APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Dream come true

Dream come true

Zefanya mengira Andrew tulus mencintainya, namun sebuah salah paham fatal merenggut kehormatan dan impiannya akan keluarga yang hangat. Sepuluh tahun berlalu dalam penyesalan, Andrew hidup menderita di tengah kekayaannya yang melimpah. Ketika takdir mempertemukan mereka kembali, sosok Zefanya telah berubah sepenuhnya. Andrew pun mulai berjuang keras demi mendapatkan pengampunan, tetapi benarkah permohonan maaf saja cukup bagi dirinya?
Bab
Bagikan

Bab 2

Bab 1

Di sekitar area ruang tunggu bandara, terlihat kesibukan hilir mudik orang berlalu-lalang, beberapa orang tampak sibuk mengurus bagasi, berbincang santai, adapula yang sibuk dengan gadget milik mereka.

Tempat ini memang identik sebagai tempat di mana para penumpang beristirahat sejenak.

Nampak terlihat dari antara lautan manusia yang berada di area tunggu ini, seorang wanita muda yang tengah duduk bersama anak lelakinya menikmati free time (waktu santai).

Mereka sebenarnya sedang menunggu muatan bagasi namun karena ada kendala di porter (pengangkut barang) jadi mereka duduk sejenak di antara deretan kursi yang hampir sudah terisi penuh oleh penumpang lain. Lokasi kursi ini tidak jauh dari tempat mereka harus mengambil koper barang bawaan mereka.

"Aku lelah, Ma," Ucap Anze, anak lelaki yang tengah mengelap dahi dengan lengan telanjangnya.

Zefanya juga merasakan hal yang sama dengan yang Anze, putranya, rasakan saat ini.

Perjalanan dari Jakarta menuju Texas mengharuskan mereka berada hampir dua puluh tujuh jam di dalam pesawat. Walaupun ada transit dua kali selama perjalanan, namun hal tersebut tidak memberi pengaruh banyak.

"Maafkan Mama yang sudah memaksamu untuk ikut kemari. Mama tidak tenang bila harus meninggalkanmu di Jakarta hanya bersama Nanny," Zefanya menjulurkan tangan untuk mengambil tisue di dalam tas.

Mengulurkan tangan gesitnya untuk mengelap keringat di kening anak lelakinya.

Anze membiarkan saja saat tangan Mama Zeya, panggilan Zefanya, mengelap keringat di wajahnya di bawah tatapan heran orang-orang di sekeliling mereka.

"Sorry Miss, This boy is your brother?" Tanya seorang nenek yang sudah memiliki keriput di wajahnya, dia duduk di samping Zefanya.

Mata nenek tua itu memandangi interaksi Zeya dengan Anze.

Zeya menoleh ke sampingnya begitupula Anze yang ikut mengarahkan pandangan ke arah si nenek tua.

Zeya tersenyum geli mendengar anggapan si nenek tua yang baru pertama kali dia temui hari ini.

Zefanya menggeleng dan berujar, "Not, he isn't my brother".

Sedari usia tiga tahun, Anze sudah memperlajari bahasa asing yaitu bahasa Inggris. Dia diminta oleh Mama Zeya untuk menguasai bahasa yang diakui dunia sebagai bahasa internasional.

Jadi Anze paham dengan makna pembicaraan yaitu ucapan kata antara si nenek tua dengan sang mama.

#Kenapa Mama Zeya suka disangka oleh orang-orang sebagai Kakak perempuanku# Anze menggerutu dalam hati.

Wajah si nenek tua terlihat terperangah saat mendengar penyangkalan yang keluar dari mulut Zeya.

"So, he is your children? Unbelievable. You're so young, Miss."

Zeya memaklumi ketidakpercayaan yang terlihat jelas dari wajah si nenek tua.

"I'm pregnant when i finished from campus. Almost ten years ago. I'm thirty years old. Not young again," Kekeh Zeya menganggap usia dan wajahnya yang tidak serasi sebagai kelakar belaka.

Usia Zeya memang hampir menginjak tiga puluh tahun namun wajahnya masih tampak seperti anak sekolah menengah atas alias SMA.

"So beautiful. Where is your husband?" Kening nenek tua ini mengerut dan mengedarkan kepala ke sekelilingnya.

Zeya mengerti bahwa nenek tua ini hanya bermaksud bertanya namun setiap ada orang yang menyinggung masalah suami, hati Zeya terkadang masih menyisahkan rasa perih.

"I'm single. Not yet married," Zeya memberi senyum manis yang memperlihatkan dua cekungan di pipi Zeya yang membuat Zeya terlihat lebih cantik.

Ucapan Zeya membuat si nenek tua tidak berani untuk bertanya lebih lanjut. Nenek tua memilih menghentikan percakapan mereka.

Nenek tua itu balas memberi senyuman tulus pada Zeya dan Anze.

Anak lelaki Zeya pun merasa sedih saat mendengar pengakuan mengenai status pernikahan Zeya yang belum pernah menikah.

"Kamu bukan anak yang tidak diinginkan. Mama sangat sayang sama Anze. Anze juga pasti merasakan kalau Mama sayang Anze, bukan?" Bisik Zeya yang menyadari bahwa Anze sedang dilanda kesedihan saat ini.

Anze menatap wajah Mama Zeya dan tatapan mereka saling bertemu. Anze mengangguk-angguk mengiyakan ucapan Mama Zeya.

Zeya mengacak rambut hitam tebal milik putranya dan mendaratkan kecupan di kening putranya.

&√&√&

Dari balik kaca jendela taxi yang mereka tumpangi, Zefanya menatap takjub akan perubahan yang terjadi pada kota Dallas selama sepuluh tahun terakhir sejak dia pergi meninggalkan kota ini.

Dallas merupakan salah satu kota dari kota bagian Texas - Amerika Serikat, tempat di mana Zefanya mengenal pria jahat itu.

Andrew Park, lelaki pertama yang memperlakukan Zefanya dengan begitu perhatian ternyata tidak lebih dari seorang pria jahat.

Tega menyetubuhi Zefanya secara kasar di atas lantai ruangan kosong kampus lalu mencampakkan dirinya begitu saja.

Sekilas memori buruk tentang perlakuan Andrew hinggap di otak Zefanya saat taxi yang mereka tumpangi melintas di depan gedung universitas Dallas.

"Ma, masih jauhkah perjalanan kita menuju tempat menginap?" Tanya Anze yang juga ikut melihat pemandangan kota Texas dari balik kaca jendela mobil.

Suara Anze menyadarkan Zeya untuk kembali ke dimensi waktu saat ini membuat Zeya menutup jalan pikirannya atas masa lampau.

"Sebentar lagi kita akan segera tiba di hotel yang sudah Mama booking via online," Sahut Zeya menoleh ke penumpang yang duduk di sampingnya.

Putranya itu terlihat antusias saat memandangi jalanan kota Dallas.

"Kamu suka dengan kota ini?" Tanya Zeya.

Supir taksi yang membawa mereka sedari tadi mencuri dengar percakapan dua penumpang yang duduk di kursi belakang namun dia tidak mengerti dengan bahasa yang diucapkan gadis muda dan anak lelaki.

"Lumayan kalau untuk liburan. Anze lebih suka tinggal di Jakarta. Ya, walaupun jalanan kota Jakarta lebih sering dilewati sikomo," Kekeh Anze.

"Sikomo?" Mata Zeya membelalak terkejut.

#Kenapa putraku bisa mengenal bahasa umpatan sekasar itu# Keluh Zeya mendengar kosakata bahasa Anze.

Anze mengalihkan pandangan kembali dari kaca jendela mobil ke wajah Mama Zeya. Anze melepas tawa lebar saat sukses membuat Mama Zeya bingung.

"Sikomo itu macet, Mama."

Mendengar istilah kata macet yang dipelesetkan menjadi Sikomo, tentu membuat semua orangtua menjadi was-was. Apalagi Zeya yang sibuk bekerja selama ini. Zeya hanya takut Anze telah salah dalam memilih teman.

"Ya ampun Anze. Kamu hampir buat Mama meledak marah," Zeya mengurut dadanya seolah dapat menurunkan frekuensi kemarahan.

"Maaf ya Ma. Makanya Mama Zeya perlu belajar bahasa slang," Ujar Anze seolah memberi nasihat untuk Mama Zeya.

Zeya hanya bisa menggeleng melihat tingkah maupun ucapan putranya.

&√&√&

Ponsel Zefanya berdering saat Zefanya dan Anze masih berada di dalam taxi yang mereka tumpangi.

Zefanya merogoh saku tas bepergiannya untuk mengambil ponsel. Mata Zefanya melihat ID caller sebelum mengangkat panggilan masuk yang ternyata berasal dari Anna, adik tiri Zefanya.

"Dari Aunty Anna," Ucap Zeya memberitahu Anze yang tengah mengangkat dua alis mata. Seakan bertanya mengenai siapa si penelepon.

"Hi An, kami sudah hampir sampai di hotel. Ada apa?" Tanya Zeya tidak ingin berbasa-basi.

"Kak Zeya, besok pagi jam tujuh acara pemakaman Daddy. Jangan telat datang ya. Di Dallas Crematory lantai dasar. Perlu aku minta Andrew menjemput kalian?"

Deg...dada Zeya serasa dihantam palu raksasa saat mendengar nama Andrew dari mulut Anna.

#Apakah Andrew Park yang dimaksud Anna# Pikiran Zeya saat mendengar nama Andrew yaitu langsung berlari ke sosok ayah biologis Anze.

"Kak Zeya..." Tegur Anna dari sambungan telepon.

Mendengar keheningan tanpa sahutan balasan dari Zefanya, tentu saja membuat Anna yang sedang berada di ruang tamu apartemen bertanya heran.

"Oh tidak perlu. Kami akan hadir tepat waktu. Cuma kami akan berdiri agak jauh, mengingat keluarga Papa tidak menyukaiku selama ini," Ucap Zeya.

Anna memaklumi sikap yang diambil Zeya untuk menjaga jarak dari keluarga Daddy. Anna tidak ingin Zeya merasa tidak nyaman menghadiri upacara kremasi Daddy.

"It's okay. Aku bisa memaklumi. Kamu tahu kalau Andrew kembali ke Texas?" Ucap Anna terdengar antusias.

Zeya bisa memaklumi sikap Anna yang tampak antusias. Mengingat Anna saat ini seorang janda. Anna mungkin ingin kembali merajut kasih dengan Andrew. Jika Andrew yang Anna maksud sama dengan Andrew yang sering berkeliaran di otak Zeya.

Zeya menggeleng.

"Kak Zeya."

Zeya merutuki kebodohannya yang menggeleng kepalanya. Tentu saja Anna tidak bisa melihat gelengan kepalanya. Mereka sedang melakukan panggilan telepon bukan video.

"Aku tidak tahu. Andrew itu..." Ucapan Zeya terpotong saat Anna mengambil alih percakapan mereka.

"Andrew mantan kekasihku. Pria yang pernah Kak Zeya taksir," Kekeh Anna terdengar tanpa beban.

Ingin rasanya Zeya meminta supir taksi untuk membawa mereka kembali ke bandara.

Seorang Zefanya masih belum siap untuk bertemu Andrew kembali. Kenapa takdir seolah begitu kejam pada seorang Zefanya karena Andrew yang Anna maksud adalah Andrew Park.

&√&√&

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bucinnya Cowok Temprament
9.2
Lima tahun berpisah akibat amnesia pasca-kecelakaan, takdir mempertemukan kembali Bastian Theo Raymond dan Liliana Mahendra. Theo, yang kini jatuh cinta pada Lili sang dokter, rela membayar sepuluh miliar kepada ayah Lili demi menikahinya. Meski terkenal temperamental, Theo berubah menjadi sangat bucin. Di sisi lain, Lili berusaha mempertahankan pernikahan rumit ini dengan merangkai kembali ingatan masa lalunya yang hilang melalui setiap sentuhan Theo.
Sampul Novel DINIKAHI KONGLOMERAT
9.3
Lamaran Ashraf, sang pewaris takhta kekayaan, membawa badai dalam hidup Sinta. Ia dituduh memakai guna-guna melalui teror gelap, sementara sepupunya terus menghina latar belakang sosialnya yang miskin. Di tengah tangis sang ibu yang meratapi nasib mereka, Sinta memilih tetap teguh berdiri. Berbekal keyakinan bahwa kehormatan sejati bersumber dari Tuhan, bukan materi, ia melangkah maju demi meraih restu tulus ibunya.
Sampul Novel Dinodai CEO Kejam
8.3
Sena Monela mengalami nasib buruk hanya karena mengenakan gaun sang kakak di hari ulang tahun kekasihnya. Ia diculik oleh Alexander Sagala, seorang pria berkuasa yang ingin membalas dendam demi adiknya yang depresi akibat ditinggalkan oleh Giana, kakak Sena. Meski menyadari telah salah menangkap orang, Xander menolak melepaskan Sena dan justru menjadikannya tawanan pribadi. Kisah penuh misteri dan penderitaan Sena dimulai saat ia terperangkap dalam kemarahan sang CEO kejam.
Sampul Novel Kawin Kontrak dengan CEO Kejam
8.3
Penyiksaan yang tiada henti selalu terbayang di mata Elle, seorang Ayah yang seharusnya mengayomi malah sebaliknya dia dipaksa bekerja untuk mencari uang. Ayahnya semakin hari semakin gila. "Ayah, aku mohon hentikan!" isaknya sambil memohon. "Kamu menginginkan ini! Kamu seharusnya sudah menyiapkan uang yang aku butuhkan?!" "Ayah, hentikan! Sakit!" Elle seorang gadis berusia dua puluh dua tahun harus menanggung kehidupan yang pahit. Elle si gadis penari telanjang itulah profesinya saat ini. Kini ia bertekad untuk mengakhiri semua ini dia tidak ingin dijadikan budak lagi oleh Ayahnya, dia ingin keluar dari kehidupan yang kotor dia tidak ingin menjual tubuhnya lagi, malam ini adalah malam terakhir dia bekerja sebagai penari telanjang disebuah club.
Sampul Novel Mengejar cinta Kayana
8.5
Rafandra Wirautama, pewaris tunggal konglomerat berusia 30 tahun, memilih menolak perjodohan keluarga demi mencari cinta sejati. Takdir lalu mempertemukannya dengan Kayana Tantri, perempuan cerdas berumur 28 tahun yang berwatak ketus. Walau awalnya kerap berdebat sengit, pesona Kayana justru memikat hati Rafandra. Ia pun nekat menyamar sebagai pria biasa demi mendekatinya. Jika rahasia ini terbongkar, Rafandra harus menyerah dan menikahi wanita pilihan orang tuanya.
Sampul Novel Pelabuhan Akhir Sang Pewaris
7.8
Sebagai pewaris tunggal Grup William, Sean Axel dikenal sangat tegas dalam bisnis. Meski banyak selebriti wanita mendekatinya demi harta, ia merasa muak dengan kepalsuan mereka. Hidup sang miliarder berubah total setelah bertemu seorang wanita unik yang berhasil memikat hatinya. Kini, Sean justru berjuang keras mengejar cinta perempuan tersebut, berharap dapat menjadikannya sebagai pelabuhan terakhir dalam perjalanan hidupnya.