berani membayar mahal.

Selama ini mereka sangat lihat berkelit dan bersembunyi. Bahkan belum pernah tertangkap karena mereka memiliki intel di kepolisian yang selalu membeberkan rencana penggerebekan sebelumnya. Tapi setelah intel mereka tertangkap basah beberapa waktu lalu, mereka tidak memiliki informan lain. Ini kesempatan yang terbaik untuk membuyarkan aksi mereka tersebut. Dan Anatoly serta pasukannya yang terpilih.

Sejujurnya ia tidak pernah suka berurusan dengan misi apapun yang berkaitan dengan wanita, tapi mau bagaimana lagi? Ia tidak bisa menolak misi khusus yang diberikan oleh pimpinan. Apalagi ini menyangkut kehormatan bangsanya di mata dunia. Ia akan menyelesaikan misinya dengan cepat sehingga tidak perlu berkaitan dengan wanita yang nantinya akan ia selamatkan.

Setelah penjelasan misi yang panjang dari pimpinan, Anatoly memimpin penjelasan teknis penggerebekan pada anak buahnya. Tak butuh waktu lama, kini mereka telah berangkat menuju ke lokasi. Setelah menyiagakan senjata mereka, Anatoly memberikan pengarahan komandonya.

“Dalam hitungan kelima, kita akan mulai operasi penangkapan ini. Amankan semua korban dan tangkap semua orang yang terlibat,” komandonya.

Kepala-kepala anak buahnya serentak mengangguk. Mereka pun bersiap di posisi sambil menyiagakan senjata laras panjang mereka dan bertiarap. Yang tersisa hanyalah wajah-wajah tegang yang sedang bersiaga.

Sang Kapten bersembunyi dalam posisinya sambil memantau kondisi anak buahnya yang sudah menyamar menjadi pengguna jasa perdagangan tersebut dari balik layar komputer yang terhubung dengan kamera pengintai super mini yang dibawa anak buahnya.

“Dennis, kau sudah siap?” tanya Anatoly melalui earphone-nya yang terhubung dengan anak buah termudanya yang sudah melangkah masuk ke lokasi.

“Aku sudah masuk ke dalam lokasi. Kalian bisa melihat ini?” lapor Dennis sambil mengarahkan kamera pengintai berukuran mini yang dibawanya masuk ke dalam lokasi. Ia disusupkan dan bertingkah seperti pria-pria teler lainnya. Sebelum menjadi tentara, Dennis memang adalah aktor panggung yang terkenal. Aktingnya sekarang memang tak perlu diragukan. Dennis bahkan bisa mengelabui penjaga di depan dengan mudah.

Pria muda itu sudah berbaur dengan para pengguna yang lain. Ia menyelinap dari ruangan ke ruangan dan menunjukkan semua hal yang terjadi di sana. Semua yang ia lihat disiarkan langsung di dalam truk komando, tempat Anatoly berada.

Dari pengamatan Anatoly, sang Kapten, mereka bisa melihat ruangan-ruangan itu begitu mencekam. Suara teriakan dan erangan terdengar di setiap sudut. Ada berbagai kamar di sana dan setiap kamar berisi wanita-wanita sakau yang hanya bisa menerima perlakuan kasar pria-pria hidung belang yang sama telernya dengan mereka. 

Tiba-tiba terdengar suara derap langkah kaki dan tawa keras beberapa orang petugas yang memanggul tubuh seorang wanita yang lunglai karena pengaruh obat bius. Rupanya mereka mendapatkan mangsa baru. Entah turis wanita dari mana lagi kali ini.

“Kalian lihat kan? Mereka membawa mangsa-mangsa baru di sini. Dan kali ini mata mereka cukup jeli memilih target. Dia wanita yang paling cantik yang ada di sini. Dia diperlakukan sangat istimewa layaknya primadona. Bahkan aku melihat wanita itu baru saja digiring keluar dari ruangan lelang. Sepertinya dia dibeli dengan harga yang mahal. Aku..”

“Dennis! Fokus pada misimu.” Ucapan Dennis yang selalu panjang lebar itu dihentikan mendadak oleh Anatoly. Ia tidak ingin membuang waktu.

“Maafkan saya, Kapten! Kurasa ini waktunya kita bertindak sebelum ada korban lebih banyak lagi!” ucap Dennis lirih dan Anatoly setuju.

Dennis membuntuti petugas-petugas itu menuju ke ruangan paling ujung. Tak berapa lama seorang pria dalam balutan jasnya terlihat semringah ikut masuk ke dalam ruangan itu. Wajahnya terlihat mesum dan berharap mendapat kepuasan di dalam sana. Dennis penasaran dan membuntuti rombongan itu sebelum akhirnya langkahnya dicegat oleh pria-pria berbadan kekar.

Dennis berakting dan ia memilih untuk memutar balik arah jalannya lalu bertingkah seolah pria yang tak sadarkan diri.

“Kapten, kurasa ini waktu yang tepat untuk melakukan penyerangan. Perhatian mereka semua sepertinya tertuju ke ruangan VVIP ini. Tempat korban mereka yang baru akan ‘diperiksa’ untuk pertama kalinya,” usul Dennis dengan suara lirih yang dibuat-buat untuk menyempurnakan acting sakaunya.

Sang Kapten mengangguk. Inilah saatnya melakukan penyerangan, saat semua pengguna itu ada di dalam ruangan dan penjagaan mulai berkurang.

Sang Kapten memberikan aba-aba pada pasukannya. Dennis secepat kilat keluar dari tempat itu agar tidak terkena tembakan.

“Sekarang!!!”

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel 66 Kali, Aku Tak Lagi Mencintaimu
8.8
Setelah enam puluh enam kali melamar, Vincent akhirnya berhasil meluluhkan hati pasangannya di upaya ke-67. Di awal pernikahan mereka, sang istri menyiapkan enam puluh enam kartu maaf yang bisa digunakan Vincent setiap kali ia berbuat salah. Namun selama enam tahun berumah tangga, Vincent terus-menerus memicu kemarahan istrinya demi membela teman masa kecilnya, hingga kartu-kartu itu perlahan habis dihapus. Saat kartu ke-64 digunakan, Vincent baru menyadari ada perubahan dingin yang tidak biasa.
Sampul Novel Aku bukan wanita penggoda
9.1
Setelah sekian lama berpisah pasca-perdamaian orang tua mereka, takdir mempertemukan kembali Anindya dengan sahabat kecilnya, Yeja. Namun, pertemuan ini terjadi di saat yang salah. Yeja kini berstatus sebagai tunangan Anindira, saudara kembar Anindya. Kebenaran pahit terungkap bahwa Yeja bersedia menikahi Dira hanya karena mengira dia adalah Anindya. Kini, Anindya menghadapi pilihan sulit: tetap diam atau membongkar kenyataan dengan risiko dibenci kembarannya sendiri.
Sampul Novel CEO yang Penyayang Ingin Go Public
9.6
Di mata publik, Elia tampak sopan dan tertutup. Padahal, ia adalah pria kejam yang mengikat Ashley dalam gairah rahasia yang melindunginya dari gangguan luar. Namun, rahasia ini terancam terbongkar saat Ashley mendadak mual di depan umum. Bukannya bersikap dingin seperti biasa, Elia justru berlutut dan mengusap perut Ashley dengan lembut. Sang CEO pun langsung meminta Ashley meresmikan hubungan mereka di hadapan semua orang, berjanji menyerahkan segalanya demi dia.
Sampul Novel Ibu untuk Yana
8.8
Sibuk menikmati status duda dan memiliki satu anak yang begitu cantik, enggak ada angin serta badai, Mama tercinta justru menjodohkan dirinya dengan seorang gadis polos berumur delapan belas tahun. Akankah ia terima, atau menolaknya??
Sampul Novel Scarlet Regret
8.4
Kayshila Putri, mahasiswi beasiswa di Amerika, menjalin persahabatan erat dengan Kylie Abraham, adik dari pria kejam bernama Adrik. Nasib buruk menimpa Kayshila saat ia menemukan Kylie pingsan di sebuah gang. Alih-alih ditolong, ia justru dituduh polisi sebagai pelaku utama. Di tengah perjuangan membuktikan dirinya tak bersalah, Adrik yang menyimpan dendam mulai memburunya. Kini, Kayshila harus menghadapi ancaman Adrik dan mengungkap dalang asli di balik tragedi ini.
Sampul Novel Terpikat Pesona Tuan Remington
8.2
William yang trauma asmara membeli Sarah demi pelampiasan nafsu. Namun, kehamilan Sarah mengacaukan batinnya, membuatnya bimbang memilih antara Sarah atau Jessica, cinta pertamanya. Di sisi lain, Sarah yang melarikan diri dari sang ayah yang kejam justru terjerat komitmen rumit. Walau meragukan ketulusan William, Sarah enggan kehilangan pria itu dan calon bayinya. Akankah mereka menemukan jalan keluar dari pusaran konflik emosi ini?