APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Dua Pria, Satu Permaisuri

Dua Pria, Satu Permaisuri

Meskipun kehilangan penglihatannya sejak kecil, Wulan berhasil tumbuh menjadi terapis pijat terkenal berkat bimbingan ibu asuhnya. Namun, rutinitasnya di tempat kerja mendadak berubah drastis saat seorang pelanggan penting dan berpengaruh datang berkunjung. Pria misterius yang menginginkan sensasi berbeda tersebut secara mengejutkan menarik pakaian Wulan, lalu menuangkan minyak pijat ke dadanya demi mendapatkan layanan yang tidak biasa.
Bab
Bagikan

Bab 1

Aku sudah tidak bisa melihat sejak masih kecil. Tapi ibu asuhku mengajariku menjadi seorang terapis pijat paling tersohor.

Hari itu, ada seorang pelanggan penting yang datang ke tempatku.

"Aku bukan orang sembarangan, tentu saja aku mau mencoba sesuatu yang beda dari yang lain."

Detik berikutnya, dia langsung menarik bajuku, dan menuangkan minyak pijat di dadaku.

"Wulan sayang, pijat aku begini saja ...."

Aku sudah tidak bisa melihat sejak masih kecil. Tapi ibu asuhku mengajariku menjadi seorang terapis pijat paling tersohor.

Hari itu, ada seorang pelanggan penting yang datang ke tempatku.

"Aku bukan orang sembarangan, tentu saja aku mau mencoba sesuatu yang beda dari yang lain."

Detik berikutnya, dia langsung menarik bajuku, dan menuangkan minyak pijat di dadaku.

"Wulan sayang, pijat aku begini saja ...."

....

Aku adalah terapis pijat termuda di Panti Pijat Intani.

Karena buta sejak kecil, ibuku membuangku saat usiaku masih lima tahun. Kemudian, Ibu Hera menemukanku di antara para gelandangan dan pengemis.

Dia iba melihatku, dan memberiku nama Wulan Harris. Dia juga mewariskan teknik pijatnya yang unik padaku.

Di dalam ruangan yang dipenuhi kabut uap, aku berlutut di samping dipan dan membuka botol di keranjang.

Minyak pijat yang bening membasahi jari hingga lengan bawahku.

Hanya ada lampu kecil di ruangan ini. Cahaya kuning redup dari lampu tersebut menyinari kulitku, membuatnya tampak lembut seperti madu.

Aku menuangkan minyak pijat ke telapak tanganku, lalu menggosoknya hingga hangat. Setelah itu baru menempelkan kedua tanganku ke tubuh pelanggan.

"Hm, posisinya pas ...."

"Turun sedikit lagi ...."

Tubuh pelangganku telanjang bulat, hanya bagian paling privat saja yang ditutupi dengan kain tipis.

Jari-jariku bergerak di atas lapisan lemaknya, lalu perlahan memijat ke bawah.

"Wulan, tangan kecilmu lembut sekali. Tanganmu sangat jago dalam menyenangkan orang."

Dia tampak sangat menikmati pijatanku, wajahnya memerah sambil terengah-engah.

Sebagai seseorang yang sudah berpengalaman, aku hanya memijat area penting dalam gerakan melingkar dan tidak sampai melewati batas.

Tapi pelangganku tetap menghela napas puas karena kenyamanan yang dia rasakan.

Sesi pijat pun selesai.

Tanganku sangat pegal sampai nyaris tidak punya tenaga untuk mengangkatnya. Tapi untung saja pelangganku sangat puas, bahkan memberiku banyak uang sebagai tip.

Setelah dia pergi, aku pun membereskan peralatanku. Tapi kemudian terdengar suara jeritan dari lantai atas.

Ibu Hera berlari turun dengan wajah panik.

Teman-temanku juga ikut bergerombol, mereka menutup mulut dengan saputangan sambil berbisik-bisik.

"Ada apa di lantai atas? Kenapa Bu Hera panik begitu?"

"Itu, katanya ada pelanggan penting di atas. Orangnya sangat pilih-pilih, bahkan Bu Hera nggak sanggup mengatasinya."

"Hm, aku jadi penasaran siapa sebenarnya pelanggan penting itu ...."

Aku mengerjapkan mata beberapa kali sambil mendengarkan pembicaraan mereka dengan bingung.

Ibu Hera adalah terapis paling ahli di antara kami semua. Kalau dia saja tidak bisa memuaskan pelanggan itu, sebaiknya pelanggan itu pindah ke panti pijat lain saja.

Entah apakah Ibu Hera akan kena semprot pelanggan itu atau tidak ....

Saat aku masih sibuk dengan pikiranku sendiri, Ibu Hera tiba-tiba bergegas menghampiriku, "Wulan, aku benar-benar nggak tahu harus bagaimana lagi. Cuma kamu yang bisa menenangkan pelanggan merepotkan itu. Tolong gantikan aku, cepat naik ke atas dan menemuinya ...."

Aku sebenarnya sudah lelah, tapi tentu tidak akan menolak permintaan Ibu Hera. Apalagi, setelah semua kebaikannya yang sudah membantuku selama ini.

Aku mengangguk pelan, tapi tangan Ibu Hera yang memegang pundakku terasa makin berat.

"Wulan ... hati-hati."

Aku membalasnya dengan sebuah senyuman, lalu berjalan mengikuti Kak Saras naik ke atas.

Pelanggan penting itu ada di kamar paling besar dan prestisius di lantai atas.

Pintu kamarnya tidak tertutup sepenuhnya, ada sedikit celah.

Kak Saras menghentikanku sejenak, lalu mendekat dan mengintip ke dalam melalui celah tersebut.

"Wulan, pelanggan merepotkan ini ternyata punya tubuh yang bagus."

"Otot-ototnya kekar sekali! Nggak terbayang rasanya kalau bisa menyentuhnya ...."

"Hei, bahkan selimut dari kita hampir nggak bisa menutupi kehebatannya."

Aku tentu saja tahu apa yang dimaksud dengan "kehebatan" itu, dan wajahku otomatis memerah.

"Kak Saras, jangan asal bicara. Sebaiknya kita masuk saja."

Kak Saras tertawa pelan, lalu membukakan pintu untukku.

Tapi takdir memang sulit diprediksi. Begitu aku baru saja melangkah masuk, kakiku malah tersandung kusen pintu.

Tamat sudah!

Aku menjerit dalam hati, tapi tiba-tiba tubuhku terjatuh dalam pelukan tubuh yang kekar.

Semuanya terasa gelap, otot perut pria itu terasa seperti batu giok yang halus. Napasku sekarang jadi tersengal-sengal.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Amanah dari Sang Ayah
7.9
Rahel terpaksa menikahi pria asing yang jauh lebih tua demi memenuhi keinginan ayahnya. Ia bahkan hanya mengenali calon suaminya itu lewat selembar foto kecil. Di malam menjelang ijab kabul, sang ayah sempat tersenyum lega dan memberikan pelukan serta ciuman terakhir di dahi Rahel. Namun, tepat setelah momen perpisahan yang hangat itu, sang ayah berpulang selamanya, meninggalkan sebuah amanah besar yang kini harus dipikul Rahel dalam pernikahan tersebut.
Sampul Novel DINIKAHI KONGLOMERAT
9.3
Lamaran Ashraf, sang pewaris takhta kekayaan, membawa badai dalam hidup Sinta. Ia dituduh memakai guna-guna melalui teror gelap, sementara sepupunya terus menghina latar belakang sosialnya yang miskin. Di tengah tangis sang ibu yang meratapi nasib mereka, Sinta memilih tetap teguh berdiri. Berbekal keyakinan bahwa kehormatan sejati bersumber dari Tuhan, bukan materi, ia melangkah maju demi meraih restu tulus ibunya.
Sampul Novel Gadis Imut Kesayangan Sugar Daddy
8.9
Arsitek ternama berusia 37 tahun, William Samsons MacRay, tidak sengaja bertemu Emmy Estelia Setiawan di bandara saat situasi kacau. Siapa sangka, lulusan Harvard yang baru kembali ke Jakarta itu ternyata bekerja di perusahaan miliknya. Terpikat oleh Emmy, William kerap mengajaknya dalam perjalanan bisnis global hingga hubungan mereka berlanjut sebagai sugar daddy dan baby. Sayangnya, rencana perjodohan dari orang tua William kini mengancam kelangsungan kisah cinta beda usia ini.
Sampul Novel GAIRAH TERLARANG
9.1
Kehidupan pernikahan Lie terasa begitu dingin dan hampa, di mana ia hanya dianggap sebagai pemuas kebutuhan suaminya. Namun, segalanya berubah saat ia mengenal dokter Danil. Sosok pria lembut ini berhasil menyalakan kembali api gairah dalam diri Lie yang sempat mati. Lewat perhatian dan sentuhan dr. Danil, Lie merasakan kebahagiaan serta kepuasan batin yang tak pernah ia dapatkan dari sang suami. Kini, ia terbuai dalam babak baru yang penuh kehangatan.
Sampul Novel Menikahi Pria Angkuh
8.3
Akibat pengaruh obat di sebuah pesta, CEO dingin Steve Willson melewati malam intim dengan wanita misterius yang gagal ia kenali. Di tengah pencariannya yang obsesif, sang ibu mendesak Steve untuk lekas membina rumah tangga. Guna menghindari tekanan keluarga, ia pun menawarkan pernikahan kontrak kepada Zira, gadis miskin yang sedang dikejar utang. Akankah kedok Zira sebagai wanita di malam itu terungkap, atau Steve akan terus memburu bayangan masa lalu?
Sampul Novel Perjanjian Rahim
9.6
Demi uang, Calista sepakat menyewakan rahimnya pada Darian. Ide nekat ini dirancang Mireya, sahabat Calista yang juga pacar Darian, karena enggan hamil. Awalnya Calista mengira transaksi ini murni profesional. Namun, benih cinta justru tumbuh antara Calista dan Darian seiring kehamilannya. Keadaan memburuk ketika sifat buruk Mireya mulai terbongkar, mengubah kesepakatan bisnis ini menjadi pusaran konflik batin yang berbahaya bagi mereka.