APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Dokter Ajaib Primadona Desa

Dokter Ajaib Primadona Desa

Kehidupan Tirta Hadiraja berubah drastis setelah ia tidak sengaja memakan seekor ular putih. Masalah impotensi yang dideritanya lenyap, digantikan dengan keperkasaan luar biasa, kemampuan mata tembus pandang, serta daya ingat super. Sebagai pemilik klinik, Tirta memanfaatkan keahlian baru ini untuk mengembangkan kemampuannya ke tingkat yang luar biasa. Di saat kejayaannya mulai menanjak, ia justru dihadapkan pada perebutan hati dari seorang janda, primadona desa, hingga putri konglomerat yang bersaing ketat untuk menjadi istrinya.
Bab
Bagikan

Bab 8

"Aku ... aku .... Kak, begini kurang pantas ...." Tirta terbata-bata, wajahnya memerah. Siang tadi, Tirta sudah memutuskan untuk meniduri Melati. Sekarang, dia malah kehilangan nyalinya dan merasa panik. Dia takut Nabila dan Ayu tahu tentang ini.

"Yang penting kamu menginginkanku. Jangan bersikap munafik lagi!" sahut Melati sembari menatap Tirta dengan gembira.

"Kak, aku benar-benar nggak berpikiran seperti itu ...." Tirta menatap kemaluannya dengan getir. Dia menjadi mudah terangsang setelah memakan ular putih itu. Namun, siapa yang akan percaya pada omongannya ini?

"Jangan berpura-pura lagi. Aku akan menjadi wanitamu mulai hari ini, nggak usah malu-malu," ujar Melati sambil tersenyum menutup mulutnya. Kemudian, dia pelan-pelan menghampiri Tirta.

"Kak, jangan begini." Tirta mundur hingga akhirnya terduduk di ranjang.

"Tirta, ini pertama kalinya untukmu, 'kan? Aku juga sama. Mainkan lebih pelan nanti," ucap Melati dengan suara menggoda.

Kakak Melati memberitahunya bahwa pria akan dikendalikan oleh nafsu mereka setelah terangsang. Itu sebabnya, Melati tidak ragu-ragu lagi. Dia pelan-pelan menyibakkan rok pendeknya. Alhasil, tidak terlihat celana dalam ....

"Tirta, lihat aku." Ini pertama kalinya Melati bermain di ranjang. Dia menggigit bibir, berusaha untuk menahan rasa malunya. Wajahnya tampak merah seperti orang yang mabuk, tetapi ini membuatnya makin memesona.

Begitu melihatnya, Tirta tidak bisa mengalihkan pandangannya lagi. Dia membeku di tempat. Ketika dirinya impoten, semua wanita menatapnya dengan tatapan mengejek. Ini pertama kalinya seorang wanita bersikap begitu inisiatif. Jantung Tirta berdetak kencang, dia bahkan ingin berteriak gembira.

Selain tubuh telanjang Nabila yang tidak sengaja dilihatnya, ini adalah pertama kalinya Tirta melihat tubuh telanjang wanita. Sungguh indah dan menawan. Tirta hanya melihat sekilas tubuh Nabila saat itu. Kini, dia melihat tubuh Melati dengan sangat jelas! Untuk seketika, Tirta tidak bisa menjelaskan gejolak yang dirasakannya!

"Tirta, mainkan tubuhku," bisik Melati dengan suara menggoda. Napasnya yang panas pun mengenai telinga Tirta, membuat pikirannya menjadi kosong. Tirta merinding dan membalas, "Kak, a ... aku ...."

Tirta masih merasa takut. Melati sudah kehabisan kesabarannya sehingga sontak menindih Tirta dan melepaskan celananya. Dengan posisi di atas, Melati hendak memasukkan kemaluan Tirta ke lubang surgawinya.

"Kenapa masih ragu-ragu? Aku mengorbankan tubuhku, kamu malah nggak berani. Kamu pria bukan sih?" tegur Melati.

Tirta menatap Melati yang hendak duduk di atasnya. Hasratnya benar-benar terbangkitkan sekarang. Pada akhirnya, Tirta tidak menahan diri lagi. "Sialan, aku akan menidurimu!"

Tepat ketika Tirta hendak mengangkat pinggangnya, tiba-tiba terdengar suara pintu digedor. Melati dan Tirta sudah bersentuhan, sampai-sampai Tirta hampir berteriak saking nyamannya. Itu adalah kenikmatan yang tidak pernah dirasakannya.

Akan tetapi, mereka tidak mungkin melanjutkan di saat seperti ini. Sebelum sempat merasakan kenikmatan mendalam, mereka sudah harus berhenti.

"Apa mertuamu sudah pulang?" tanya Tirta yang terkejut dan buru-buru mengangkat celananya.

Melati memperlihatkan ekspresi panik. Dia juga mengangkat roknya dan membalas, "Entahlah, kamu sembunyi di lemari dulu. Aku akan memeriksanya."

Tirta membuka pintu lemari dan masuk. Dia ketakutan sampai tidak berani bernapas. Sementara itu, Melati merapikan pakaian dan rambutnya. Setelah menenangkan diri, dia berdeham dan bertanya, "Siapa yang datang malam-malam begini?"

"Aku, Raden. Cepat buka pintu!" Terdengar suara Raden di luar. Dia sepertinya minum terlalu banyak dan mabuk.

"Ngapain kamu datang ke rumahku dalam keadaan mabuk? Pergi sana! Aku sudah tidur!" bentak Melati yang merasa lega. Dia ingin segera mengusir Raden supaya bisa melanjutkan permainannya dengan Tirta.

"Dasar jalang, cepat buka pintu! Aku bisa mendengar teriakan nakalmu! Pasti ada pria di dalam sana, 'kan?" balas Raden. Dia bukan hanya tidak pergi, melainkan menendang pintu dengan kuat.

Raden telah mengincar Melati sejak awal. Dia tahu mertua Melati tidak ada di rumah selama 2 hari, jadi sengaja datang untuk menidurinya malam ini! Tanpa diduga, dia malah mendengar teriakan nakal Melati!

"Kamu gila, ya? Aku sendirian di rumah, terserah aku mau berteriak seperti apa! Kalau kamu berani menendang pintu lagi, aku akan lapor polisi!" ancam Melati yang mulai murka.

Buk! Pintu benar-benar terbuka! Raden berjalan masuk, lalu menghantam botol bir ke pintu hingga memperlihatkan bentuk tajam seperti pisau. Dia menunjuk Melati dengan botol itu dan mengancam, "Coba saja kalau berani!"

Raden menatap ke sekeliling dan memang tidak menemukan siapa pun. Namun, pakaian Melati ini membuatnya tidak bisa mengalihkan pandangan.

"Ke ... keluar kamu!" Melati mulai panik. Dia mengambil sapu di depannya untuk melindungi diri.

"Hehe, pakaianmu seksi sekali. Kamu ingin disetubuhi, ya?" Raden sama sekali tidak takut. Dia justru menatap paha Melati dengan nakal sambil menghampiri selangkah demi selangkah.

"Lepaskan rokmu! Aku akan membuatmu merasakan nikmatnya ditiduri pria!" perintah Raden.

"Dasar berengsek!" gumam Tirta yang bersembunyi di lemari. Dia hampir menyerbu ke luar untuk menghajar Raden.

Tirta dan Melati telah bersentuhan barusan. Itu sebabnya, dia tanpa sadar ingin melindungi Melati. Namun, jika Raden melihat mereka berduaan di rumah ini, mereka pasti akan menjadi bahan gosip seluruh desa.

Ini bukan masalah besar untuk Tirta, tetapi Melati pasti akan dihajar habis-habisan oleh mertuanya! Jadi, Tirta hanya berharap Melati berhasil mengusir Raden.

"Keluar! Asal kamu tahu, aku lebih memilih timun daripada kemaluanmu!" teriak Melati sembari mengayunkan sapunya. Setelah melihat keperkasaan Tirta, dia tidak tertarik lagi pada pria lain.

"Dasar jalang! Berani sekali kamu bicara begitu! Kamu akan merasakan akibatnya nanti!" Raden pun menyerbu ke depan.

Melati hendak mengangkat bangku untuk melemparkannya kepada Raden, tetapi pria itu sudah menendang perutnya.

"Aduh!" Melati terjatuh dan kesakitan hingga tidak bisa bangkit.

"Dasar jalang! Berani sekali kamu melawan! Berbaringlah, kamu cukup menikmati kejantananku!" Raden membungkuk dan hendak membuka rok Melati.

"Ah! Tolong aku!" Melati benar-benar ketakutan sekarang.

Tirta pun tidak bisa menahan diri lagi karena situasi yang benar-benar kritis. Dia sontak melompat keluar dari lemari, lalu menendang Raden. "Dasar bajingan! Jangan sentuh dia!"

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Jiwa Yang Tertukar
8.1
Hubungan Rose, ekspatriat Jerman di Bogor, dan Herdi merenggang akibat Ningsih. Keanehan muncul saat jiwa mereka mendadak tertukar. Setelah diusir dari apartemen karena panik, keduanya terpaksa beradaptasi. Herdi memakai pesona fisik Rose demi bisnis walau sering digoda, sedangkan Rose harus menghadapi kenyataan menjadi pria lemah yang mudah ditindas. Di tengah krisis identitas, mereka berjuang bertahan hidup dalam tubuh yang salah.
Sampul Novel Reinkarnasi ke Zaman Ajaib
8.7
Setelah tewas dibakar oleh adiknya yang cemburu, sang protagonis terbangun kembali di hari pernikahan antara manusia dan binatang. Di kehidupan lalu, ia melahirkan pewaris aliansi dari Klan Serigala, sementara adiknya menderita bersama Klan Rubah. Kini, sang adik yang juga bereinkarnasi langsung merebut Jati Jatmiko, putra sulung Klan Serigala yang kejam. Tanpa disadari adiknya, keputusan itu justru menjadi awal dari petaka baru, sementara sang protagonis siap mengambil jalan berbeda dalam takdir teranyar ini.
Sampul Novel Reinkarnasi Menjadi Istri Presdir Dingin
9.6
Setelah tewas mengenaskan akibat pengkhianatan keji mantan suami dan selingkuhannya, Lara Anggraini mendapatkan kesempatan kedua. Ia bereinkarnasi ke dalam raga seorang wanita yang merupakan istri dari mantan bosnya, seorang Presdir dingin yang kaku. Di balik kemewahan hidup barunya ini, Lara tidak tinggal diam. Ia mulai menyusun siasat matang demi menuntut balas pada orang-orang yang telah menghancurkan masa lalunya. Akankah dendam membara Lara terbalaskan?
Sampul Novel Si Bodoh yang Luar Biasa
8.1
Sering dihina sebagai sampah keluarga, Renggin Ang sebenarnya mewarisi darah legenda Duata Hun. Kedamaian hidupnya hancur saat para master Benua Yu menyerang demi merebut buku misterius bernama NOVEL. Di depan mata Renggin dan adiknya, Ampy, sang ibu tersedot ke dalam buku kuno tersebut, sementara ayah mereka tewas demi melindungi mereka. Kini, Renggin harus bertahan hidup dan berjuang membebaskan jiwa ibunya yang tersegel di dalam buku itu dari cengkeraman musuh.
Sampul Novel Terjerat Birahi Direktur Dingin
8.2
Dikhianati sang tunangan hingga tewas tertabrak truk, Raisa Anastasya bangkit kembali dalam tubuh baru beridentitas sama. Berbekal paras menawannya, ia bertekad melakukan balas dendam. Namun, takdir berubah rumit ketika Zefan, direktur dingin yang mabuk, merenggut kesuciannya akibat salah orang. Terjerat dalam gairah malam yang adiktif dengan bosnya, Raisa kini dihadapkan pada pilihan sulit: menuntaskan dendamnya atau menyerah pada takdir baru.
Sampul Novel Warisan dari sang Bibi
8.7
Dalam novel fantasi modern Warisan dari sang Bibi, kesetiaan selama lima belas tahun berakhir dengan pengkhianatan pahit. Setelah merawat sang bibi yang kehilangan kakinya akibat kecelakaan, sang protagonis dijanjikan seluruh harta warisan. Namun, kepulangan mendadak sepupunya dari luar negeri saat bibinya sekarat mengubah segalanya. Seluruh warisan dialihkan, menyisakan uang hinaan sebesar seratus juta saja. Larut dalam duka, ia tenggelam di sungai, lalu terbangun kembali di masa lima belas tahun lalu.