APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Foto Pelakor di Profil Ponsel Suamiku

Foto Pelakor di Profil Ponsel Suamiku

Muak dikhianati Agung serta ditindas oleh keluarga mertuanya, Serani Gunawan mantap mengambil keputusan untuk bercerai. Penyesalan mendalam segera menghampiri sang mantan suami ketika menyadari bahwa CEO baru di kantornya adalah Serani, yang selama ini menyembunyikan status miliardernya. Demi menguasai kekayaan Serani, Agung dan selingkuhannya menyusun berbagai rencana jahat. Beruntung, Serani tidak sendirian; dua pria kaya dan tampan siap mendampinginya menghadapi setiap ancaman demi menemukan cinta sejati.
Bab
Bagikan

Bab 5

Tanpa menunggu lama aku mencoba membuka kunci ponsel Mas Agung. Dan ... yess terbuka.

Mataku membelalak melihat chat dari Yuyun berada paling atas. Langsung aku buka, ternyata hanya ada satu chat dan belum di baca.

[ oke. sampai besok ya, Mas ]

Ini seperti pesan balasan. Berarti sebelumnya mereka saling berkirim pesan. Tapi sepertinya sudah dihapus lebih dulu oleh Mas Agung. Sungguh licik suamiku itu.

Aku membuang nafas kasar. Kecurigaanku belum terbukti. Tapi aku tidak akan berhenti sampai disini. Aku akan bongkar semua kebohonganmu, Mas.

"Dek, matikan lampunya. Sudah malam."

Aku terlonjak mendengar suara Mas Agung. Perlahan aku letakkan kembali ponselnya ketempat semula, lalu mematikan lampu. Aku pun berbaring di samping Mas Agung yang sepertinya sudah kembali berada di alam mimpi.

-----

Pagi ini seperti biasa kegiatan rutinku sudah menanti. Memasak, merapikan rumah, mengurus Giska dan Mas Agung.

Mungkin mulai bulan depan aku akan mencari asisten rumah tangga. Agar ada yang lebih fokus untuk mengurus Giska. Aku tak mau sampai Giska tak terurus gara-gara aku terjun ke perusahaan. Setidaknya aku bisa bekerja lebih tenang di kantor jika Giska ada yang menemani dan memenuhi kebutuhannya.

Aku mendengar ibu sedang berbincang dengan Mas Agung di ruang makan. Sepertinya sangat serius. Jiwa kekepoanku semakin meronta-ronta. Akhirnya aku mendekat dengan membawa nasi goreng saus tiram untuk mereka sarapan.

"Kamu masih ingat dengan tante Sania sahabat ibu yang di bandung, Gung?"

" Ya bu. Ingat."

"Anak perempuannya ternyata kerja di jakarta ini. Kemarin kost di dekat kantornya tidak betah. Tante Sania mau menitipkan anaknya di sini," jelas ibu kepada Mas Agung.

"Kalau aku terserah Ibu aja," sahut Mas Agung sambil terus mengunyah makanannya.

"Tapi kan tidak baik kalau ada perempuan tinggal di sini, Bu. Bukan muhrim dengan Mas Agung," sela aku keberatan.

"Eh, Sera, kamu kok bisa-bisanya ngomong begitu. Ini rumah Ibu dan Agung. Kamu tuh di sini cuma menantu yang numpang!" protes ibu tidak terima.

Aku menghela napas panjang.

Selalu saja begitu jawabannya. Mentang-mentang aku numpang di sini. Sebenarnya bisa saja aku segera pindah ke apartemen mewahku yang berada di lokasi segitiga emas kota ini. Tapi belum saatnya aku membuka siapa diriku sebenarnya.

"Lagian anaknya Tante Sania akan tinggal di paviliun samping. Bukan satu rumah dengan kita. Sore ini dia akan membawa barang-barangnya ke sini," jelas ibu lagi.

Syukurlah kalau memang tinggalnya di paviliun. Namun entah kenapa, tetap saja perasaanku tidak enak. Firasatku mengatakan akan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

"Ya bu. Nanti sore saya usahakan pulang lebih cepat," sahut Mas Agung.

"Buat apa pulang cepat, Mas?" tanyaku heran.

"Kamu kenapa sih, Dek? Curiga terus. Aku cuma mau temani ibu menerima tamu." Mas Agung nampak kesal. Matanya melotot menatapku.

Ya sudah biar saja kalau dia mau pulang cepat. Justru bagus. Jadi tidak ada kesempatan untuk bertemu dengan Yuyun di luar.

"Dek, Giska sekarang naik jemputan, kenapa kamu tidak kompromi dulu denganku?" Tiba-tiba Mas Agung bertanya saat ia selesai sarapan.

"Oh, ya Mas. Mulai bulan depan aku akan bekerja. Lebih aman jika Giska pakai mobil antar jemput sekolah," jawabku, membuat Mas Agung menaikkan alisnya, seakan tak percaya dengan yang aku katakan.

"Sebenarnya aku mau membicarakannya padamu. Tapi akhir-akhir ini kamu selalu pulang larut malam," lanjutku.

"Halaahh sok-sok mau kerja segala. Kamu iri ya dengan Lastri? Kalau si Lastri wajar dia kerja. Dia pernah kursus setelah lulus SMK. Jadi bisa diterima di kantoran. Lah kamu? Nggak jelas lulusan apa? Gaya-gayaan mau kerja." Ibu dan Mas Agung tertawa terbahak-bahak.

Silahkan tertawa yang puas kalian sekarang. Awal bulan depan kalian akan ternganga melihat siapa aku. Gemes aku.

"Terserah kamu, Dek. Asalkan kamu sendiri yang bayar ongkos antar jemput Giska nanti."

Dasar! Jadi suami perhitungan banget.

"Aku berangkat dulu. Pamit ya, Bu." Mas Agung pun menaiki mobilnya dan berlalu.

-----

Sejak siang tadi Ibu begitu repot mempersiapkan segala sesuatu untuk menyambut kedatangan tamunya. Aku diminta masak makanan lebih banyak. Juga membersihkan paviliun samping yang telah lama kosong.

Beberapa macam masakan sudah siap aku hidangkan di meja makan. Tak lupa dua macam kue sebagai kudapan aku siapkan di dalam toples.

Alas tempat tidur di paviliun pun sudah aku ganti dengan yang baru. Lantainya juga sudah aku pel dan wangi.

"Assalamualaikum."

Sepertinya tamu yang di tunggu-tunggu ibu sudah datang.

Aku masih di dapur mendengar ibu yang begitu senang menerima tamunya. Aku jadi penasaran. Perlahan aku ke depan dengan membawa dua gelas teh dan dua toples cemilan.

"Bagaimama kabar mama?"

"Alhamdulilah baik, Tante. Mama kirim salam buat Tante," sahut wanita itu.

Kenapa Aku merasa sangat familyar dengan wajah wanita itu ? Seperti kenal. Tapi di mana?

"Jangan panggi Tante. Panggil Ibu saja. Biar lebih akrab. Sera, kenalkan ini anak tante Sania. Namanya Yuyun."

A-paaa ...? Yuyun ...?

Pantas saja aku kok seperti pernah lihat.

"Kok malah diam kamu Sera? Nggak sopan banget kamu sama tamu !" Ujar Ibu kesal melihatku terdiam karena terkejut.

Oke baiklah. Sepertinya aku harus lebih waspada menghadapi pelakor seperti Yuyun ini.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Buy One Get You
8.4
Niat Audia untuk mengundurkan diri sirna setelah ayahnya, Pak Sapto, menjadi korban penipuan bisnis. Demi melunasi utang, rumah keluarga beserta isinya dijual ke Ibu Sosro senilai 1,5 miliar. Sial bagi Audia, ia yang tertidur di dalam ikut terjual sebagai aset. Sang bos, Affangga, yang membencinya karena mirip sang mantan tunangan, terpaksa menghadapi situasi ini. Ibu Sosro pun memanfaatkan keadaan dengan menjodohkan dan memaksa mereka berdua segera menikah.
Sampul Novel Es Batu
8.1
Relva Arilia, gadis tulus yang jenaka, menaruh hati pada Steven Grellyn. Sayangnya, pemuda sedingin es itu terus mengabaikannya. Walau kerap menghadapi penolakan, keuletan Relva lambat laun mengikis sikap kaku Steven yang semula enggan membuka diri. Perjalanan cinta mereka tidaklah mudah, melainkan sebuah perjuangan emosional yang sarat rintangan serta air mata. Demi masa depan bersama, keduanya harus meredam ego agar kehangatan kasih dapat mencairkan kebekuan hati dan mengubah takdir mereka.
Sampul Novel Getaran Hasrat Cinta
8.8
Clara terpaksa menjadi madam demi menggantikan sang ibu. Kehidupan kelam ini ia jalani sejak James merebut kesuciannya lewat transaksi mahal. Dipenuhi rasa benci, Clara bersumpah akan menghancurkan hidup lelaki itu sebagai balas dendam atas takdir buruknya. Namun, rencana tersebut diuji saat James kembali hadir sebagai pelanggannya. Di tengah gemerlap dunia malam, pertarungan sengit antara harga diri, dendam, dan hasrat yang membara pun tidak lagi terhindarkan.
Sampul Novel Nyonya Tak Bucin Lagi
9.7
Kesempatan kedua hidup dipakai Grace Wijaya untuk segera menceraikan William Sanjaya. Trauma akibat mati tragis di rumah sakit jiwa setelah delapan tahun mencintainya membuat Grace enggan bertahan. Awalnya William bersikap dingin dan mengabaikan keputusan itu. Namun, ia menyesal saat melihat Grace bertransformasi menjadi wanita karier sukses yang dikelilingi banyak pria. Ketika William memohon untuk rujuk, Grace dengan tegas menolak karena telah sembuh dari kebutaan cintanya.
Sampul Novel Perihnya Jalan Taubatku
7.8
Karier gemilang Bramasta sebagai gitaris band ternama hancur seketika akibat jeratan kasus narkoba yang menjebloskannya ke penjara. Di tengah keterpurukan itu, ia harus menerima kenyataan pahit bahwa istri tercintanya, Widi, bersama sang mertua, Hartono, adalah pihak yang melaporkannya ke polisi. Setelah bebas, Bramasta kini menghadapi perjuangan berat untuk membangun kembali kejayaannya yang sirna sekaligus merebut kembali kepercayaan dari keluarganya.
Sampul Novel Setelah Amnesia, Aku Selamanya Berada di Luar Jangkauannya
9.1
Pasca-koma, Leonard Stone pulih dari amnesia dan mengingat wanita impiannya. Ia pun segera mencampakkan Grace Miller karena merasa hubungan mereka bukanlah kehendak sadarnya. Tanpa berniat mempertahankan hubungan itu, Grace mengambil langkah ekstrem. Ia sukarela menjadi subjek uji klinis obat baru demi menghapus seluruh memorinya tentang Leonard secara permanen. Kini, Grace siap melupakannya selamanya.