APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Dunia Lain Di Balik Pintu

Dunia Lain Di Balik Pintu

Astrid Ratchett, siswi antisosial korban perundungan, sangat menyukai novel fantasi karya Richard Mcgrory. Hidupnya berubah saat ia menemukan pintu misterius di balik lemari yang membawanya ke dunia fiksi tersebut. Di sana, Astrid menjelma menjadi gadis cantik berkedudukan tinggi. Kejutan besar menantinya ketika ia bertemu mendiang sahabatnya yang telah menjadi pangeran. Kini, ia harus melawan ancaman keluarga jahat demi menyelamatkan dunia itu sekaligus menguak rahasia di baliknya.
Bab
Bagikan

Bab 2

Selalu saja begitu. Setiap kali ada seseorang yang berbicara padanya, pasti ujung-ujungnya ada maunya. Seperti udang di balik batu. Menjadi anak dari orang ternama, membuatnya banyak dimanfaatkan. Menyakitkan? Tentu saja, namun itu sudah tidak dapat menghancurkannya lagi.

Astrid sama sekali tidak tahu bahwa ibunya sering membicarakan tentang keluarganya, namun tidak mengikutsertakan dirinya. Mungkin Melinda malu, mungkin Melinda tidak ingin mengakui Astrid sebagai anaknya, atau alasan lainnya. Namun fakta itu sama sekali tidak mengejutkan Astrid. Baginya, hal seperti ini sudah biasa. Banyak hal yang lebih menyakitkan telah dia alami, membuatnya seolah-olah mati rasa. Bagi Astrid, semakin dia mengurangi harapannya terhadap keluarganya, semakin kurang rasa kecewa yang dia dapatkan.

Astrid melihat majalah ibunya. Terdapat foto seorang model cantik sebagai sampul majalahnya. Berbagai macam tulisan-tulisan ada di sekeliling model tersebut. Dia membalikan halaman pertama. Berbagai macam panduan busana terdapat di sana, hal-hal yang tidak ia mengerti. Beberapa halaman selanjutnya berisi iklan-iklan produk riasan wajah, yang mana menurut Astrid sangat membosankan. Dari halaman pertama sampai halaman terakhir, tidak ada satu pun tema yang ia anggap menarik.

Dia menutup majalahnya dan memasukannya ke loker. Ia mengunci lokernya dan langsung pergi ke kelas sebelum bel berbunyi. Di kelas, dia duduk di paling pojok, dekat dengan jendela. Dia sering kali melamun sambil menatap ke arah luar jendela saat guru sedang menjelaskan. Hal itu membuatnya kerap ditegur oleh guru-gurunya.

Sembari menunggu bel berbunyi, Astrid memutuskan untuk mendengarkan lagu. Dia sangat ingin untuk membaca buku barunya, namun tidak bisa karena buku tersebut tertingal di kamarnya. Detik berubah menjadi menit dan kini waktunya untuk pelajaran dimulai.

Dia mengeluarkan bukunya dan mulai mencatat materi.

Saat bel istirahat berbunyi, Astrid pergi ke kantin untuk membeli makan. Dia duduk sendirian di sebuah meja yang panjang. Karena tidak punya teman, dia hanya bisa menikmati makan siang sendirian. Lalu tiba-tiba geng gadis popular menghampirinya.

“Hey, Ratchett! Makan sendiri lagi?” ucap Jessica, pemimpin geng tersebut.

Astrid hanya terdiam dan melanjutkan makan siangnya.

“Kok diam saja? Makanannya tidak terlalu enak ya?”

Lagi-lagi Astrid hanya terdiam.

“Mungkin benar makanannya tidak enak. Coba kamu kasih sedikti ‘bumbu’!” ucap Karen.

“Hahahaha! Yeah, bumbu!” sambung Janice.

“Pintar sekali kalian!”

Jessica mengambil kotak jus apel milik Astrid dan menuangkannya ke makanannya.

“Aku kasihan padamu yang selalu saja sendiri. Begini, biar kuberi tahu sebuah rahasia untuk mendapatkan kekasih. Rahasianya adalah, kamu harus menjadi perempuan yang manis!” ucap Jessica.

Lalu dia menuangkan jus apel yang masih tersisa ke kepala Astrid dan mengoleskannya ke wajahnya.

Astrid terkejut. Seluruh siswa yang ada di sana menonton dan menertawainya.

“Nah! Sekarang kamu cantik!” ucap Jesssica.

“Hahahahahaha! Ayolah, ucapkan terima kasih banyak pada Jessica karena membantumu!” ucap Karen.

“Ayo kita pergi! Kamu perlu mencuci tanganmu sebelum kamu jadi tambah manis! Nanti semua laki-laki tampan jadi tertuju padamu!” ucap Janice.

“Benar! Kasihan Astrid, dia hanya akan mendapatkan sisa-sisanya saja! Hahahaha!” timpal Karen.

Mereka pergi meninggalkan Astrid yang basah kuyup. Mereka bertiga mengarah ke toilet untuk mencuci tangan. Astrid hanya bisa duduk terdiam, selagi seluruh siswa menertawai dan mengolok-olok dirinya. Betapa dia merasa sangat dipermalukan. Dia hanya bisa tertunduk dan menangis. Tetesan jus apel turun dari rambutnya, membasahi semua pakaiannya. Baunya manis, namun lengket, membuatnya sangat tidak nyaman.

Dia segera berdiri dan lari menuju toilet untuk membersihkan badannya. Tanpa dia sadari, dia mengunjungi toilet yang dituju oleh Jessica dan gengnya. Dia memasuki toilet dan terkejut melihat Jessica, Janice, dan Karen yang sedang memperbaiki dandanan mereka.

“Wah, wah, lihat siapa di sini! Kamu mau rahasia untuk mendapatkan kekasih lagi? Aku dengan senang hati melakukannya!” ucap Jessica.

“Tidak bisakah kalian untuk sehari saja urus urusan kalian sendiri dan jangan ganggu aku?!” bentak Astrid mulai berani.

“Wow! Dia mulai berani! Ini hebat!” ucap Karen.

“Nada yang sangat tidak sopan untuk digunakan pada orang lain!” ucap Jessica.

“Terutama pada mereka yang ‘lebih’ segalanya dari padamu!” sambung Janice.

“Well, jawaban dari apa yang kamu tanyakan tadi adalah tidak! Tidak, kami tidak bisa berhenti mengganggumu! Hahahahaha!” ucap Jessica.

“Puas dengan jawabanmu?!”

“Kalian adalah ras manusia yang paling kejam!” ucap Astrid.

“Benarkah? Aku merasa sangat tersinggung sekarang!” jawab Jessica.

“Semua yang telah dia lakukan untuk kamu bisa mendapatkan kekasih, kau anggap sebagai sebuah kekejaman? Sungguh kurang ajar!” ucap Karen.

“Tidak tahu malu!”

“Begini, aku akan anggap semua yang kamu katakan tadi hanyalah candaan saja. Akan aku beri tahu rahasia mendapatkan kekasih yang selanjutnya. Yang satu ini tidak kalah penting dengan yang sebelumnya,” ucap Jessica.

“Terima kasih, tapi aku tidak butuh!” jawab Astrid.

“Sssst, diam. Jangan pernah sekali-kali menolak ilmu, karena orang bijak berkata, bahwa ilmu itu lebih berharga dari emas. Tentunya yang kutu buku sepertimu pasti sudah sangat paham, hahahaha!” ucap Jessica.

Jessica menyalakan keran wastafel dan menciprati Astrid dengan air. Karen dan Janice ikut membantu. Mereka mengumpulkan air keran di telapak tangan mereka dan mengguyur Astrid sampai basah kuyup.

“Mandi, merupakan salah satu cara untuk meningkatkan daya tarikmu! Hahahahaha! Aku sangat menikmati ini!” ucap Jessica.

“Kamu memang jenius!” ucap Karen.

“Ahhhh! Hentikan!” teriak Astrid.

Astrid lari ke arah pintu, namun dengan cepat Janice mengunci dan menjaga pintunya.

“Gerakan yang brilian, Janice!” ucap Jessica.

Mereka pun berhenti membasahi Astrid. Sekujur tubuh Astrid basah, rambutnya seperti habis keramas, pakaiannya seperti habis dicuci, dan barang-barangnya juga basah. Dia hanya bisa berdiri kedinginan, dengan air yang terus menerus menetes dari rambut dan pakaiannya.

“Nah, karena sudah mandi, yang perlu kita lakukan sekarang adalah mengeringkannya!” ucap Jessica.

“Tapi kita tidak bawa pengering rambut,” jawab Janice.

“Kita tidak akan menggunakan pengering rambut, kita akan mengeringkannya dengan cara manual,” ucap Jessica.

Jessica mengambil sebuah sapu dan mengipasi Astrid dengan sapu tersebut.

“Begini caranya! Hahahahaha!” ucap Jessica.

Karen dan Janice ikut mengambil sapu dan mengipasi Astrid.

Seluruh debu dan kotoran yang ada di sapu itu terbang dan mendarat di tubuh Astrid, sehingga mengotori dan membuatnya terbatuk-batuk.

“Tolong hentikan!” teriak Astrid.

“Maaf, sayang, tapi kami tidak akan berhenti. Ini demi kebaikanmu, okay?”

Astrid mulai menangis.

“Oh, kasihan! Jangan menangis!” ucap Janice meledek.

“Hahahaha! Saat-saat seperti ini, kamu tahu apa yang paling kamu butuhkan? Seseorang yang mencintaimu! Dan kamu tidak memilikinya! Ahahahaha!” ucap Jessica.

“Tunggu, sebenarnya dia memiliki satu orang yang mencintainya,” ucap Karen.

“Benarkah?” tanya Jessica tidak percaya.

“Yeah, namanya Cameron Smith. Tapi sayang, dia meninggal!” jawab Karen.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel 3 Sayap Pelindungku
9.0
Lauren, putri bungsu keluarga Torres yang lemah, pulang setelah empat tahun di Gereja Mistik. Kepulangannya disambut dingin dan sinis oleh ketiga kakak laki-lakinya. Namun, segalanya berbalik saat pesta ulang tahunnya tiba. Lauren ternyata mampu melihat masa depan. Berkat ramalannya, sang kakak sulung selamat dari maut, kakak kedua terhindar dari kebangkrutan, dan penyakit kakak ketiga berhasil dideteksi. Kini, ketiga kakaknya berbalik menjadi pelindung setia yang siap menjaganya.
Sampul Novel Bercinta Denganku Lagi, Dokter Jacob?!
8.1
Jacob Carson Indrajaya, dokter forensik blasteran Australia-Indonesia, menghadapi kejadian aneh di RS Dr. Sarjito saat sesosok jasad korban pembunuhan tiba-tiba bangkit tanpa memori. Jacob pun menamainya Jane dan merawatnya di rumah hingga mereka berdua saling jatuh cinta. Siapa sebenarnya Jane? Mengapa dia diincar untuk dibunuh? Ikuti perjuangan Jacob mengungkap misteri kelam dan memecahkan teka-teki besar di balik identitas asli wanita yang dicintainya.
Sampul Novel Dokter Ajaib Primadona Desa
9.4
Kehidupan Tirta Hadiraja berubah drastis setelah ia tidak sengaja memakan seekor ular putih. Masalah impotensi yang dideritanya lenyap, digantikan dengan keperkasaan luar biasa, kemampuan mata tembus pandang, serta daya ingat super. Sebagai pemilik klinik, Tirta memanfaatkan keahlian baru ini untuk mengembangkan kemampuannya ke tingkat yang luar biasa. Di saat kejayaannya mulai menanjak, ia justru dihadapkan pada perebutan hati dari seorang janda, primadona desa, hingga putri konglomerat yang bersaing ketat untuk menjadi istrinya.
Sampul Novel Istriku Kuyang
9.6
Yusuf, pemuda perantau asal Jawa, jatuh cinta pada gadis jelita di Kalimantan. Namun, kisah cinta manis ini berubah menjadi malapetaka mengerikan setelah rahasia besar sang kekasih terbongkar. Perempuan yang sangat dicintainya itu ternyata adalah kuyang, siluman berkepala terbang dengan organ dalam yang bergelantungan. Yusuf kini terjebak dalam dilema batin yang hebat antara rasa cinta dan ketakutan mendalam. Bagaimana ia akan menghadapi kenyataan pahit ini?
Sampul Novel Nilakandi
9.6
Enam tahun lamanya, Diwana tersiksa oleh mimpi berulang tentang gadis bergaun biru beraroma harum dan berlonceng, yang tak boleh ia sentuh atau ajak bicara karena aturan gaib. Batas antara khayalan dan kenyataan runtuh saat ia bertemu Nilakandi, sosok nyata yang sangat mirip dengan perempuan dalam tidurnya. Pertemuan ini perlahan menyingkap rahasia besar serta takdir misterius yang selama ini menyelubungi kehidupan Diwana.
Sampul Novel Pendekar Pedang Terhebat
9.1
Zero, anak yatim piatu berumur sepuluh tahun, sering menjadi sasaran perundungan akibat mimpinya menjadi pendekar pedang luar biasa walau bakatnya sangat minim. Latar belakangnya yang misterius di bawah bimbingan Master Pedang pun kerap memicu kecemburuan rekan-rekannya. Begitu mengetahui bahwa ayah kandungnya merupakan sosok pendekar legendaris, tekadnya langsung berkobar. Zero kini harus berjuang keras melewati rintangan demi membuktikan kelayakannya meraih gelar tertinggi.