APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Dosa di Balik Kacamata Sang Dewi

Dosa di Balik Kacamata Sang Dewi

Dalam novel romantis modern ini, seorang dosen wanita menawan berjuang melawan kecanduan seks yang mengancam hubungan dengan tunangannya. Demi kesembuhan, sang tunangan merujuknya ke sebuah klinik terapi khusus. Namun, situasi menjadi rumit saat ia mendapati bahwa terapis yang bertugas adalah mahasiswanya sendiri. Di balik penampilan tenangnya, sang mahasiswa menerapkan metode pengobatan yang sangat intim dan tidak biasa, menguji batas profesionalisme dan hasrat sang dosen.
Bab
Bagikan

Bab 4

Aldo saat ini terlihat sangat dominan, satu tangan menahan kakiku agar tidak bergerak, sementara matanya mengamati ekspresi wajahku yang kehilangan fokus.

"Gatal? Atau sakit?"

"Gatal."

"Kalau di sini?"

Tangan Aldo menyusup lebih dalam.

Aku membelalakkan mata, buru-buru mengangkat tangan untuk menahan lengannya.

Namun, Aldo sudah menekan titik itu.

Sensasi menyengat yang memenuhi seluruh kepalaku membuat tubuhku gemetar hebat, bagian bawahku langsung banjir.

Namun, ini tidak cukup!

Tubuhku menginginkan lebih.

Aldo tiba-tiba menarik tangannya.

Tubuhku langsung terasa hampa, tapi kakiku masih terbuka lemas tidak berdaya.

Aldo kembali berubah menjadi pemalu, matanya menghindar. "Bu Susan, aku nggak menyangka kamu begitu sensitif, sampai bisa seperti ini hanya dengan tangan saja."

Di hadapan mahasiswaku sendiri, aku sampai seperti ini. Rasa maluku membakar wajah. Saat hendak berkata sesuatu, mataku justru tertuju pada celana training abu-abu Aldo yang menggembung di bagian selangkangan.

Besar sekali!

Aku menelan ludah. Tidak disangka, Aldo yang tampak kalem ini ternyata memiliki aset yang mengesankan. Kabarnya mahasiswa laki-laki sekarang memang garang, di ranjang mereka semua seperti mesin pengebor yang tidak kenal lelah.

Tidak! Apa yang kupikirkan? Tunanganku masih menunggu di luar!

Aku tersentak oleh pikiranku sendiri dan jadi lebih tenang. Syukurlah Aldo tidak tahu isi kepalaku. Kalau dia tahu, semua citraku sebagai guru profesional akan hancur di matanya.

"Aldo, apa masih perlu tes dengan alat?"

"Tentu. Pemeriksaan dengan alat adalah bagian terpenting."

Setelah mengatakannya, Aldo mengeluarkan sebuah kotak besar dan membukanya. Isinya ternyata berbagai macam mainan dengan beragam ukuran, panjang, dan bentuk. Ada yang untuk dihisap, dan ada yang bergetar.

Aku berkata dengan terkejut, "Harus coba semuanya?"

Aldo mengangguk, lalu menjelaskan, "Kebanyakan pasien wanita dengan penyakit kecanduan seks nggak mengalami ketergantungan pada setiap alat, tapi dari pemeriksaan tadi, aku menyimpulkan Bu Susan adalah kasus khusus. Apa pun yang bisa masuk atau menggesek akan memicu penyakit kecanduan seksmu."

Jadi maksudnya aku begitu bergairah sampai bisa terangsang oleh apa saja?

Aldo justru berkata dengan serius, "Dengan alat-alat ini, kita akan menguji titik dan tingkat sensitivitas Bu Susan. Aku akan oleskan obat desensitisasi dengan konsentrasi berbeda pada masing-masing alat untuk bantu Bu Susan menyelesaikan pengobatan desensitisasi."

Ucapannya terlalu profesional dan aku pun tidak benar-benar menyimak. Melihat semua alat itu, aku khawatir nanti tidak bisa menutup kakiku saat keluar dari ruangan ini. Bahkan lebih dari itu, mungkin sampai bengkak hingga tidak bisa mengenakan celana dalam.

Jika tunanganku melihatnya, dia pasti akan berpikir yang tidak-tidak.

Memikirkan itu, aku menyela Aldo yang sedang menyemprotkan cairan pembersih pada alat-alat itu. "Semua ini sudah pernah kucoba..."

Aldo menatapku dengan terkejut.

Wajahku memanas, aku menghindari pandangannya dengan malu. "Nggak peduli alat mana yang digunakan, setiap titik sensitif di tubuhku pasti akan langsung bereaksi. Lebih baik, langsung saja berikan obatnya."

Aldo mengangguk dengan wajah memerah. "Baiklah, kalau begitu kita akan menggunakan yang replika."

"Ukuran Pak Rian yang mana?"

Aldo mengeluarkan beberapa mainan replika dan meletakkannya di hadapanku.

Aku memilih yang paling besar, dalam hati aku merasa sedikit bangga.

Namun, ekspresi Aldo tetap datar tanpa perubahan.

Aku pun berbaring lagi, rokku kembali tersingkap. Aldo mengoleskan salep pada mainan replika itu, tapi dia belum juga bertindak.

"Bu Susan, untuk memaksimalkan sensitivitas dan penyerapan obat, lebih baik pakai penutup mata."

Setelah memakai penutup mata, semua indraku terasa lebih tajam. Di dalam hati, aku merasa sangat terangsang dan bersemangat.

Namun, karena ini dilakukan di depan pria yang bukan tunanganku, aku juga merasa sedikit gugup.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Api Dendam di Masa Lalu
8.9
Hidupku berakhir tragis saat Arifin, suamiku, membiarkanku tewas dalam mobil yang terbakar demi menyelamatkan selingkuhannya. Tragisnya, itu adalah pembunuhan berencana demi menguasai warisanku. Namun, takdir berkata lain. Aku terbangun di masa kuliah dengan ingatan masa depan yang utuh. Menatap Arifin yang tampak tak berdosa, aku kini tahu kelicikan di balik wajah itu. Kesempatan kedua ini akan kugunakan untuk membalas dendam dan menghancurkan para pengkhianat.
Sampul Novel Harga Simpanan Sembilan Belas Tahunnya
9.7
Lima tahun pernikahan membuatku percaya Christoper Wijaya telah berubah. Nyatanya, saat ayahku sekarat membutuhkan donor sumsum tulang, dia malah sibuk menemani selingkuhannya, Iris, hingga ayahku berpulang. Demi melindungi perempuan itu, Christoper tega menumbalkanku dalam berbagai situasi berbahaya dan merampas warisanku. Begitu aku memutuskan pergi dan menuntut cerai, dia yang tidak tahu kematian ayahku malah mengirim pesan soal donor. Pengkhianatan ini telah dimaafkan.
Sampul Novel Istri Bayaran
9.5
Seorang gadis muda terpaksa menjadi teman kencan sewaan demi melunasi biaya kuliah dan pengobatan ayahnya. Takdir mempertemukannya dengan seorang pria kaya berparas dingin yang merupakan kakak kliennya. Terpikat oleh sosoknya, sang tuan muda menawarkan pernikahan kontrak demi mengatasi masalah keuangan gadis itu. Walau dimulai tanpa cinta, hubungan mereka diuji oleh konflik keluarga dan rahasia masa lalu. Akankah benih asmara tumbuh sebelum masa kontrak usai?
Sampul Novel Mencintai dia
8.6
Mencari pasangan hidup sejati bukan sekadar tentang rupa yang menawan. Kisah romansa modern ini memberikan sudut pandang mendalam bahwa keindahan fisik tidak menjamin kebahagiaan sebuah keluarga di masa depan. Seorang pria dituntut menyadari bahwa anak-anaknya kelak membutuhkan figur ibu yang bijaksana, bukan sekadar cantik. Fokus utama dalam hubungan ini adalah menemukan sosok wanita yang mampu mendidik generasi penerus dengan limpahan kasih sayang tulus serta nilai moral yang kuat.
Sampul Novel Menjadi Orang Ketiga Dipernikahan
7.9
Pernikahan hasil perjodohan Mira Aditya dengan Rafiq Jaya berujung pilu. Di balik ikatan tersebut, Rafiq rupanya telah menikahi Elena Faris, cinta masa lalunya, secara diam-diam. Terasing di rumah sendiri dan terus didera kepedihan mendalam membuat Mira berada di titik nadir. Di tengah kekecewaan serta hampa yang kian menyiksa, ia pun kini harus menentukan pilihan sulit: tetap bertahan dalam kepalsuan atau melangkah pergi demi meraih kebebasannya.
Sampul Novel Nona Kesayangan Dua Pria Tampan
9.4
Demi menggagalkan pernikahan paksa dengan Arash, pria yang amat dibencinya, Elma mengambil langkah ekstrem. Ia merelakan kesuciannya kepada Kai demi menghindari takdir kelam tersebut. Namun, keputusan nekat itu justru menyeret Elma ke dalam pusaran konflik yang lebih rumit. Hubungan rahasia dengan Kai menciptakan dilema cinta segitiga yang membara di antara mereka bertiga. Siapakah pria yang akhirnya akan dipilih Elma sebagai pendamping hidupnya?