APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Ex-Husband Or Mr. Ceo

Ex-Husband Or Mr. Ceo

Demi masa depan putranya, Leira bertekad menata ulang hidupnya setelah bercerai. Ia pun pulang ke Chicago untuk merintis kembali kariernya di dunia penerbitan. Namun, takdir justru mempertemukannya kembali dengan sang mantan suami di tempat kerja yang sama. Rumitnya situasi kian bertambah saat Leira terlibat kesalahpahaman dengan sang CEO. Di tengah pusaran konflik ini, mampukah ia tetap tegar, atau justru membuka hati untuk cinta baru?
Bab
Bagikan

Bab 3

Keesokan paginya.

Aktivitas rutin, tentu Leira terlebih dahulu mengantar sang putra ke sekolahnya, Leira hanya sebatas mengantar Kevin sampai bus sekolah menjemputnya, kebetulan kantor Grup Media CT. Tidak jauh dan Leira bisa sedikit merasa tenang.

Seharusnya dia berangkat dengan tim-nya namun karena Leira tidak punya waktu, itulah kenapa dirinya memutuskan untuk sendiri kesana. Dia sudah mempelajari agenda hari ini, Leira bangun pagi kali ini, dia meluangkan waktu untuk membuat bekal Kevin dan mencatat kebutuhan yang mulai menipis. Harus segera dibeli.

Dan kebetulan Leira akan menerima gaji bulannya akhir pekan ini, itu berarti libur musim semi Leira ada waktu untuk mengajak Kevin berlibur ke pantai. Sudah lama juga Leira tidak kesana, terakhir saat merayakan pernikahannya dan reuni angkatan universitas.

Setelah itu, hidupnya sepenuhnya untuk Kevin, Leira sangat jarang bertemu dengan teman masa SMA-nya lagi, biasanya di akhir pekan mereka akan melakukan sebuah rencana dimana mereka berkumpul.

Leira merapikan pakaian Kevin, ketika Bus sekolah akan segera datang, melihat putranya yang sangat tampan. “Ingat sebelum Nenek menjemput Kevin, jangan pernah ikut dengan siapapun oke? Kevin bisa menghubungi Mom jika Nenek tidak ada.”

Kevin mengangguk, melambaikan tangannya setelah bus sekolah berhenti di tempat mereka, Kevin langsung dibimbing oleh pak guru yang menjemputnya.

Leira tersenyum, melambaikan tangannya ketika bus membawa putranya, sebenarnya Leira begitu mencemaskan putra setiap saat, dia harus mandiri di usia-nya, belum lagi kekhawatiran terjadi sesuatu padanya. Karena Leira tidak bisa menjemputnya dan hanya bisa menghantar.

“Ya. Aku akan segera sampai, sedang dalam perjalanan.”

Leira berlari menghentikan taksi yang melintas, ponsel masih menempel di telinganya, beruntung karena Tuan Han begitu baik memberitahu jika Tim mereka akan segera sampai.

Heels peach yang Leira kenakan melangkah masuk kedalam gedung pencakar langit, wajah kagum dan terpikat dengan desain interior yang belum pernah dia lihat dimanapun, bagian depan dipamerkan beberapa buku penulis hebat di masanya, lalu label bertuliskan ‘Group Media CT’ terlihat jelas. Semua karyawan berlalu-lalang di lobi utama lantai dasar. Seragam mereka juga cukup unik.

Saat Leira menatap ke atas, dirinya kembali dibuat kagum, siapa yang menyangka jika ketika melihat keatas pemandangan langit terlihat jelas, dan Leira yakin jika diatas sana adalah taman. Tempat ruang terbuka untuk menghirup udara segar.

Surga untuk para editor, revisi, dan penulis. Lihatlah bagaimana setiap lantai seperti terdapat rak tumpukan buku, seperti mengunjungi Cafe book. Karena di lantai Leira berada ada beberapa Cafe dan restoran cepat saji.

Leira berjalan setelah menemukan rekan kerja mereka duduk di sofa yang memang disediakan disana. Dengan senang menerima Ice Americano pemberian Tuan Hansa.

“Terimakasih Tuan Hansa.”

“Apa kau sudah membaca semuanya? Hari ini kau yang akan menggantikan Mira untuk presentasi kali ini.” ucap Tuan Hansa.

Leira tersedak, menatap tidak percaya. Matanya mencari temannya dan ternyata Mira tidak ada di antara tim-nya, Leira menjadi tidak bersemangat, dia hanya membaca tapi tidak menghafalnya. “Ta–tapi, Tuan Hansa. Aku—”

“bukankah kau sudah sering Leira, ini bukan pertama kalinya kau berbicara didepan orang lain” ucap Tuan Hansa, pria itu memang pengertian, namun dia tidak suka penolakan. Dan suka mengambil keputusan terburu-buru.

“Ya—Tapi, ini berbeda. Aku tidak yakin akan berjalan dengan baik.”ucap Leira, dia mulai merasa panik, tangannya tidak bisa diam untuk tidak gemetar, Leira merasa punggung mulai berkeringat.

“Grup Media CT, akan merekrut salah satu dari lain untuk dipindahkan disini, ini bisa menjadi peluang untukmu, Leira.”

Leira terdiam, dia mengambil proposal di dalam tasnya, membuka lembaran demi lembaran, sebisa mungkin memahami dengan kondisi menegang, jika ini adalah peluang untuk masa depan Kevin, Leira tidak akan takut untuk melangkah maju.

Dua puluh lima menit Tim dari Media CT. Menunggu sampai Tuan Greyson datang.

Leira masih sibuk membaca proposal ditangannya, jika tidak ditegur oleh Tuan Hansa, Leira tidak akan menyadari jika pemilik Grup Media CT. Berada di hadapan mereka, diusia Leira tidak begitu berarti untuk mengagumi ketampanan seseorang, hanya ada Kevin.

Sulit untuk menerima pria lain.

Tim-nya membungkuk hormat dalam pertemuan itu, Leira berdiri paling belakang. Tapi itu malah menambah ketegangan saat tatapannya mengarah pada pria itu. Sorotan matanya begitu soft namun lain dengan wajahnya yang begitu datar tanpa ekspresi.

Refleks Leira menunduk, kembali membaca proposal itu. Leira tidak bisa mengatasi paniknya, dan tidak bisa berbohong jika telinganya begitu merah. Itu reaksi ketika Leira gugup, marah dan malu.

Setelah berbincang-bincang, tidak lama tim-nya dibawah pada lantai Delapan. Mereka tidak bisa berada dalam satu lift yang massa, karena Leira paling belakang, dia malah berakhir dengan karyawan Grup Media CT. Tidak apa hanya karyawan tidak ada sang Ceo.

Leira lupa mengikat rambutnya, kebiasaan terbawa sampai sana. Saat tangannya menggenggam sesuatu pasti Leira akan meminta orang disebelahnya untuk memegangnya dan tanpa rasa bersalah, dirinya akan mengikat rambutnya.

Leira terpaku, dia baru saja melakukan hal bodoh itu, bagaimana dia tidak menyadari jika orang disampingnya adalah Tuan Greyson. “Maaf, ak—aku tidak menyadari jika—,”

“Tak apa, aku menyukainya.” ucap pria itu.

Leira menatap tidak percaya, menelan air liurnya dan sedikit menggeser posisinya, ucapan pria itu mengundang negatif dalam pikirannya, bagaimana bisa pria itu berkata hal yang masih asing untuk dikatakan pada orang baru. Leira menggelengkan kepalanya, dan mengelus tubuhnya yang merasa merinding.

“Akh!!” tubuhnya terbentur pada lift, dikurung dengan tubuh besar yang menariknya saat lift terbuka, Leira tidak percaya dengan apa yang pria itu lakukan, ini sudah terlalu keterlaluan, walau pria itu memiliki kekuasaan disini, tapi Leira tidak akan membiarkan pria itu melakukan sesuatu.

“Anda tidak sopan Tuan! Lepaskan!” Leira memberontak, tangannya dicekal di sisinya, dia memang tidak sebanding dengan pria itu, bukan berarti dia tidak mau melawan.

“Diam!”

Sontak Leira terkejut, menatap pria yang semakin menghimpit dirinya disana, padahal lift sudah meninggalkan lantai delapan. “Ini pelecehan Tuan, disini juga ada CCTV. Aku bisa menggugat anda!”

“Leira .. Itu namamu bukan? Tolong dengarkan, aku tidak ingin melecehkan mu, tapi kamu harus lebih hati-hati, pakaian belakangmu sobek dan tidak baik dilihat orang lain.” ucap Sean, pria itu melepaskan cekalnya, memang caranya salah tapi, entah kenapa dirinya tidak tahan jika membiarkan gadis itu menampilkan tubuh belakangnya terekspos.

Leira menatap ke arah belakang punggungnya dari lift, bagaimana dirinya tidak menyadari itu, cukup besar bagian yang robek, sampai memperlihatkan punggung dan tali bra miliknya, dengan malu Leira menutupnya sebisa mungkin.

Sean dengan sigap melepaskan jas miliknya, memakainya pada gadis itu dan menekan tombol lantai delapan, dia berdiri di depan tubuh Leira.

Dan wanita itu, hanya terdiam. Leira sudah berkata kasar, tapi wajar jika dia berkata seperti itu, cara pria itu melakukannya salah, padahal dia bisa mengatakannya, tidak perlu sampai melakukan kontak fisik dengannya.

Leira merasa tegang itu hilang, menatap punggung lebar itu dengan kemeja putihnya, menggambarkan betapa tampan pria itu dan jangan lupakan tinggi badannya. Leira saja tingginya hanya sebatas bahunya.

Ingatlah, kau seorang ibu! Bukan lagi gadis yang bisa terpesona pada pria tampan!

Leira menyadarkan dirinya pada posisinya saat ini, bagaimanapun. Leira tidak punya waktu untuk memikirkan pria, membuatnya melupakan pria itu saja membuang waktu yang begitu lama, sekarang? Leira hanya ingin Kevin bahagia.

Kakinya mengikuti langkah pria itu setelah lift terbuka, Leira menatap tim-nya yang sudah duduk manis disana, kakinya menjadi lemas. Bagaimana dia menjelaskan nanti, dirinya masih merasa malu ketika Jas Tuan Greyson ada di tubuhnya.

Sean duduk di tempat di sisi kanan Leira, dengan wajah datar dan sikap pendiamnya, pria itu memerintahkan gadis di depan untuk segera memulai presentasi itu.

“Lakukan Nona Liera.”

Leira mengangguk, layar proyektor sudah menampilkan proposal untuk perkembangan selama satu bulan ini, dengan hela nafas dan senyum tipis Leira mulai menatap ke seluruh orang yang berada di ruang rapat.

“Sebelumnya biar aku memperkenalkan diri, namaku Liera Cassavano, Aku bagaikan revisi naskah dari Media CT. Disini aku akan menyampaikan jika. perkembangan selama satu bulan ini dibandingkan dengan beberapa bulan sebelum, memiliki kenaikan yang sangat baik, semua ini berjalan dengan baik atas bergabungnya Writer Tuan William. Dan—”

Leira menjelaskan slide demi slide dengan ketegangan antara dia begitu muak bertemu dengan pria yang tadi dia sebutkan dan Tuan Greyson yang terus mengajukan banyak sekali pertanyaan.

Rapat berakhir di waktu jam makan siang.

Tim-nya bersorak bangga pada Leira atas presentasi yang sangat baik di atas meja makan direstoran mewah, dan pujian-pun tidak ragu disampaikan oleh beberapa orang dari Grup Media CT.

Saat ini Leira berada di lantai paling atas, dia meninggalkan tim-nya untuk makan siang bersama mereka karena ulah William yang menariknya untuk berbicara, inilah yang selalu Leira hindari.

Memang sangat sulit karena keduanya merupakan naungan yang sama, padahal saat Leira dan William saat menikah pria itu bekerja di bidang pemodelan tapi sekarang, setelah bercerai pria itu menjadi seorang penulis.

Itulah alasan kenapa Leira tidak pernah bisa jauh darinya, walau dua tahun menghilang. William selalu berhasil menemukan dirinya.

“katakan apa yang ingin kamu sampaikan?”

William menatap kearah Leira, mantan istrinya. Dia begitu ingin menjelaskan semuanya dan berharap Leira percaya. “bagaimana kabar putraku?”

“Kevin bukan putramu! Dia putraku.”

William tersenyum, setelah beberapa tahun dirinya mencoba melepaskan segala permasalahan, walau hingga saat ini hatinya belum memiliki perasaan apapun, namun ikatan seorang ayah dalam dirinya begitu tinggi.

Bagaimanapun anak itu hadir karena ada dirinya.

“Jadi namanya Kevin, Leira bisakah kita kembali bersama? Aku yakin Kevin membutuhkan sosok ayah, kita sudah melewati masa keegoisan. Kita sudah dewasa, bisakah kau menerimaku kembali?”

Leira tahu, Kevin begitu menginginkan sebuah pertemuan antara dirinya dengan ayah kandungnya, seusia Kevin tentu saja butuh sosok ayah di sampingnya, tapi? Pria itu bahkan tidak mau mengakui Kevin saat usianya masih dalam kandungan, sekarang? Pria itu bahkan meminta suatu hal yang Leira kubur sejak lama.

“sejak Kevin tumbuh di rahimku dan lahir, sampai kini dia tumbuh menjadi anak yang mandiri, aku yakin Kevin tidak pernah ingin bertemu ayahnya.”

Leira mulai melangkah menuju ke lift, dia membalik badannya untuk menyampaikan satu kata lagi. “Apakah kau kembali karena ingin mengambil warisan orang tuamu melalui Kevin? Ingatlah gadis yang kau bodohi tidak terjebak dilubang yang sama.”

Dan Leira kembali meninggalkan sikap tegasnya pada pria itu, membuat pertahanan dalam melupakan luka itu semakin kuat, Leira tidak akan lelah dengan semua kata-kata manis pria itu, dan begitu membenci setiap kutipan puisi dalam setiap Novel pria itu.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Tak Mau Penebusan yang Terlambat
9.6
Setelah kembali ke keluarga konglomeratnya, sang putri kandung mendedikasikan lima tahun hidupnya untuk mengejar Julian Jetarsa, pria yang pernah membelanya. Meski berhasil menjadi tunangannya, ia justru terus direndahkan karena dianggap tidak memiliki tata krama kelas atas. Puncaknya, saat kakek yang membesarkannya sekarat, Julian menolak membantu demi memberinya pelajaran agar bersikap lebih baik. Kematian tragis sang kakek dalam kondisi tak berdaya akhirnya memadamkan seluruh rasa cintanya.
Sampul Novel Anak Yang Ku Bawa Dalam Rahimku
8.6
Baru seminggu bekerja di kediaman Arsanta, nasib tragis menimpa Alesha Devandra. Reiner yang mabuk akibat dikhianati kekasihnya melampiaskan amarah padanya. Trauma mendalam membuat Alesha melarikan diri ke desa, namun ia justru mendapati dirinya tengah mengandung. Kini, ia terjebak dalam pilihan sulit: menuntut pertanggungjawaban dari Reiner yang mungkin telah lupa kejadian itu, atau membesarkan sang anak sendirian di tengah gunjingan orang-orang sekitar.
Sampul Novel Balas Dendam Lima Anak Kembar
9.4
Isabella Ardhani terusir setelah malam tragis bersama bos mafia, Rafael Damar, membuatnya mengandung lima bayi kembar jenius. Demi membesarkan anak-anaknya, ia melarikan diri ke luar negeri. Tahun-tahun berlalu, Isabella kembali sebagai sosok wanita yang sangat berkuasa. Takdir pun mempertemukannya lagi dengan Rafael. Namun, kali ini kelima anak kembarnya yang cerdas telah mempersiapkan sebuah rencana balas dendam besar untuk ayah kandung mereka sendiri.
Sampul Novel CEO Iblis Azhar
9.3
Citra didera pergolakan batin yang hebat. Di satu sisi, ia membenci kekejaman Azhar, namun di sisi lain, ketakutan kehilangan pria itu merayap saat rasa cinta mulai bersemi. Azhar sendiri awalnya hanya berniat memperbudak Citra demi memuaskan hasratnya. Namun lambat laun, naluri untuk melindungi wanita itu justru menguasai dirinya. Hubungan yang sarat akan luka ini pun berkembang menjadi ikatan rumit, membuktikan hadirnya rasa yang tepat di waktu yang salah.
Sampul Novel Kau Milikku
9.4
Pertemuan pertama dengan Will Greyson langsung membuat Hanna muak karena sikap lancang miliarder angkuh tersebut. Kekesalan Hanna memuncak saat Will mendadak melamarnya hanya untuk dijadikan alat terapi pribadinya. Walau mendapatkan penolakan keras, pria sombong itu tidak tinggal diam. Hanna yang telanjur geram pun bertekad memberi pelajaran, sementara Will justru semakin tertantang untuk menaklukkan hati gadis yang berani menentangnya.
Sampul Novel My Doctor genius Wife
8.6
Setelah dijebak ke RSJ oleh keluarganya pasca kehilangan bayinya, Bella dipaksa menikah dengan Axelthon, bangsawan sakit-sakitan, demi menggantikan adiknya. Namun, tak ada yang tahu bahwa Bella adalah tabib jenius legendaris yang disegani dunia. Berbekal keahlian medis luar biasa, ia membalas dendam masa lalunya. Saat intrik kekuasaan memanas, Bella membuktikan nilainya yang melebihi sebuah negara, membuat Axelthon menolak keras untuk bercerai darinya.