APKDock Logo
Sampul Novel Terjebak Cinta dan Gairah Mantan Suami

Terjebak Cinta dan Gairah Mantan Suami

7.9 / 10.0
Nazharina mengira perceraian akan mengakhiri luka batinnya. Namun, takdir berkata lain saat Arian, mantan suaminya yang dulu begitu dingin, tiba-tiba menjadi bos baru di tempat kerjanya. Kini, pria itu berubah drastis menjadi sangat posesif dan mengawasi setiap langkah Nazharina. Di tengah kecemburuan dan proteksi ketat sang mantan, Nazharina pun bimbang. Apakah sikap ekstrem Arian ini adalah wujud cinta sejati, atau hanya obsesi kelam untuk menguasai dirinya lagi?

Terjebak Cinta dan Gairah Mantan Suami Bab 1

"Tolong bujuk Nazharina untuk pulang sekarang juga. Kami akan memakamkan ibunya pagi ini," ucapnya pilu.

Alicia menoleh ke belakang, tepat di mana siswi yang dimaksud sedang mencoret-coret kertas ujian sambil merebahkan kepala di atas meja.

"Ibunya meninggal?" tanyanya memastikan. Antara terkejut dan ikut berduka.

"Iya, kecelakaan tadi pagi saat pergi ke pasar untuk bekerja menjual sayuran," jawab pria itu.

"Nazharina pasti akan sangat terkejut mendengar berita ini."

"Dia sudah tahu. Jenazah ibunya kami antar ke rumah, tepat sebelum ia berangkat ke sekolah pagi ini," jawab pria itu dengan yakin.

Alicia terkejut. "Dia tahu ibunya meninggal, tapi tetap pergi ke sekolah?!" suaranya nyaris terdengar seperti sebuah teriakan tertahan.

"Kami sudah berusaha menahannya, tapi dia bilang hari ini ada ujian."

Alicia menggelengkan kepala. Tak mengerti akan jalan pikiran salah satu siswinya itu.

"Tunggu sebentar. Aku akan menyuruhnya bersiap untuk pulang."

Sang guru masuk. Mengambil tempat duduk di samping Nazharina. Wajah gadis itu tampak murung, namun tak terlihat air mata atau bahkan jejaknya sekalipun.

Nazharina masih asyik mencoret kertas ujiannya. Seolah-olah ia melakukan itu tanpa sadar.

"Nazh, kau boleh pulang sekarang. Ibumu... mereka... sedang menunggu," Alicia berkata dengan hati-hati.

"Aku tak mau pulang. Setidaknya sampai aku selesai mengerjakan soal ujianku," jawab Nazharina. Masih dengan kepala yang merebah dan tangan mencoret-coret kertas ujian yang sudah tak berbentuk lagi.

Sang guru tahu, bahwa Nazharina sekarang hanya sedang mencoba untuk tak menangis. Gadis itu terlihat kuat dan biasa saja di luar, namun sudah pasti sangat hancur di dalam.

"Tak apa. Kau bisa mengerjakannya besok. Ada keringanan yang diberikan untuk kejadian tak terduga seperti ini," bujuk Alicia.

Nazharina menegakkan punggung. Menatap wajah cantik di hadapannya. Kali ini, netranya mulai berkaca.

"Miss Alicia, bolehkah aku tetap di sini? Tolong jangan paksa aku pulang ke rumah," pintanya memelas.

Hati Alicia berdenyut sakit. Tak tahu apa yang menjadi penyebab Nazharina memilih untuk tetap bertahan di sekolah, alih-alih pulang untuk mengantarkan sang ibu ke tempat peristirahatan terakhir.

"Kenapa? Bisakah kau memberitahuku alasannya?" tanya Alicia.

Nazharina menunduk dalam, sebelum akhirnya menjawab dengan suara yang nyaris tak tertangkap telinga.

"Miss Alicia, ayahku meninggal setahun yang lalu karena sakit. Aku tak punya saudara maupun kerabat. Jadi satu-satunya yang kupunya dalam hidup ini hanyalah ibuku. Tadi pagi, dia pun meninggalkan aku. Tanpa firasat, tanpa pamit, tanpa ucapan selamat tinggal. Bisakah kau bayangkan, betapa sepinya rumah itu saat nanti aku pulang? Ibuku sudah tak ada lagi. Dia yang biasa menemaniku, kini tak lagi bisa kulihat raganya dan kudengar suaranya. Karena itu, biarkan aku di sini. Aku tak bisa membiarkan rasa sepi membunuh jiwaku secara perlahan."

Kali ini, Alicia tak mampu lagi membendung tangis. Bisa ia bayangkan nestapa yang diderita Nazharina.

Gadis kecil yang malang.

Setelah itu, secara serentak teman-teman sekelas Nazharina berdiri dan berkeliling memeluknya. Membuat gadis berusia 12 tahun itu merobohkan benteng pertahanannya.

Nazharina akhirnya menangis.

Seorang siswa lelaki merekam momen dramatis itu dengan ponsel dan menyebarkan lewat sosial media.

Kejadian itu viral.

Terdengar ke seantero kota bahkan seluruh negeri. Menarik perhatian seorang wanita yang begitu mendambakan anak perempuan.

"Malang sekali nasib anak ini," ucap Erina lirih, menoleh ke arah sang suami yang duduk di sampingnya. "Bisakah kita mengadopsinya untuk menjadi teman bagi Arian?"

Marco menghela napas, menatap istrinya yang begitu menginginkan seorang anak perempuan. "Kamu yakin, Sayang? Mengadopsi anak itu bukan perkara mudah. Dia baru saja kehilangan ibunya. Akan ada banyak hal yang perlu kita pertimbangkan."

"Aku yakin." Erina menggenggam tangan Marco. "Aku selalu ingin memiliki anak perempuan. Lagipula, Arian sendirian. Dia butuh seseorang untuk menemaninya."

Setelah melewati proses hukum yang panjang dan pertimbangan matang, akhirnya Nazharina resmi menjadi bagian dari keluarga mereka.

Saat pertama kali menjejakkan kaki di rumah barunya, Nazharina merasa takjub. Rumah ini jauh lebih besar dari yang pernah ia tempati. Tapi lebih dari itu, ia merasa sesuatu yang telah lama hilang dari hidupnya-kehangatan sebuah keluarga.

Erina memeluknya erat, berjanji bahwa gadis itu tak akan pernah sendirian lagi.

Namun, tidak semua orang di rumah itu menyambutnya dengan hangat. Arian, anak kandung Erina dan Marco, hanya menatapnya dingin saat pertama kali diperkenalkan.

"Nazharina, ini Arian. Dia kakakmu sekarang," kata Erina dengan senyum lembut.

Nazharina mengulurkan tangan. "Hai, senang bertemu denganmu, Kak Arian."

Arian menatap tangan itu tanpa ekspresi. Detik berlalu, tapi tangan Nazharina tetap menggantung di udara tanpa disambut.

Sedetik... dua detik... tiga detik...

Hingga akhirnya, Nazharina menarik kembali tangannya dan tersenyum canggung, berpura-pura menggaruk hidungnya untuk menutupi rasa malu.

Sejak saat itu, ia tahu... Arian tidak menyukainya.

Tapi tidak apa.

Ia sudah terbiasa tidak disukai. Sudah terbiasa dengan kesendirian. Namun, setidaknya kali ini ia memiliki tempat yang bisa ia sebut "rumah". Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, Nazharina merasa bahagia.

Tapi kebahagiaannya tak bertahan lama.

Hari itu, telepon rumah berdering nyaring. Suara dari seberang sana membawa kabar buruk yang seketika meremukkan hati Nazharina.

Erina dan Marco mengalami kecelakaan mobil.

Nazharina dan Arian bergegas ke rumah sakit, berharap mendapatkan keajaiban. Tapi harapan itu hancur berkeping-keping.

Marco meninggal di tempat. Sementara Erina masih bertahan... tapi kondisinya kritis.

Di ranjang rumah sakit, dengan suara lemah dan napas tersengal, Erina menggenggam tangan Arian dengan erat.

"Arian...," bisiknya.

"Iya, Mama? Aku di sini."

"Tolong... jaga Nazharina... Jangan biarkan dia sendirian..."

Arian menggigit bibirnya, menahan emosi yang bercampur aduk di dalam dirinya.

"Dan saat dia berumur 20 tahun... nikahilah dia."

Mata Arian membelalak. "Mama-"

"Tolong..." suara Erina semakin melemah, sebelum akhirnya mata wanita itu tertutup untuk selamanya.

Dunia Arian dan Nazharina hancur dalam sekejap. Hari itu, mereka kehilangan satu-satunya orang yang menghubungkan mereka.

Dan kini, Arian terikat pada janji yang tak pernah ia inginkan.

Saat Nazharina berusia 20 tahun, janji itu ditepati. Pernikahan mereka diadakan tanpa kemeriahan. Tanpa senyum bahagia. Arian menikahi Nazharina bukan karena cinta. Tapi karena wasiat terakhir ibunya.

Dan Nazharina tahu itu.

Malam pertama mereka bukan malam yang penuh gairah, melainkan keheningan yang menyesakkan. Arian tetap dingin. Tidak menyentuhnya, tidak berbicara padanya kecuali jika perlu.

Bagi Arian, pernikahan ini adalah beban. Dan bagi Nazharina... pernikahan ini adalah pengingat bahwa ia tak pernah benar-benar menjadi bagian dari hidup Arian.

Namun, ia bertahan.

Selama sepuluh tahun.

Ia berharap suatu hari nanti, Arian akan menerimanya. Akan melihatnya bukan sebagai beban, tapi sebagai seseorang yang bisa ia cintai.

Tapi harapan itu sia-sia.

Selama sepuluh tahun pernikahan mereka, Arian tetap dingin. Tetap menjaga jarak.

Pada akhirnya... Nazharina menyerah.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Terjebak Cinta dan Gairah Mantan Suami

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Dewa Itu Adalah Patungku
8.6
Melinda kecil membawa pulang patung beruang yang ia temukan di jalan tanpa tahu rahasia di baliknya. Benda mati itu sebenarnya adalah wujud lain dari seorang pria muda yang sangat kuat. Melinda terus merawatnya dengan tulus hingga ia tumbuh dewasa menjadi wanita yang menawan. Keadaan mulai berubah saat ketegangan melanda hubungan mereka yang tidak biasa ini. Akankah kisah cinta unik antara manusia biasa dan sang dewa dapat bersatu dalam kebahagiaan?
Sampul Novel En-PD154
9.0
Kemenangan sepuluh kali berturut-turut di arena justru berujung pengkhianatan dari Roderick. Sang tunangan tega bermesraan dengan cinta pertamanya, bahkan membiarkan wanita itu menghinaku sebagai sosok kasar tak berkelas. Kelembutan Roderick sirna seketika demi menyatakan cinta pada wanita lain di depanku. Kecewa, aku langsung menghubungi ayahku, sang bos mafia besar. Kupastikan pernikahan kami batal karena aku akan mencari pria lain yang jauh lebih layak.
Sampul Novel IPARKU, CANDU SUAMIKU
9.8
Nadia Antika rela bersabar atas perlakuan buruk ibu mertuanya demi membina rumah tangga bersama Askara Brahma selama dua tahun. Namun, kehangatan Askara mendadak hilang dan ia berubah menjadi sangat dingin. Perubahan drastis ini memicu kecurigaan Nadia akan adanya rahasia kelam. Akankah ia sanggup menghadapi kenyataan pahit saat mengetahui suaminya berselingkuh dengan adik iparnya sendiri di dalam rumah mereka?
Sampul Novel Istri yang Dihancurkan Mereka
8.1
Demi menguji perasaanku, Bramantyo dan Bima tega menyiksaku lewat kehadiran Sandra. Puncaknya, mereka membiarkan tanganku hancur dalam sebuah kecelakaan demi menolong Sandra, hingga karier musikku hancur total. Mereka menanti kemarahanku, tetapi aku hanya diam, bahkan saat Sandra merusak liontin peninggalan ibuku. Di ranjang rumah sakit, pengabdianku sirna. Ini bukan cinta, melainkan siksaan kejam. Kini, aku bersiap melarikan diri dan membalas semua kehancuran ini.
Sampul Novel Jebakan Cinta SANG MANTAN
9.0
Menjebak Ivander dalam pernikahan paksa rupanya menjadi penyesalan terbesar bagi Nada. Meski begitu, cara ini adalah satu-satunya jalan agar ia bisa terus mendampingi pria yang dahulu hidupnya telah ia hancurkan. Terbelenggu rasa bersalah, Nada kini bertekad menebus dosa masa lalu lewat pengabdiannya sebagai istri. Namun, akankah ketulusan Nada mampu meluluhkan amarah di hati Ivander, ataukah perjuangannya meraih maaf hanya akan berujung sia-sia?
Sampul Novel Kurang dari tiga
9.2
Hubungan cinta Raka dan Cherry kini terancam retak akibat kehadiran Nadia. Raka merasa terus dikesampingkan oleh sang kekasih, yang selalu mendahulukan sahabat berkacamata tebalnya tersebut. Emosi Raka akhirnya memuncak begitu menyadari dirinya cuma menjadi prioritas kedua bagi Cherry. Namun, rasa cemburu yang membakar ini malah mengantarkan Raka pada sebuah titik balik tak terduga dalam hidupnya. Sanggupkah jalinan asmara mereka bertahan di tengah renggangnya prioritas Cherry?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan