APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Edoraded Distance

Edoraded Distance

Pernikahan formal antara Kevin dan Sekar terasa begitu dingin dan hampa tanpa kehangatan nyata. Walau hubungan ini hanya sebatas status di atas kertas, Kevin yang sudah lama memendam rasa cinta pada Sekar enggan menyerah. Di tengah bayang-bayang keluarga Son dan Atmaja, ia berjuang keras meruntuhkan dinding pemisah di antara mereka. Kevin bertekad meyakinkan Sekar bahwa ikatan mereka adalah awal kebahagiaan sejati, bukan sekadar kontrak tanpa perasaan.
Bab
Bagikan

Bab 3

Sejenak aku sempat berfikir jika perasaan ku pada sekar sudah luntur. Apalagi jika teringat bahwa jarak kami dulu sangat lah jauh, dia di indonesia dan aku ada di jerman.

Aku mulai melamun, mulai terbayang kembali di fikiran ku wajah cantik gadis itu. "Sekar.." gumam ku.

Wajah ku mulai merona, ini lah aku. Aku selalu tak kuasa, setiap kali membayangkan bayangan sosok gadis yang ku cinta.

Aku mencintai mu, sekar. Apa kau mendengar jeritan hati ku. Apa kau pernah sedetik saja melihat bayangan ku, kau tau. Setiap detik nafas ku aku hanya menginginkan mu, seorang..!.

"Pelayan...!" ucap Rio sambil mengacungkan tangan nya. Tak berselang lama, satu orang pelayan datang menghampiri kami. Dia mulai menanyakan perihal pesanan kami.

"Selamat malam, Tuan. Silahkan, Ini buku menu nya.. " ucap pelayan sambil meletakkan buku menu ke atas meja.

Rio meraih buku menu di hadapan nya, dia mulai melihat-lihat daftar menu di dalam nya. Di sisi lain, aku sendiri masih enggan untuk memesan sesuatu. Aku masih asik bermain dengan lamunan ku.

"Saya pesan, spageti bollognais dan teh hijau, gula nya sedikit saja.." ucap Rio. Pelayan mencatat pesanan Rio, "Lalu, tuan yang satu nya lagi. Anda mau pesan apa tuan..?" ucap pelayan sambil melihat ke arah ku.

Pelayan tengah bertanya pada ku. Namun saat itu aku tengah melamun, jadi suara nya tak terdengar sama sekali. Aku masih memalingkan wajah ku sambil menatap lurus ke luar jendela, dengan satu tangan tengah menumpu wajah ku.

Pelayan dan Rio saling pandang, "Pesanan nya di sama kan saja.." ucap Rio, pelayan mengangguk. "Baik tuan, tunggu sebentar ya. Pesanan nya akan segera datang.. " ucap pelayan, Rio mengangguk.

Rio menatap ku heran, "Bang.." panggil nya.

Aku melirik nya, "Apaa..?" ucap ku. Rio menghela nafas nya, "Lo lagi kenapa sih, ada pelayan diem aja. Ngomong keg..!" ucap Rio.

"Lagi maleees.. " ucap ku datar. Rio mengernyitkan dahi nya, "Lo lagi mikirin sekar ya, eh. Gue ada di sini loh, jangan di anggurin napa..!" ucap Rio.

Aku tak bergeming, aku memang sengaja mengacuhkan ucapan Rio.Pandang ku kembali ku edar kan ke arah luar jendela. Di luar sana, tepat nya di jalanan. Terlihat masih banyak kendaraan yang lalu lalang malam itu, dengan suara bising nya yang khas.

Tint.. Tint.. Tint.. Tint..

20.05 a.m.

"Bang, bang. Percuma lo mikirin doi terus, kalau lo nya juga ngak ada progres sama sekali.." ucap Rio, aku tau rio kini tengah mengejek ku namun aku masih enggan untuk membalas ucapan nya.

Ku hela nafas ku, aku tau ucapan Rio tadi memang benar. Aku sendiri belum ada progres sama sekali, mendekati orang yang ku cinta saja sungkan apalagi mengungkapkan perasaan. Berasa mati kutu.

Keheningan terjadi di antara ku dan Rio, karena sedari tadi aku diam seperti patung. Rio masih asik nyebat di hadapan ku, asap dari rokok yang tengah disesap oleh nya terlihat melayang - layang di udara.

"Bang kevin.." ucap Rio, aku melirik nya. "Lo ngak bisa kayak gini terus bang, kayak cowok culun tau ngak. Muka lo yang ganteng itu, mau lo ke mana in... ?" ucap Rio.

Aku tersenyum, "Lo, bilang apa tadi..?"ucap ku. Rio menatap ku malas, "Ganteng.." ucap Rio. Aku tergelak mendengar nya, Rio menatap ku heran. "Eh, kog lo malah ketawa sih bang. Ngak jelas banget.. " ucap Rio.

Aku berhenti tertawa, "Aku ketawa karena lo bilang gue ganteng tadi. Makasih loh, gue jadi tersanjung.. " ucap ku.

Rio menatap ku jengah, "Ya elah...baru di puji ganteng aja, seneng nya minta ampun. Coba tadi yang muji si sekar, paling-paling lo langsung tepar.." ucap Rio.

Blush, rona wajah ku hinggap kembali. Aku mulai salting lagi, "Eh, lo ngapain bawa-bawa sekar. Gue kan, lagi ngomong sama elo, teh Rio..." ucap ku.

Rio menggelengkan kepalanya, "Ya tuhan, gue kog bisa ya punya temen model begini.. " resah Rio. Aku merasa tersindir, "Eh, jangan ngeluh gitu donk. Berasa gue ngak pantes aja jadi temen lo.." ucap ku.

Rio tertawa, "Bang, bang. Lo teman gue yang paling aneh, paling kaku dan sok jaim banget. Paket komplit nyebelin nya, tau ngak..!" ucap Rio.

Aku tersenyum tipis, "Kalau lo ngak suka, ya udah. Ngak usah jadi temen gue.." ucap ku asal. Rio tersentak, "Oh.. gitu ya sekarang, tega kali kau mencampakkan aku bang. Aku yang dari dulu nemenin kau dari nol loh, seenak nya kau buang begitu saja.. " ucap Rio. Aku tertawa, aku merasa geli mendengar nya.

Aku tertawa, "Sono gih, lo pulang aja ke medan...!" ucap ku. "Hey, anak muda.Seenak nya saja menyuruh ku pergi, kau fikir aku ini apa ...?" ucap Rio mengertak.

Aku langsung tertawa mendengar ocehan nya, "Kau itu alient, alient paling cerewet.." ucap ku. Rio nampak kesal, lalu menyilangkan kedua tangan nya ke dada dengan ekspresi cemberut.

"Lo bikin gue kesal, gue ngambek nih. Ngak mau ngomong lagi..!" ucap Rio. Aku tertawa lagi, ekspresi Rio saat ini terlihat lucu.

"Ngambek kog bilang-bilang, Rio.. rio.. " ucap ku. Lalu, rio memasang ekspresi wajah lucu, dia sengaja mengejek ku. Aku pun membalas nya dengan menjulurkan lidah ku sedikit.

__________________________________________

"Permisi tuan, maaff ya. Pesanan nya baru datang, pasti tuan sudah lama menunggu ya.. " ucap pelayan. Pelayan tadi sudah kembali, dia mulai menyajikan pesanan kami ke atas meja sambil mengurai senyum.

"Tidak masalah. Santai saja.." ucap Rio. Pelayan tersenyum pada ku, aku pun membalas senyuman nya. "Terimakasih ya.. " ucap ku. "Sama-sama tuan, silahkan di cicipi..!" ucap pelayan. "Apa tuan butuh bantuan yang lain. Atau mau pesan lagi, mungkin..?" ucap pelayan.

Pelayan melihat ku dan Rio. Aku dan rio saling pandang, "Tidak, ini sudah cukup.." ucap ku. "Ya, aku juga ini saja. Nanti jika kami perlu sesuatu, kami pasti memanggil mu.. " ucap Rio.

"Baik, tuan. Ya sudah, saya permisi dulu.. " ucap pelayan. "Ya, silahkan.. " ucap Rio, aku hanya tersenyum. Pelayan itu beranjak pergi.

Setelah pelayan pergi, aku dan Rio berbicara kembali, "Pelayanan di sini, bagus ya.. " ucap Rio. "Ya, benar. Di sini tempat nya juga bersih dan bagus.. " ucap ku. "Perfect, bisa nih di masukin list nongky gue.." ucap Rio sambil mengaduk teh nya.

"Kebanyakan nongky lo, ngak inget jalan pulang nanti hehe.." ucap ku. "Biarin, nama nya juga jiwa muda. Emang kayak lo, rebahan terus.. " ucap Rio meledek.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bercinta dengan Playboy
9.1
Dikhianati oleh Alan sang tunangan membuat hati Risa hancur. Dikuasai rasa sakit, ia nekat menerima ajakan kencan satu malam dari Alva, rekan kerja sekaligus playboy terkenal, demi membalas dendam. Namun, rencana Risa menjadi rumit saat mengetahui Alva adalah sepupu Alan. Akankah balas dendam ini berhasil ketika Alan akhirnya menyadari hubungan terlarang antara tunangan dan saudaranya sendiri?
Sampul Novel Cinta Dalam Hati
8.4
Tania, pengacara pemberani yang mempertaruhkan hidupnya demi keadilan, kerap berseteru dengan rival masa kecilnya yang dingin, Yudi. Walau menolak perjodohan, takdir mengikat mereka dalam pertunangan rahasia rancangan orang tua. Di tengah perselisihan benci dan cinta, bahaya besar mengintai saat Tania nekat melawan Wijaya, konglomerat kejam dalang perdagangan manusia. Akankah benih cinta akhirnya tumbuh di antara mereka?
Sampul Novel CINTA TAK PERNAH SALAH
8.0
Terpikat pesona Tania, Lian rela mengakhiri hubungannya dengan Yasmin demi menerima perjodohan dari Bu Nurma. Namun setelah menikah, Lian hanya mendapati sikap dingin Tania yang masih tenggelam dalam duka atas kepergian mendiang suaminya, Brian. Kehangatan di antara keduanya baru tercipta saat badai melanda. Sayangnya, momen intim itu terancam sirna ketika Brian, yang selama ini diyakini telah tewas dalam kecelakaan kapal, tiba-tiba muncul kembali hidup-hidup.
Sampul Novel Dimanjakankan oleh Bos Mafia Kejam
9.0
Khloe hancur setelah dikhianati saudari dan tunangannya sendiri di hari pernikahan hingga ia dipenjara tiga tahun. Usai bebas, penderitaannya belum usai karena ia dipaksa melayani pria tua demi menyelamatkan ibunya. Di masa sulit ini, takdir mempertemukannya dengan Henrik, seorang bos mafia kejam. Di balik reputasi dinginnya, Henrik justru melindungi Khloe dengan penuh kasih sayang. Bersama Henrik, Khloe siap membalas dendam pada semua orang yang telah mengkhianatinya.
Sampul Novel Hari-Hariku Jadi Ibu Susu untuk Konglomerat
9.1
Sebuah insiden memalukan di pesta kantor mengubah hidupku saat bos suamiku mengetahui kondisiku yang sedang menyusui. Pria berkuasa itu memaksaku menjadi ibu susu di kediamannya tanpa memedulikan penolakanku. Di tengah kesepian malam, pertahananku runtuh ketika sang konglomerat menyelinap ke ranjangku demi mendapatkan apa yang dia inginkan. Hubungan terlarang ini membuatku terjerumus dalam situasi yang jauh lebih rumit dan penuh rahasia daripada yang kubayangkan sebelumnya.
Sampul Novel Istri yang Tidak Disentuh
8.1
Kehidupan miskin mulanya sirna saat takdir mempertemukanku dengan suami kaya raya yang mengaku jatuh cinta pada pandangan pertama. Di balik sosoknya yang tampan, setia, dan tanpa cela, tersimpan keanehan yang mengusik jiwa. Sikap dinginnya yang tak wajar membuatku terus bertanya-tanya tentang jati diri pria yang kunikahi ini. Mengapa ia begitu berjarak? Aku bertekad mengungkap rahasia besar yang selama ini sengaja ia sembunyikan dariku.