APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Gadis Penyuka Hujan

Gadis Penyuka Hujan

Setiap kali rintik hujan membasahi malam yang dingin, seorang siswi SMA kembali terjerat dalam memori kelam masa lalunya. Di balik tirai air itu, ia memendam duka mendalam serta realitas pahit sebagai remaja yang sedang mengandung. Perjalanan emosional ini menyoroti perjuangannya menghadapi luka lama yang terbuka kembali, sembari memikul beban hidup yang teramat berat di usia muda. Kisah pilu tentang rahasia, kesedihan, dan kenyataan hidup yang tak terelakkan.
Bab
Bagikan

Bab 2

***

Rumah

14.30

Sepulangnya dari sekolah. Bunda sedang asik menonton teve. Kantor Bunda bekerja mengadakan acara jadilah Bunda harus pulang lebih awal dari biasanya. Aku diantar oleh tukang ojek online langgananku. Kata Bunda, setelah kemarin kerja lembur hingga larut malam Bunda ingin istirahat sejenak. Kasihan sekali Bunda kelelahan.

"SELAMAT UNTUK ESCAPRA GOLD COMPANY"

Kalimat yang ada di layar teve yang ditonton oleh Bunda. Tayangan berita, terutama sesi wawancara mengenai pencapaian salah satu perusahaan yang berbasis di Sungapura itu. Menurut salah satu pakar bisnis, perusahaan yang dulunya dirintis dari nol di Jakarta itu sekarang telah berbasis di Singapura dan semakin mendunia.

Atas pembukaan baru tambang emas di Afrika. Kini, perusahaan yang dikendalikan oleh keluarga Escapra ini telah berubah menjadi perusahaan global kelas dunia dengan valuasi terbesar nomor satu di kelasnya. Diperkirakan perusahaan ini telah menjadi perusahaan dengan nilai milyaran dollar.

Harga saham Escapra telah mencapai titik tertinggi sepanjang sejarah menjadi 150 USD per lembar saham. Padahal harga saham IHSG dunia sedang menurun, Escapra tetap eksis berada di puncaknya.

Aku sedikit banyak mendengar berita tentang perusahaan ayah Devan di teve. Kebetulan saat aku berjalan menuju dapur mencari minum di kulkas.

"Devan pasti suatu hari nanti akan menjadi CEO sekaligus Komisaris Utama, pewaris tunggal Escapra Gold Company. Ah, bagaimana ini?? Apa Devano mau sama aku? Apa keluarganya ngebolehin aku sama Devano? Aku cuman anak dari keluarga sederhana. Lebih-lebih, ayahku tak jelas kemana," gumamku sendiri.

"Din, ganti baju dulu baru minum."

"Bentar Bunda, nanggung. Sudah minum nih."

"Makan sekalian bareng Bunda ya?"

"Iya Bunda, aku ganti dulu"

Aku berjalan menuju kamar, namun tiba-tiba ponselku berbunyi. Aku melihatnya sebentar, ternyata chat masuk dari Devano. Entah darima anak ini mendapatkan nomerku. Namun aku senang, sekaligus bingung.

"Din, aku mau ke rumahmu." Chat masuk dari Devano.

"Lah ngapain?" balasku, send Devano.

"Kan ada tugas kelompok tadi. Aku sama Ghandi dan Icha, sekalian ngembaliin dasi milikmu," jawabnya di chat sembari memberi emoticon kesel.

Ah, aku saja ternyata yang ke-ger-an ketika dia mau ke rumah. Padahal niatnya hanya untuk mengerjakan tugas kelompok bersama, tidak lebih. Sampai kapan aku harus berharap dengan cowok seperti Devano. Dia yang tampan, kaya, dan populer. Sedangkan aku hanyalah, cewek biasa, sederhana dan tidak populer.

Mirip hujan. Aku mencintainya namun aku juga takut saat berada bersamanya. Wajahnya menenangkan. Namanya itu seakan mememiliki kilatan petir tersendiri di relung terdalam pada jiwaku. Pikiranku menghening sejenak. Pun dengan perasaan ini, ikut luruh dalam satuan volume air yang turun. Persis seperti pada kalimat pertama.

***

Rumah

15.33

"Tok....tok..tok..."

Suara daun pintu yang diketuk-ketuk oleh seseorang dari luar rumah, terdengar dari ruang tamu. Aku mencoba sengaja menghiraukannya. Perasaan malu tiba-tiba mengunjungiku. Selalu seperti itu saat Devano ke rumah Bunda.

"Itu bukan Din, ada orang yang ngetuk pintu tuh." Perintah Bunda dari dapur kecil di rumah ini.

"Bunda aja ya, aku mau ke kamar dulu ambil buku."

Aku yang dari tadi bingung campur malu, setelah mendapat chat dari Devano. Kebingungan aku alami karena cowok tampan itu akan datang ke rumahku. Meski bersama Ghandi dan Icha. Kakiku memilih kabur sejenak ke kamar dan meninggalkan ruang tamu.

"Eh kalian...., temannya Adina. Ternyata ada Devano juga"

"Iya Bunda."

Devano menimpali sembari matanya tertuju pada semua detail ruangan rumah ini. Dia mencoba mencari diriku, namun aku belum terlihat oleh kedua bola matanya.

"Adina ada nggak bun?" tanya Icha pada Bunda.

"Ada di kamar. Ayo masuk dulu. Duduk di sini."

Sembari menunjuk ruang tamu yang juga sekaligus ruang keluarga di rumah ini. Devano, Ghandi dan Icha langsung duduk di kursi yang terletak di sana.

"Bunda, buatkan minum sama cemilan dulu ya"

"Aku bantuin Bunda," sahut Icha yang langsung menuju ruang dapur di sana.

"Boleh, sini Icha cantik."

Bunda terlihat senang karena sering sekali Icha membantunya saat berkunjung ke rumah. Berbeda denganku yang harus membantu Bunda memasak karena dipaksa Bunda.

Rumah yang meski terlihat kecil ini, tetaplah membuatnya merasa kesepian karena kepergian suami tercinta yang tidak jelas, ayahku. Kini, saat teman-temanku datang. Rumah ini menjadi terasa ramai baginya.

Wanita separuh baya, cantik dan putih alami ini tidak pernah mau bila harus dipanggil dengan sebutan tante oleh teman-temanku. Terlebih, mereka sudah akrab dan sering berkunjung ke rumah ini kecuali hanya Devano yang bisa dihitung menggunakan jari. Hanya sempat beberapa kali.

"Sini Din, bantuin Bunda." Panggilnya yang melihatku berjalan dari depan kamar.

"Iya Bunda."

Seolah aku ingin terlihat sebagai gadis manis pada Bunda saat di depan Devano. Entahlah batinku terasa bergejolak saat melihatnya. Bahkan saat mendengar namanya disebutkan.

Aku begitu mencintainya, setiap detail dari dirinya. Parasnya yang tampan, kulitnya yang putih, hidungnya yang mancung, dan badanya yang tinggi. Tapi dari semua itu, aku mencintai caranya menatapku.

Beberapa saat setelah kita bertiga memasak. Lebih tepatnya Bunda dan Icha yang memasak. Aku hanya sebatas membantu. Pisang goreng manis yang terbuat dari pisang raja yang sering kali bunda beli di pasar Malang. Aku selalu menyukai masakan Bunda. Apalagi ditambah minuman favoritku, cokelat panas.

"Ini pada di makan pisang gorengnya. Ada cokekat panas di minum. Nanti kalau kurang bilang, masih ada tuh di dapur." Perhatian Bunda kepada kami semua. Bunda memang chef yang terbaik, di rumahku.

"Eh Din, aku kemaren di suruh apa sih?" Icha nampak kebingungan dengan tugas kelompok kami.

"Kalian pada paham tugasnya?"

Aku menanyai Devano dan Ghandi. Meski mataku dari tadi hanya fokus pada Devan saja.

"Engg...ggak." Mereka menggeleng secara kompak.

"Gini loh, kalian pada gak didiengerin sih kalau Bu Asih jelasin. Kan kita disuruh buat bikin cerita nanti di skenariokan di kelas. Mirip pementasan drama gitu. Temanya tentang cinta dalam kehidupan."

"Lah itu kesukaan lu, Din," celetuk Devano padaku.

Aku terdiam. Seketika Ghandi dan Icha juga memandangi wajah tampan yang keceplosan itu. Rupanya Dia mengingat kesukaanku yang hampir setiap hari menonton latihan ekskul drama. Aku ingin ikut ekskul itu, namun beberapa kali aku masih belum lolos juga dalam seleksi penerimaan anggota.

"Iya aku suka drama," ucapku.

"Besok-besok ikut ekskul drama yuk Din?"

Ajakan Icha kepadaku, rupanya dia juga tertarik dengan drama.

"Oke Cha, besok kita daftar."

"Aku juga mau daftar." Tiba-tiba Devan juga mau ikut.

"Wah, aku juga-lah,” seru Ghandi yang tak mau kalah.

Aku tahu bahwa Ghandi diam-diam suka dengan Icha, begitupun Icha yang diam-diam juga menyukainya.

"Oke kita mau bikin drama apa? ujar Ghandi kepada kami.

"Romeo dan Juliet," celetuk Devano.

Bersambung…

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel DI ANTARA NODA DAN CINTA PRASASTI
8.4
Kehidupan Prasasti menjadi rumit sejak berurusan dengan tiga putra konglomerat Adisurya. Hubungan asmaranya dengan si bungsu, Prasetya, hancur akibat tindakan Pramudya, sang sulung, yang hampir melecehkapannya hingga reputasi Sasti rusak. Demi menyelamatkan nama baik, Prahara yang merupakan anak kedua akhirnya menikahi Sasti. Sayang, pernikahan ini memicu dendam wanita lain yang ingin mencelakainya. Sanggupkah Sasti bertahan di tengah ancaman maut dan kembalinya Pras?
Sampul Novel GADIS BIASA VS BOSS MAFIA
8.6
Anne Mary, gadis jenius 18 tahun, menyaksikan cinta pertamanya dihabisi oleh bos mafia kejam, Marcio Lamparska. Dituduh sebagai pelaku, ia diculik ke Spanyol untuk ditempa menjadi petarung. Di tengah rencana balas dendamnya, benih cinta justru tumbuh di hati Anne untuk Marcio. Situasi kian rumit saat musuh Marcio yang posesif, Iosef, datang menyelamatkannya. Kini, Anne yang telah menjelma jadi pembunuh tangguh harus memilih antara dendam masa lalu atau cinta.
Sampul Novel Istri yang Dianggap Sempurna
9.6
Kegagalan dua kali pernikahan menyadarkan Keyyan Munir bahwa modal ketampanan fisik saja tidak cukup tanpa kestabilan finansial. Di tengah keputusasaan itu, ia jatuh cinta dan menikahi Shabilal Haq, atau Shabby. Namun, Keyyan tidak mengetahui bahwa sang istri yang tampil sebagai wanita cantik tersebut sebenarnya lahir dengan organ ganda. Akankah pernikahan mereka tetap bertahan saat rahasia biologis Shabby yang selama ini disimpan rapat akhirnya terungkap di hadapan Keyyan?
Sampul Novel Luka Yang Kutinggalkan
8.3
Menghadiri pesta ulang tahunnya di atas kursi roda, Joice menyadari bahwa semua tamu mencemooh fisiknya dan membicarakan perselingkuhan tunangannya, Willy, dengan Anna. Mereka mengira Joice masih tuli, padahal pendengarannya telah pulih. Willy yang dahulu diselamatkannya dari kecelakaan fatal hingga membuatnya lumpuh kini hanya diam. Kecewa dengan pengkhianatan setelah tiga tahun pengorbanan, Joice memutuskan mengaktifkan layanan kematian palsu. Sebuah replika jenazah siap dikirim ke pernikahan mereka dalam lima hari.
Sampul Novel RAHIM PENGGANTI
9.0
Dyandra Saraswati hancur saat mendengar kemesraan suaminya, Arka Hasbyan, dengan Cersey Avriana di balik pintu. Cersey, yang awalnya dihadirkan sebagai penyewa rahim, justru menjadi duri yang merusak pernikahan mereka. Di tengah rasa syok yang mendalam, Dyandra terpaksa memendam kepedihan demi impiannya memiliki buah hati. Kini, ia didera dilema besar antara hasrat menjadi seorang ibu dan kenyataan pahit atas pengkhianatan sang suami.
Sampul Novel Terjebak Cinta dan Gairah Mantan Suami
7.9
Nazharina mengira perceraian akan mengakhiri luka batinnya. Namun, takdir berkata lain saat Arian, mantan suaminya yang dulu begitu dingin, tiba-tiba menjadi bos baru di tempat kerjanya. Kini, pria itu berubah drastis menjadi sangat posesif dan mengawasi setiap langkah Nazharina. Di tengah kecemburuan dan proteksi ketat sang mantan, Nazharina pun bimbang. Apakah sikap ekstrem Arian ini adalah wujud cinta sejati, atau hanya obsesi kelam untuk menguasai dirinya lagi?