APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Foto Pelakor di Profil Ponsel Suamiku

Foto Pelakor di Profil Ponsel Suamiku

Muak dikhianati Agung serta ditindas oleh keluarga mertuanya, Serani Gunawan mantap mengambil keputusan untuk bercerai. Penyesalan mendalam segera menghampiri sang mantan suami ketika menyadari bahwa CEO baru di kantornya adalah Serani, yang selama ini menyembunyikan status miliardernya. Demi menguasai kekayaan Serani, Agung dan selingkuhannya menyusun berbagai rencana jahat. Beruntung, Serani tidak sendirian; dua pria kaya dan tampan siap mendampinginya menghadapi setiap ancaman demi menemukan cinta sejati.
Bab
Bagikan

Bab 3

Hari ini aku sengaja masak pagi-pagi sekali. Rencananya sepulang mengantar Giska ke sekolah, aku akan rapat dengan Om Beni dan beberapa pemegang saham perusahaan.

Om beni mengadakan rapat di salah satu kantor cabang. Bersyukur nanti aku tidak bertemu dengan Mas Agung atau pun dengan si Yuyun yang berada di kantor pusat.

"Assalamualaikum." Terdengar ucapan salam dari luar. Siapa yang pagi-pagi sudah bertamu?

Suaranya seperti tidak asing ditelingaku.

Lalu terdengar riuh suara anak-anak di ruang tamu.

Dengan rasa penasaran, aku melangkah ke depan melihat siapa yang datang.

Mataku membelalak melihat Mbak Lastri dan Mas Joko-suami Mbak Lastri, serta ketiga anaknya yang langsung duduk di meja makan. Tanpa rasa malu mereka ikut sarapan bersama Mas Agung ,Ibu dan Giska.

Apa-Apaan ini! Semakin lama mereka makin seenaknya.

Untunglah aku sudah sarapan duluan di belakang. Aku melongo melihat tamu-tamu tak diundang itu makan tanpa perasaan.

Masakan yang aku masak pagi-pagi tadi habis tak bersisa.

Aku yakin, setelah ini Mbak lastri tidak akan mau membereskan piring bekas makan anak-anaknya.

"Giska, ayo berangkat. Nanti kesiangan," ajakku pada Giska yang sudah selesai sarapan.

"Giska biar diantar sama Agung. Kamu di rumah saja beres-beres, Sera!" perintah ibu.

"Maaf, Bu. Sera ada rapat di sekolah Giska. Mungkin Mbak Lastri bisa bantu merapikan meja dulu sebelum berangkat kerja," Aku melirik pada Mbak Lastri yang langsung melotot padaku.

"Enak aja kamu. Kamu nggak lihat? aku sudah rapi dan cantik kayak gini masa di suruh cuci piring. Nanti kalau baju aku kotor bagaimana?" jawabnya dengan suara meninggi.

Sombong sekali kakak iparku ini. Entah apa pekerjaan barunya, sampai begitu tebal riasan wajahnya.

Aku membuang nafas kasar. Sudah kuduga dia tak akan mau membantu merapikan piring-piring kotor itu. Kakak iparku itu hanya tau makan saja. Sedangkan untuk masak dan beres-beres, dia tak pernah mau turun tangan.

"Ya sudah. Nanti biar Sera yang beresin pulang dari sekolah Giska. Aku pergi dulu, Mas, Bu ."

Aku pamit menyalami Ibu dan Mas Agung yang masih saja duduk santai. Padahal Ia harus sudah sampai kantor sebelum jam delapan. Tapi ini sudah pukul setengah tujuh dia belum mandi. Hampir setiap hari seperti itu. Sungguh kinerja yang buruk. Bagaimana perusahaan mau berkembang jika karyawannya seperti ini. Seharusnya sejak awal Mas Agung sudah mendapat peringatan dari Om Beni. Namun entah mengapa Om Beni tidak menghraukannya.

Aku tiba di sekolah Giska. Setelah mengantarnya ke kelas, aku memastikan pada wali kelasnya bawah mulai hari ini Giska akan ikut mobil antar jemput sekolah. Tak lupa juga aku memesan katering sehat untuk makan siangnya tiap hari di sekolah nanti.

Aku tidak ingin Giska terlantar karena kasibukanku yang makin bertambah.

Setelah urusan Giska di sekolah selesai, Aku segera meluncur ke kantor cabang dengan menggunakan taksi online.

Beruntung letak kantor cabang yang aku tuju tidak begitu jauh.

Sepuluh menit kemudian aku tiba di sana. Dido sudah mempersiapkan semuanya. Para pemegang saham pun sudah menungguku di ruang meeting.

Om Beni menyambutku saat aku masuk di ruang yang cukup luas dengan meja panjang ditengah-tengah ruangan. Para peserta rapat yang mengelilingi meja sontak berdiri ikut menyambutku.

"Selamat datang CEO baru kita , Ibu Sera."

Aku mengangguk hormat dan menyalami mereka satu-persatu. Kemudian memperkenalkan diri.

"Selamat pagi. Saya Serani Gunawan, sebagai CEO baru di perusahaan yang didirikan almarhum Bapak saya , Bapak Heri Gunawan. Semoga nantinya kita semua bisa bekerjasama dengan baik."

Untungnya mereka sangat ramah. Aku yang baru pertama kali masuk ke dunia kerja awalnya tentu sangat gugup. Namun mereka sangat menghargai aku.

Sangat banyak yang harus aku pelajari tentang perusahaan. Mungkin nanti aku akan belajar banyak dengan Dido.

Meeting berjalan lancar. Om beni memintaku untuk mulai aktif di kantor pusat mulai bulan depan.

Berarti mulai bulan depan aku akan sekantor dengan Mas Agung. Dan tiap hari akan melihat si Yuyun itu. Jika memang Mas Agung benar-benar menghianatiku, aku akan membuktikannya. Dan jika itu terbukti. Aku akan bertindak.

Diam-diam aku menyusun rencana untuk memberi kejutan untuk mereka.

Siang menjelang sore aku sudah sampai di rumah. Benar saja, setibanya di rumah, aku mendapatkan pemandangan luar biasa. Rumah seperti kapal pecah. Anak-anak Mbak Lastri berlari kesana-kemari.

Aku ternganga melihat dapur dengan piring dan gelas yang hampir habis karena kotor semua. Sampah berada di mana-mana. Sepertinya mereka tadi memasak mie instan. Karena makanan untuk siang yang aku masak tadi pagi sudah ludes.

Aku menghampiri Giska yang sedang belajar di kamarnya.

"Giska sudah makan?"

"Sudah Bunda. Tadi makan katering di sekolah." jawabnya.

"Bagaimana? Menu kateringnya Giska suka?"

Giska mengangguk.

"Alhamdulilah. Kalau begitu Giska bantu Bunda beres-beres rumah, yuk." ajakku.

"Oke, Bun"

Giska memang aku ajari mandiri sejak dini. Aku tidak mau anakku seperti anak-anak Mbak Lastri yang bisanya membuat rumah selalu berantakan tanpa di ajari untuk bertanggung jawab membereskannya kembali. Padahal usia mereka lebih besar dari pada Giska.

Aku segera memulai merapikan rumah. Sebelum Ibu mertua terbangun dari tidur

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Buy One Get You
8.4
Niat Audia untuk mengundurkan diri sirna setelah ayahnya, Pak Sapto, menjadi korban penipuan bisnis. Demi melunasi utang, rumah keluarga beserta isinya dijual ke Ibu Sosro senilai 1,5 miliar. Sial bagi Audia, ia yang tertidur di dalam ikut terjual sebagai aset. Sang bos, Affangga, yang membencinya karena mirip sang mantan tunangan, terpaksa menghadapi situasi ini. Ibu Sosro pun memanfaatkan keadaan dengan menjodohkan dan memaksa mereka berdua segera menikah.
Sampul Novel Es Batu
8.1
Relva Arilia, gadis tulus yang jenaka, menaruh hati pada Steven Grellyn. Sayangnya, pemuda sedingin es itu terus mengabaikannya. Walau kerap menghadapi penolakan, keuletan Relva lambat laun mengikis sikap kaku Steven yang semula enggan membuka diri. Perjalanan cinta mereka tidaklah mudah, melainkan sebuah perjuangan emosional yang sarat rintangan serta air mata. Demi masa depan bersama, keduanya harus meredam ego agar kehangatan kasih dapat mencairkan kebekuan hati dan mengubah takdir mereka.
Sampul Novel Getaran Hasrat Cinta
8.8
Clara terpaksa menjadi madam demi menggantikan sang ibu. Kehidupan kelam ini ia jalani sejak James merebut kesuciannya lewat transaksi mahal. Dipenuhi rasa benci, Clara bersumpah akan menghancurkan hidup lelaki itu sebagai balas dendam atas takdir buruknya. Namun, rencana tersebut diuji saat James kembali hadir sebagai pelanggannya. Di tengah gemerlap dunia malam, pertarungan sengit antara harga diri, dendam, dan hasrat yang membara pun tidak lagi terhindarkan.
Sampul Novel Nyonya Tak Bucin Lagi
9.7
Kesempatan kedua hidup dipakai Grace Wijaya untuk segera menceraikan William Sanjaya. Trauma akibat mati tragis di rumah sakit jiwa setelah delapan tahun mencintainya membuat Grace enggan bertahan. Awalnya William bersikap dingin dan mengabaikan keputusan itu. Namun, ia menyesal saat melihat Grace bertransformasi menjadi wanita karier sukses yang dikelilingi banyak pria. Ketika William memohon untuk rujuk, Grace dengan tegas menolak karena telah sembuh dari kebutaan cintanya.
Sampul Novel Perihnya Jalan Taubatku
7.8
Karier gemilang Bramasta sebagai gitaris band ternama hancur seketika akibat jeratan kasus narkoba yang menjebloskannya ke penjara. Di tengah keterpurukan itu, ia harus menerima kenyataan pahit bahwa istri tercintanya, Widi, bersama sang mertua, Hartono, adalah pihak yang melaporkannya ke polisi. Setelah bebas, Bramasta kini menghadapi perjuangan berat untuk membangun kembali kejayaannya yang sirna sekaligus merebut kembali kepercayaan dari keluarganya.
Sampul Novel Setelah Amnesia, Aku Selamanya Berada di Luar Jangkauannya
9.1
Pasca-koma, Leonard Stone pulih dari amnesia dan mengingat wanita impiannya. Ia pun segera mencampakkan Grace Miller karena merasa hubungan mereka bukanlah kehendak sadarnya. Tanpa berniat mempertahankan hubungan itu, Grace mengambil langkah ekstrem. Ia sukarela menjadi subjek uji klinis obat baru demi menghapus seluruh memorinya tentang Leonard secara permanen. Kini, Grace siap melupakannya selamanya.