APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Dosenku di Siang Hari, Suamiku di Malam Hari

Dosenku di Siang Hari, Suamiku di Malam Hari

Dunia Arlina terguncang setelah mengetahui dirinya hamil dan pria dari malam itu adalah Profesor Rexa, dosen mudanya di Universitas Sterling. Dihadapkan pada pilihan sulit, Arlina sepakat menikah rahasia. Rexa perlahan mendekatinya dengan berbagai alasan menggelitik untuk berbagi kamar demi menghemat biaya. Identitas Arlina sebagai istri sekaligus dokter bedah jantung hebat akhirnya terungkap di depan para mahasiswa saat Rexa dengan bangga memperkenalkannya di kelas.
Bab
Bagikan

Bab 4

Dalam perjalanan kembali ke kelas, Arlina bertemu dengan Rio dan beberapa teman mereka. Rio lebih tinggi dibandingkan teman lainnya dan wajahnya yang tampan juga paling mudah dikenali. Mereka berjalan di depan Arlina dan tidak menyadari keberadaannya.

"Rio, kudengar, pengikutmu itu sudah nggak pernah cari kamu lagi sejak sebelum masuk kuliah. Pasti dia dengar kamu pacaran, jadi hatinya langsung hancur."

"Lihat saja, di kelas Profesor Rexa hari ini dia kelihatan linglung, pasti gara-gara kamu duduk sama Fanny di depannya. Dia jadi sedih, hahaha."

Mendengar hal ini, Arlina baru menyadari bahwa ternyata "pengikut" yang sedang dibicarakan mereka adalah dirinya sendiri. Nilainya dan Rio sama-sama masuk peringkat 10 besar seangkatan. Karena menyukai Rio, Arlina memang sering mengajaknya belajar bersama.

Tak disangka, di mata teman-temannya, Arlina malah dianggap sebagai pengikut. Arlina langsung merasa tersindir. Sikap teman-temannya jelas mencerminkan sikap Rio. Bisa dibayangkan, Rio juga pasti berpikiran sama.

Akan tetapi, setiap kali dia mengundang Rio, Rio juga tidak pernah menolak. Saat mereka belajar bersama, suasananya juga sangat menyenangkan, sampai membuat Arlina keliru mengira dia punya harapan.

Saat itu, terdengar suara Rio berkata, "Lain kali jangan sebut-sebut dia di depan Fanny, nanti Fanny ngambek lagi."

"Ya, ya, ngerti," sahut salah satu temannya. "Sekarang pacar resmimu itu Fanny."

"Menurutku, kamu itu beruntung sekali, Rio. Punya pacar secantik Fanny dan masih ada Arlina si kutu buku yang ngejar kamu. Gimana kalau kamu ambil dua-duanya saja?"

"Ah, jangan ngomong sembarangan. Aku cuma menganggap Arlina teman."

"Kamu anggap dia teman, tapi dia mau jadi pacarmu."

"Eh, menurut kalian, Arlina bakal tetap suka sama Rio nggak? Dari cinta terang-terangan jadi cinta diam-diam, tinggal menunggu Rio putus sama Fanny."

"Gimana kalau Rio nggak putus sama Fanny?"

"Kalau nggak putus, dia bakal terus menunggu dan menghabiskan hidupnya tanpa menikah, hahaha."

"Kamu kira ini sinetron apa?"

"Gimana kalau kita taruhan, berapa lama Arlina bakal menyendiri demi Rio? Setahun? Dua tahun? Lima tahun?"

Rio menghentikan pembicaraan mereka di saat yang tepat, "Sudah, kalian jangan ribut."

Walau begitu, sudut bibirnya sedikit terangkat dan ekspresinya tampak sedikit bangga. Seorang wanita yang mau menjomlo bertahun-tahun demi seorang pria. Bagi mereka, hal ini memang sesuatu yang membanggakan.

Sementara bayangan mereka semakin jauh, Arlina yang berdiri di tempat hanya bisa mengepalkan tangannya. Bisa melihat sifat asli seseorang dengan konsekuensi seperti ini ... sepertinya juga bukan hal yang terlalu buruk.

Hari itu, Arlina merasa seperti terjebak dalam mimpi buruk. Pertama, dia baru sadar bahwa pria yang dia tiduri ternyata profesor di kampus. Setelah itu, obrolan Rio dan teman-temannya telah menarik dirinya dari perasaan sukanya terhadap Rio sepenuhnya.

Setelah jam kuliah selesai, dia meminta Tania membawa buku-bukunya ke asrama, sementara dia sendiri bersiap pergi bekerja paruh waktu di toko teh susu.

"Dari awal masuk kuliah kamu sudah kerja sambilan setiap hari, malamnya juga nggak ikut belajar di kelas tambahan, tapi tetap bisa masuk 10 besar seangkatan. Aku salut sama kamu," kata Tania sambil memandangi Arlina yang sedang merapikan barang-barangnya.

"Mau gimana lagi, aku harus cari uang untuk biaya hidup."

Tania yang sudah berteman lama dengan Arlina, kurang lebih memahami soal kondisi keluarganya. "Orangtuamu itu keterlaluan sekali. Anaknya secerdas ini malah nggak diurus, tapi anak laki-lakinya yang pemalas malah disayang habis-habisan."

Usai bicara, Tania merasa seolah telah menghina keluarga Arlina. Dia buru-buru berkata, "Maaf ya, Arlin, aku cuma ngomong ceplas-ceplos."

Arlina tersenyum padanya, "Nggak apa-apa, aku tahu maksudmu baik. Sudah hampir telat, aku pergi dulu ya." Setelah itu, dia pun memanggul tas ranselnya dan melangkah keluar dari gerbang kampus.

Jalan dari gerbang kampus ke toko teh susu ini sudah sering dilewati Arlina selama lebih dari setahun. Dia memanfaatkan waktu belajar malam untuk bekerja. Di saat orang lain sudah tidur nyenyak, lampu kecil di samping tempat tidurnya tetap menyala sampai tengah malam.

Orang-orang selalu mengatakan bahwa dia mudah sekali mendapatkan beasiswa. Padahal, hanya dia sendiri yang tahu betapa sulit dan berat perjalanan yang telah dilaluinya.

Begitu sampai di toko teh susu, Arlina mengganti pakaian dengan seragam toko dan mengambil alih sif dari rekan kerja yang bertugas siang. Meskipun statusnya hanya sebagai pekerja paruh waktu, Arlina sudah bekerja di sini lebih dari setahun, sampai-sampai sudah seperti karyawan tetap.

Malam itu toko tidak terlalu ramai. Setelah permisi dengan rekan kerjanya, Arlina pun masuk ke toilet. Saat berdiri dari posisi jongkok, tiba-tiba kepalanya terasa berputar hebat. Dia buru-buru menahan diri dengan menyentuh dinding dan mencoba menstabilkan tubuhnya, sementara jantungnya berdetak cepat tak karuan.

Dalam sekejap, sebuah pikiran yang menakutkan melintas di benaknya. Bulan ini dia belum datang bulan! Tidak mungkin, pasti tidak mungkin. Arlina masih sangat yakin, malam itu Rexa menggunakan pengaman. Kalau tidak, dia juga tidak akan berani.

Apa mungkin pengamannya bocor?

Hati Arlina langsung dipenuhi kekhawatiran. Begitu selesai bekerja, dia segera pergi ke apotek membeli alat tes kehamilan. Arlina bahkan sengaja memilih apotek yang jauhnya lima sampai enam kilometer dari kampus agar tidak ketahuan.

Sambil memegang alat tes kehamilan, Arlina begitu gugup hingga tangannya gemetaran. Sambil menunggu hasilnya, dia berjongkok di toilet dengan kedua tangan yang terkatup sambil berdoa.

"Tolong jangan, kumohon."

"Aku janji nggak akan mengulanginya lagi, tolong jangan begini padaku."

"Huhu, Tuhan dari aliran mana pun ... tolonglah diriku ini ...."

Arlina sampai-sampai memohon pada semua kepercayaan yang ada. Dengan perlahan-lahan, dia membuka mata untuk melirik hasilnya. Ketika melihat dua garis merah di alat tes kehamilan itu, dunia Arlina seakan runtuh.

Habis sudah ... tamatlah riwayatnya ini ....

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel CINTA TERLARANG DI BALIK LAYAR
8.0
Hubungan asmara rahasia terjalin antara aktris papan atas dan sutradara muda jenius yang sebenarnya telah beristri. Di balik kemilau dunia perfilman, kisah cinta terlarang ini dipenuhi intrik dan ancaman bahaya. Keduanya berjuang keras menjaga karier serta nama baik mereka dari kehancuran. Namun, daya tarik yang begitu kuat membuat mereka sulit melepaskan satu sama lain, memicu konflik penuh risiko di balik megahnya industri hiburan.
Sampul Novel Gelora Asmara Ratu Berlian
8.6
Intan Malika, seorang yatim piatu, dikhianati oleh Zayn Alarik yang menolak bertanggung jawab atas kehamilannya dan kabur ke luar negeri. Bertahun-tahun kemudian, Intan bertransformasi menjadi pengusaha sukses bergelar Ratu Berlian. Ia kembali dengan misi balas dendam kepada keluarga Pradipta. Namun, kerinduan putra mereka akan sosok ayah membuat Intan kini dilema antara menuntaskan dendamnya atau memilih berdamai dengan masa lalu.
Sampul Novel Ibu Mandul Melahirkan Sextuplets Untuk CEO Panas
8.9
Diceraikan Callan karena dituduh mandul, Amy nekat menghabiskan malam satu kali bersama gigolo sebelum pergi jauh. Enam tahun kemudian, ia kembali sebagai ibu dari enam anak kembar yang lucu. Namun, betapa terkejutnya Amy saat mendapati bos barunya di NorthHill adalah pria dari masa lalunya itu. Kini ia harus menyembunyikan rahasia besar tersebut dari sang CEO berkuasa, yang sebenarnya juga diyakini tidak dapat memiliki keturunan.
Sampul Novel Nafsu Sesaat Dibayar Penyesalan
9.1
Ashley mengorbankan keselamatan dirinya demi menyelamatkan Noah tepat sebelum pernikahan mereka, yang mengakibatkan tubuhnya mengalami patah tulang parah dan wajahnya rusak akibat kecelakaan tragis. Noah tetap menikahi Ashley dan memperlakukannya dengan sangat penuh kasih sayang, membuat semua orang percaya cinta mereka tidak memandang fisik. Namun, keyakinan Ashley hancur seketika saat ia memergoki suaminya berselingkuh dengan pembantu rumah tangga mereka sendiri sejak setengah bulan yang lalu.
Sampul Novel Pelaminan Tanpa Mempelai
9.3
Sebagai sekuel Enam Tahun Tanpa Malam Pertama, kisah ini menyoroti kepedihan seorang wanita akibat dosa masa lalu orang tuanya. Kehidupannya hancur saat sang kekasih pergi meninggalkannya di hari pernikahan. Takdir rumit kemudian menyeretnya ke dalam ikatan rumah tangga bersama putra dari musuh bebuyutan keluarganya. Mampukah ia bertahan menghadapi pernikahan yang penuh konflik dan dilema batin mendalam ini?
Sampul Novel Suamiku Miskin Tapi Bohong
8.2
Rizky tak peduli meski terus direndahkan oleh Rahayu dan keluarga istrinya. Pewaris tunggal Wiranata Group ini sengaja menyembunyikan identitasnya demi mencari kehangatan yang tak pernah ia dapatkan dari orang tuanya. Namun, saat nyawa ayah dan ibunya terancam oleh teror misterius, Rizky tidak bisa tinggal diam. Ia harus bergerak mencari dalang kejahatan tersebut di tengah tekanan dan hinaan mertua yang terus mengujinya.