APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Dosa Terindah Bersama Sang Primadona

Dosa Terindah Bersama Sang Primadona

Demi menyembunyikan identitas aslinya, Lucy menyamar menjadi Rose, sang primadona klub malam yang selalu berhasil menjaga kehormatannya. Pesona Rose yang tak tersentuh membuat Rookie, seorang playboy ulung, penasaran dan bertekad untuk memikatnya. Namun, interaksi intens ini justru membongkar rahasia masa lalu mereka yang saling terikat. Kini, mereka harus memilih: menghidupkan kembali cinta lama yang belum usai atau berpisah demi jalan hidup masing-masing.
Bab
Bagikan

Bab 3

Begitu masuk ke dalam club yang Kenny bicarakan. Rookie langsung mendapatkan sorotan dan perhatian dari para gadis yang menjajakan diri mereka dan berebut menggodanya. Tetapi Rookie tidak tertarik pada mereka semua dan menolaknya cukup tegas sehingga dia ditinggalkan sendirian. Dia lebih penasaran dengan gadis yang ditunjukan Kenny kepadanya, si gadis primadona.

"Rose itu primadona-nya disini dan dia satu-satunya yang tidak pernah seks dengan tamunya. Banyak pria yang berusaha mengambil keperawanannya tetapi dia selalu berhasil mengatasi semua itu. Terakhir kali aku dengar dia bahkan sampai babak belur gara-gara berusaha kabur dari kliennya."

Begitulah yang dikatakan pelacur disekitarnya ketika Rookie bertanya soal Rose, tetapi buat Rookie rasanya itu tidak masuk akal, dan itu barangkali hanyalah rumor agar harganya jadi berkali-kali lipat lebih mahal saja. Rookie lebih percaya kalau dia hanya so jual mahal. So suci di tempat yang hina, sangat kontradiktif.

Rookie mulai bergerak mendekati panggung dimana sang primadona club sedang menari, secara impulsive dia langsung menarik lengannya. Gadis itu berhenti bergerak ketika tubuhnya bertabrakan dengan dada bidang Rookie.

Dia berbalik dengan gerakan yang anggun, rambut panjangnya menyibak wajah putih bersih yang disinari oleh lampu panggung, kesan yang menggoda dan lumayan mendebarkan.

Rookie nyaris tidak berkedip ketika dia menatap wajah sang primadona dari jarak dekat seperti ini. Ternyata benar, alasan mengapa dia begitu familiar karena dia adalah perempuan yang pernah dia tolong di hotel waktu itu. Benar dugaannya bahwa ternyata perempuan itu bukan korban melainkan hanyalah seorang pelacur yang sedang mencari nafkah malam itu.

"Mengecewakan," gumam Rookie.

Tak berbeda jauh dengan Rookie, gadis itu juga tampak sama terkejutnya. Apalagi ketika matanya bersitumbuk dengan piercing telinga yang pria itu kenakan. Namun dengan keahliannya dalam bersandiwara dan memainkan peran. Keterkejutan itu berganti dengan sebuah senyuman yang kelewat manis yang cukup untuk menggoda keimanan.

"Mengecewakan apa, Tuan?" ujar gadis manis itu.

Pembawaannya sangat tenang, dan elegan. Jika saja Rookie bertemu dengan dia bukan di tempat seperti ini. Dia mungkin akan langsung terpesona dan jatuh cinta. Tapi sayangnya, dia bukan levelnya.

"Hai Rose, kau primadona di klub ini kan?" tanya Rookie.

"Ya, ada yang Tuan inginkan dari saya?"

"Tidurlah denganku, dan kau boleh meminta uang sebanyak apa pun dariku." Sangat tegas dan maskulin. To the point. Itulah cara Rookie saat sedang berbincang dengan perempuan yang menjadi targetnya. Biasanya perempuan yang diperlakukan demikian akan langsung memberinya senyuman termanis.

Tetapi siapa sangka, Rose sang primadona klub langsung menatap tajam ke arah Rookie. Sorot mata itu langsung memperlihatkan ekspresi terganggu dan jijik kepadanya. Ekspresi yang begitu alami, tidak dibuat-buat dan sialnya Rookie malah terpesona pada pancaran kebencian yang menguar secara spontan dari gadis itu.

Sungguh, belum pernah ada perempuan yang berani menatapnya dengan mata yang seolah hendak membunuhnya seperti ini kecuali satu orang. Dan itu pun hanyalah orang dimasa lalunya, dia tidak ada gantinya.

Tetapi setelah mereka bersitatap dia merasa bahwa sebelum menyelamatkan perempuan ini Rookie yakin pernah mengenalnya jauh sebelum itu Tapi tidak yakin dimana dia tahu gadis itu. Haruskah Rookie memastikannya? Tapi bagaimana langkah pertamanya?

"Jadi bagaimana? kau mau? Aku bisa membayarmu sebanyak mungkin," lanjut pria itu dengan nada suara yang begitu angkuh.

Gadis bermata indah tersebut secara perlahan melepaskan tangannya dari pria itu. Masih seperti itu, sorot matanya tidak mengendur sedikit pun. Tidak ada perubahan.

"Apa Tuan tahu kalau mawar itu punya duri? Duri tajam yang bisa membuat luka di tangan tuan. Itulah saya. Kalau tuan tahu cara memangkas duri itu dan tidak melukai tangan tuan, saya bersedia menyerahkan malam pertama saya kepada tuan. Tetapi jika tidak tahu caranya, menyerah saja atau silahkan pergi."

Pria itu hanya mendengus kesal. Sepertinya dia baru saja merasakan rasa sebal luar biasa. Ini adalah sebuah penolakan dan Rookie tidak suka mendapati kenyataan seperti itu.

Maka pria tampan itu lantas kembali meraih lengan Lucy dan menggenggamnya dengan erat. "Apa maksud perkataanmu? Gadis murahan sepertimu itu bisa kubeli dengan harga berapapun! Jangan sombong dengan mengatakan soal analogi tidak berguna macam duri atau mawar. Bilang saja kalau kau sudah tidak perawan dan julukan yang kau dapatkan jelas hanyalah branding. Pelacur tetaplah pelacur," sembur Rookie yang tidak tahan mengutarakan semua hal yang ada di kepalanya tanpa rem sedikit pun.

Dengan sekali sentakan, Lucy mendekatkan wajahnya ke arah pria itu. Lalu dengan satu tangannya yang bebas, yang tidak digenggam pria itu, Lucy langsung menarik lehernya hingga sejajar dengannya dan mencium bibir pria itu secara impulsive. Pria itu jelas langsung kaget dengan tindakan tiba-tiba Lucy.

Tanpa merasa perlu ragu sedikitpun, Lucy menjilat bibir merah si pria berambut gondrong itu. Tentu saja aksi mereka langsung ditonton oleh pengunjung klub malam itu. Banyak yang membelalakan mata dan berteriak heboh. Lucy masih tidak peduli dan tetap melanjutkan kegiatannya.

Lucy menjilat permukaan bibirnya meminta izin masuk kesana. Tidak perlu waktu, Rookie yang memang sudah lihai tanpa perlu buang waktu memberikan akses lebih sehingga Lucy semakin liar, beradu lidah dengan sang tuan rumah. Lucy memejamkan matanya mencoba menikmati setiap detik yang berlalu dengan adegan ini dan sepertinya pria itu juga telah tenggelam dan menikmatinya. Baru saja akan menikmatinya, Lucy lantas menarik bibirnya menjauh secara tiba-tiba ketika Rookie meminta lebih. Membuat pria itu frustasi sedangkan Lucy mengulas senyum manisnya tanpa sedikit pun memperlihatkan keinginan lebih untuk menjamah lebih dalam lagi. Pandangannya kini meremehkan pria itu,

"Lihat siapa pria angkuh yang bicara, apa ciuman saya begitu menggairahkan sehingga membuat Anda linglung, tuan? Nama saya Rose, dan jika tidak berhati-hati duri saya akan melukai Anda. Harap Anda ingat itu."

Gadis itu kemudian pergi meninggalkan panggung itu dengan memberikan tanda tanya pada si pria. Namun sebelum benar-benar pergi, Lucy berhenti sejenak dan mengerjapkan matanya berkali-kali. Menahan air mata yang mungkin akan mengalir deras tanpa penyumpalnya. Sial ... kenapa harus sekarang?

"Ternyata seorang pahlawan yang menolongku saat itu adalah kau ... Rookie," bisik Lucy.

Lucy menyandarkan tubuh mungilnya pada dinding kamar mungilnya. Perasaannya dipenuhi oleh banyak hal, masih berkecamuk luar biasa. Dia sama sekali tidak menyangka akan ada kejadian seperti itu. Bahwa dia ... setelah lima tahun lalu, dia akan kembali bertemu lagi dengan orang itu.

Dan dari apa yang terjadi, sepertinya orang itu benar-benar sudah melupakan siapa dirinya. Orang itu tidak mengenalnya. Oh tidak! jika pun orang itu mengenal dia, mungkin Lucy sudah tidak punya muka lagi untuk bertemu dengannya. Bisa dipastikan mungkin saja pria itu tidak mau lagi bertemu dengannya atau mungkin dia akan menyesal mengenalnya. Itu pasti. Tapi sayang sekali, Lucy tidak bisa melupakan perasaan yang dia miliki. Meskipun bertahun-tahun lalu, perasaan itu masih melekat erat di dalam dirinya.

"Kau berharap apa? bisa saja dia sudah punya istri sekarang. Ah... kau benar-benar menyedihkan Luciana. "

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Kehamilanku Adalah Harapanku
7.9
Pasca kecelakaan maut yang merenggut orang tuanya, Lae bertahan hidup sebagai pekerja di butik Miralis. Di sana, benih cinta tumbuh antara dirinya dan Reza, anak sang pemilik butik. Sayang, tembok restu keluarga menghancurkan hubungan mereka. Di tengah badai perpisahan, Lae mendapati dirinya tengah mengandung. Alih-alih melindungi, Reza justru mendesaknya untuk menggugurkan janin tersebut. Kini, Lae dihadapkan pada pilihan sulit: menuruti sang mantan atau memperjuangkan bayinya.
Sampul Novel Kesalahan Semalam : Manisnya Suami Miliarder
9.0
Dikhianati tunangan dan sahabat membuat hidup Alina runtuh. Demi melunasi utang keluarganya, ia terpaksa menyerahkan kesucian kepada pria asing. Kini ia terikat pernikahan tanpa cinta dengan Nathaniel, miliarder dingin yang misterius. Di tengah ambisi balas dendam dan perjuangan harga diri, keteguhan hati Alina mulai goyah oleh perlakuan sang suami. Akankah ia tetap menuntut balas, atau justru jatuh cinta pada pria masa lalu kelam itu?
Sampul Novel Mahligai yang Ternodai
8.3
Pernikahan Nazwa yang awalnya indah seketika runtuh setelah ia memergoki suaminya bermain api. Demi baktinya pada Allah, Nazwa berlapang dada dan mencoba bertahan walau hatinya terluka. Sayangnya, ketabahan itu diuji kembali saat sang suami mengulangi pengkhianatan yang sama. Di tengah kepedihan yang kian menyiksa, sanggupkah Nazwa terus memperjuangkan rumah tangganya, ataukah ini saatnya ia merelakan segalanya berakhir?
Sampul Novel Menikahi Pria Angkuh
8.3
Akibat pengaruh obat di sebuah pesta, CEO dingin Steve Willson melewati malam intim dengan wanita misterius yang gagal ia kenali. Di tengah pencariannya yang obsesif, sang ibu mendesak Steve untuk lekas membina rumah tangga. Guna menghindari tekanan keluarga, ia pun menawarkan pernikahan kontrak kepada Zira, gadis miskin yang sedang dikejar utang. Akankah kedok Zira sebagai wanita di malam itu terungkap, atau Steve akan terus memburu bayangan masa lalu?
Sampul Novel Misi; Mengandung Benih Tuan Vince
9.3
Qiara Selena Odelia sangat mendambakan sebuah pernikahan yang tulus dan bahagia. Sayangnya, impian itu harus tertunda saat ia terikat kontrak dengan Vincenzo Nick Emyr. Pria dingin tersebut telah menutup rapat hatinya akibat luka mendalam dari cinta pertamanya di masa lalu. Berawal dari sebuah misi rahasia, takdir justru menjebak mereka dalam komitmen formal yang disepakati bersama. Di tengah trauma masa lalu Vince, mampukah hubungan sandiwara ini berubah menjadi cinta yang nyata?
Sampul Novel PULANG KAMPUNG
9.4
Demi merawat sang ibu yang lanjut usia, Ningrum dan Huda memilih kembali ke desa. Sayangnya, niat mulia ini disambut cibiran warga setempat yang meremehkan mereka karena hanya menaiki motor tua. Padahal, pasangan ini merupakan pemilik showroom mobil sukses di Jakarta. Di tengah terjangan fitnah dan sikap skeptis orang-orang, sanggupkah mereka bertahan dengan kesabaran sekaligus membuktikan kenyataan yang sebenarnya?