
Dokter Cantik Spesialis Andrologi
Bab 3
Usai bicara, suamiku langsung meninggalkanku dan keluar dari ruang pemeriksaan.
Dalam hati aku mengumpat, benar-benar tak habis pikir kenapa aku bisa jatuh cinta dengan pria setidak berguna ini. Padahal aku tipe wanita idaman banyak pria, benar-benar sayang sekali….
Setelah berpakaian, aku membuka keran dan membasuh wajahku dengan air dingin beberapa kali, baru berani keluar dari ruang pemeriksaan.
Hanya karena bertatapan mata dengan pria itu, aku langsung teringat adegan terlarang di kereta bawah tanah. Tatapannya dalam sekali, seolah bisa menembus hatiku. Aku buru-buru mengalihkan pandangan, tapi rasa malu yang menggelitik itu langsung menyelimuti dadaku.
“Rosie, ini Gino, sahabat baikku. Sepertinya aku sudah pernah menyebut dia beberapa kali padamu. Dia entah kenapa kena penyakit aneh yang buat dia susah ejakulasi, karena tahu kamu ahli di bidang ini, makanya aku rekomendasikan dia padamu….”
“Kadang bahkan kalau sudah bereaksi, bisa bertahan berjam-jam, kecuali ada yang membantunya mengeluarkan….”
Ujar Gino menambahkan dan aku bisa lihat dengan jelas celana di bagian pahanya mulai menonjol, tepat menghadap ke arahku.
Melihat itu, aku reflek menggigit bibir dan wajahku langsung memerah sampai ke telinga.
“Rosie, aku tahu kamu sudah berpengalaman menangani kasus seperti ini. Pokoknya, apapun caranya, tolong sembuhkan sahabatku ini ….”
Suamiku bicara dengan semangat, tapi perkataannya seolah punya maksud tersembunyi, membuat perasaanku tidak enak.
“Tenang saja, bro. Aku percaya dengan kemampuan Kak Rosie. Keahliannya sudah terkenal di sekitar sini. Lihat saja, wajahnya bahkan berseri-seri, kelihatan kamu pasti dirawat dengan baik olehnya….”
“Dasar kamu, pandai bercanda saja. Baiklah, kalau begitu, aku pergi dulu. Jangan berbuat macam-macam pada istriku, ya….”
Usai bicara, suamiku pun bersiap meninggalkan klinik. Meski nada mereka tadi seperti bercanda, entah kenapa hatiku langsung merasa tegang.
Jangan-jangan, suamiku tahu sesuatu?
Kalau mereka datang bersamaan, berarti kejadian di kereta tadi pagi sempat terlihat oleh suamiku….
“Tenang saja, bro. Dia itu istrimu, mana mungkin aku berbuat aneh-aneh dengannya….”
Omongannya sekarang jauh berbeda sama yang dia bilang di kereta tadi.
Setelah suamiku pergi, ruang pemeriksaan langsung sunyi, hanya tersisa aku dan Gino yang saling bertatapan. Seketika, suasana jadi tegang dan canggung.
“Kak, perlu periksa aku dulu nggak?”
Belum sempat aku menjawab, Gino malah langsung melangkah ke ruang pemeriksaan sendiri. Tapi entah kenapa, tiba-tiba ada firasat tidak enak yang muncul di benakku. Aku sontak bangkit dari kursi dan buru-buru mengejarnya ke ruang pemeriksaan.
Di atas ranjang pemeriksaan, sebuah bercak lengket yang baru saja kutinggalkan sangat mencolok. Saat aku bergegas masuk, Gino sedang merangkak di atas ranjang, matanya memancarkan sinar aneh dan mulutnya terbuka lebar sambil mencium sprei dengan penuh nafsu.
“Kak, biasanya Kak Leo nggak cukup memuaskanmu, ya?”
Aku membengong, tiba-tiba Gino sudah berada di belakangku, mengunci pintu ruang pemeriksaan, lalu memelukku erat dari belakang, “Sayang sekali tubuhmu yang sesexy ini, aku benar-benar iri dengan Kak Leo….”
Tangan hangatnya mulai menjelajahi tubuhku, seolah ingin memeriksaku dari ujung kepala hingga ujung kaki.
Tubuhku segera merespon, aku pun menahan tangan Gino dan meletakkannya di pinggangnya. Entah sejak kapan, dia sudah melepas pakaiannya, hormon yang kuat membuatku sulit bernapas.
Tangan-tanganku pun tanpa sadar mulai meluncur ke bawah pinggangnya. Napas Gino semakin berat, “Iya…benar, tepat di sini, cepat periksa aku, kak. Aku sudah nggak tahan lagi….”
Anda Mungkin Juga Suka





