APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Foto Pelakor di Profil Ponsel Suamiku

Foto Pelakor di Profil Ponsel Suamiku

Muak dikhianati Agung serta ditindas oleh keluarga mertuanya, Serani Gunawan mantap mengambil keputusan untuk bercerai. Penyesalan mendalam segera menghampiri sang mantan suami ketika menyadari bahwa CEO baru di kantornya adalah Serani, yang selama ini menyembunyikan status miliardernya. Demi menguasai kekayaan Serani, Agung dan selingkuhannya menyusun berbagai rencana jahat. Beruntung, Serani tidak sendirian; dua pria kaya dan tampan siap mendampinginya menghadapi setiap ancaman demi menemukan cinta sejati.
Bab
Bagikan

Bab 4

"Seraaa ...!"

"Ya, Bu ..."

"Kamu kemana aja, sih? Ibu laper. Pusing kepala liat rumah berantakan. Anak-anaknya Lastri itu nakal-nakal banget." Ibu yang baru bangun tidur berjalan keluar kamar menghampiriku.

"Rumah sudah aku rapikan, Bu. Ibu sabar ya. Masakan sebentar lagi matang."

"Dasar si Lastri seenaknya aja nitip anaknya disini," gumam ibu.

Sungguh uniknya ibu mertuaku ini. Jika di depan Mbak Lastri pasti tidak akan berani bicara seperti itu. Justru sebaliknya.

Tapi walau bagaimanapun juga. Aku tetap harus menyayangi dan menghormati beliau.

Setelah selesai memasak, aku mengajak ibu untuk makan bersama di meja makan. Ibu mertuaku itu pasti sudah sangat lapar.

"Bu ... Ibu ..." Terdengar teriakan Mbak Lastri dari luar.

"Kalau masuk ke rumah itu ucapkan salam. Jangan malah teriak-teriak," gumamku seraya menikmati makan siang yang masih hangat.

"Hey, ini rumahku. Suka-suka aku dong. Kamu cuma numpang di sini. Nggak usah ngatur," ketus Mbak Lastri sambil melotot ke arahku.

"Santai, Mbak. Itu muka udah serem jangan di serem-seremin lagi," jawabku tenang tanpa menoleh lagi padanya.

"Eeh ... Lastri, Joko. Ayo sini makan sekalian," sambut ibu yang juga sedang makan bersamaku.

"Nggak usah, Bu. Lastri buru-buru mau pergi arisan. Ini mau ambil anak-anak," jawab Mbak Lastri sambil melangkah ke dapur.

Eh, Kok tumben. Biasanya nyari gratisan melulu. Alhamdulilah masakanku aman.

Tidak lama kemudian Mbak Lastri muncul dari dapur dengan membawa beberapa lembar plastik kiloan.

"Itu plastik untuk apa, Mbak? tanyaku dengan kecurigaan yang meronta-ronta.

"Buat bungkus lauk sama nasi. Nanti aku makan di rumah aja," jawabnya seraya membungkus lauk di meja tanpa perasaan.

Karena jelas-jelas ibu dan aku masih makan.

Tapi meja sudah ia bersihkan, lauknya.

Terdengar ibu membuang napas dengan kasar. Aku lirik beliau dengan sudut mataku. Tidak ada senyum seperti ketika Mbak Lastri datang tadi. Ibu pasti kesal melihat kelakuan anak tertuanya itu. Namun entah mengapa beliau tak pernah bisa untuk menegur mereka.

Untung saja aku sudah antisipasi, memisahkan lauk untuk Giska dan Mas Agung makan malam nanti.

Setelah puas membungkus nasi dan lauk pauk di meja hingga tak bersisa, Mbak Lastri dan anak-anaknya pamit pulang. Ibu hanya menatap kepergian mereka dengan wajah tak menentu. Selama ini Ibu selalu membela anak-anaknya di depanku. Jadi ibu tak akan pernah mengungkapkan kekesalannya terhadap Mbak Lastri, di depanku. Namun jelas terlihat raut marah bercampur sedih dari wajah yang sudah tak muda itu.

-----

Malam sudah larut. Ibu dan Giska sudah terlelap. Tapi Mas Agung belum juga pulang. Aku coba hubungi ponselnya, tapi tidak aktif.

Lagi-lagi terbayang wajah si Yuyun. Aku coba membuka profile kontak pelakor itu. Masih foto tulisan kaligrafi.

Aku cek statusnya di aplikasi warna hijau, Betapa terkejutnya aku melihat ada foto suamiku sendiri disana, dengan caption 'jadikan aku yang pertama' , entah apa maksudnya.

Mas Agung memang tampan. Wajahnya yang berahang tegas, mata sedikit sipit dan rambut ikal. Dengan jambang yang tumbuh di sekitar pipi dan dagu, membuat wajahnya semakin menawan. Tidak menutup kemungkinan para wanita diluar sana akan menggodanya. Apalagi Mas Agung saat ini cukup beruntung. Hanya sebagai lulusan Sekolah Menengah Atas, bisa menjadi manager di kantor. Tentu saja ini ada campur tangan Om Beni. Walau aku yakin jabatan yang didapat Mas Agung bukan karena cara kerjanya yang bagus.

Lagi-lagi aku melihat status di kontak si Yuyun.

Huh ! Dasar pelakor nggak tau malu. Pasang status kok foto suami orang. Apa jangan-jangan mereka sedang jalan bareng?

Menjelang tengah malam Mas Agung baru saja pulang.

"Assalamualaikum."

"Waalaikumsalam. Malam sekali, Mas."

Tanpa menjawab, Mas agung masuk dan langsung membersihkan diri.

Aku mencoba sabar untuk mendengar penjelasannya.

"Mau aku siapin makan?"

Ia menggeleng.

"Aku capek. Seharian meeting di luar. Aku Mau istirahat," ujarnya, lantas naik ke pembaringan.

Aku mengernyitkan dahi. Apa benar ada meeting hingga larut malam begini. Rasanya tidak mungkin.

Terdengar dengkuran halus Mas Agung. Pertanda ia sudah pulas.

Perlahan aku membuka ponselnya. Sayangnya terkunci. Ini mencurigakan. Karena sebelumnya ia tidak pernah pakai angka sandi. Suamiku ini sangat pelupa untuk hal-hal demikian.

Tiba-tiba ada notifikasi pesan masuk. Walau tidak bisa di buka, tapi terlihat nama si pengirim pesan dengan nama Yuyun. Sepertinya mereka sebelumnya saling berkirim pesan. Atau malah mereka baru saja bertemu?

Karena rasa penasaranku yang begitu membara, aku mencoba terus membuka ponsel suamiku. Namun angka sandi apapun tidak berhasil. Dari mencoba tanggal ulang tahun Giska, aku dan Mas Agung. Tidak ada yang berhasil.

Aku coba mengirim pesan ke Dido.

[Do, lo tahu tanggal lahirnya Yuyun nggak?]

Lama tidak dibalas. Akhirnya aku mencoba melakukan panggilan ke ponsel Dido berkali-kali. Dan akhirnya pesanku di balasnya.

[Lo gila! Tengah malam telphon gue cuma buat nanyain gituan]

[Gue pecat lo ! Ngatain CEO gila. Udah buruan cari tahu! ]

Aku ngakak guling-guling, puas ngerjain Dido.

Tak lama pesan dari Dido masuk. Ia memberikan tanggal itu.

A-apa?? Tanggal delapan Mei? Berarti hari ini dong.

Yuyun hari ini berulang tahun?

Tanpa menunggu lama aku mencoba membuka kunci ponsel Mas Agung.

Ternyata ...

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Buy One Get You
8.4
Niat Audia untuk mengundurkan diri sirna setelah ayahnya, Pak Sapto, menjadi korban penipuan bisnis. Demi melunasi utang, rumah keluarga beserta isinya dijual ke Ibu Sosro senilai 1,5 miliar. Sial bagi Audia, ia yang tertidur di dalam ikut terjual sebagai aset. Sang bos, Affangga, yang membencinya karena mirip sang mantan tunangan, terpaksa menghadapi situasi ini. Ibu Sosro pun memanfaatkan keadaan dengan menjodohkan dan memaksa mereka berdua segera menikah.
Sampul Novel Es Batu
8.1
Relva Arilia, gadis tulus yang jenaka, menaruh hati pada Steven Grellyn. Sayangnya, pemuda sedingin es itu terus mengabaikannya. Walau kerap menghadapi penolakan, keuletan Relva lambat laun mengikis sikap kaku Steven yang semula enggan membuka diri. Perjalanan cinta mereka tidaklah mudah, melainkan sebuah perjuangan emosional yang sarat rintangan serta air mata. Demi masa depan bersama, keduanya harus meredam ego agar kehangatan kasih dapat mencairkan kebekuan hati dan mengubah takdir mereka.
Sampul Novel Getaran Hasrat Cinta
8.8
Clara terpaksa menjadi madam demi menggantikan sang ibu. Kehidupan kelam ini ia jalani sejak James merebut kesuciannya lewat transaksi mahal. Dipenuhi rasa benci, Clara bersumpah akan menghancurkan hidup lelaki itu sebagai balas dendam atas takdir buruknya. Namun, rencana tersebut diuji saat James kembali hadir sebagai pelanggannya. Di tengah gemerlap dunia malam, pertarungan sengit antara harga diri, dendam, dan hasrat yang membara pun tidak lagi terhindarkan.
Sampul Novel Nyonya Tak Bucin Lagi
9.7
Kesempatan kedua hidup dipakai Grace Wijaya untuk segera menceraikan William Sanjaya. Trauma akibat mati tragis di rumah sakit jiwa setelah delapan tahun mencintainya membuat Grace enggan bertahan. Awalnya William bersikap dingin dan mengabaikan keputusan itu. Namun, ia menyesal saat melihat Grace bertransformasi menjadi wanita karier sukses yang dikelilingi banyak pria. Ketika William memohon untuk rujuk, Grace dengan tegas menolak karena telah sembuh dari kebutaan cintanya.
Sampul Novel Perihnya Jalan Taubatku
7.8
Karier gemilang Bramasta sebagai gitaris band ternama hancur seketika akibat jeratan kasus narkoba yang menjebloskannya ke penjara. Di tengah keterpurukan itu, ia harus menerima kenyataan pahit bahwa istri tercintanya, Widi, bersama sang mertua, Hartono, adalah pihak yang melaporkannya ke polisi. Setelah bebas, Bramasta kini menghadapi perjuangan berat untuk membangun kembali kejayaannya yang sirna sekaligus merebut kembali kepercayaan dari keluarganya.
Sampul Novel Setelah Amnesia, Aku Selamanya Berada di Luar Jangkauannya
9.1
Pasca-koma, Leonard Stone pulih dari amnesia dan mengingat wanita impiannya. Ia pun segera mencampakkan Grace Miller karena merasa hubungan mereka bukanlah kehendak sadarnya. Tanpa berniat mempertahankan hubungan itu, Grace mengambil langkah ekstrem. Ia sukarela menjadi subjek uji klinis obat baru demi menghapus seluruh memorinya tentang Leonard secara permanen. Kini, Grace siap melupakannya selamanya.