APKDock Logo
Sampul Novel Fanboy Romantis

Fanboy Romantis

8.5 / 10.0
Di depan kamera, Fayrin adalah aktris idola yang tampak sempurna. Namun, di balik layar, ia memiliki kepribadian angkuh yang membuat Kiky merasa sangat muak. Hubungan mereka berubah saat Kiky mulai mengenal sisi kelam sang artis lebih dalam. Rasa benci itu perlahan terkikis, berganti menjadi perasaan cinta yang kuat. Kini, Kiky bertekad untuk mendekati Fayrin dan memenangkan hatinya, meski ia harus menghadapi kenyataan sulit tentang perbedaan dunia mereka yang begitu besar.

Fanboy Romantis Bab 1

Hotel St. Regis, pukul dua siang.

Saat itu ada pemotretan majalah mingguan. Fayrin adalah modelnya kali ini. Sebenarnya, pemotretan ini akan memilih Mega bintang tiap minggunya sebagai model utama majalah ternama. Pemotretan bukan untuk meng-endorse barang-barang mahal, classy atau yang bernilai jutaan rupiah semisal tas atau baju branded. Ini hanya pemotretan untuk misi kemanusiaan (charity).

“Sebentar!” Fayrin mengangkat tangan, berdiri, mengibas gaun pengantinnya.

“Kenapa?” Fotografer bertanya. Menatap heran.

“Aku tidak suka model pria ini.”

“Apa?” Pria yang duduk di sebelah Fayrin membelalakkan matanya.

“Dengar, aku tidak suka dia. Model pria ini mesum, menyentuh pinggangku dan lain-lain. Dia memanfaatkan kesempatan untuk menyentuhku. Sudah sejak tadi aku menahan diri untuk tidak kesal dengan perilaku buruknya itu.” Fayrin meliriknya tak suka.

Memang, sepanjang satu jam mengambil ratusan gambar, tangan pria itu tidak bisa diam. Duduk di sofa ungu, tangannya hendak melingkar di pinggang ramping Fayrin. Atau kadang-kadang menyentuh bahu Fayrin yang tidak ditutupi kain. Mengusap lembut, bermaksud menggoda lawan potretnya saat itu. Fayrin risih. Seolah itu adalah pelecehan. Dirinya sudah menahan rasa tidak nyaman sejak tadi. Padahal Fayrin berharap bahwa pemotretan akan berlangsung normal-normal saja.

“Ngada-ngada. Baper amat jadi cewek!” Pria itu membantah. Tidak suka dituduh jelek.

Fayrin menahan geramannya. Menggertak gigi, gemelatuk beradu. Menatap serius muka pria tinggi itu. “Aku tidak ingin berfoto dengannya. Aku mau diganti model pria lain. Aku tidak suka dia!”

“Heh ….”

Fayrin meninggalkan lokasi pemotretan. Model pria menatap bingung, sementara fotografer memijit keningnya. Aduh, model perempuan itu suka betul membuat keputusan mendadak. Bahkan model pria yang tertuduh tidak bisa berkomentar apapun. Annya si manajer Fayrin sekaligus sepupunya yang baru saja menerima panggilan telepon, berpapasan dengan Fayrin di depan lobi hotel. Mengangkat gaun pengantin. Annya mencegah langkah Fayrin, segera menodong pertanyaan, menutup panggilan telepon.

“Kenapa kamu di sini? Pemotretan sudah selesai?”

“Aku sedang tidak suka membahas pekerjaan hari ini.”

“Kenapa?” Annya menatap wajah jutek talentanya itu.

“Aku sedang tidak mau bekerja dengan model mesum. Aku mau pulang.”

“Heh, jadwal kerja kamu hari ini masih padat. Mana bisa pulang cepat begini!” Annya mengingatkan. Fayrin mana peduli. Kalau dia tidak suka, maka dia akan pergi meninggalkan sesuatu yang tidak disukainya. Annya menatap arloji di tangan, satu jam baru berlangsung dalam pemotretan. “Ini kerjaan belum kelar juga. Nggak boleh pergi kalau pemotretan betulan selesai!”

Fayrin mendelik sebal. “Oke, aku nggak pergi. Tapi carikan model pria yang lain. Model yang lebih baik. Asal jangan si bajingan itu! Si sampah berengsek!”

“Memangnya kenapa dengan dia? Orang itu model Asia, pernah jadi juara 2nd underwear pria di Perancis. Model yang sudah pernah langgak-lenggok di panggung Paris fashion show. Sudah pas kalau kamu bisa satu frame dengannya. Jarang juga model internasional mau ikutan acara beginian.”

“Mau dia model internasional pemenang juara apapun itu, aku tidak peduli. Aku tidak menyukainya. Dia mesum. Aku mau modelnya diganti, atau tidak usah sekalian ambil tantangan ini, oke. Lagian, kita nggak dibayarkan? Terus kita juga nggak tandatangan kontrak apapun, kan? Jadi kita tidak akan didenda karena tidak melanjutkan pemotretan, karena kita tidak menerima hak kekayaan intelektual apapun dari acara ini!”

“Fayrin …, oke.” Annya mendesah gusar, menghela napas panjang. Hendak dibantah, tapi Fayrin suka memutuskan sesuatu semaunya saja tanpa memikirkan pendapat orang lain.

Percakapan mereka di lobi hotel, yang ada patung pemilik bangunan yang dipalangi pita merah, tanda jangan menyentuh patung itu, ditatap banyak pengunjung. Karena hotel bintang lima, paling beken di ibukota, sudah pasti banyak orang asing yang datang ke tempat ini. Lihatlah para bule berambut pirang itu, mereka menatap Fayrin bingung. Ada pengantin sedang berdebat dengan perempuan lainnya. Mereka berspekulasi. Beberapa ambil foto diam-diam. Sebab itu artis yang sedang naik daun. Salah satu filmnya trending satu di beberapa negara. Juga tahun lalu masuk nominasi Oscar.

“Sekarang kembali dulu ke tempat pemotretan, kita bahas soal pengganti model dengan fotografernya. Kita selesaikan masalah ini baik-baik.” Annya mendorong badan Fayrin, kembali ke lantai atas.

Sambil berjalan, Annya memikirkan siapa pula model pria yang mau dijadikan pasangan pengantin Fayrin hari ini. Paling tidak, besok. Kalau hari ini sudah jelas gagal. Fayrin sudah enggan melanjutkan pemotretan. Annya hafal jelas tingkah laku sepupunya itu. Kalau tidak suka, ya tidak suka. Fayrin tidak bisa dipaksa untuk urusan ini.

“Eh, aku punya ide!” Fayrin balik badan, menatap Annya. Mereka sedang berada di atas tangga berjalan.

“Apa?”

“Tiba-tiba aku kepikiran cowok itu. Kamu ingat kan, cowok seminggu lalu? Cowok manis dan menggemaskan itu? Nah, aku mau dia. Entah kenapa, aku ingin melihat dia lagi. Aku kira dia cocok jadi pengantin priaku dalam pemotretan ini.”

“What the …, gila kamu ya, Rin?” Annya melotot. “Cowok itu kan galak. Kamu kira mudah buat bertemu dia. Buset deh. Aku saja sampai nggak berani ketemu dia lagi gara-gara cerita kamu itu. Terus, pemotretan majalah ini juga brand mahal, oke. Bukan brand sebelah yang nggak punya embel-embel apapun. Di sini, semua modelnya bertaruh nama dan karir untuk bisa jadi talent sampul majalah. Dengan kamu ingin si cowok itu jadi pendamping kamu sebagai pengantin pria, kurasa itu mustahil. Bayangkan, orang-orang bahkan tidak kenal sama dia. Terus latar belakangnya. Memangnya kamu tahu kalau dia pesohor? Memangnya kamu tahu kalau dia salah satu publik figur yang punya pengaruh besar? Kamu kalau ditanya begitu pasti nggak bakal tahu.”

Fayrin angkat bahu. “Nggak mau tahu. Pokoknya aku mau dia. Memangnya ada aturan khusus kalau ikut acara ini kudu pakai jasa orang yang punya pengaruh besar? Memangnya kalau pakai namaku saja belum cukup buat menjadikan cowok itu pendampingku?”

“Aku nggak bakal bantu!” Annya melongos, buang muka. Seolah-olah bertindak tidak setuju.

“Aku bisa melakukannya sendiri.”

“Kamu nggak bakal bisa.”

“Kita lihat saja nanti!” Fayrin tersenyum menyeringai.

•••••

Kejadian sebulan lalu. Di kafe paling masyhur di Kemang, tempat nongkrong anak-anak muda Jakarta Selatan.

Di tempat inilah Fayrin bertemu dengan prianya. Pria pertama yang membuat Fayrin tergila-gila. Sebenarnya, pertemuan Fayrin dengan pemuda itu telah terjadi sebulan lalu karena sebuah insiden kecil. Ketika Fayrin tidak sengaja menumpahkan minuman ke badan Kiky. Kala itu Fayrin sedang marah pada salah satu penguntit yang diam-diam memotret dirinya. Terutama memotret bagian bawah Fayrin secara diam-diam. Fayrin kesal. Sehingga tidak pikir dua kali dia ingin menyiram stalker itu. Sayangnya, Kiky yang kena karena tidak sengaja lewat. Gara-gara takut foto tidak senonohnya dijual ke internet, itu yang membuat Fayrin berang.

“Minta maaf!”

Fayrin mengangkat bahunya. “Tidak akan.”

“Kamu menumpahkan minuman ke baju putihku. Minta maaf sekarang!” Kiky menegaskan dengan suara setengah meninggi.

Sayangnya, Fayrin masih tetap tidak mau mengatakan hal itu, biar kata sepele. Hanya dua patah kata. Kiky termasuk pria galak. Tatapan melototnya bisa membuat orang ketakutan. Tapi Fayrin tidak. Dia malah menantang.

“Buat apa aku bilang maaf? Kamu yang seharusnya bilang maaf karena orang yang aku kejar kabur. Kamu nggak lihat, orang-orang memerhatikan aku? Memangnya kamu nggak tahu siapa aku?”

Pengunjung kafe lainnya menatap nestapa. Beberapa diantaranya pasang kamera ponsel, merekam perdebatan dua muda-mudi. Satu aktris dan model ternama, Mega bintang, pesohor muda yang tengah naik daun dengan banyak membintangi serial box office negara-negara Asean. Satunya lagi pemuda galak, marah-marah, tapi terlihat enak dipandang. Wajahnya menyenangkan, tinggi, agak putih kecoklatan kulitnya. Rambut hitam pekat, selintas mirip idol Korea yang sedang digandrungi anak muda saat ini.

Bibirnya itu merah merekah. Pokoknya, Kiky macam anak berlian yang baru keluar dari pajangan. Saking bisa membuat orang jatuh cinta pada pandangan pertama, orang lain yang melihatnya bakal setuju kalau Kiky punya fitur wajah V yang tidak bosan untuk dilihat. Dalam arti sempit, Kiky punya sesuatu yang membuat orang melting dengan apapun yang ada pada tubuh itu, cara jalannya sampai suara seraknya yang menggoda. Wajah dan tubuh Kiky adalah perpaduan ketampanan dan kecantikan bangsa barat ke timur.

Pernah sekali, seorang dokter bedah plastik asal Korea Selatan berkomentar tentang wajah Kiky yang indah sewaktu satu kereta menuju ke Lebak bulus. Pria Korea berbahasa Indonesia agak lancar itu bilang kalau Kiky punya lisensi ketampanan dan kecantikan yang tidak bisa ditiru dokter bedah plastik dari belahan dunia manapun.

“Kamu pikir aku peduli siapa kamu?”

“Oh ya?” Fayrin mendelik.

“Minta maaf sekarang!” Kiky menegaskan lagi.

Fayrin tetap cuek. Jika saja ada Annya di sana, maka manajer Fayrin itu yang akan menangani masalah ini. Minta maaf berulang kali, maka perkara selesai. Beda dengan Fayrin, dia terlihat sombong.

“Begini saja. Aku beri uang, kamu beli baju baru yang sama seperti yang kamu pakai. Masalah kita beres, lalu kita tidak perlu berdebat.” Fayrin merogoh kocek tas, mengeluarkan uang yang dibungkus dalam plastik transparan, yang lazim dipakai buat membungkus santan, minuman es murah seharga dua ribu atau buat membungkus sayur. Tidak tanggung-tanggung, uang ratusan ribu itu dikepal, digulung, diikat dengan tali karet. Alamak, buat malu saja. Tapi bagi Fayrin itu teramat unik. “Isinya tiga juga. Cukuplah buat orang kecil seperti kamu beli baju baru. Sekarang kan, cari uang susah.”

Kiky mendesis sebal. Dikembalikannya lagi kepalan uang itu pada Fayrin agak kasar. “Aku tidak butuh. Dasar perempuan gila.”

“Apa katamu?”

“Perempuan gila yang nggak punya etika.” Kiky meledek. Fayrin menatap tajam, matanya melotot. Hendak protes, sayang sekali Kiky telah pergi. Tidak ingin berdebat lagi dengan Fayrin.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Fanboy Romantis

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Benang yang Tak akan Pernah Putus
9.2
Kaiyo Wrasasana bertekad kuat menghapus keberadaan sang ibu dari hidupnya. Demi memutus ikatan batin tersebut, Yoyo bahkan rela menempuh jalan paling menyakitkan. Namun, sekeras apa pun ia berusaha, benang takdir yang menghubungkan mereka berdua terlalu kokoh untuk dipatahkan. Tanpa disadari, upaya kerasnya untuk menjauh justru melukai ibunya secara mendalam, sekaligus menggoreskan luka yang jauh lebih perih di dalam hatinya sendiri.
Sampul Novel Diam-Diam Kuserahkan Surat Cerai
7.9
Selama lima tahun, seorang mahasiswi menjalani pernikahan rahasia dengan miliarder Tritan Wirajaya. Namun, kembalinya cinta pertama Tritan menyadarkannya bahwa hubungan mereka hampa. Ia pun menjebak Tritan untuk menandatangani surat cerai berkedok berkas kuliah. Setelah resmi berpisah dalam keadaan hamil, ia pergi sejauh mungkin demi membangun karier dan kemandiriannya sendiri. Saat Tritan akhirnya menyadari kehilangan besar ini dan memohonnya kembali, ia telah bertransformasi menjadi wanita dewasa yang tangguh.
Sampul Novel Hamil dengan Mantan Bosku
8.9
Tiga tahun mengabdi sebagai sekretaris dan kekasih Juan, Cynthia didepak begitu saja demi wanita lain. Dalam pelariannya, ia harus menghadapi kehamilan serta ketamakan ibunya yang menghancurkan hidupnya. Lima tahun berselang, Cynthia kembali menjadi wanita yang jauh lebih tangguh. Di sisi lain, Juan yang didera penyesalan mendalam dan hidupnya kacau, kini justru memohon agar Cynthia bersedia kembali ke pelukannya.
Sampul Novel Janjinya, Kehancurannya
8.6
Malam kejayaan karier arsitekturku hancur seketika saat Baskara, tunanganku, menyerahkan karyaku pada cinta pertamanya. Aku dipaksa membimbing wanita itu, mengalami kekerasan fisik, hingga akhirnya dipecat. Kekejaman Baskara memuncak saat ia mencelakaiku di rumah sakit hingga bersimbah darah, padahal aku sedang mengandung anaknya. Enggan bertahan dalam pengkhianatan keji ini, aku memutuskan pergi jauh, mengubah identitasku, dan menghilang bersama bayiku selama lima tahun.
Sampul Novel Takdir Memaksa Mereka Bersatu
9.2
Akibat kesalahpahaman, Raiden Valen terpaksa menikahi Elara Maylen demi menjaga nama baik keluarga serta rumah sakitnya. Raiden yang berkarakter dingin dan kaku sebenarnya pernah merasakan cinta di masa muda, sebelum akhirnya dikhianati oleh sahabat dekatnya sendiri. Namun, sosok Elara yang liar dan sulit diatur kini hadir mengacaukan keteraturan hidup Raiden. Di tengah pernikahan yang tak terduga ini, ia terjebak dalam pusaran konflik yang menguji nalar serta perasaannya.
Sampul Novel WANITA UNTUK MANUSIA BUAS Kisah Anindira
8.9
Terdampar di dimensi asing, Anindira didera trauma mendalam setelah mengalami pemerkosaan hingga dirinya hamil. Di balik kepedihan itu, sang ayah biologis dari bayinya terus mengawasi dan berharap bisa menebus kesalahannya. Perjalanan hidup Anindira pun diwarnai hubungan poliandri bersama empat pria berbeda, yang terikat karena insiden hingga intrik politik. Saat takdirnya kian rumit dengan kehadiran dua pria lain, akankah sosok yang tulus mencintainya diberi kesempatan kedua?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan